3 Tips Jitu Melatih Kejujuran pada Anak di Bulan Ramadhan

3 Tips Jitu Melatih Kejujuran pada Anak di Bulan Ramadhan

kurdefrin.com – Hai Moms, bagi umat Islam, bulan Ramadhan itu merupakan bulan suci. Bulan yang penuh ampunan. Karena itu, orang-orang Islam bagaikan berlomba memperbanyak ibadah pada bulan Ramadhan.

Tidak terkecuali bagi anak-anak, mereka turut serta melaksanakan ibadah puasa. Mereka juga aktif di berbagai kegiatan pada bulan Ramadhan.

Pembentukan kejujuran dapat ditempa melalui kegiatan puasa. Salah satu hikmah puasa adalah jujur. Jujur merupakan sikap dasar di dalam ajaran agama. Orang jujur adalah orang beriman.

Orang yang beriman selalu bersikap jujur. Iman dan jujur merupakan sikap dasar ajaran agama yang harus dimiliki seseorang.

Moms, pada kesempatan ini akan dibahas pembentukan kejujuran anak pada bulan Ramadhan. Anak sudah mulai kita latih melaksanakan ajaran Islam, betul kan Moms?

Untuk menjalankan ajaran Islam, anak harus memiliki modal utama, yaitu kejujuran. Pada bulan Ramadhan, anak juga mulai berlatih puasa.

Orang atau anak yang berpuasa tidak ada yang mengawasi kecuali Allah SWT. Berbeda dengan ibadah shalat, zakat, haji, yang gerakannya  terlihat oleh orang lain. Sedangkan puasa tidak terlihat oleh orang lain, kecuali oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, pembentukan kejujuran cukup penting bagi seorang anak dalam menjalankan ibadah puasa. Berikut ini dijelaskan cara membentuk kejujuran pada diri seorang anak pada saat puasa.

1. Beri Pemahaman

Cara melatih kejujuran anak pada bulan Ramadhan yang pertama adalah memberi pemahaman. Berbagai hal yang berkaitan dengan ajaran agama, harus Moms beri tahukan pada anak agar ia paham.

Kalau ia paham, sikap dan tindakannya akan disesuaikan dengan hasil pemahaman seorang anak terhadap ajaran agama. Moms, berikan pemahaman pada anak mengenai ibadah puasa.

Pengertian puasa, mengapa kita harus puasa, siapa yang memerintah puasa, apa keutamaan puasa, bagaimana amalan puasa, siapa yang mengawasi kita berpuasa, bagaimana rukun dan syarat puasa,dll.

Bisa jadi anak melakukan sesuatu yang salah karena ia belum paham. Anak berbuat salah bukan karena kesengajaan melanggar aturan berpuasa.

Moms, awali ajaran moms dengan mengajak anak melafalkan sahadat “Asyhadu an laa ilaaha illallah, waasyhaduanna Muhammadar Rasuulullah.” Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Moms, Latihlah anak berkali-kali sampai lancar dan paham maksudnya. Moms, beri tahu anak bahwa sahadat itu ada tiga komponen. Pertama, sahadat diyakini dalam hati. Kedua, syahadat diucapkan dengan lisan. Dan ketiga, mewujudkan sahadat dalam kehidupan sehari hari.

Selanjutnya, berikan pemahaman pada anak tentang puasa. Boleh Moms awali dengan bertanya kepada anak. Apa arti itu puasa? Kamu sudah tahu belum artinya puasa? Lalu moms, menjelaskannya atau menguatkan pemahaman anak tentang puasa.

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Itu pengertian puasa sederhana yang harus diketahui anak.

Walaupun sesungguhnya pengertian puasa tersebut hanya pengertian yang dangkal. Tapi, tidak apa-apa, anak harus tahu secara bertahap.

 

Makna puasa tersebut hanya pada wilayah kebendaan yang bersifat memberi kepuasan fisik semata. Makna puasa yang tidak hanya kebendaan.

Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara kebendaan, maupun yang merusak secara spiritual seperti perkataan kotor, perbuatan terlarang, dusta, jahil kepada kawan, dan melaksanakan amala-amalan wajib dan sunnah yang berkaitan dengan puasa.

Moms, anak juga perlu tahu alasan kita harus berpuasa, lho. Kita puasa karena Allah. Kita puasa karena menjalankan perintah Allah. Agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Iya kan begitu, Moms.

Alasan dari sisi kesehatan juga bisa Moms jelaskan kepada anak. Orang berpuasa itu  kondisi fisiknya menjadi lebih sehat. 3 Tips Jitu Melatih Kejujuran pada Anak di Bulan Ramadhan

Siapa yang menyuruh kita puasa, adalah Allha SWT melalui surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Moms, anak sudah tahu hikmah puasa Ramadhan atau belum? Kalau belum, beri tahu ya Moms. hikmah puasa itu antara lain melatih kesabaran, membentuk kejujuran, mempengaruhi kondisi fisik menjadi sehat, menimbulkan rasa syukur.

Selain itu, hikmah puasa Ramadhan adalah meningkatkan ketakwaan dalam diri seseorang dan membersihkan diri dari dosa-dosa, serta membiasakan diri hidup hemat.

Amalan puasa ditegaskan Allah SWT bahwa semua amalan ibadah yang lain untuk diri anak atau orang yang bersangkutan, tapi amalan puasa untuk Allah SWT. Siapa yang mengawasi kita berpuasa Allah, bukan Moms, bukan siapa-siapa, maka harus ada kejujuran.

Rukun puasa lebih bagus jika anak tahu walaupun masih kecil, yaitu niat dan menahan diri dari hal yang membatalkan puasa. Moms, tahapan penting dalam menjalankan ibadah puasa adalah niat puasa. Niat puasa harus diucapkan sebelum fajar tiba.

Artikel terkait:

Tegakkan 6 Kedisiplinan Anak pada Bulan Ramadhan: Berdonasi

8 Tips Melatih Anak Berpuasa Ramadhan: Coba Selang-Seling

Alangkah baiknya kalau Moms membimbing anak mengucapkan niat puasa pada saat akan tidur. Atau kalau ikut tarawih, biasanya niat puasa dibimbing imam secara bersama-sama setelah tarawih.

Niatnya adalah Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala. Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala. Sedangkan hal yang membatalkan puasa adalah makan, minum, dan lainnya.

Syarat wajib puasa uga diberutahukan pada anak, Moms. pertama mempunyai keyakinan islam atau beragama Islam. Kedua, telah melalui masa balig atau mencapai umur dewasa, dan mempunyai akal.

Ketiga, sehat jasmani rohani, dan bukan seorang musyafir. Keempat, suci dari haid dan nifas, serta mampu atau kuat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Sunnah puasa antara lain sahur, menyegerakan berbuka, membaca doa puasa, berbuka dengan yang manis-manis, memberi makan pada orang yang berbuka, dan memperbanyak ibadah, berderma.

Moms, beri tahu anak bahwa salah satu sunnah puasa itu makan sahur. Terus Moms beri tahu, bahwa ada tiga keutamaan makan sahur. Pertama, makan sahur adalah pembeda puasa umat Islam dengan agama lain.

Ahli kitab yang lain juga berpuasa, tapi mereka tidak sahur. Umat Islam berpuasa tapi harus makan sahur. Kedua, mendapat keberkahan.

Makan sahur adalah suatu keberkahan yang diberikan Allah kepada kita, maka janganlah ditinggalkan. Dengan sahur, puasa kita jadi lebih ringan. Makan sahur itu berkah karena mengikuti sunnah Rasulullah. Karena Sahur itu, menguatkan orang puasa, lho.

Ketiga, tahukah Ayah Bunda, makan sahur adalah makan yang berpahala. Rasulullah bersabda: “Makan sahur seluruhnya berkah, janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya minum seteguk air, karena Allah dan Malaikat-Nya bersholawat.

Itulah beberapa hal mengenai puasa Ramadhan yang perlu Moms beri tahukan kepada anak. Hal ini bertujuan agar anak mampu memahaminya. Selanjutnya, kejujuran anak dalam melaksanakan puasa Ramadhan dapat terbentuk

Santai Moms, memberi pelajaran pada anak bertahap, pakai cara yang mudah dipahami, suasana yang kondusif, dll. Pembentukan sikap jujur harus benar-benar tertanam dalam diri anak Moms. kejujuran harus muncul karena anak memang jujur yang muncul dari dirinya sendiri.

Anak jujur karena faktor luar hasilnya bukan kejujuran yang sejati dari faktor dalam seorang anak. Karena dipaksa, misalnya, anak baru mau jujur. Moms, faktor kejujuran yang datangnya dari dalam diri anak itu sendirilah yang harus ditumbuhkembangkan.

2. Jangan Ada Fasilitas, Jangan Ada Kesempatan

Cara melatih kejujuran anak pada bulan Ramadhan yang kedua adalah jangan ada fasilitas. Moms, puasa itu kan menahan makan dan minum serta sesuatu yang membatalkannya mulai dari fajar hinggan terbenamnya matahari.

Orang yang berpuasa dilarang melakukan perbuatan yang berkaitan dengan aktivitas kebendaan . Seperti makan dan minum dan berhubungan badan.

Moms, ada kejujuran yang dilanggar anak pada saat puasa. Iya, kan Moms. Apa coba? Anak makan dan minum kan? Ini dua hal yang merusak kejujuran pada anak di bulan Ramadhan. Anak makan dan minum tidak seberapa, tapi menghancurkan nila kejujuran yang luar biasa agungnya.

Anak mengaku puasa, padahal tadi makan roti secara sembunyi-sembunyi. Anak mengaku masih puasa, padahal ia minum air dari kulkas. Moms dan anggota keluarga yang lain tidak tahu.

Anak makan roti atau makanan lainnya, juga minum air yang tersedia di kulkas karena ada fasilitas. Fasilitas berupa makanan atau minuman terkadang menjadi pemicu bagi anak untuk memakannya.

Pertama, anak melihat-lihat, e ada makanan, ada roti, ada yang lain-lain. Berikutnya, apa yang dilihat tersambung ke otak, tersambung ke perut. Otak anak berpikir, enak ya makanan itu. Anak mulai menelan air liur.

Selera makannya mulai muncul. Perut yang tadinya sebenarnya tidak begitu merasakan lapar, tiba-tiba muncul rasa lapar karena melihat makanan di meja makan.

Kebetulan tidak ada orang di rumah. Ada kesempatan Nih. Anak lupa bahwa Allah Maha Melihat. Godaan syetan makin kuat, akhirnya tangan anak mulai menyelonong ke arah makanan, diambilnya, dimakannya. Dengan cepat, ia memakan lalu minum sebanyak ia mampu minum.

Kemudian, ia mulai bermain peran. ia merapikan daerah sekitar mulut, mengeringkan bibir supaya terlihat kering, memasang wajah supaya terlihat masih puasa, dll. Menyiapkan jawaban yang paling maniiis ketika ditanya Moms, apakah ia masih puasa.

“Alhamdulilah, masih dong, Moms.” Kejujuran yang terkoyak pada diri anak Moms, akibat adanya fasilitas dan kesempatan. Moms, Ada pelanggaran kejujuran yang bertubi-tubi dilakukan seorang anak pada saat berpuasa. Anak melanggar puasa, anak makan dan minum, anak tidak jujur dalam berpuasa, dll.

Nah, sikap tidak jujur dengan makan dan minum pada saat puasa yang menjadi masalah orang tua. Apalagi pada bulan puasa, Moms, dan orang lain dalam serumah harus bekerja di kantor.

Jadi, anak puasa tidak ada yang tahu masih puasa atau sudah makan dan minum. Hal ini bisa terjadi karena anak belum tahun bahwa Allah Maha Melihat.

Oleh karena itu, untuk membentuk kejujuran selain dari faktor dalam yang utama, faktor luar pun harus mendukung faktor dalam. Dengan tidak tersedia masakan, nasi, jajanan yang siap santap akan mengurangi selera anak untuk mencuri makan.

Lah, mau makan apa Moms, gak ada yang bisa dimakan anak. Persediaan air minum di kulkas juga kosongkan saja. Jangan ada fasilitas apa pun yang mendorong anak untuk makan, dan minum tanpa sepengetahuan Moms.

Baca Juga:

7 Tips Jitu Membangunkan Anak Makan Sahur: Membuat Rekaman Video

 3. Mandi

Cara melatih kejujuran anak pada bulan Ramadhan yang ketiga adalah mandi. Aneh aja ya, kurdefrin? Mandi koq dijadikan sebagai cara pembentukan kejujuran. Apanya yan aneh, Moms, bisa saja lho, e pengalaman pribadi mungkin ya. He he bisa jadi Moms.

Mandi kan menggunakan air. Mandi juga lakukan di dalam kamar mandi. Tersembunyi. Apalagi, anak mandi pada siang hari menjelang shalat dhuhur. Wah, mak nyeeees.

Beberapa teguk masuk membasahi tenggorokan anak. Jujurkah anak pada saat mandi? Mandi akhirnya dapat merusak kejujuran pada anak yang berpuasa.

Jadi, bagaimana ya, kita membentuk kejujuran anak pada saat mandi? Moms, ajari anak mandi sesuai kebiasaan. Waktu mandi adalah pagi hari sebelum shalat subuh. Dan, sore hari sebelum shalat asar.

Setidaknya, mandi pada waktu masih pagi, anak belum terasa haus. Anak tidak terpicu untuk minum. Begitu juga, mandi pada sore hari, udara sudah mulai sejuk. Anak diharapkan juga tidak terpicu untuk minum pada saat mandi sore hari karena udara sudah tidak terik.

Moms, setidaknya menganjurkan anak mandi saat berpuasa pada pagi dan sore hari dapat meminimalkan keterpicuan anak untuk minum di kamar mandi. Kalau mandi pada siang hari menjelang salat duhur, sangat memicu anak untuk minum.

Lagi pula, dari sisi kesehatan, mandi pada siang hari kurang baik. Karena akan terjadi kontras. Suhu badan sedang panas, diguyur air yang dingin. Kontras kan Moms?

Ada dua kemungkinan, Moms. Anak bawa minum ke kamar mandi atau memang anak minum dari air leideng yang mengalir. Bagi anak, air yang masuk ke dalam tubuhnya adalah obat penawar haus. Anak tidak berpikir air itu air bersih atau tidak. Air mentah mengandung bakteri atau tidak, dll.

Moms, juga bisa menganjurkan anak mandi tidak mengguyur wajar dengan air. Cukup bagian wajah diusap-usap dengan air saja. Selain itu, pada saat mandi, pesankan pada anak agar hati-hati jangan sampai ada air yang masuk ke dalam tubuh. Sebab, bisa saja airmasuk lewat mata, hidung, dan mulut.

3 Tips Jitu Melatih Kejujuran pada Anak di Bulan Ramadhan

Dua cara mandi yang diberikan pada anak, itu semata-mata hanya saran dan arahan dari kita. Jika anak benar-benar ingat dan patuh pada ajaran agama, serta takut kepada Allah, sebenarnya kejujuran akan tetap tegak.

Demikian ya, Moms penjelasan mengenai tips melatih kejujuran pada anak di bulan Ramadhan. Ingat ya Moms, akan pentingnya kejujuran yang harus dimiliki seorang anak. Kejujuran menghantarkan pada kebaikan dan kebaikan akan menghantarkan ke syurga. Jujur itu menciptakan ketenangan.

Semoga bermanfaat dan selamat melaksanakan ibadah puasa 1441 H.

Referensi: dari berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *