15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun & Tips Melatihnya

15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun & Tips Melatihnya

kurdefrin.com – Motorik kasar adalah gerakan besar yang dilakukan oleh anak dengan menggunakan otot besar, seperti lengan, kaki, atau badan. Pada umumnya, Gerakan motorik kasar itu lebih luas dan energik.

Motorik kasar merupakan kemampuan gerak Balita yang membutuhkan koordinasi dan keseimbangan bagian-bagian tubuh. Gerakan ini biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot Balita yang lebih besar.

Moms tentu akan bangga kalau bayi sudah bisa miring, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan. Moms juga berharap semua kecerdasan dasar bayi dapat berkembang dengan baik. Sekarang usia berapa bulan bayi Moms? Ikuti ya penjelasan penjelasannya.

A. Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi 0-3 Bulan dan Cara Melatihnya

Berikut ini dijelaskan motorik kasar pada bayi usia 0-3 bulan dan cara melatihnya dengan memberi stimulannya agar bayi cepat berkembang motorik kasarnya.

1. Mengangkat Kepala Saat Ditelungkupkan

Motorik kasar pada bayi usia 0-3 bulan yang pertama adalah mengangkat kepala. Agar dapat mengangkat kepala, bayi 0-3 bulan bisa diberi dorongan atau stimulan dengan cara menengkurapkannya.

Moms, duduk selonjor di atas dipan atau kasur, tengkurapkan bayi di pangkuan Moms. Sebelumnya, Moms sudah meletakkan mainan di bagian depan bayi pada saat tengkurap.

Ajak bayi melihat mainan yang ada di depannya. Kalau bisa mainannya itu berupa mainan yang bisa bergerak-gerak, bersinar, bersuara agar lebih menarik

Letak mainan tadi harus lebih tinggi dari posisi wajah bayi agar bayi terangsang mengangkat kepalanya untuk melihat mainan yang ada di depannya.  Sambil belai-belai kepala bayi hingga leher bagian belakangnya agar bayi tertarik mengangkat kepalanya.

Lakukan hal ini sehari dua kali menjelang mandi pagi dan sore. Bayi akan semakin lancar mengangkat kepalanya.

2. Menoleh ke Kanan dan ke Kiri

Motorik kasar pada bayi usia 0-3 bulan yang kedua adalah menoleh ke kiri atau ke kanan. Agar bayi tertarik untuk menoleh ke kiri atau ke kanan pada saat tengkurap di pangkuan Moms, beri stimulan dengan memanggil-manggil namanya. Boleh juga dengan bunyi-bunyian mainan.

Panggilan namanya dan bunyi-bunyian mainan, harus datangnya dari arah kiri, dan kanan agar bayi menoleh ke kiri, dan ke kanan. Lakukan hal ini dengan baik, makin sering latihan maka bayi makin terampil menoleh ke kiri dan kanan.

3. Berguling (Miring) ke Kanan dan ke Kiri

Motorik kasar pada bayi usia 0-3 bulan yang ketiga adalah berguling atau miring. Kemampuan miring ke kiri atau ke kanan dapat diberi stimulans sebagai berikut. Pertama, posisikan bayi terlentang. Beri guling di sisi kiri sampai bayi menindihi guling atau bantal.

Bagian tubuh bayi di ganjal bantal guling di kiri jika ingin melatih bayi miring ke kanan. Jika bayi ingin dilatih miring ke kiri, maka bagian tubuh yang diganjal adalah sisi kanan. Hal ini akan mempercepat bayi berguling atau miring baik ke kiri maupun ke kanan.

B. Kemampuan Motorik Kasar pada bayi 3-6 bulan dan Cara Melatihnya

1. Tengkurap dengan dada diangkat dan kedua tangan menopang

Motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan yang pertama adalah tengkurap dengan dada diangkat dan kedua tangan menopang. Untuk melatih kemampuan motorik kasar ini, Moms bisa menggunakan mainan yang memicu bayi melihat ke atas dengan mengangkat dada.

Bayi biasanya bisa mengangkat dada saat terngkurap. Dan menyangga dirinya dengan siku, atau dengan kedua tanggannya menopang.

2. Duduk dengan Bantuan

Motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan yang kedua adalah duduk dengan bantuan. Ada beberapa contoh alat bantu untuk latihan duduk bayi.

  • Kursi dan Ayunan Goyang

Kursi dan ayunan goyang dapat membantu bayi duduk tegak sambil tetap bersandar agar otot tidak tegang. Sebagian besar kursi dan ayunan goyang dilengkapi dengan musik atau lampu yang membantu bayi tetap terhibur saat latihan duduk.

  • Bantal Menyusui

Pada awalnya, bantal ini digunakan untuk membantu Moms menyusui agar posisi bayi nyaman saat menyusui. Pada saat bayi semakin besar, bantal ini dapat digunakan untuk melatih bayi duduk. Alat ini terbuat dari bahan kain dan memiliki lekukan agar bayi dapat didudukkan.

3. Mengangkat Kedua Kaki Saat Terlentang

Motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan yang ketiga adalah mengangkat kedua kaki saat terlentang. Untuk melatih kemampuan ini, Moms bisa memberi dorongan agar bayi mengangkat kedua kakinya saat terlentang. Moms bisa memberi mainan yang diletakkan di kedua kakinya.

Mainan harus ringan agar mudah diangkat. Rasa ingin tahu bayi terhadap sesuatu yang ada di kakinya, akan membuat bayi mengangkat kedua kakinya. Lakukan permainan ini sesering mungkin, bayi tentu akan terampil mengangkat kedua kakinya saat terlentang.

4. Kepala Tegak ketika Duduk dengan Bantuan

Motorik kasar pada bayi usia 3-6 bulan yang keempat adalah kepala tegak ketika duduk dengan bantuan. Untuk melatih kemampuan ini, Moms sebaiknya memposisikan bayi duduk di pangkuan Moms.

Bagian kepala bayi dibantu agar tegak, kemudian perlahan-lahan bantuan dilepaskan. Lama kelamaan, kepala bayi bisa tegak. 15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun & Tips Melatihnya

Bisa juga saat Moms melatih kepala bayi agar tegak pada saat menggendong bayi. Gendonglah bayi dengan alat gendong atau dengan selendang. Posisi bagian kepala bayi, tidak tertutupi selendang.

Gendongan hanya sebatas pinggang atau dada. Bagian leher dan kepala tidak tertutupi selendang. Ini bertujuan agar bagian kepala bayi terlatih untuk tegak.

C. Kemampuan motorik kasar pada bayi 6-9 bulan dan Cara Melatihnya

1. Tengkurap bolak-balik tanpa bantuan

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang pertama adalah tengkurap bolak-balik tanpa bantuan. Untuk membantu bayi lebih lancar tengkurap bolak-balik, Moms bisa memberi stimulan dengan banyak memberi mainan bunyi-bunyian di sisi kiri dan kanan tubuh bayi secara bergantian.

Jika Moms menghendaki bayi tengkurap ke arah kanan, mainannya di letakkan di sisi kanan tapi agak jauh agar mainan tidak tertindih badan bayi. Sebaliknya, Jika Moms menghendaki bayi tengkurap ke arah kiri, mainannya di letakkan di sisi kiri badan bayi.

2. Mengambil Benda

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang kedua adalah mengambil benda yang terjangkau. Untuk melatih kemampuan motorik kasar ini diperlukan media berupa benda-benda, mainan, atau makanan.

Melatihnya pun bisa dilakukan kapan saja dan dalam kegiatan apa saja yang dapat dilakukan sehari-hari di rumah. Misalnya, saat bayi digendong, Moms menyodorkan piring berisi makanan.

Arahkan tangan kanan anak untuk mengambil makanan yang ada dipiring. Kemudian anak diminta memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya untuk dimakan. Makanan dipiring sebaiknya tidak licin ya Moms agar memudahkan anak memegang makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.

Artikel terkait:

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

8 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 1-2 Tahun

3. Memukul-mukul

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang ketiga adalah memukul-mukul, melempar, atau menjatuhkan benda yang dipegang. Untuk melatih kemampuan motorik kasar ini, diperlukan alat pemukul dan media yang dipukul. Moms, bisa menggunakan alat musik gendang atau ketipung.

Sambil di gendong, atau didudukkan. Berikan alat pemukul tumpul, empuk pada tangan kanan bayi agar dipegang. Letakkan gendang atau ketipung kecil di hadapan bayi.

Beri contoh memukul. Beri kesempatan bayi untuk memukul. Kalau belum bisa, bantu dengan tangan Moms agar tangan bayi bisa memukul.

Moms, kalau tidak ada gendang, atau ketipung bukan berarti Moms tidak melatih anak memukul-mukul lho, ya. Moms bisa gunakan barang apa saja yang bisa dipukul tapi tidak pecah.

Misalnya kaleng bekas roti, piring seng, dll. Lakukan latihan memukul-mukul yang cukup dapat meningkatkan otot lengan bayi menjadi lebih kuat.

4.Merangkak ke Segala Arah

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang keempat adalah merangkak. Merangkak adalah bergerak dengan bertumpu pada tangan dan lutut. Untuk membantu bayi merangkak terutama harus diperhatikan tempat yang akan dilalui.

Moms harus upayakan mencari tempat yang longgar agar anak dapat merangkak ke sana kemari. Selain itu, tempatnya harus bersih dan tidak berpasir. Kalau berpasir, lutut dan tangan bayi akan terluka. Moms awasi ya pergerakan merangkaknya agar ia tetap pada tempat yang aman.

Moms bisa mendorong atau menstimulasi bayi merangkak dengan memperlihatkan mainan. Diharapkan bayi tertarik pada mainan itu dan akan menghampirinya dengan merangkak.

Agar bayi lebih tangkas merangkak, Moms bisa meletakan penghalang antara bayi dengan mainan yang akan dihampirinya.  Penghalangnya bisa dari bantal guling bayi yang kecil. Jangan pakai bantal guling Moms, ya.

5. Duduk Tanpa Bantuan

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang kelima adalah latihan duduk tanpa bantuan. Pertama, ajaklah bayi bermain yang memicu kepalanya bergerak ke bawah dan ke atas. Ini bertujuan untuk melatih kekuatan otot leher.

Misalnya, Moms meletakkan mainan di lantai, lalu mainan di angkat sehingga bayi menengadah kepala mengikuti gerakan tangan Moms. Kedua, untuk menyeimbangkan posisi duduk bayi, dudukkanlah bayi. Kemudian tempatkan mainannya di sekitar bayi.

Tetapi di luar jangkauan bayi, sehingga bayi akan berusaha meraih mainannya tersebut. Pada saat mau meraih mainannya itulah, bayi berusaha menyeimbangkan posisi duduknya. Begitu juga saat bayi sudah mampu meraih mainannya, ia akan menyeimbangkan kembali posisi duduknya.

6. Berdiri Berpegangan

Motorik kasar pada bayi usia 6-9 bulan yang keenam adalah latihan latihan berdiri berpegangan. Untuk latihan ini diperlukan media yang bisa untuk pegangan bayi pada saat akan berdiri.

Media itu bisa kedua tangan Moms sendiri. Julurkan kedua tangan Moms, agar dipegang oleh kedua tangan bayi. Maka, bayi pun dapat berdiri.

Artikel terkait:

13 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 0-1 Tahun

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

Banyak media lain yang dapat digunakan untuk melatih bayi berdiri dengan berpegangan. Bisa memanfaatkan meja, kursi, atau yang lain yang bisa dibeli ditoko. Alat bantu berdiri buatan pabrik malah bisa dwifungsi. Pertama bisa untuk latihan berdiri.

Kedua bisa juga untuk latihan berjalan. Bahkan alat-alat tersebut cenderung dilengkapi dengan alat musik agar bayi lebih tertarik untuk berlatih.

D. Kemampuan motorik kasar pada bayi 9-12 bulan dan Cara Melatihnya

1. Berjalan

Motorik kasar pada bayi usia 9-12 bulan yang pertama adalah berjalan dengan berpegangan. Pada umumnya, anak latihan berjalan dengan berpegangan pada tangan Moms. Untuk saat ini, sudah banyak alat bantu untuk bayi latihan berjalan.

Alat bantu untuk bayi latihan berjalan bisa menggunakan baby moon walk. Dengan baby moon walk, latihan bayi berjalan menjadi terasa mudah. Bentuknya sederhana, yakni tali dengan bagian ujung berupa pengait yang dipasangkan ke badan dan selangkangan untuk menjaga bayi tetap aman.

Dengan alat ini, Moms tidak perlu lagi bersusah payah membungkuk untuk memegangi tangan atau badan bayi saat melatih bayi berjalan. Baby moon walk mampu menopang tubuh bayi di bawah dan melindungi posisi tubuh agar nyaman bergerak.

Baby Trolley Walker dapat juga digunakan untuk melatih anak berjalan. Anak ini disertai dengan beragam jenis musik yang siap menemani anak belajar berjalan. Moms hanya perlu membantu mendorongnya dari belakang sembari memegang kereta tersebut.

Bag baby walker juga merupakan alat bantu latihan berjalan. Bentuknya seperti tas dengan gambar dan karakter yang unik. Cukup menarik perhatian bayi.

2. Bertepuk Tangan

Motorik kasar pada bayi usia 9-12 bulan yang kedua adalah bertepuk tangan. Tepuk tangan adalah menamparkan kedua telapak tangan untuk mengadakan bunyi sebagai tanda gembira atau setuju.

Bayi juga sangat baik dilatih bertepuk tangan. Bayi memang bisa melakukan tepuk tangan dengan baik. Moms, bisa melatihnya dengan mudah.

15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun & Tips Melatihnya

Moms beri contoh dulu ya. Buka tangan, tepukkan kedua telapaknya, maka akan timbul suara. Berikutnya, ajari bayi membuka kedua tanggannya, tepukkan kedua telapaknya dengan jari-jari yang mengarah ke atas. Lakukan dengan cukup keras agar menghasilkan suara yang keras pula.

Tepuk tangan berguna untuk melatih otot-otot pada jari-jemari tangan anak. Biasanya, bayi diajari tepuk tangan untuk merayakan penampilan-penampilannya yang mengagumkan, sesuatu yang hebat dan pantas dirayakan.

Misalnya, bayi bisa merangkak, duduk, berdiri, rayakanlah dengan acung jempol. Jika makanannya habis, maka dirayakannya dengan tepuk tangan.

Itulah Moms, perkembangan motorik kasar dan cara melatihnya pada bayi usia 0-1 tahun. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *