7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah

7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah

kurdefrin.com – Kemampuan kognitif adalah kemampuan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir. Kemampuan ini juga berhubungan dengan kecerdasan seorang anak. Kemampuan ini berhubungan erat dengan kinerja otak.

Kita sudah mengetahui bahwa perkembangan otak anak begitu pesatnya. Pada usia 0-2 tahun, perkembangan otak mencapai 80%. Maka, pada usia ini, anak terkenal dengan masa emas atau Golden age.

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai kemampuan koginitif anak usia 0-1 tahun. Khususnya kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitar.

Kemampuan ini terpilah menjadi 4 kelompok. Kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitar pada anak usia 0-3 bulan, 3-6 bulan, 6-9 bulan, dan 9-12 bulan.

A. Kemampuan kognitif mengenali Lingkungan Sekitarnya Pada  Anak Usia 0-3 Bulan

Kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitarnya anak usia 0-3 Bulan ada dua, yaitu mengenali wajah orang terdekat dan mengenali suara orang terdekat.

1. Kemampuan Mengenali Wajah Orang Terdekat (Ibu/Ayahnya)

Kemampuan anak usia 0-3 bulan adalah mengenali wajah orang terdekat. Kemampuan mengenali adalah kemampuan mengetahui ciri-ciri atau tanda-tandanya. Orang terdekat dengan anak usia 0-3 bulan adalah ibu dan ayahnya.

Kemampuan mengetahui ciri-ciri atau tanda-tanda ibunya atau ayahnya dapat diketahui dari respon anak. Bagi anak diam dari tangisnya ketika ia diberi ASI. Ia akan mengetahui bahwa orang yang memberi ASI adalah ibunya.

Selain itu, bayi akan berhenti menangis ketika dipangku atau digendong ayahnya. Bayi akan mengetahui bahwa yang menggedong itu ayahnya. Orang laki-laki yang paling dekat dengan bayi.

Kemampuan mengenali orang terdekatnya bagi seorang bayi adalah kemampuan yang diperolehnya melalui indera penglihatan. Menurut beberapa pendapat, mata seorang bayi mulai dapat berfungsi untuk melihat sejak ia lahir.

Tapi menurut masyarakat umum, Indera penglihatan atau mata pada bayi akan dapat berfungsilebih jelas untuk melihat ketika mata sudah mengeluarkan air saat menangis.

Semakin banyak air mata yang keluar saat bayi menangis, semakin bagus fungsi penglihatannya. Semakin jelas bagi seorang bayi untuk mengenali wajah ibu dan ayahnya.

Bayi mengetahui ciri-ciri ibu dan ayahnya dengan melihat wajahnya. Ia juga bisa melihat hidung, mata, mulut, telinga, rambut, bahkan kulit wajah ibu dan ayahnya.

Kemudian bayi juga akan bisa melihat tubuh ibu dan ayahnya. Bayi juga akan mengetahui atau mengenali tangan, kaki dan keseluruhan postur tubuh ibu dan ayahnya seiring dengan berjalannya waktu.

Jadi, kemampuan bayi usia 0-3bulan untuk mengenali wajah orang terdekat baik ibu maupun ayahnya dengan menggunakan indera penglihatan. Indera penglihatan seorang bayi mulai berfungsi sejak lahir.

Oleh karena itu, Moms disarankan agar selalu dekatlah dengan bayi agar lebih cepat mengenali orang terdekatnya. Juga, ayahnya. Dengan demikian, bayi akan mengenali orang terdekatnya dengan baik.

 2. Kemampuan Mengenali suara orang terdekat (Ibu/Ayah)

Kemampuan anak usia 0-3 bulan adalah mengenali suara orang terdekatnya. Orang terdekatnya yang paling utama adalah ibu dan ayahnya. Kemampuan mengenali suara ini dapat diperoleh bayi melalui alat pendengarannya.

Alat pendengaran seorang bayi sudah berfungsi sejak dalam kandungan. Bayi sudah bisa mendengar pembicaraan ibunya. Maka, wanita hamil disarankan sering-sering mengajak berbicara pada bayi yang di kandungannya.

 Ketika bayi sudah lahir, ia sudah bisa mendengar. Alat pendengarannya sudah berfungsi dengan baik. Maka, bayi perlu kita ajak bicara, bernyanyi, dan media-media yang bisa menimbulkan suara.

Buktinya sejak dilahirkan, bayi sering terlihat kaget bila ada suara bernada tinggi ataukeras di sekitarnya.  Tapi belum focus terhadap asal sumber suara. Pada usia 2 bulan, dia mulai respon senyum jika mendengar suara Moms. Bayi sudah bisa diajak ngobrol.

Oleh karena itu, Moms, ayah, Bunda, sering-seringlah mengajak ngobrol dengan bayi. Meskipun bayi belum dapat menjawab dengan kata-kata, ia sudah bisa merespon dengan senyum, mimik wajah, dan gesturnya.

Selain harus sering mengajak bicara pada bayi, Moms juga bisa memberi mainan yang bersuara. Hal ini untuk merangsang fungsi pendengarannya supaya lebih baik dan berkembang. Sehingga, kemampuan kognitif bayi akan berkembang juga.

B. Kemampuan Kognitif Mengenali Lingkungan Sekitarnya pada Anak Usia 3-6 Bulan

Kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitar pada anak usia 3-6 bulan meliputi kemampuan memperhatikan benda. Benda-benda yang ada di sekitar anak usia 3-6 bulan.

Selain itu, kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitar dapat berupa kemampuan mendengar suara-suara di sekitar. Dan merasa ingin tahu lebih dalam tentang benda yang dipegangnya.

1. Kemampuan Memperhatikan Benda yang Ada di Hadapannya

Kemampuan memperhatikan benda yang ada di sekitarnya pada anak usia 3-6 bulan dapat diberi stimulans dengan mainan-mainan yang aman.

Cara memilih mainan yang tepat buat anak usia 3-6 bulan adalah terdapat unsur sentuhan, suara, rasa, warna. Moms bisa memilih mainan dengan warna yang cerah.

Mainan juga baiknya mengeluarkan suara yang lembut. Selain itu, mainan mempunyai desai yang sederhana. Itulah mainan yang aman bagi anak.

Berikut ini adalah beberapa mainan untuk bayi usia 3 bulan yang tepat antara lain: Baby Playmat dan playgym, matras, kerincingan, mainan karet, mainan untuk bercermin, buku kain, boneka, mainan gantung, dan mainan gigit.

Mainan Baby Playmat yang dilengkapi dengan musik cukup baik untuk mengasah kemampuan kognitif bayi. Terutama pada bayi usia 4 bulan yang sudah paham dengan suara-suara yang bisa didengar.

Akan lebih menarik jika anak diajak bercermin, Moms. Anak akan suka melihat dan memperhatikan wajahnya. Bantu Moms dengan menunjukkan bagian dalam wajah. Ini hidung, mata, bibir, pipi, dll.

2. Kemampuan Mendengarkan Suara-Suara di Sekitarnya

Untuk memberi rangsangan pendengaran pada anak usia 3-6 bulan, ajaklah anak ke luar rumah. Ajak anak menyaksikan keramaian anak-anak lain bermain di luar rumah.

Anak akan mendapat pengalaman baru dengan menyaksikan keramaian di luar rumah. Banyak sumber yang bisa didengar anak di luar rumah. Sumber suara bisa dari anak-anak, orang-orang dewasa yang bercakap-cakap. 7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah.

Sumber suara yang bisa diperoleh anak dapat juga berasal dari suara alam. Misalnya suara angin yang menerpa dedaunan. Bisa juga suara burung yang bekicau di dahan pohon. Bahkan bisa juga suara ayam, dan hewan lainnya.

Ajaklah anak mengunjungi tempat wisata yang dekat.  Ajak pula anak untuk mengenal alam yang sejuk. Anak akan mengamati dan mendengarkan berbagai hal yang ada di sana.

Apa yang didengar anak, arahkan anak Moms untuk menirukan suara-suara yang didengar. Anak mendengar suara burung, ia kita ajak menirukan suara burung. Anak mendengar suara ayam, kia ajak anak menirukan suara ayam.

Kemampuan kognitif seorang anak usia 3-6 bulan akan semakin kaya dengan banyak mendengar dari lingkungan sekitar. Apalagi jika anak diminta menirukan suara-suara yang didengarnya. Moms, seringlah mengajak anak pergi ke luar rumah.

3. Kemampuan Ingin Tahu lebih dalam dengan benda yang dipegangnya

Anak juga mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam terutama mengenai benda-benda yang dipegangnya. Anak senang menemukan sesuatu. Bahkan anak tidak merasa lelah, untuk mencari tahu.

Benda-benda mainannya dibongkar, bahkan dibanting, dimainkan dengan berbagai cara. Itu karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Rasa ingin tahu pada anak adalah bawaan dari lahir. Karena adanya keinginan belajar begitu tinggi. Anak akan mengekslorasi terus-menerus, tiada henti. Modal utamanya adalah rasa ingin tahu dan penasaran terhadap benda yang dilihatnya.

Orang tua tidak boleh melarang, tapi mengawasi. Barangkali pada saat anak mengeskplorasi terdapat benda-benda yang membahayakan harus kita singkirkan. Misalnya ada benda tajam, ada benda terbuat dari kaca yang bisa pecah,dll.

Tugas Moms adalah mengarahkan, mengawasi, dan memberi kesempatan pada anak untuk mengeskplor benda-benda di sekitar anak. Mungkin anak akan membongkar mainannya, arahkan agar anak menata kembali mainannya.

Barangkali anak akan membanting mainannya, Moms bisa mengalihkannya agar anak tidak membanting mainannya. Moms bisa mengganti mainan yang akan dibanting dengan bola. Arahkan anak belajar melempar bola.

Lebih positif kan Moms? Anak dapat belajar lebih dari sekadar mengeksplorasi. Anak bisa belajar bongkar pasang. Anak juga belajar melempar bola. Hal ini lebih menguntungkan anak. Karena lebih banyak belajar.

C. Kemampuan kognitif mengenali Lingkungan Sekitarnya pada Anak Usia 6-9 Bulan

Kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitarnya pada anak usia 6-9 bulan adalah kemampuan mengamati berbagai benda yang bergerak.

Mainan bergerak pada umumnya disukai anak-anak. Selain bergerak, anak juga menyukai mainan yang bersuara. Maka, baiknya Moms mencarikan mainan yang bergerak, bersuara, dan berwarna-warni.

Akan lebih bagus lagi jika mainan yang bergerak dan bersuara itu memiliki warna kontras yang menarik. Seperti: mobil-mobilan, pesawat terbang, perahu, mainan tradisional banggal, robot, baling-baling, dll.

Anak digharapkan dapat mengamati mainan-mainan yang bergerak tersebut. Aneka Gerakan akan dikenal anak. Ada mainan yang bergerak maju mundur. Ada mainan yang bergerak berputar. Ada juga mainan yang bergerak dari atas ke bawah.

Dengan mengamati mainan yang bergerak, anak usia 9-12 bulan dapat mengenal aneka gerakan. Ada Gerakan maju, mundur, naik, turun, dan berputar. Pengenalan Gerakan ini akan menambah kemampuan kognitif pada anak usia 9-12 bulan.

Selain mengenal gerakan, kemampuan kognitif anak juga bertambah dengan mengenal warna mainan, bentuk mainan, dan suara dari mainan.  Dengan demikian, anak akan semakin kaya dengan pengetahuan melalui pengamatan benda-benda bergerak.

Jadi, upayakan agar anak mempunyai kesempatan untuk memiliki aneka mainan yang bisa bergerak. Tentu anak kita akan semakin cerdas. Kercerdasan anak adalah kebanggaan keluarga.

Sebenarnya, benda yang bergerak tidak hanya diperoleh melalui mainan yang bergerak. Moms bisa ajak anak ke luar rumah melihat pohonan bergerak tertiup angin. Bisa juga memperlihatkan anak pada kucing dan hewan lainnya yang sedang berjalan.

Jalan atau cara mana yang bisa ditempuh, bergantung kepada kita para orang tua. Tugas kita adalah menyediakan fasilitas bagi anak untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya melalui pengamatan terhadap benda yang bergerak.

Baca juga:

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Mainan yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

D. Kemampuan Kognitif mengenali Lingkungan Sekitarnya pada Anak Usia 9-12 Bulan

Kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitarnya anak usia 9-12 bulan adalah kemampuan memahami perintah sederhana. Perintah sederhana dapat diberikan kepada anak secara lisan. He he tentu donk. Mana ada anak bayi bisa membaca.

Perintah yang disampaikan kepada anak usia 9-12 adalah perintah sederhana. Tuangkan perintah berupa kata kerja. Jumlah kata dalam perintah hanya satu kata saja. Hal ini agar perintah dapat dipahami oleh anak.

Isi perintahnya pun hanya berkaitan dengan aktivitas anak sehari-hari. Misalnya aktivitas yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya. Contoh: makan, minum, tidur, mandi, berbaju, dll.

Contoh perintah sederhana untuk anak usia 9-12 bulan.

Minum!Maem!Ambil!Letakkan!Pakai!
Mimi!Bobok!Taruh!Tiup!Kupas!
Masuk!Keluar!Buka!Tutup!Jalan!
Pakpung!Mandi!Simpan!Sisir!Remas!
Lihat!Dengar!Cup Diam!Pegang!Berikan!
Kipas!Lepas!Gosok!Naik!Turun!
Kunyah!Telan!Lihat tuh!Dengar ya!Sobek!
Sambung!Tali!Tarik!Potong!Buang!

7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah

Berdasarkan perintah tersebut, anak akan dapat melakukan perintah itu jika paham maksud perintah itu. Jika anak tidak paham, tentu tidak dapat menjalankan perintah itu.

Jika anak tidak memahami perintah, Moms harus mengarahkannya. Beri tahu anak bagaimana cara melakukan perintah. Beri juga anak berupa contoh untuk melakukan pekerjaan yang sesuai perintah.

Jika anak sudah diberi contoh melakukan pekerjaan yang sesuai perintah, maka pada kesempatan lain anak akan dapat melakukan hal yang sama dengan contoh. Moms, kita ingat ya bahwa anak itu bisa karena melihat contoh.

Demikianlah penjelasan mengenai kemampuan kognitif mengenali lingkungan sekitar pada anak usia 0-1 tahun. Semuanya ada 7 kemampuan, yaitu mengenali wajah, suara.

Selain itu, anak mampu memperhatikan benda, mendengar suara, rasa ingin tahu. Anak juga mampu mengamati berbagai benda yang bergerak, dan memahami perintah sederhana.

Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *