7 Tips Membangunkan Anak Makan Sahur: Membuat Rekaman Video

7 Tips Membangunkan Anak Makan Sahur: Membuat Rekaman Video

kurdefrin.com – Bulan yang penuh magfiroh tahun ini akan segera tiba. Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Semua umat Islam menyambutnya dengan gembira.

Tidak mau kalah, anak-anak pun turut serta menyambut bulan Ramadhan dengan beraneka kegembiraan. Mereka sibuk mempersiapkan acara sahur-sahur pada malam hari.

Ada puasa berarti ada acara makan sahur, ya Moms. makan sahur pada malam hari bersama keluarga dan anak-anak. Sahur adalah makan pada malam di puasa antara pukul dua tengah malam hingga menjelang fajar bagi orang-orang yang akan menjalankan ibada puasa.

Tapi, tidak jarang bagi Moms mengalami kesulitan membangunkan anak  untuk makan sahur. Hal ini menjadi kendala dari tahun ke tahun. Betul kan Moms?

Untuk membantu kesulitan Moms, artikel ini akan menejalaskan beberapa cara yang baik dan menarik untuk membangunkan anak makan sahur. Penasaran? Simak Yuuk Moms. Inilah cara mudah membangunkan anak untuk makan sahur.

1. Membuat Rekaman

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang pertama adalah membuat rekaman. Moms, sebelum puasa dimulai, anak diajak rekaman suara atau video. Anak diminta berperan sebagai orang yang membangunkan orang-orang rumah untuk makan sahur. Moms, bisa gunakan alternatif teks berikut ini.

Teks bahan rekaman membangunkan orang dalam satu keluarga untuk makan sahur (alternatif 1) Di dalam teks rekaman, anak membangunkan sahur dengan menunjukkan waktu makan sahur dan waktu imsak sudah dekat.

Anak:Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Sahur… Sahur…. Sahur…. Sahur … Sahur … sahur …

Bunda bangun … Bunda bangun… Bunda bangun…

Ayah Ayo bangun… Ayah ayo bangun… Ayah ayo bangun…

Bunda sahur… Bunda sahur… Bunda Sahur…sahur…

Ayah sahur…Ayah sahur… Ayah sahur…

Waktu sudah menunjukkan pukul 03.30 sahur… sahur…

Bunda sahur…. Ayah sahur….

Waktu Imsak sudah dekat…. Sahur…sahur… sahur…

Bunda:Iya, sayang, terima kasih
Ayah:Anak yang pinter, terima kasih
Anak:Alhamdulilah, Ayah Bunda sudah bangun, mari kita makan sahur.

Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teks bahan rekaman membangunkan orang dalam satu keluarga untuk makan sahur (alternatif 2). Di dalam rekaman, anak ceramah tentang keutamaan makan sahur.

Anak:Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Sahur… Sahur…. Sahur…. Sahur … Sahur … Sahur …

Bunda bangun … Bunda bangun… Bunda bangun…

Ayah Ayo bangun… Ayah ayo bangun… Ayah ayo bangun…

Bunda sahur… Bunda sahur… Bunda Sahur…sahur…

Ayah sahur…Ayah sahur… Ayah sahur…

Sahur itu ada keutamaannya Lho Ayah, Bunda. Mau tahu enggak

Sahur…Sahur…Sahur…

Tahukah Ayah, tahukah Bunda, makan sahur itu bukan makan yang biasa. Ayah, Bunda, ada tiga keutamaan makan sahur. Pertama, makan sahur adalah pembeda puasa umat Islam dengan agama lain.

Ahli kitab yang lain juga berpuasa lho ayah, Bunda. Tapi mereka tidak sahur. Umat Islam berpuasa tapi harus makan sahur.

Kedua, ayah Bunda akan mendapat keberkahan. Makan sahur adalah suatu keberkahan yang diberikan Allah kepada Ayah Bunda, maka janganlah Ayah Bunda tinggalkan makan sahur.

Dengan sahur, puasa kita jadi lebih ringan, Ayah, Bunda. Makan sahur itu berkah karena mengikuti sunnah Rasulullah. Ayah Buda tahu tujuan sahur, tidak? Sahur itu, menguatkan orang puasa, lho Ayah, Bunda.

Ketiga, tahukah Ayah Bunda, makan sahur adalah makan yang berpahala.

Rasulullah bersabda: “Makan sahur seluruhnya berkah, janganlah kalian meninggalkannya meskipun hanya minum seteguk air, karena Allah dan Malaikat-Nya bersholawat kepada orang-orang yang bersahur.”

Bunda:

Iya, sayang, terima kasih, Bunda jadi ingat lagi keutamaan sahur. Ayo, ayah, ayo Nak, kita makan sahur, biar puasa kita berkah.

Ayah:

Anak yang pinter, terima kasih, Besok ayah pengin materi baru lagi ya Nak, Biar Ayah jadi pinter kaya kamu.

Anak:

Alhamdulilah, Ayah Bunda sudah bangun, mari kita makan sahur. Karena sahur itu mempunyai banyak keutamaan. Jadi, jangan lupa kalau puasa harus sahur, ya Ayah, ya Bunda.

Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Asyik ya Moms, anak diajak rekaman. Tapi tidak serta merta rekaman itu langsung jadi lho Moms. Anak harus latihan suara atau vokal lebih dahulu, pemenggalan kata, nada, tempo dan lain sebagainya.

Latihlah lebih dahulu masalah teknis berbicara tersebut. Kalau sudah lumayan, bolehlah rekaman dimulai. Anak diminta melakukan rekaman dengan sebaik-baiknya.

Ups, Moms, mau rekaman yang mana? Suara saja atau dengan gambar? Kalau suara saja, ya lanjut saja rekaman. Anak boleh membaca teks jika belum hafal teksnya.

Jika rekaman itu mau pakai suara dengan gambar, alias video, bentar dulu Moms, masih ada yang harus disiapkan. Jangan tergesa-gesa ya, Moms.

Anak kan mau bicara masalah agama, ya, tampilan disesuaikan lebih dulu, terutama pakaian anak. Jika Anak Moms laki-laki, didandani dengan kostum dai. 7 Tips Membangunkan Anak Makan Sahur: Membuat Rekaman Video

Jika anak Moms perempuan, ya didandani layaknya Ustadzah. Tentu anak akan lebih senang dengan jenis rekaman yang kedua ini karena ada aksi anak yang direkam.

Rekaman suara sudah jadi, sudah diputar didengarkan Bersama. Rekaman video juga sudah beres sudah siap tayang. Lalu bagaimana pemanfaatan rekaman tersebut? Buat kesepakatan Moms dengan anak. Jika Moms memutarkan rekaman tersebut, dede harus bangun ya.

Waah, anak pasti hore, siap Moms. Gitulah Moms, satu cara membangunkan anak yang bisa digunakan. Ayo, Moms, ajak anak rekaman, ni masih ada waktu sebelum masuk bulan Ramadhan 1441 H.

2. Memutar Lagu Kesayangannya

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang kedua adalah memutar lagu kesayangan anak. Moms, barangkali rekaman anak sudah diputar berulang-ulang setiap kali akan makan sahur, bolehlah kita variasikan dengan memutar lagu-lagu kesayangan anak Moms.

Bisa lagu anak yang ceria seperti bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku.

Abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beli, lima puluh perak saja yang banyak baksonya, tidak pakai saos, tidak pakai sambel, juga tidak pakai kol. Bakso bulat seperti bola pingpong… dan seterusnya.

Mungkin Moms bisa juga memilih lagu anak yang bercerita tentang makanan atau jajanan agar anak terinspirasi untuk makan dan akhirnya dia mau bangun untuk makan sahur. Anak terbayang makan bakso yang panas, kebul-kebul, tidak pedas, maka bangunlah anak dari tidurnya. Syukur alhamdulilah menu makannya ada bakso yang panas seperti dalam bayangannya.

Moms bisa juga putarkan lagu-lagu anak yang Islami. Lagu ini bisa menggugah nurani anak hingga kesadaran menjalankan perintah agama anak akan muncul.

Lagu-lagu astmaul husna, Ya Rosulullah, Anak bertanya pada bapaknya dari Bimbo, dll. Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa, ada anak bertanya pada Bapaknya…

Tahap pertama, putarkan lagu-lagu dengan volume suara sayup-sayup. Jangan langsung menggunakan volume suara yang keras, Moms. Akan membuat terkejut. Malah anak akan marah karena kaget.  Suara sayup, pelan, tapi lagunya menggugah, malah dapat membangunkan anak dari tidurnya.

Anak pun akan bangun, pelan-pelan, berjalan ke kamar kecil. Moms, langsung sambut di meja makan. Beri teh manis panas. Seger dan menjadikan mata melek. Anak pun sudah bisa makan sahur bersama.

3. Menciumkan Aroma Masakan

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang ketiga adalah menciumkan aroma masakan atau minuman kesukaannya. Masuklah ke kamar anak, bawa masakan kesukaannya ke kamar.

Aroma masakan pun akan tercium dan akhirnya ia bangun dari tidurnya. Agar Moms, bisa masuk ke kamarnya, upayakan kamar anak tidak dikunci. Ini akan menyulitkan Moms saat membangunkan anak makan sahur.

Selanjutnya, agar selera makan anak bangkit, Moms boleh berikan makanan atau minuman pembuka. Makanan itu bisa coklat, kacang mete goreng, atau makanan ringan lainnya yang menjadi kesukaan anak sejumput dua jumput saja.

Moms boleh juga memberi minum teh hangat biar mengusir rasa kantuk pada anak. Tapi ingat Moms, makanan pembuka jangan terlalu banyak. Jangan sampai anak kenyang dengan makanan pembuka. Nanti akan menghambat selera makan yang utama.

Kalau sudah bangkit selera makannya, anak diminta makan utama, bisa nasi, atau roti dan lauk pauknya.  Minum susu dan madu untuk melengkapi kebutuhan gizi anak tidak ada salahnya diberikan juga pada saat makan sahur. Sepuluh menit kemudian, anak diajak menyikat gigi dan persiapan solat subuh.

4. Atur Waktu Tidur

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang keempat adalah mengatur waktu tidur. Sulitnya anak dibangunkan dari tidurnya sering karena anak belum cukup banyak waktu untuk tidurnya.

Moms, jika sudah selesai solat isa dan tarawih, ajak segera anak tidur. Tujuannya agar pada saat sahur, anak akan mudah dibangunkan karena waktu untuk tidur sudah cukup.

Moms, mengajak tidur lebih awal juga baik untuk kesehatan anak. Setelah seharian berpuasa, banyak energi yang berkurang. Anak pun terasa mudah lelah, dan lesu. Ketika asupan gizinya dirasa sudah cukup, langkah terbaik adalah mengajaknya tidur untuk pemulihan stamina tubuhnya.

Dan, juga untuk mempersiapkan pusa keesokan harinya. Tapi, jika asupan gizinya dirasa Moms belum cukup, cobalah Moms beri satu sendok madu dengan minum air hangat. Lalu, ajaklah anak tidur.

5. Menerima Telepon dari Temannya

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang kelima adalah menerima telepon dari temannya. Moms, pengaruh orang lain kadang lebih ampuh. Mungkin karena teman itu dianggap orang lain.

Teman itu orang yang belum terbiasa dekat dengan anak. Sehingga anak harus menempatkan orang lain itu lebih dalam memberi perhatian, penghormatan atau penghargaan.

Berbeda dengan kita, ayah, dan Bunda. Kalau dengan Ayah, dengan Bunda, anak cenderung mengabaikan bahkan menyepelekan. Ini karena ayah dan bunda bukan orang lain. Ayah Bunda adalah orang tuanya sendiri.

Anak sudah terbiasa berkomunikasi, bergaul bersama dengan ayah Bunda. Kalau dengan ayah Bunda orang yang sudah terbiasa dekat karena satu rumah. Nah, anehnya sesuatu yang sudah terbiasa atau menjadi kebiasaan, sering kali kurang mendapat respon atau perhatian.

Ini sepertinya hokum alam saja Moms. Enggak usah risau. Yang penting, Mom mencari cara agar temannya itu mau menelepon anak Moms pada jam sahur. Ya, kan? Moms bisa berkomunikasi dengan orang tua temannya. Mohon izin agar menelepon anak Moms pada saat makan sahur.

Bahkan, mungkin nantinya bisa bergantian agar anak Moms yang menelepon membangunkan untuk makan sahur. Bisa timbal balik lah Moms, karena anak lain pun cenderung mempunyai problem yang sama, yakni sulit dibangunkan pada saat makan sahur.

Begitu ada suara “kriiiiing” “kriiiing” “kriiiiiing” cobalah Moms diam tidak mengangkat telepon. Biarkan anak Moms yang langsung mengangkatnya. “Kriiing” Kriiiing” “Kriiing” Wow, ternyata anak Moms sudah bisa mengangkat telepon.

Anak Moms sudah berbicara dengan temannya, lumayan, walau pun banyak mengatakan “ya.., iya,.. makasih ya, habis sahur ya, ayo, sahur dulu, dadah.” Sukses Moms. cara membangunkan anak untuk makan sahur telah berhasil.

Berarti Anak Moms, sudah bangun dengan mudah, iya kan? Moms tinggal tanya, “Itu telepon dari siapa, Nak?” “Ada apa telepon?” Moms tinggal sodorkan teh manis hangat. Lancar deh makan sahur malam itu. Anak sudah bisa bangun tanpa kesulitan dibangunkan Moms.

Terus, ajari anak Moms agar menelepon balik temannya itu pada makan sahur berikutnya. Beri tanggung jawab. Biasanya kalau sudah punya tanggung jawab, atau punya tugas atau bahkan janji, anak akan melakukannya tanpa harus ditolong orang lain.

Begitulah, Moms. Puasa sudah dekat, Moms harus banyak taktik dan teknik membangunkan anak untuk makan sahur. Banyak jalan menuju roma.

6. Meminta Temannya Datang

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang keenam adalah meminta temannya datang. Moms, harus minta kesediaan teman anak Moms untuk datang ke rumah Moms pada jam sahur.  Moms juga harus izin pada orang tuanya agar anak mereka datang ke rumah Moms.

7 Tips Membangunkan Anak Makan Sahur: Membuat Rekaman Video

Mintalah kepada temannya itu untuk memanggil-manggil anak Moms pada saat waktunya makan sahur. Boleh juga, temannya diminta memencet bel rumah. Moms membukakan pintu rumah, biarkan temannya masuk kamar dan membangunkannya.

Ajaklah mereka makan sahur bersama. Tentu hal ini akan sangat menyenangkan. Proses membangunkan anak pun sukses. Tidak ada kesulitan sama sekali.

Moms, boleh juga sih untuk menambah keakraban dengan tetangga, sekali-kali Moms undang satu keluarga teman anak Moms untuk makan sahur bersama. Acara ini tentu akan memudahkan Moms membangunkan anak Moms untuk makan sahur.

Coba aja Moms, anak Moms akan semangat makan sahur bersama-sama. Pada kesempatan lainnya, undanglah teman-teman sepermainan anak Moms di satu komplek perumahan. Ajak mereka makan sahur bersama di rumah Moms.

Tentu seruuuu. Mereka yang diundang tidak akan sulit dibangunkan orang tuanya untuk memenuhi undangan makan sahur di rumah Moms.

Sebaliknya, Anak Moms juga tidak akan sulit dibangunkan untuk makan sahur karena banyak temannya datang dan makan sahur bersama. Acara ini dipandang cukup efektif untuk membangunkan anak pada saat makan sahur.

7. Menjadi Anggota Tim Sahur-Sahur

 

Cara membangunkan anak untuk makan sahur yang keenam adalah menjadi anggota tim sahur-sahur di komplek atau di masyarakat sekitar. Tim ini bertugas berkeliling membangunkan orang-orang, atau masyarakat sekitar untuk bangun  makan sahur.

Tim ini dilengkapi dengan alat bunyi-bunyian ala kadarnya. Mereka bawa kentongan, ketipung, kecrek, dll. Alat musik sederhana dan seadanya yang dimiliki mereka bawa.

Cara menabuhnya pun sebisa mereka. Tidak pakai latihan segala. Asal bunyi, bergantian, sambung-menyambung suara alat itu mereka bunyikan. “Tong…tong…pret.., tong…tong… pret…, sahur-sahur.”

“Tong…tong…pret.., tong…tong… pret…, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, sahuuur.” “Tong…tong…pret.., tong…tong… pret…, Ayo sahur, mas, mbak, sahuur.” Dan seterusnya. Mereka berkeliling dari satu gang ke gang lain.

Moms, jika anak Moms menjadi anggota tim sahur-sahur, tentu ia akan rajin bangun atas kemauan sendiri. Ia merasa punya tanggung jawab untuk menjalankan tugas tersebut. Tapi, yang utama, sebenarnya bukan karena tanggung jawab.

Anak melakukan itu karena rasa senang ada sensasi yang menyenangkan. Hal ini meraka anggap sesuatu yang menyenangkan.

Itulah Moms, acara membangunkan anak untuk makan sahur. Semuanya ada 7 cara yang cukup efektif. Ketujuh cara itu adalah membuat rekaman, dan memutar lagu kesayangan.

cara lainnya adalah menciumkan aroma masakan, atur waktu tidur, menerima telepon dari temannya, meminta temannya datang, dan menjadi anggota tim sahur-sahur yang sangat menyenangkan.

Semoga bermanfaat ya Moms, selamat menjalankan ibadah puasa 1441 H.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *