7 Cara Hebat Menggunakan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun

7 Cara Hebat Menggunakan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun

kurdefrin.com – Menggunakan bahasa berarti berbicara dan menulis untuk mengungkapkan maksud tertentu. Menggunakan Bahasa pada anak usia 5-6 tahun berupa kemampuan berbicara. Sebab anak usia 5-6 tahun belum bisa menuangkan ide melalui kemampuan menulis.

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun antara lain anak mampu menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Anak juga mampu menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi yang sama.

Anak usia 5-6 tahun juga dapat memiliki kemampuan berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung.

Selain itu, anak usia 5-6 tahun harus mampu menyusun kalimat sederhana dengan struktur yang lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan). Anak usia 5-6 tahun juga mampu memiliki banyak kata untuk mengekspresikan ide pada orang lain.

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang lainnya adalah melanjutkan Sebagian cerita/dongeng yang diperdengarkan. Dan, menunjukkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita.

1. Kemampuan Menjawab Pertanyaan Kompleks

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang pertama adalah menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Kemampuan menjawab pertanyaan kompleks merupakan kemampuan anak usia 5-6 tahun untuk memberikan jawaban.

Jawaban anak harus terdiri atas dua klausa atau lebih. Setiap klausa harus saling berhubungan atau berkaitan satu sama lainnya.

Jawaban yang diberikan anak usia 5-6 tahun yang diberikan itu berkaitan dengan pertanyaan kompleks dari orang tua. Pertanyaan bisa mengenai berbagai hal.

Pertanyaan juga dapat disampaikan melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan pengalaman bagi anak. Pertanyaan kompleks dapat diberikan secara lisan atau tertulis. Tapi, sebaiknya pertanyaan disampaikan secara lisan.

Rangkaian jawaban anak usia 5-6 tahun dapat mengandung unsur subjek-predikat-objek-pelengkap-keterangan. Subjek itu pokok kalimat. Biasanya berupa kata benda. Predikat itu sebutan kalimat. Biasanya berupa kata kerja.

Kemampuan menjawab pertanyaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Hurlock, faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menjawab pertanyaan antara lain faktor intern dan ekstern.

Faktor intern adalah faktor yang muncul dari dalam diri anak itu sendiri. Misalnya faktor kesehatan, kecerdasan, dan keinginan berkomunikasi. Faktor intern lainnya adalah faktor kepribadian, dan dorongan atau motivasi diri.

Faktor ekstern adalah faktor yang muncul dari luar pribadi anak. Misalnya factor lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah.

Contoh pertanyaan kompleks. Siapakah nama ketua RT yang memerintah saat anak-anak memenangkan lomba mewarnai gambar tingkat nasional?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anak harus mengetahui nama-nama ketua RT yang pernah menjabat di tempat tinggal pemenang lomba.

Lalu, anak harus mencari tahu nama-nama pemenang lomba. Anak akan mencari nama pemenang lomba mewarnai tingkat nasional. Kemudian menghubungkan kedua data yang diperolehnya.

Jawaban yang muncul harus disusun minimal dengan pola subjek-predikat-objek. Jawabannya adalah: Nama ketua RT-nya adalah Bapak Arief Budiono pada saat anak menang lomba mewarnai gambar.

Jawaban anak sudah mengandung struktur subjek-predikat-keterangan. Subjeknya adalah nama ketua RT, pelengkapnya adalah Bapak Arief Budiono, keterangannya adalah pada saat anak menang lomba mewarnai gambar.

Contoh pertanyaan kompleks tadi sepertinya tergolong sulit bagi anak usia 5-6 tahun. Tapi bagus lho Mams, buat latihan kecerdasan anak. Pertanyaan semacam itu akan membuat anak usia 5-6 tahun lebih tertantang untuk berpikir.

Berikut ini contoh pertanyaan kompleks lainnya, tapi tingkat kesulitannya lebih ringan dibandingkan pertanyaan di atas. Contoh pertanyaan berikut ini disertai jawaban yang diharapkan muncul dari anak usia 5-6 tahun.

No.Pertanyaan KompleksHarapan Jawaban AnakStruktur Kalimat Jawaban
1.Apa yang sedang kamu kerjakan, Nak?Aku sedang merapikan puzzle, Moms.Subjek-predikat-objek
2.Apa yang membuat kamu senang?Aku senang main sama Bunda.Subjek-predikat-keterangan
3.Apa yang membuat kamu sedih?Aku sedih kalau Bunda marah.Subjek-predikat-keterangan
4.Apa yang kamu lakukan saat bangun tidur?Aku mandi terus makan.Subjek-predikat-predikat
5.Apa yang kamu lakukan jikan mainan kesukaanmu rusak?Aku nangis minta dibelikan lagi di toko.Subjek-predikat-predikat-keterangan.

2. Kemampuan Menyebutkan Gambar yang Memiliki Bunyi yang Sama

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang kedua adalah menyebut gambar yang memiliki bunyi bahasa yang sama. Kata yang memiliki bunyi yang sama ada beberapa macam.

Pada umumnya, bunyi bahasa yang sama itu berupa suku kata. Letaknya suku kata yang bunyinya sama bisa di awal, dan di akhir kata. Misalnya:

No.AwalBunyi awal samaAkhirBunyi Akhir sama
1.bapak-bagus-baru

banyak-bahan-baik

ba-bunda-sunda-anda-panda-da
2.serang-semai-selai-sepi-semise-pintar-getar-gitar-tar
3.sayang-sama-salin-satu-sate-sa-dinding-banding-sanding-tanding-ding
4.mama-maya-masuk-masir-matama-bapak-tepak-tampak--pak
5.Nasi-nanar-nata-napakna-tari-lari-mari-dari-ri

3. Kemampuan Memiliki Perbendaharaan Kata, Mengenal Simbol-simbol untuk Persiapan membaca, menulis dan berhitung

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang ketiga adalah memiliki perbendaharaan kata, mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis, berhitung.

Kemampuan memiliki perbendaharaan kata pada anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan dengan beberapa cara. Misalnya dengan teka-teki silang, banyak membaca, dan banyak mendengarkan, banyak bercakap-cakap dll. Niscaya perbendaharaan kata pada anak bertambah.

Untuk kemampuan mengenal simbol-simbol pada anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan dengan cara menulis atau menggambar, dan mewarnai mewarnai. Bahan yang ditulis, digambar, diwarnai adalah huruf abjad dan angka.

Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan anak agar bisa membaca, menulis, dan berhitung. Bahan latihan menulis huruf dan angka.  Anak diminta menirukan tulisan huruf dan angka.

A………………….a……………………1…………………….6……………………
B.…………………b……………………2…………………….7…….……………..
C………………….c……………………3…………………….8……………………
D………………….d……………………4…………………….9……………………
E…………………e……………………5…………………….10………………….

4. Kemampuan Menyusun Kalimat Sederhana dengan struktur yang lengkap

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang keempat adalah menyusun kalimat sederhana dengan struktur yang lengkap. Kalimat sederhana tetapi mempunyai struktur yang lengkap seperti pokok kalimat-predikat-keterangan.

a. Melengkapi Kalimat Rumpang

Kemampuan menyusun kalimat sederhana pada anak usia 5-6 tahun yang pertama dapat dilakukkan dengan melengkapi kalimat rumpang. Melengkapi kalimat rumpang dapat digunakan sebagai bahan latihan menyusun kalimat sederhana.

Kita siapkan kalimat-kalimat rumpang, anak diminta melengkapinya. Bagian kalimat yang dirumpangkan bisa pada posisi subjek atau pokok kalimat, bisa bagian predikat, ataupun bagian keterangan. Berikut ini contohnya.

1. (………) sudah makan pagi ini.

2. (………) akan menyiram tanaman bunga.

3. (………) meletakkan sepatu di rak sepatu.

4. (………) memasak di dapur.

5. (………) memotong roti.

Untuk mengisi kalimat rumpang di atas, anak diminta memikirkan kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut. Arahkan anak usia 5-6 tahun agar memikirkan nama orang atau kata ganti orang untuk mengisi bagian rumpang tersebut. 7 Cara Hebat Menggunakan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun

Jawaban anak bisa lebih dari satu. Dengan syarat, jawaban anak usia 5-6 tahun itu berupa nama orang atau kata ganti orang. Misalnya: jawaban nomor 1 bisa adik, ayah, kakak, ibu, nenek, kakek, paman, bibi, ia, dia, mereka, dll.

6. Ibu (………..) pisang.

7. Ayah (……….) ke kantor.

8. Kakak (………) baju.

9. Adik (………..) puzzle.

10. Paman (…….…) rambutan.

Anak usia 5-6 tahun diminta mengisi kalimat rumpang nomor 6-10. Arahkan anak untuk memilih kata kerja yang tepat yang maknanya sesuai dengan konteks kalimat.

Untuk nomor 6-10 misalnya, anak bisa memiliki kemungkinan jawaban lebih dari satu. Misalnya untuk jawaban nomor 6, membeli, mengupas, makan, menggoreng, menjual.

Kalimat nomor 6 dapat menjadi: ibu membeli pisang; ibu mengupas pisang; ibu makan pisang; ibu menggoreng pisang; dan ibu menjual pisang. Jawaban anak kemungkinan akan benar semua.

11. Ibu masak di (………..).

12. Ayah pulang dari (…………).

13. Kakak pergi ke (…………).

14. Paman datang dari (…………).

15. Adik makan (………..).

Anak diharapkan mampu mengisi bagian rumpang kalimat nomor 11-15. Arahkan anak mengisi bagian rumpang tersebut dengan kata keterangan tempat. Keterangan tempat yang dipilih hendaknya sesuai dengan konteks kalimat.

b. Menata Kata Menjadi Kalimat

Kemampuan menyusun kalimat sederhana pada anak usia 5-6 tahun yang pertama dapat dilakukkan dengan manata kata menjadi kalimat. Kemampuan ini akan dilaksanakan dengan asyik bagaikan bermain-main dengan kata.

Agar anak dapat menata kalimat, baiknya kita siapkan kartu kata. Jumlah kartu kata tiap kalimat cukup tiga saja. Masing-masing kartu kata mewakili satu struktur kalimat. Misalnya: mewakili subjek, mewakili predikat, mewakili keterangan, dan mewakili objek.

Moms, harus melakukan persiapan sebelum melatih anak menyusun kalimat sederhana dengan menata kata. Pertama, sediakan kertas karton atau manila. Potong dengan ukuran yang sama.

Bentuk potongan kertas adalah empat persegi panjang. Panjang kali lebar. Ukuran Panjang kertas ditentukan berdasarkan kata yang paling panjang dalam kalimat. Tiap satu kartu berisi satu kata.

Ketika kartu kata sudah siap, anak diminta Menyusun kartu kata itu menjadi sebuah kalimat. Gampang kan Moms, cara ini asyik buat mainan yang membelajarkan.

5. Kemampuan Memiliki Banyak Kata untuk Mengekspresikan Ide pada Orang Lain

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang kelima adalah memiliki banyak kata untuk mengeskpresikan ide pada orang lain. Banyak cara yang bisa dilakukan orang tua agar anak memiliki banyak kata.

a. Banyak Membaca

b. Banyak Menulis

c. Banyak Mendengarkan

d. Banyak Berbicara

Pemerolehan kata dari membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dapat menjadi modal bagi anak untuk mengekpresikan ide kepada orang atau teman lainnya.

Mengekspresikan ide kepada orang lain dapat berupa berbagai bentuk tulisan. Anak bisa mengeskpresikan ide dengan lirik lagu, puisi, pantun, dll. Jika bentuk ini yang dipilih anak, berarti anak mempunyai kemampuan mengekspresikan ide secara estetis.

Mengekspresikan ide bisa juga dalam bentuk surat. Anak juga bisa mengekspresikan ide dalam bentuk karangan sederhana. Bentuk manapun yang dipilih anak untuk mengekspresikan ide, Mom sebagai orang tua tinggal mendukungnya saja.

Baca Juga:

Inilah Cara Hebat Memahami Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun

Inilah Cara Jitu Menggunakan Bahasa pada Anak Usia 4-5 tahun

Latih Anak Usia 4-5 Tahun Paham Bahasa, Bedakan Bunyi Bahasa

4 Tips Berbahasa Pada Anak Usia 3-4 Tahun: Pahami 2 Perintah

6. Kemampuan Melanjutkan Sebagian Cerita/Dongeng yang Diperdengarkan

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang keenam adalah melanjutkan sebagaian cerita/dongeng yang diperdengarkan. Cara melatih kemampuan melanjutkan cerita atau dongeng, anak usia 5-6 tahun harus diberi stimulans lebih dahulu.

Orangtua mengawali cerita atau dongeng secara bertahap dari stimulan dua kalimat, satu kalimat, stimulan bagian kalimat, dan stimulan berupa judul cerita atau dongeng yang diperdengarkan melalui tape recorder.

Stimulan yang diperdengarkan kepada anak usia 5-6 tahun bisa dari ucapan Moms secara langsung. Pada tahap awal kita beri anak stimulan dengan dua kalimat, diharapkan anak mampu melanjutkan cerita atau dongeng.

Misalnya: Si Kancil dan Kawanan Buaya

Kanci, adalah binatang yang terkenal cerdik di hutan. Suatu hari, Kncil ingin menyebrangi sungai dan mencari makanan di daratan sebelah sungai.

Diharapkan anak mampu melanjutkan cerita atau dongeng tersebut sebagai berikut.

Namun, ternyata jembatan yang biasa dipakai untuk menyebrang rusak terkena badai tadi malam. Kancil yang kebingungan tiba-tiba memiliki ide.

Ia mencari pak Buaya yang terkenal galak dan kejam. Dengan takut-takut, kancil mendekati Pak Buaya. Tak disangka Pak Buaya langsung menerkan kaki Si kancil.

Kancil berteriak kaget, “pak Buaya… tolong jangan makan saya sekarang…tolong.”

Pak Buaya berhenti menggigit si Kancil, katanya “Kenapa memangnya?” Saya sangat lapar. Dan kamu terlihat enak sekali.”

“Beri saya waktu beberapa jam untuk menggendutkan tubuh saya terlebih dahulu, supaya daging saya lebih banyak, dan Pak Buaya bisa lebih puas memakannya,” mohon si Kancil pada Pak Buaya.

“Tidak, kamu pasti mau menipuku dan melarikan diri, “tolak Pak Buaya.

“Saya berjanji Pak, selagi saya membesarkan badan, bapak bisa panggil teman-teman yang lain untuk menyantap saya. Tentu tubuh saya akan semakin besar dan bisa dibagi-bagi padateman-teman Bapak.”

“Namun saya harusmencari makanan di seberang. Karena makanan di daerah sini sudah sangat sedikit, saya tak bisa menjadi gendut di sini. Ada berapa banyak teman yang Bapak punya?” Tanya Kancil.

“Banyak sekali” ujar Bapak Buaya.

“Kalau begitu coba panggil semuanya dan minta mereka berjajar supaya saya bisa menghitungnya. Jadi saya tahu akan dibagi berapa badan saya setelah gemuk nanti,” kata si Kancil pada Pak Buaya.

Buaya dengan polosnya mengikuti Kancil dan memanggil semua temannya, dan memintanya berjajar supaya Kancil bisa menghitung.

Setelah semua berkumpul, dan berjajar, Kancil menaiki satu per satu buaya-buaya itu sambil menghitungnya.

Kancil terus menjajaki buaya hinggan ke sebrang sungai,dan kemudian berlari secepat mungkin untuk menghindari kawanan buaya, sebelum ia menjadi santapan.

Buaya-buaya itu merasa sangat bodoh, dan menyadarinya jika mereka hanya ditipu dan diperdaya oleh Kancil. Sedangkan kancil? Dia berhasil menyebran dan tidak dijadikan santapan buaya-buaya itu.

Selanjutnya, kita beri anak stimulan dengan satu kalimat, bagian kalimat, judul ceira atau dongeng, anak mampu melanjutkan cerita atau dongeng dengan bahasa anak itu sendiri.

7 Cara Hebat Menggunakan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun

Cerita atau dongeng boleh menggunakan judul yang sama. Tapi, jika anak sudah hafal dan mengerti benar isi cerita atau dongeng, Moms bisa menggantinya dengan cerita atau dongeng yang lain.

7. Kemampuan Menunjukkan Pemahaman Konsep-Konsep dalam Buku Cerita

Kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang ketujuh adalah menunjukkan pemahaman konsep-konsep dalam buku cerita. Pemahaman konsep adalah kemampuan anak mengetahui konsep dalam buku cerita.

Konsep dalam sebuah buku cerita dapat berupa nama tokoh dalam cerita. Karakter tokoh dalam buku cerita. Tempat terjadinya cerita. Bisa juga waktu terjadi cerita.

Apa yang harus Moms siapkan agar anak mampu menunjukkan pemahaman konsep dalam buku cerita? Tentunya adalah ketersediaan buku cerita anak. Perkaya Moms koleksi buku cerita anak dengan mengoleksikannya.

Judul-judul cerita yang menarik bagi anak dapat jadi referensi Moms saat membeli buku. Misalnya Gajah yang sombong, Monyet dan Jala, Anjing yang Rakus, Petuah dari Sang Kakek, Kelinci penyelamat, dll.

Cara mengetahui bahwa anak memiliki pemahaman konsep yang baik terhadap buku cerita yang dibacanya adalah dengan bermain pertanyaan.

Moms, tanyakan pada anak mengenai nama tokoh dalam buku cerita.  Anak juga bisa ditanya tokoh mana yang disukai dan tidak disukai. Tanyai anak mengenai alasan menyukai tokoh tertentu, dll.

Anak juga bisa ditanya tokoh baik dan tokoh jahat. Apa kebaikan tokoh baik. Apa kejahatan tokoh jahat dalam cerita. Tokoh mana yang diidolakan. Bisa juga anak ditanya mengenai tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita.

Demikianlah penjelasan mengenai kemampuan menggunakan bahasa pada anak usia 5-6 tahun. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *