6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

kurdefrin.com – Tanggung jawab adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau menjawab dan menanggung akibatnya (Kamus besar Bahasa Indonesia, KBBI).

Tanggung jawab itu merupakan keadaan wajib menanggung segala sesuatu jika terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, atau juga berarti hak yang berfungsi menerima pembebanan sebagai akibat sikap oleh orang lain.

Sulit ya, Moms? Istilah tanggung jawab yang sudah tidak asing lagi di telinga, kita artikan secara mudah sajalah. Tanggung jawab secara mudah diartikan sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Yang ini gampang kan? Moms, tanggung jawab itu bermacam-macam, lho. Penasaran? Ikuti, ya.

1. Macam-Macam Tanggung Jawab

a. Tanggung Jawab kepada Tuhan

Setiap manusia yang telah dilahirkan di dunia ini pasti memiliki tanggung jawab kepada Tuhan. Dan setiap orang yang memiliki agama juga tentu pasti tahu tanggung jawab apa yang harus ia tanggung. Begitu juga bagi seorang anak.

Misalnya tanggung jawab menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya, seperti solat, puasa, zakat, mengaji, menyantuni yatim piatu, saling menyayangi, bertindak jujur, dll. Apabila melanggar perintah dan larangan-Nya, kelak akan bertanggung jawab di akhirat.

b. Tanggung Jawab Pada Diri Sendiri

Tanggung jawab pada diri sendiri dapat menentukan suatu kesadaran pada setiap pribadi orang untuk dapat memenuhi kewajibannya sendiri di dalam mengembangkan kepribadiannya sebagai manusia.

Contohnya: Menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan menjauhi hal-hal yang merugikan diri sendiri dan nama baiknya.

c. Tanggung Jawab pada Keluarga

Tanggung jawab pada keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak di dalamnya. Dan pada tanggung jawab ini termasuk di dalamnya ada keselamatan, kesejahteraan dan juga kehidupan harmonis di dalam suatu keluarga.

Contoh: Ayah mencari nafkah untuk anak istrinya setiap hari. Ibu merawat anak di rumah. Anak belajar dan membantu ibu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, dll.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

d. Tanggung Jawab pada Masyarakat

Selain pada keluarga, ada pula tanggung jawab pada masyarakat. Tanggung jawab ini harus dilakukan pada setiap anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Untuk dapat terus melangsungkan hidupnya di dalam kelompok masyarakat tersebut.

Maka segala perilaku dan juga perbuatan harus dipertanggungjawabkan oleh masyarakat itu sendiri. Contoh: Menjaga kebersihan lingkungan, membayar iuran jaga malam dan ikut menjaga ketertiban di masyarakat.

Baiklah kita lanjutkan. Moms, kita bisa mengajarkan tanggung jawab pada anak sejak dini. Ya, sejak kecil. Sejak anak sudah bisa melakukan aktivitas bermain, dll. Ketika anak mulai banyak bergerak, berjalan kesana kemari, kita perlu mengajari anak soal tanggung jawab.

Pada umumnya pada usia 2-3 tahun, anak sudah mulai diajarkan tanggung jawab. Tapi, ada juga orang tua yang mengajarkan tanggung jawab pada usia 2 tahun. Semakin awal semakin baik. Kalau sudah dewasa, anak akan menjadi pribadi yang unggul. Aamiin.

Tanggung jawab merupakan karakter yang wajib dimiliki oleh manusia. Tapi, tanggung jawab tidak serta merta tumbuh dengan sendirinya. Terbentuknya karakter tanggung jawab pada diri seseorang tidak mudah, dan tidak instan.

Pembentukan karakter memerlukan waktu, latihan, dan pembiasaan. Oleh karena itu, latihan bertanggung jawab harus dilakukan kepada anak sejak dini. Itulah alasan perlunya kita melatih anak bertanggung jawab.

2. Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab

Woke, Moms? Siiiip, deh. So, tanggung jawab apa saja yang kita berikan pada anak? Ini lho Moms, ikuti ya. Pasti happy banget, kalau buah hati sudah bisa bertanggung jawab walaupun masih kecil.

Macam-macam tanggung jawab pada anak usia 2-3 tahun itu masih sebatas tanggung jawab kepada diri sendiri. Oleh karena itu, anak usia 2-3 tahun sebatas memiliki tanggung jawabuntuk memenuhi kebutuhan primer.

Maka untuk mengajarkan tanggung jawab baiknya kita mulai dari hal yang kecil. Mulailah dari aktivitas anak sehari-hari di rumah. Misalnya, aktivitas anak berusia 2 tahun, dapat berupa aktivitas makan, mandi, bermain, dll.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Untuk latihan tanggung jawab yang pertama, kita beri anak tugas-tugas sederhana, ringan, dan mudah dilakukan. Misalnya: mengambil dan meletakkan piring, sendok , atau alat apa saja yang akan dan telah digunakannya. Mengambil dan meletakkan baju di tempat yang disediakan Moms.

Menata dan merapikan mainan yang telah digunakan, menyimpan sepatu yang telah digunakan pada tempatnya. Selain itu anak diberi tugas mencuci pakaian yang ringan: seperti saputangan, kaos dan pakaian dalam, kaos kaki, dll. Baiklah berikut ini dibahas cara melatih anak bertanggung jawab secara lebih detail.

a. Bertanggung Jawab ketika Makan dan Minum

Melatih anak bertanggung jawab bisa dimulai dari hal yang sederhana. Misalnya tanggung jawab pada makanan dan minuman yang diambilnya. Anak harus bertanggung jawab menghabiskannya.

Selain itu, anak harus berlatih tanggung jawab agar makanan tidak tercecer. Kalau terpaksa ada makanan yang tercecer, anak harus mengambil dan membuangnya ke tempat sampah setelah makan.

Apabila selesai makan dan minum, anak diminta dan dibimbing untuk meletakkan alat makan dan minum di tempatnya. Upayakan tempat peralatan makan yang kotor mudah dijangkau anak. Kalau anak sudah bisa mencuci piring, kita arahkan dan bimbing anak mencuci peralatan makannya.

b. Bertanggung Jawab ketika Bermain

Melatih anak bertanggung jawab ketika bermain dapat berupa merapikan kdan meletakkan kembali peralatan bermain yang telah digunakan. 6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Misalnya: anak diminta mengambil mainan sendiri di tempatnya. Anak diberi tahu agar tidak membiarkan mainannya berantakan atau hilang. Anak harus merapihkan mainan lalu meletakkannya lagi di tempatnya.

Tidak hanya itu, Moms. Pastikan bahwa mainan yang akan disimpan kembali harus dalam keadaan bersih. Kalau kenyataannya mainan itu masih kotor, anak diminta dan dibimbing untuk membersihkan mainan sebelum disimpan di tempatnya.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Intinya, mainan yang telah digunakan diupayakan bersih, rapi, dan lengkap, tidak ada bagian yang hilang. Puzzle misalnya, tidak ada satu pun potongannya yang hilang.

Moms, mengajak anak terlibat dalam proses membersihkan mainannya merupakan ide yang jitu. Karena akan melatih anak bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat barang yang dimilikinya.

Apabila sudah bisa bertanggung jawab atas kebersihan mainannya, anak akan terbiasa menjaga kebersihan diri pribadinya dan barang-barang sekitarnya.

c. Tanggung Jawab ketika Berbaju, Bersepatu, Bersandal

Melatih anak bertanggung jawab pada pakaian, sepatu, sandal atau apa saja yang telah dipakainya harus dibiasakan sejak dini. Bunda, harus selalu mengarahkan dan memberi contoh menempatkan baju yang sudah dipakai di tempat pakaian kotor. Ajaklah anak meniru Moms untuk bajunya yang sudah dikenakan ke tempat yang tersedia.

Begitu juga sepatu dan sandal yang sudah dikenakan. Pertama, ajari anak untuk membersihkan sepatu dan sandal yang sudah dipakai. Kemudian, sepatu dan sandal ditempatkan di rak dengan posisi yang benar.

Sepatu kiri dan kanan berhadapan, begitu juga sandal. Jangan sampai terbalik. Dan jangan sampai tertukar, sepatu kiri berjejer dengan sandal kanan. Lucu jadinya.

d. Tanggung Jawab Ketika Membuang Sampah

Melatih anak bertanggung jawab pada sampah tidak kalah penting untuk dilakukan anak sejak dini. Mula-mula kita ajari dari yang mudah lebih dulu, ya Moms. Anak kita ajak mengumpulkan sampah yang berserakan. Lalu, kita ajak memilah sampah. Sampah plastik dan bukan plastik.

Kemudian anak diarahkan membuang sampah sesuai jenisnya ke tempat yang tersedia. Sampah plastik dan botol misalnya, harus dibuang ke tempat yang berbeda dengan sampah bukan plastik seperti kertas, daun, dll.

Tempat pembuangan sampah harus sudah disediakan sejumlah dua tempat. Letaknya pun harus mudah dijangkau anak.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

e. Tanggung Jawab ketika Berjanji

Melatih anak bertanggung Jawab dapat dilakukan ketika ada janji. Misalnya: kamu boleh main, tapi janji ya, kalau sudah diberesin lagi.  Kalau anak mau janji, berarti ia boleh mainan.

Setelah selesai, ternyata anak tidak memberesi mainannya. Kita harus mengingatkan anak, dan menuntutnya untuk membereskan mainannya lagi hingga diletakkan di tempatnya.

Tepat janji pada anak harus dilatih, dibimbing, dan diberi contoh. Apabila Moms, berjanji pada anak haruslah ditepati. Misalnya: Moms akan memberikan es krim jika makannya habis.

Ketika anak sudah menghabiskan makanannya, segeralah Moms berikan es krimnya. Nah, itu berarti Moms memberikan contoh menepati janji.

Ketika akan bermain puzzle di rumah misalnya, Moms meminta anak untuk berjanji. “Kamu Boleh bermain puzzle, asal diberesi, dibersihkan, dan dikembalikan pada tempatnya.”

“Apabila tidak, kamu tidak diajak bermain ke rumah nenek.” Nah, Moms kita beri tahukan risikonya kepada anak agar tahu bahwa sesuatu itu ada sebab ada akibatnya.

f. Tanggung jawab ketika Bersin atau Batuk

Melatih anak bertanggung jawab berikutnya adalah tanggung jawab ketika bersin atau batuk. Ajari anak meminta maaf apabila bersin atau batuk tidak menutup mulut atau hidung. Misalnya: “Maaf ya, Mah, Pah, aku tadi bersin, airnya kena HP dan buku.”

“Maaf ya HP, kamu jadi kotor,” Itu kata-kata anak setelah bersin dan cairannya mengotori HP dan buku. Jangan dimarahi, kita beri solusi. Kita beri tanggapan ya Moms. “Iya, gpp, tapi tolong bersihkan ya, HP dan bukunya. Dielap ya pakai tisu!”

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Baca juga

Ciri dan Cara Melatih Anak 2-3 Tahun Beraktivitas Mandiri

Moms, itulah cara melatih anak bertanggung jawab pada usia 2-3 tahun. Tanggung jawab anak usia 2-3 tahun, tentu berbeda dengan anak usia 4-6 tahun.

Pada usia 2-3 tahun, anak cenderung dilatih bertanggung jawab hanya sebatas menyelesaikan tugas yang bersifat primer. Dan Pada usia 4-6 tahun, tanggung jawabnya sudah bertambah baik menyelesaikan tugas primer maupun sekunder.

Begitu Pada saat anak usia prasekolah, yakni usia 4-6 tahun, anak hendaknya diberi tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Anak bisa diberi tanggung jawab yang lebih berat dan kompleks. Hal ini semata-mata untuk melatih agar anak menjadi manusia yang berkualitas kelak kalau sudah dewasa.

Misalnya, anak diminta menyiapkan tas sekolah, buku, dan peralatan lain yang dibutuhkan, bekal makanan dan minuman. Saat mulai sekolah, Mom sebaiknya menganjurkan anak untuk mengenakan pakaian sendiri.

Moms bisa mengajarinya secara bertahap. Mulai mengenakan dari pakaian dalam hingga pakaian luar, ikat pinggang, topi, kaos kaki, dan sepatu. Selain itu, karena sudah bertambah usianya, kita bisa melibatkan anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Misalnya membersihkan rumah, alat rumah tangga, menyapu, mengepel, meracik bahan sayuran, memasak nasi goreng, mencuci piring, dll. Apabila hasil pekerjaan anak belum sesuai harapan kita, bersabarlah Moms.

Kita wajib mengulanginya lagi tapi tidak dilakukannya di hadapan anak. Kita harus menjaga perasaan anak. Jangan sampai anak tersinggung.

Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama anak, selain sebagai ajang latihan bertanggung jawab, juga sebagai ajang mengakrabkan antara anak dengan ibu. Apabila disimpulkan, cara melatih anak untuk bertanggung jawab adalah:

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

a. Berikan Tugas Terukur, Bertahap, dan Berjenjang, dan terus menerus.

b. Beri tahu cara mengerjakan tugas

c. Beri tahu berapa lama harus mengerjakan

d. Tentukan target tugas yang harus diselesaikan

 Artikel terkait:

Ciri, Manfaat, dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

Cara Paling Efektif Melatih anak Berbicara yang Perlu Bunda Ketahui

e. Tugas disampaikan dengan tegas, tidak memaksa, tidak membentak

f. Siapkan fasilitas untuk memudahkan anak mengerjakan tugas

g. Beri tahu hukuman dan hadiah Pujian (Punishment-Reward)

Moms, Beri tahu anak akan konsekuensinya apabila tidak selesai mengerjakan tugas. Dan Beri pujian atas tugas yang telah dikerjakannya. Misalnya kita gunakan kata pujian singkat: hebaat, bagus, luar biasa, istimewa, wow,siiip, mantap, tepat waktu, lengkap, dll.

3. Manfaat Tanggung Jawab

Sebetulnya memiliki tanggung jawab itu ada manfaatnya enggak, sih. Mau tahu, Moms? Tanggung jawab itu banyak lho manafaatnya. Begini nih manfaat tanggung jawab.

a. Dapat Dipercaya

Orang yang bertanggung jawab lebih banyak dipercaya oleh orang lain. Kepercayaan itu pun didapat dari hasil kerja yang sudah dikerjakan oleh seseorang tersebut sebelumnya.

Maka dari itu biasanya orang yang memiliki sifat tanggung jawab lebih banyak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, organisasi maupun dari tempat bekerja.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

b. Mendorong Kesuksesan

Percaya tidak, Moms, jika kita selalu bertindak penuh dengan tanggung jawab maka kesuksesan akan mengikuti kita. Percaya, Donk.

Karena orang lain akan memberikan tugas lebih banyak,dan meningkat. Banyaknya tugas berarti banyak penghasilan. Ukuran kesuksesan pada umumnya dilihat dari banyak penghasilan.

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Bagaimana tidak, kinerja kita akan selalu mendapat pujian karena baik dan memuaskan. Kita juga tidak pernah lari dari masalah sehingga pekerjaan selalu selesai dengan baik dan sempurna.

c. Dihargai Orang Lain

Orang yang memiliki sifat tanggung jawab yang baik pada umumnya akan lebih dihargai oleh orang lain. Karena sifat tersebut membuatnya menjadi orang yang bisa diandalkan, dan dapat dipercayai untuk mengemban sesuatu.

d. Jarang Melakukan Kesalahan

Orang yang memiliki sifat tanggung jawab yang baik biasanya juga tidak mudah untuk melakukan kesalahan. Karena ia sangat berhati-hati akan tugas yang ia kerjakan. Dan ia juga sangat teliti untuk memeriksa apakah pekerjaannya terselesaikan dengan benar atau tidak.

Itulah Moms pembahasan mengenai tanggung jawab, macam, cara melatih, dan manfaat bertanggung jawab. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari Berbagai Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *