5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak Usia 1-2 Tahun

5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak Usia 1-2 Tahun

kurdefrin.com – Selamat berjumpa lagi, Moms. Kabar baik tentunya. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai kemampuan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun dan cara melatihnya. Perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun akan terjadi begitu pesat.

Berbeda dengan kemampuan motorik kasar pada anak usia 0-1 tahun, kemampuan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun sudah lebih tampak geliatnya. Gerakan-gerakannya yang seharusnya dimiliki seorang anak pada usia 1-2 tahun sudah semakin terlihat nyata.

Kemampuan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun itu terdiri atas: berjalan tanpa bantuan, naik turun tangga, bangkit dari duduk. Selain itu, anak dapat menendang bola, dan dapat berguling ke segala arah. Lima kemampuan ini akan lebih berkembang manakala kita beri dorongan yang tepat.

Berikut ini dijelaskan kemampuan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun, dan cara melatihnya. Simak ya Moms.

1. Berjalan Beberapa Langkah tanpa Bantuan

Cara melatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun yang pertama adalah berjalan beberapa langkah tanpa bantuan. Cara melatih anak berjalan tidaklah sulit, kita tinggal memperbanyak aktivitas anak yang melibatkan berjalan.

Ketika anak digendong, berarti akan menghambat latihan berjalan anak. Jadi, biarkan anak beraktivitas mandiri dengan tidak digendong.

Ada beberapa permaianan untuk melatih anak berjalan tanpa bantuan, berikut ini penjelasannya.

a. Mencari Mainan

Mencari Mainan: he he permainan ini mengadopsi dari salah satu kegiatan dalam berkemah, yakini mencari jejak. Tapi, dalam permainan ini, anak diminta mencari mainan, bukan mencari jejak.

Iya, Moms kita harus cari akal agar anak banyak aktivitas berjalan tanpa bantuan. Berjalannya juga dibuat permainan agar anak dilatih banyak berjalan tetapi dia tidak merasakan lelah. Anak malah dibuat happy.

Moms, ayo kita mulai bermain mencari mainan. Pertama. Moms tempatkan beberapa mainan di tempat yang berbeda-beda. Anak kemudian kita minta mengambil mainan dan menempatkannya ke suatu wadah yang telah di sediakan.

Lakukan proses mengambil dan menempatkan mainan ke tempatnya satu per satu. Anak tidak boleh mengambil dan menempatkan beberapa mainan sekali gus karena akan mengurangi kegiatan latihan berjalan.

Pada kegiatan mencari mainan harus dilakukan secara bertahap. Tahap awal, Moms menempatkan 2 mainan dengan jarak 1-2meter ke titik awal atau titik nol. Titik awalnya adalah tempat wadah yang disediakan untuk menempatkan mainan.  Dua mainan ini akan melatih anak 4 kali berjalan.

Dimulai dari titik nol, tempat wadah yang disediakan. Kalau digambarkan polanya adalah: 0-1-0, 0-2-0. Jadi, anak berjalan 4 kali untuk mengambil dan menempatkan mainan yang jumlahnya 2. Kalau sudah selesai tahap satu, ajak anak beristirahat dulu.

Duduk-duduk sebentar. Permainan tahap dua bisa dilanjut jika waktu istirahat dirasa sudah cukup. Untuk tahap II, Moms bisa menempatkan 4 mainan di tempat yang berbeda. Ini berarti akan melatih anak berjalan 8 kali.

Jarak mainan dengan titik nol (tempat wadah) tidak berbeda dengan jarak pada tahap I, sekitar 1 atau 2 meter. Pola permainannya adalah: 0-1-0, 0-2-0, 0-3-0, 0-4-0. Dan seterusnya, Moms bisa melatih melanjarkan anak berjalan dengan pola yang lebih banyak lagi, bergantung kesiapan anak bermain.

b. Petak Umpet

Petak umpet adalah permainan dimana para pemain berusaha bersembunyi, sedangkan seorang pemain berusaha mencari dan menemukan mereka. Dalam melatih anak main petak umpet adalah melatih anak mencari dan menemukan mereka yang bersembunyi.

Pada saat mencari inilah anak latihan berjalan. Pada saat akan bersembunyi, anak juga latihan berjalan. Jadi fokusnya tetap pada latihan berjalanmelalui main petak umpet.

Langkah pertama kita menyiapkan pemain: misalnya ayah, ibu, anak, dan kakak kalau ada. Karena para pemain mempunyai usia yang berbeda-beda, maka permainan ini harus lebih mengutamakan yang paling kecil. Irama permainan harus disesuaikan dengan anak yang paling kecil.

Tentukan aturan main. Misalnya: tempat bersembunyi diatur hanya di dalam rumah di ruang tengah saja. Tidak boleh bersembunyi di kamar, di ruang tamu, dan di dapur.

Apalagi bersembunyi di luar rumah. Jadi, tempat persembunyian hanya ada di ruang tengah. Ini semata-mata untuk memudahkan anak untuk mencari.

Aturan main lainnya adalah ketika pencari menemukan orang yang dicari, pencari diminta memegang tangannya. Pencari tidak berteriak mengatakan nama orang yang dicari.

Sebab kita sedang melatih anak berjalan. Jadi, aturan main petak umpetnya dimodifikasi agar proses melatih anak “berjalan” bisa lancar.

Tentukan pemain. Misalnya, untuk tahap pertama, anak terkecil ditetapkan sebagai “pencari” karena ia sedang dilatih berjalan ke sana kemari. Ayah, ibu, dan kakak bersembunyi secara terpisah, misalnya disudut-sudut ruang tengah.

Mulai bermain. Anak diminta menutup mata dan tinggal di tempat yang sudah ditentukan di home base, serta berhitung 1-10 kalau sudah bisa. Ayah, Ibu, kakak bersembunyi di sudut-sudut ruang tengah. Setelah hitungan ke 10, anak pun mulai mencari yang bersembunyi.

Ketika ditemukan, anak diminta memegang tangannya dan diajak tinggal di home base tempat pencari. Anak pun akan mencari yang lainnya sampai semua akhirnya ketemu dan berada di home base semua.

Permainan petak umpet selesai jika semua orang yang dicari sudah ditemukan. Kalau permainan akan berlanjut, tinggal diatur lagi pemainnya.

Moms, tujuan kedua jenis permainan tersebut adalah menguatkan otot kaki  karena dalam kedua permainan di atas memicu anak untuk berjalan.

Kalau otot kaki sudah kuat, anak pun akan dapat berjalan dengan lebih lancar dan seimbang. Maka, ajaklah sesering mungkin bermain mencari, mainan dan petak umpet.

2. Naik Turun Tangga atau Tempat yang Lebih Tinggi

Cara melatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun yang kedua adalah naik turun tangga. Ada fase bagi anak yaitu fase memanjat atau naik turun dari tempat yang lebih tinggi.

Anak akan berusaha naik turun tangga dan dari apa saja yang ada dengan posisi benda yang lebih tinggi. Misalnya, anak akan naik ke kursi, tempat tidur, atau apa saja hingga naik di anak tangga kalau ada.

Bagi anak, naik turun itu merupakan suatu tantangan. Anak akan merasa bangga bisa naik turun dan berdiri pada ketinggian tertentu misalnya berdiri di atas kursi, tempat tidur, atau anak tangga.

Wajah anak terlihat senang ketika ia bisa melakukan itu. Bahkan, anak mulai ancang-ancang mau melompat dari ketinggian itu. Kita harus lebih waspada bila anak berkeinginan melompat karena belum saatnya. Kita alihkan saja untuk berlatih naik turun tangga.

Cara melatih anak untuk naik tangga yang benar, kita awali dengan tantangan yang ringan lebih dulu. Misalnya naik ke kursi pendek atau jengkok lebih dahulu. Lakukan naik turun, naik turun.

Lanjutkan latihan dengan naik ke kursi yang lebih tinggi dari jengkok. Berikutnya, latihan naik ke dipan yang lebih tinggi dari kursi. Ketika turun dari jengkok, kursi, maupun dipan baiknya diajari turun dengan cara mundur.

Nah kalau ada tangga di rumah, mulailah kita melatih anak naik tangga. Ketika naik, anak dilatih dengan perlahan. Bertahap satu anak tangga, satu anak tangga. Pertama, anak diminta naik dengan kaki kanan pada tangga pertama, diikuti kaki kiri naik pada tangga pertama juga.

Terus, kaki kanan naik pada anak tangga yang kedua, diikuti kaki kiri naik pada anak tangga yang kedua pula. Tapi, berbeda dengan naik tangga rumah tingkat. Saat turun tidak pakai mundur. Anak harus tetap melihat anak tangga berikutnya untuk turun.

Saat anak latihan naik turun, kita usahakan agar lantai sekitar latihan naik turun sudah dilapisi alas yang empuk, bisa karpet, bed cover, atau lainnya. Hal ini perlu disiapkan sebelum anak latihan naik turun untuk mencegah kemungkinan yang terjadi.

Maaf, misalnya anak jatuh, ia akan jatuh ke tempat yang empuk sehingga tidak berakibat anak terluka. Selain itu, kita perlu memastikan media naik turun juga aman.

Kursi, meja, anak tangga yang akan digunakan latihan naik turun itu tidak goyang, tidak licin, tidak bergerak, tidak runcing karena ada benda tajamnya dll. Itu semua demi keamanan dan kenyamanan anak berlatih naik turun tangga.

3. Dapat Bangkit dari Posisi Duduk

Cara melatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun yang ketiga adalah bangkit dari posisi duduk. Tahapan bangkit dari posisi duduk adalah tangan bertumpu pada pada lantai, lutut menahan badan, seperti posisi merangkak.

lalu mengangkat bagian pantat ke atas, diikuti badan bagian atas, dan akhirnya berdiri, lalu berjalan. Gerakan ini bertujuan menguatkan otot tangan untuk bertumpu mengangkat badan.

Selain itu, tujuan gerakan bangkit dari posisi duduk adalah menguatkan dan melenturkan otot lutut, menjaga keseimbangan badan. 5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak Usia 1-2 Tahun

Cara melatih anak agar dapat bangkit dari posisi duduk dengan cepat adalah dengan memberi rangsangan berupa pemberian sesuatu kepada anak saat ia sedang duduk. Sesuatu yang diberikan itu harus lebih tinggi dari posisi anak.

sehingga memicu anak untuk bangkit dari posisi duduknya, dan berdiri untuk meraih apa yang diberikan tadi. Lakukan sesering mungkin, anak pun akan menjadi lebih cekatan jika ia berdiri dari posisi duduk.

4. Melakukan Gerak Menendang Bola

Cara melatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun yang keempat adalah Menendang bola. Gerakan ini bertujuan untuk menguatkan otot kaki. Cara melatih anak menendang bola tentu mudah dilakukan.

Tidak memerlukan persiapan yang rumit. Bola yang digunakan juga bisa beraneka ukuran. Tapi, untuk latihan menendang bola pada anak usia 1-2 tahun akan lebih baik jika ukuran bolanya lebih besar karena memudahkan anak latihan menendang.

Media bola harus kita siapkan lebih dahulu. Bola yang disediakan adalah bola yang ringan, agar mudah ditendang dan tidak membuat sakit pada kaki anak.

Artikel terkait:

15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun, & Tips Melatihnya

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

Selain itu, bola yang dipilih sebaiknya berwarna warni agar anak tertarik berlatih menendang bola sehingga tujuan melatih otot kaki bisa tercapai. Pada umumnya, bola plastik atau balon menjadi pilihan orang tua untuk melatih anak menendang bola.

Moms, ajari anak menggiring bola dengan melakukan tendangan perlahan-lahan agar bola menuju ke arah depan. Tapi tidak seru kalau tidak diberi rintangan. Moms, kita berusaha memberi rintangan agar anak dapat menggiring bola ke arah yang ditentukan.

Misalnya, di tempatkan bantal atau guling yang sifatnya menghalangi jalannya bola supaya berbelok-belok, baik belok ke kiri maupun ke kanan tapi anak bisa menuju ke titik tertentu.

Berikutnya, kita ajari anak menendang bola ke arah orang lain dengan akurat. Misalnya, anak diminta menendang bola ke arah Moms. Tentunya jarak Moms dengan anak tidak terlalu jauh. Lalu bola kembali ditendang Moms ke arah anak.

Begitu seterusnya, menendang bola bolak-balik. Dari anak ke Moms, dan dari Moms ke arah anak. Jika anak diberi kesempatan untuk menendang bola sebanyak-banyaknya, maka otot kakinya menjadi lebih kuat.

5. Berguling ke Segala Arah

Cara melatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun yang kelima adalah berguling ke segala arah. Berguling adalah bergulung berputar berbolak balik. Pada anak usia 0-1 tahun, lebih tepatnya pada usia 0-3 bulan sudah mulai bisa berguling.

Perbedaan berguling pada anak usia 1-2 tahun terletak pada model, dan arah berguling. Pada anak usia 1-2 tahun, cenderung berguling lebih dari satu kali. Boleh dikatakan anak itu berguling-guling.

Ibarat kayu gelondongan diletakan pada bidang miring, kayu itu akan berguling-guling menggelinding menuju ke bawah dan berhenti jika bertemu dengan ke bidang datar. Nah, seperti itu, gambaran berguling di sini.

Tujuan anak latihan berguling adalah merangsang kekuatan otot perutnya. Ketika anak belajar berguling, Gerakan tersebut akan merangsang kekuatan otot perutnya. Kekuatan otot perut harus dirangsang agar selanjutnya dapat mendukungnya ketika anak belajar merangkak dan duduk.

Moms, pada anak usia 1-2 tahun bisa berguling tapi tidak hanya satu dua kali. Anak dapat berguling dengan model berguling beberapa kali dengan arah yang berbeda-beda. Misalnya anak dapat berguling dari arah kanan ke arah kiri berkali-kali.

Atau sebaliknya, anak dapat berguling dari kiri ke arah kanan berkali-kali.  Bidang yang dilalui anak berguling baik dari kiri ke kanan atau sebaliknya adalah bidang empat persegi panjang.

5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak Usia 1-2 Tahun

Tidak hanya itu, anak dapat jugaberguling menempuh garis diagonal. Anak dapat berguling dari sudut ke sudut satunya.  Tapi, yang ini harus lebih hati-hati, jangan sampai kebablasan. Bisa jadi kepala anak keluar dari Kasur dan terbentur lantai.

Cara melatih anak berguling, pada awalnya anak diminta melihat contoh. Baik contoh berguling sekali maupun contoh berguling dua atau tiga kali berguling.  Bahkan berguling-guling menggelinding. Moms, anak itu sering tidak sabar. Contoh belum rampung, ia pun ikut berguling-guling.

Bahkan, gegitu melihat contoh satu kali saja, langsung anak menirukan dengan senang hati, bahkan lebih tangkas dari contoh yang diberikan.  Tapi, Moms harus beri pembatas awal dan akhir pada sisi kiri dan kanan kasur buat mencegah agar anak tidak jatuh ke lantai.

Selain itu, pembatas juga difungsikan untuk membatasi anak berguling di titik start dan finish. Anak tidak boleh berguling melebihi pembatas yang ada.

Jika anak sudah terampil bergulingpada bidang empat persegi panjang, kita latih anak berguling pada garis diagonal yang membelah empat persegi panjang.

Tapi, sebelumnya, tempatkan lebih dahulu pembatas pada sudut kiri dan sudut kanan. Anak akan berguling menyusuri garis diagonal dari sudut kiri ke sudut kanan. Atau sebaliknya.

Sekian dulu penjelasan mengenai kemampuan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun dan cara melatihnya. Semoga dapat menambah wawasan kepada para orang tua agar dapat memberi rangsangan berlatih motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun.

Semoga bermanfaat. Sampai jumpa pada artikel berikutnya. Aamiin.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *