10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

kurdefrin.com – Bersyukurlah kalau anak kita banyak memiliki teman. Ini pertanda bahwa anak kita mempunyai pengaruh bagi teman-temannya. Ini juga merupakan pertanda bahwa ia bisa diterima oleh banyak temannya. Anak disukai oleh teman-temannya patut kita syukuri. Karena anak sudah punya jiwa kepemimpinan.

Kepemimpinan itu bermacam-macam gayanya. Salah satu gaya kepemimpinan yang menarik adalah kepemimpinan dinamis. Dinamis itu penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan berbagai macam keadaan.

Bagaimana kita memupuk jiwa kepemimpinan pada anak agar berkembang menjadi pemimpin yang dinamis. Berikut ini dijelaskan 10 Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak.

Cara dan jiwa memimpin harus terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kepemimpinan yang statis tidak akan membawa perubahan pada kemajuan. Berikut ini dijelaskan cara meningkatkan Jiwa kepemimpinan pada anak.

1. Kemampuan Berbicara

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang pertama adalah meningkatkan kemampuan berbicara. Seorang pemimpin itu harus memiliki kemampuan berbicara di hadapan orang lain.

Karena pekerjaan pemimpin itu cenderung berkomunikasi baik secara intern maupun ekstern. Pada saat memberi pengarahan, petunjuk, nasihat kepada bawahannya tentu akan menggunakan berbicara.

Pemimpin itu berbicara tidak banyak kata, tapi mampu membius anak buahnya. Pada saat rapat, isinya adalah berbicara mengenai hal-hal yang disampaikan. Pada saat berkomunikasi dengan pihak luar lembaga yang dipimpinnya, kemampuan berbicaralah yang menjadi andalannya.

Berbicara yang baik itu bisa diajarkan. Apalagi kalau diajarkannya kepada anak yang masih usia dini. Tentu mereka akan lebih mudah mempelajarinya.

Sebagai orang tua, kita wajib memberi contoh keteladanan dalam berbicara yang baik. Berbicara yang baik itu bisa dilihat dari segi makna kata atau kalimat, pilihan kata dan tata cara berbicara yang santun.

Apabila kita berbicara dengan pilihan kata yang baik, berbicara santun, isi pembicaraannya tidak menyakiti hati orang lain, maka kita akan memiliki pengaruh yang kuat bagi orang lain. Salah satu ciri kepemimpinan adalah mempunyai pengaruh yang besar terhadap orang lain.

Kemampuan berbicara yang baik tidak dimiliki seseorang secara tiba-tiba atau dadakan. Berbicara itu salah satu ilmu berbahasa yang sekaligus ilmu komunikasi. Ilmu Bahasa itu habit atau kebiasaan. Maka, berbicara itu harus dibiasakan kalau ingin memiliki kemampuan berbicara yang bagus.

Ada istilah “bahasa adalah kebiasaan.” Berbicara itu tergolong kemampuan berbahasa. Jadi, Kemampuan berbicara yang baik itu harus dibiasakan. Namanya pembiasaan, berarti harus dilakukan sejak awal mungkin.

Sejak anak mulai belajar berbicara, sejak itulah anak dilatih keberanian untuk berbicara, percaya diri dalam berbicara, berbicara yang baik dan sopan.

Jadi, membuat sesuatu itu menjadi kebiasaan tentu harus dilakukan terus-menerus setiap hari setiap saat. Lama-kelamaan, anak akan terbiasa berbicara dengan berani, percaya diri, dan dengan gaya berbicara yang santun.

2. Jiwa Sosial

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang kedua adalah meningkatkan jiwa sosial pada anak. Seorang pemimpin yang sukses diawali dengan memiliki jiwa sosial. Jiwa sosial adalah jiwa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Masyarakat akan terpengaruh oleh seseorang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Masyarakat akan patuh pada seseorang yang jiwa sosialnya berkembang.

Mengembangkan jiwa sosial pada anak dapat dilakukan melalui perbuatan saling menolong, saling menyayangi, dan saling menghargai. Selain itu, Jiwa sosial anak dapat dikembangkan dengan berempati, berbagi, peduli, dan bersedekah.

Seseorang anak yang selalu suka menolong orang lain yang membutuhkan tanpa disuruh tanpa diminta dan tanpa pamrih, berarti anak ini mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Ini berarti pertanda anak ini mempunyai jiwa kepemimpinan.

Sebagai orang tua, kita tinggal mendukung jika anak selalu mempunyai keinginan menolong teman-temannya yang memerlukan pertolongan. Baik dalam hal bermain maupun dalam hal belajar. Karena anak yang suka menolong itu tergolong mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Rasa saling menyayangi dan menghargai yang dimiliki seorang anak juga menjadi indikator lain dari seorang anak yang memiliki jiwa kepemimpinan.  Seseorang yang memiliki rasa sayang dan menghargai tentu akan bersikap melindungi supaya orang atau teman lain itu merasa aman.

Hati nurani seseorang itu akan tenang, nyaman, tidak khawatir dan tidak was-was jika mendapat perlindungan. Jadi, jiwa kepemimpinan seorang anak harus kita pupuk jika muncul tanda-tanda pada anak yang memiliki rasa saling menyayangi dan menghargai.

Jika seorang anak memiliki kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain aau memiliki empati, maka anak ini mempunyai bakat kepemimpinan yang baik. Pemimpin itu harus bisa merasakan apa yang dirasakan anak buahnya.

Pemimpin itu akan mengerti perasaan anak buahnya. Nah, kemampuan berempati itu merupakan kemampuan dasar seorang pemimpin. Karena mempunyai empati, seorang pemimpin itu akan mengambil keputusan yang bijaksana.

Moms, mari kita berbangga jika anak kita suka berbagi, peduli, dan bersedekah. Ini merupakan cikal bakal anak mempunyai jiwa kepemimpinan. Suka berbagi, peduli, dan bersedekah memang sifat dasar manusia sebagai pertanda adanya jiwa kepemimpinan. Tugas kita sebagai orang tua adalah memupuk jiwa sosial tersebut.

3. Wawasan Luas

10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak
10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang ketiga adalah berwawasan luas. Tips ini menuntut agar anak selalu belajar dan banyak belajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya.

Agar anak sesalu mempunyai wawasan yang luas, ajaklah anak agar selalu mau belajar, mau membaca apa saja yang bisa baca, dan mau mendengarkan informasi apa saja. Tidak terbatas hanya membaca buku wajib buku pelajaran, bisa juga buku yang mengulas keberhasilan seorang pemimpin.

Wawasan yang luas dapat dimiliki jika anak mau dan banyak belajar.  Baik belajar lewat mata, telinga, maupun lewat indera manusia yang lainnya. 10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Moms, ajari juga anak sedini mungkin agar tetaplah mencari informasi yang terus menerus. Ibarat kata “belajarlah sepanjang hayat.” Latihlah anak untuk membiasakan mencari informasi melalui berbagai media agar anak dapat mengetahui apa saja sebagai bekal  seorang pemimpin.

Pengetahuan adalah teman terbaik bagi pemimpin. Beri tahukan hal tersebut pada anak, ya Moms. Untuk menanamkan kebiasaan mencari informasi, ajaklah anak mencari informasi-informasi yang sederhana, menarik, lucu dan menyenangkan.

Dengan mendapatkan informasi yang ringan membuat anak tidak merasa lelah jika informasi itu didapat lewat membaca. Apalagi isi informasinya menarik, lucu dan menyenangkan. Hal semacam itu akan membuat anak ketagihan untuk selalu mencari informasi lainnya dengan lewat membaca.

Tapi ada syaratnya lho Moms, fasilitasi anak dengan berbagai buku. Nah, itulah modal besar bagi anak agar dia selalu bersikap atau berpandangan ke depan demi kemajuan dirinya atau kemajuan anak buah jika ia menjadi pemimpin.

Pemimpin itu identik dengan serba tahu karena sering mendapat pertanyaan dari anak buah atau temannya. Jika anak banyak memiliki pengetahuan atau serba tahu, itu berarti mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik. sering

4. Kedisiplinan

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang keempat adalah meningkatkan kedisiplinan. Cara meningkatkan kedisiplinan pada anak antara lain: membuat tabel atau jadwal kegiatan yang harus dilakukan anak. Anak perlu juga diberi tugas, beri aturan dan konsekuensinya.

Meningkatkan kedisiplinan itu harus konsisten, dan terus-menerus, berkesinambungan. Disiplin pada anak yang perlu ditingkatkan adalah disiplin dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: disiplin ibadah, bersekolah, bermain, tidur, dan disiplin makan. Selain itu, disiplin beristirahat bangun tidur, mandi, gosok gigi, dan berolahraga.

Disiplin itu penting dimiliki seorang anak karena kedisiplinan itu menjadi kunci sukses seseorang. Disiplin itu sama dengan belajar konsisten, dan teguh pada pendiriannya. Selain itu, agar anak menghargai waktu. Anak tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk berbuat kebaikan walaupun satu detik.

Kedisiplinan juga akan membuat anak menjadi lebih tertib, patuh dan taat pada aturan tanpa adanya perasaan tertekan atau terbebani. Kedisiplinan akan membuat anak merasa lebih siap dalam segala hal.

Kedisiplinan dengan kepemimpinan sangat erat kaitannya. Kedisiplinan sangat menentukan keberhasilan dalam kepemimpinan. Kesuksesan seorang pemimpin karena kedisiplinan yang tinggi. Jadi, kepemimpinan dan kedisiplinan itu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kedisiplinan selalu ada dalam Jiwa kepemimpinan.

5. Kejujuran

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang kelima adalah meningkatkan kejujuran. Kejujuran adalah kemampuan menyampaikan kebenaran, mengakui kesalahan, dapat dipercaya dan bertindak secara hormat. Secara khusus, pernah dipublish mengenai latihan kejujuran pada anak.

Baiklah Moms, tugas kita untuk mendidik anak bersikap jujur dalam kehiadupan sehari-hari. Kita tidak boleh bosan menjadi pendidik pertama bagi anak-anak kita. Kita akan bangga jika memiliki anak yang memiliki kejujuran yang tinggi.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melatih kejujuran pada anak. Diantaranya adalah pembiasaan, memberi pemahaman mengenai manfaat kejujuran, bahwa Tuhan maha melihat, memberi contoh panutan, dll.

Pembiasaan

Cara mengembangkan kejujuran pada anak yang pertama adalah pembiasaan. Sebagai orangtua, Moms perlu membiasakan berkata jujur pada anak. Misalnya, saat akan pergi bekerja setiap hari, katakan pada anak bahwa Moms akan pergi bekerja untuk membelikan susu dan makanan enak untuk anak.

sikap kejujuran pada anak, hal ini perlu juga dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab anak-anak akan membutuhkan sesuatu yang nyata dari Moms.Teori mengenai kejujuran tidak akan lagi nampak abstrak untuk anak. Untuk itu, mulailah menerapkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasan dalam menerapkan kejujuran harus dengan nada yang lembut dan penuh kasih sayang. Jangan sampai membentak/menghakiminya dengan nada keras.

Hal ini malah akan semakin membuat anak takut dan akhirnya menyembunyikan kebenaran dari Moms. Jika anak memang bersalah, ajari anak untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Beri Pemahaman tentang Pentingnya Kejujuran

Cara mengembangkan sifat jujur pada anak yang kedua adalah memberi pemahaman tentang pentingnya kejujuran. Moms, kita perlu memberikan pemahaman kepada anak bahwa kejujuran itu penting bagi kehidupan manusia.

Orang yang jujur akan disayang Allah SWT. Kita akan diberi kemudahan dalam berbagai hal. Mendapat kepercayaan dari banyak orang merupakan hal pentingnya dari kejujuran.

Apabila anak kita tidak jujur karena anak tidak tahu pentingnya kejujuran, maka orang tualah yang harus bertanggung jawab atas ketidaktahuan itu. Jadi, orang tua mempunyai tugas memberi pemahaman bahwa kejujuran adalah hal yang penting.

Hal ini perlu sekali diajarkan kepada anak sejak dini, Moms. Ajari anak untuk selalu mendahulukan perilaku kejujuran. Sebab kejujuran akan mengantarkan anak pada kehidupan yang tenang dan damai tanpa dihantui rasa bersalah.

 Berikan Pengetahuan Tuhan Maha Melihat

Cara mengembangkan sifat jujur pada anak yang ketiga adalah Moms, kenalkan anak pada keyakinan dan kepercayaan. Dimana pun anak berada kapan pun anak berbohong meski tanpa diketahui orang lain, tapi Tuhan Yang Maha Melihat.

Tuhan Maha Mengetahui semua perbuatan manusia. Tidak hanya itu, Tuhan Maha Tahu yang kita pikirkan di dalam otak. Pengajaran ini menjadi sangat penting diberikan kepada anak sejak dini.

Nah, lantas bagaimana orangtua bisa mengetahui anak-anaknya tetap berperilaku jujur atau tidak meski berada di luar rumah? Percayalah Moms, ketika kita menitipkan anak kita pada sang Pemilik Hidup, maka apa yang dilakukannya di luar akan ditunjukan-Nya pada kita.

Beri Contoh atau Panutan Kejujuran

Cara mengembangkan sifat jujur pada anak yang keempat adalah memberi contoh dan panutan kejujuran. Anak adalah peniru. Jika Moms selalu jujur, maka anak pun akan meniru kejujuran Moms. Biasakanlah anak untuk mengatakan dan melakukan sesuatu sesuai dengan fakta.

Orang tua terkadang mendapat pertanyaan yang sulit dan aneh dari anak. Pertanyaan yang semestinya belum muncul dari anak seusianya. Bersikaplah tenang, dan berikan respons sesuai usianya. Beri janji pada anak bahwa akan Moms jelaskan pada saat anak sudah besar.

Masalah pribadi yang tak perlu diceritakan hanya akan membuat anak berpikir aneh. Tetapi, kembali pada tujuan utama yaitu membuat lingkungan di mana tidak ada rahasia dan semua merasa nyaman saat berbuat jujur.

Contoh: Moms akan pergi ke luar kota untuk bekerja. Moms harus bilang pada anak bahwa akan pergi ke luar kota untuk bekerja. Anak merengek minta dibelikan mainan. Moms bilang ke anak bahwa Moms tidak punya uang.

10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Ini Moms berbohong namanya. Anak tidak akan percaya kepada kita. Beri penjelasan, bahwa mainan sudah banyak, lebih baik uangnya ditabung.

Pemberian Pujian

Cara mengembangkan sifat jujur pada anak yang kelima adalah memberi pujian. Pujian tetap menjadi sarana efektif bukan hanya untuk anak-anak. Pujian membawa perasaan tersendiri untuk melakukan hal yang dipujikan lebih baik lagi. Untuk itu, lakukan hal yang bisa anak terapkan langsung.

Tentunya pantauan kita pada keseharian anak-anak penting hingga tahu mana yang salah dengan tingkah anak dan mana yang harus diberi acungan jempol kita. Suatu contoh, ketika anak menemukan sesuatu dari luar rumah lalu membawa barang itu pulang.

Bisa jadi anak berteriak kegirangan karena menemukan barang bagus yang tidak anak miliki di rumah. Jika itu terjadi, beritahu anak-anak untuk mengembalikannya. Tentu, dengan tidak lupa memberi penjelasan secara baik-baik.

Bisa jadi, awalnya anak tidak paham. Tapi lama-kelamaan anak pasti paham bahwa barang yang anak temukan bukan hak milik anak. Ajarin anak untuk mengembalikan pada tempat anak menemukannya

6. Akhlak yang Karim

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang keenam adalah meningkatkan akhlak yang karim. Akhlak yang karim adalah akhlak yang yang baik dan terpuji.

Akhlak yang karim itu  adalah akhlak yang mematuhi aturan atau norma yang mengatur hubungan antar manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam semesta.

Akhlak yang karim itu merupakan akhlak terpuji yang ditandai dengan beberapa hal diantaranya adalah memiliki hubungan baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Selain itu, akhlak yang karim itu ditandai dengan qanaah yang berarti menerima pemberian dari Allah, dan ikhlas. Ikhlas artinya melaksanakan segala perbuatan baik hanya karena Allah.

Tanda akhlak  yang karim lainnya adalah sabar, istiqomah, tasammuh, ikhtiar dan selalu berdoa memohon kepada Allah SWT. Sabar itu menerima pemberian dari Allah baik berupa nikmat maupun cobaan.

Istiqomah yaitu teguh pendirian terhadap keyakinan. Dan tasammuh yaitu memiliki sifat tenggang rasa, lapang dada, dan memiliki sifat toleran. Ikhtiar itu berusaha atau bekerja keras untuk mencapai tujuan.

Agar jiwa kepemimpinan anak meningkat, kita harus pupuk akhlak anak menuju ke arah akhlak yang karim atau terpuji. Kita bisa menanamkannya sejak dini dengan berbagai kesempatan dan cara yang dapat dilakukan.

Dalam aktivitas sehari-hari, anak bisa saja kita latih untuk selalu berhubungan dengan baik kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangannya. Selain itu, pahamkan dan aplikasikan juga kepada anak qanaah, ikhlas,sabra, istiqomah, tasammuh, ikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT.

7. Kesabaran

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang ketujuh adalah meningkatkan kesabaran. Sabar adalah tahan menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, dan tidak lekas patah hati. Kesabaran adalah ketenangan hati di dalam menghadapi cobaan atau bersifat tenang.

Moms, jiwa kepemimpinan itu ditingkatkan melalui peningkatan kesabaran. Jika Moms menghendaki jiwa kepemimpinan pada anak ditingkatkan, maka kita harus meningkatkan kesabarannya. Ada beberapa cara meningkatkan kesabaran pada anak.

Ajari anak berbuat sabar sedini mungkin

Kesabaran dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari di rumah. Misalnya: anak diminta tenang dan menunggu ketika Moms menyiapkan makanan untuknya.

Ajari anak cara mengendalikan diri

Cara berikutnya dalam mengajari anak untuk berbuat sabar adalah ajari cara mengendalikan diri. Ini berkaitan dengan pengendalian emosi dan tindakan anak.  ketika lelah, cemas, tidak nyaman, anak cenderung menampakkan ketidaksabarannya.

Sehingga anak cenderung minta dilayani kebutuhannya dengan cepat. Nah, di sini letaknya pelajaran mengendalikan diri bagi anak, Moms. Cukup Moms katakan bahwa Moms akan memenuhi permintaan kalau kamu dapat mengendalikan diri.

Ajari anak untuk antre

Cara lain untuk mengajari anak bersabar adalah mengajak anak dengan mengantre. Mengantre itu menunggu giliran. Pada saat menunggu giliran, anak benar-benar akan diuji kesabarannya. Berkeluh kesah atau tidak, saat anak mengantre.

Jika banyak keluh kesahnya, berarti anak kurang sabar. Tapi, sebaliknya jika anak diam sampai gilirannya tiba, itu pertanda anak yang sabar.

Kesabaran adalah jiwa seorang pemimpin. Jika Moms menghendaki anak menjadi seorang pemimpin, maka latihlah anak bersabar sedinin mungkin. Kesabaran dalam memimpin akan membuahkan keberhasilan dan kesuksesan.

8. Percaya Diri

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang kedelapan adalah meningkatkan rasa percaya diri. Percaya diri adalah yakin dengan kemampuan diri sendiri. Percaya diri itu dapat melakukan hal kebaikan tanpa mengandalkan kemampuan orang lain. Jiwa seperti ini sungguh dibutuhkan dalam kepemimpinan.

Cara meningkatkan rasa percaya diri pada anak tidak sulit Moms. Sederhana saja, dan mudah dilakukan antara lain memberikan kasih sayang, perhatian, dan penghargaan pada anak. Sebaiknya, Moms tidak membanding-bandingkan anak dengan teman sebayanya. Mengajak anak untuk mengenal hal-hal yang baru.

Manfaat memiliki rasa percaya diri antara lain: anak akan menjadi pribadi yang jujur, terbuka, dan suka berinteraksi dengan orang atau teman lainnya. Anak juga akan memiliki pola pikir yang positif dan optimis.

Anak akan merasa nyaman dan aman dalam aktivitas secara berkelompok. Selain itu, manfaat anak memiliki rasa percaya diri adalah berani mencoba hal yang baru, dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Memiliki rasa percaya diri  yang tinggi dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan seorang anak. Anak akan mudah melakukan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan teman-temannya jika ia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya orang tua selalu mengupayakan agar anak memiliki rasa percaya diri. Hal itu akan memupuk jiwa kepemimpinan pada anak.

 Artikel terkait:

Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial pada Anak

9 Cara Sederhana Mendisiplinkan Anak Mulai dari Rumah

9. Tegas

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang kesembilan adalah meningkatkan ketegasan. Pemimpin itu harus tegas. Tegas itu bukan berarti galak yang berakibat serem dan ditakuti temannya.

Tegas itu bukan keras, bukan marah, bukan pula berwajah angker. Sikap tegas merupakan sikap yang kuat dan terbuka dalam mempertahankan argumen. Tegas itu merupakan cara memberi tahu orang lain agar berbuat sesuatu jujur, lugas, dan elegan.

Tegas itu adalah jelas, dan terang benar. Sikap tegas ini akan terlihat mana kala anak berbicara. Ajari anak jika berbicara itu jelas dan terang benar. Gunakan kata-kata yang tepat, dan katakan dengan jelas.

Ciri seorang anak tegas antara lain: tidak takut disalahkan, berani membuat keputusan, percaya diri, dan memiliki kepribadian yang tangguh. Selain itu, konsisten dalam berpikir, mempunyai inisiatif untuk bertindak, dan selalu siap menyelesaikan masalah yang timbul.

Anak harus kita ajari untuk bersikap tegas karena ketegasan itu belajar mengendalikan emosi, dan menantang diri untuk selalu berada dalam hal yang positif. Ketegasan itu adalah  membangun rasa aman pada orang lain pada saat kita bersikap tegas.

Manfaat memiliki sikap tegas antara lain tidak mudah di-bully orang lain, dan lebih berani mengemukakan gagasan. Selain itu, manafaat memiliki sikap tegas adalah percaya diri yang akan terpancar di wajah, dan tidak mudah dipengaruhi karena sudah memiliki pendirian.

10 Tips Jitu untuk Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Manfaat lain dari sikap tegas adalah lebih mudah mengabaikan komentar negatif orang lain. Oleh karena itu, ajari anak sejak kecil agar memiliki sikap tegas. Itu tugas kita, Moms.

10. Berani

Tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak yang kesepuluh adalah meningkatkan keberanian. Tumbuhkan keberanian pada anak ketika menemui masalah dalam keseharian.

Misalnya: anak mendapat perlakuan yang kurang bagus dari temannya seperti dipukul atau direbut uang atau mainannya. Anak cenderung menangis saat pulang ke rumah setelah mendapat perlakuan yang tidak baik dari teman bermainnya di luar rumah.

Moms, walaupun menangis sebagai bentuk komunikasi, ada baiknya anak tidak berkomunikasi lewat menangis kalau sudah bisa berbicara. Anak diminta menyampaikan penyebab menangisnya. Anak harus dilatih berani mengatakan sesuatu apa adanya atau mengatakan sesuai dengan fakta.

Agar anak berani mengatakan apa adanya, beri anak gambaran kebaikan-kebaikan yang akan diterimanya apabila seseorang itu berbicara sesuai dengan fakta. Misalnya: akan mendapat pujian, akan mengambil keputusan yang tepat, akan terhidarkan dari kesalahan, dll. Ajari juga agar anak berani menanggung resiko.

Apabila kenyataannya anak menangis tadi karena direbut mainannya oleh temannya akibat dia pernah merebut mainan temannya, maka kita beri penjelasan bahwa apa yang dialami itu merupakan buah dari perbuatannya sendiri. Anak harus berani menanggung resiko akibat dari perbuatannya sendiri.

Demikian penjelasan mengenai 10 tips penting untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak. Dengan cara meningkatkan kemampuan berbicara, jiwa sosial, wawasan yang luas, kedisiplinan, kejujuran, ketegasan, kesabaran, akhlak yang karim, percaya diri, dan keberanian pada anak.

Selamat melatih anak agar jiwa kepemimpinan pada anak semakin meningkat. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *