8 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 1-2 Tahun

8 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 1-2 Tahun

kurdefrin.com – Moms, masih ingat kan tujuan pengembangan motorik halus pada anak balita? Ini, Lho Moms. Pengembangan motorik halus tentunya memiliki tujuan. Pertama, mampu memfungsikan otot-otot kecil seperti Gerakan jari-jari tangan.

Kedua, mampu mengkoordinasikan kecepatan tangan dengan mata. Dan Ketiga, mampu mengendalikan emosi. Tentu ada fungsinya, lho kita berusaha melatih motorik halus pada anak. Apa saja itu?

Fungsi pengembangan motorik halus pada anak meliputi beberapa hal. Pertama, motorik halus akan mendukung pengembangan aspek kognitif atau kecerdasan seoarang anak. Kedua, motorik halus akan mendukung keterampilan berbahasa, dan sosial anak.

Ketiga, motorik halus berfungsi untuk membantu anak dalam memperoleh kemandirianya, dan semakin baik motorik halus semakin baik pula kreasinya.

WOW, kalau begitu motorik halus mempunyai fungsi yang cukup penting dong. Motorik halus berkembang, kemampuan kognitif, bahasa, sosial, dan kemandirian akan berkembang juga.

Baiklah, mengingat pentingnya peranan motorik halus pada anak, Moms harus memberikan stimulan yang tepat untuk melatih motorik halus pada anak setiap periode usianya.

Pada beberapa artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai cara melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun, 3-4 tahun, 4-5 tahun, dan 5-6 tahun. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas cara melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun.

Moms, he he jangan dikira tidak penting lho melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun. Untuk melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun, harus diketahui lebih dahulu kemampuan motorik halus pada anak usia 1-2 tahun.

Pada usia 1-2 tahun ini, seorang anak secara umum harus memiliki kemampuan motorik halus apa saja. Dengan demikian, Moms akan memberikan dorongan, sarana, fasilitas yang tepat pada saat melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun.

Moms, ada beberapa pendapat mengenai kemampuanmotorik halus pada anak usia 1-2 tahun. Pendapat pertama, anak usia 1-2 tahun itu memiliki lima kemampuan motorik halus yaitu: mampu melipat kertas, menyobek, menempel, menggunting, dan melempar dekat.

Pendapat ini cukup simpel tetapi agak sulit untuk dilatihkan kepada anak pada usia1-2 tahun. Tapi, bukan untuk dihindari Moms, ini tantangan. Tentu kita akan senang jika anak memiliki kemampuan yang melebihi dari usia sebenarnya.

Pendapat kedua, lebih banyak. Anak usia 1-2 tahun itu memiliki kemampuan motorik halus yaitu: mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, mengambil benda kecil dengan membungkuk. Anak juga mampu membuka 2-3 halaman buku, dan mengupas pisang dengan hasil tidak sempurna.

Moms, dari dua pendapat mengenai kemampuan motorik halus pada anak usia 1-2 tahun tersebut, sebenarnya dapat dikompilasi, lho. Intinya, anak usia 1-2 tahun harus memiliki kemampuan motorik halus berupa: melipat, menyobek.

Selain itu, menempel, menggunting, melempar, mengambil benda, membuka buku, menyusun, memakai, menekan, dan mengupas juga merupakan kemampuan motorik halus pada anak usia 1-2 tahun. Betul kan, Moms?

Nah, sekarang kita bahas cara melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun agar mampu melakukan semua itu, yakni melipat, menyobek, menempel, menggunting, melempar, mengambil benda, membuka buku, dan mengupas.

1. Melipat

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang pertama adalah melipat. Bahan yang dilipat adalah kertas. Melipat itu adalah patah dua sehingga bidangnya menjadi seperdua (kertas, Kain). Melipat dapat juga bermakna melepit menjadi rangkap (KBBI).

Moms, Bahasa kekiniannya adalah origami dari Bahasa Jepang. Dan, Moms sekarang, juga Bunda-bunda di PAUD lebih suka menyebutnya dengan origami. Melipat adalah membuat jadi patah dua baik kertas maupun kain dengan teknik kerajinan tangan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan, hiasan, benda fungsional,dll.

Media untuk melipat bisa berupa kertas, bisa juga kain. Kertas dan kain mempunyai karakter lentur, Moms, dan mudah dibentuk sehingga akan menjadi kreasi yang menarik. Selain lentur, kertas dan kain juga mudah digunakan oleh anak. Untuk anak usia 1-2 tahun, bisa menggunakan kertas dirasa lebih mudah.

Moms, kita akan mengajari anak melipat itu harus bertahap. Kita mulai dengan melipat kertas dari yang mudah ke yang sulit. Dari yang sederhana ke yang kompleks. Tahapan mudah-sulit, sederhana-kompleks harus dilatihkan terus-menerus Moms, agar anak dapat membuat lipatan yang rapi dan memiliki nilai seni.

Memang sih Moms, pada tahap awal pertama, mesti lucuu banget, lipatannya ya masih amburadul, ya belum rapi alias belum lurus segala.Tapi, ya gpp, kita tetep beri acung jempol “hebaaat” karena anak sudah mau melakukannya.

Artikel terkait:

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

 Tahapan mengajari anak melipat sebagai berikut;

  • Siapkan kertas berwarna-warni, berbagai ukuran.
  • Moms harus memberikan contoh peragaan lebih dulu ya, anak biarkan melihat saja. Gunakan peraga yang ukurannya cukup besar agar bisa dilihat anak dengan jelas. Beri contoh peragaan melipat satu kertas dilipat jadi dua.
  • Untuk memudahkan melipat, gunakanlah gambar garis di tengah kertas.
  • Arahkan anak memegang bagian tengah kertas yang akan dilipat dengan kedua tangannya. Kedua ibu jari berada di bagian depan kertas, telunjuk dan tiga jari lainnya berada di bagian belakang kertas. Lalu, dorong kertas ke arah badan dengan telunjuk. Maka kertas akan terlipat.
  • Ajari anak melipat persis pada gambar garis tengah, lalu diplirit dengan telunjuk dan ibu jari tangan kanan agar terlipat rapi. Sudah deh selesai. Mudah kan Moms.

Melatih anak melipat satu kertas menjadi dua sederhana dan mudah dilakukan. Tapi manfaatnya besar. Tangan anak dilatih untuk bekerja mengembangkan motorik halusnya.  Tangan anak cukup sibuk lho, Moms mulai memegang, mendorong, melipat, dan memlirit agar lipatan halus.

2. Menyobek

Cara melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang kedua adalah menyobek. Cara melatih: Ups, beri motivasi dulu dong, Moms, agar anak berminat melakukan kegiatan menyobek ini.

Ketahui lebih dahulu jenis menyobek mana yang akan dilatihkan. Apa menyobek bebas, menyobek pola sederhana, atau menyobek pola benda tertentu? Ya, kan? Untuk latihan awal sih disarankan agar anak menyobek bebas. Penting anak mau menggerakkan tangannya untuk menyobek bebas.

Alat dan bahan dediakan lebih dulu ya Moms. bahan berupa kertas warna warni. Alat berupa dua keranjang plasti. Satu untuk wadah kertas yang sudah disobek, dan satu keranjang untuk wadah kertas yang belum disobek.

Langkah-langkah melatih anak untuk menyobek kertas:

  • Beri petunjuk atau arahan bahwa anak akan dilatih menyobek kertas.
  • Beri contoh: Moms memeragakan menyobek bebas.
  • Beri kesempatan pada anak untuk menyobek kertas. Bantulah jika anak kesulitan.
  • Beri kesempatan pada anak untuk menyobek kertas tanpa bantuan.

Apabila anak masih belum bisa menyobek sendiri, jangan marah Moms. Ada penyebabnya tentu. Bisa karena rendahnya kemampuan anak untuk mengontrol gerakan jari-jarinya. Bisa juga karena anak ragu-ragu atau canggung.

Padahal kegiatan merobek ini mestinya menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak karena menimbulkan sensasi tersendiri. Keterlibatan unsur otot, syaraf otak, jari-jari tangan pada saat menyobek merupakan latihan mengembangkan motorik halus pada anak.

3. Menempel

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang ketiga adalah menempel. Ada istilah keren dari kata menempel lho Moms, hehe kolase ya Moms. Menempel itu berkaitan dengan meletakkan, merekatkan, menyusun berbagai bahan pada sehelai kertas yang datar.

Bahan yang digunakan untuk direkatkan bisa berbagai macam. Apa saja tuh? Bisa berbagai bentuk kertas berwarna-warni. Bisa juga potongan kain dan bahan-bahan bertekstur.

Peran Moms, adalah bertindak sebagai fasilitator dan motivator aja ya. sebagai fasilitator, Moms bertugas menyediakan bahan dan perlengkapan untuk kegiatan menempel

Sebagai motivator, Moms bertugas memberikan semangat, memberi pengarahan, dukungan, dan penguatan-penguatan serta memberi pujian. Anak kita akan menjadi lebih semangat untuk melakukan kegiatan menempel.

Ups, jangan memaksa ya Moms, bisa-bisa anak jadi marah dan tidak mau lagi latihan menempel pada waktu atau kesempatan yang lain. 8 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 1-2 Tahun

Proses menempel pada anak bebas saja Moms. Jangan terlalu harus begini harus begitu. Ntar malah anak tertekan. Beri contoh menempel lalu beri saja kebebasan agar kreativitasnya muncul sesuai dengan imajinasinya. Model apapun yang muncul tetap kita hargai sebagai sebuah karya yang baik.

Tangan anak memegang benda yang akan ditempel, memberi perekat, lalu menempelkan benda tersebut sudah cukup melatih motorik halus anak. Tangan anak sudah bisa berkoordinasi dengan mata dan konsentrasi, sudah patut kita beri acungan jempol. Iya, kan, Moms? Hebaat.

4. Menggunting

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang keempat adalah menggunting. Menggunting itu kegiatan memotong dengan gunting yang melibatkan koordinasi mata, tangan, dan konsentrasi.

Kegiatan menggunting memerlukan gerakkan otot-otot tangan dan jari-jari yang berkoordinasi dengan mata sehingga dapat memotong kertas atau kain dengan gunting.

Manfaat dari kegiatan menggunting adalah membantu anak meningkatkan konsentrasi, melatih koordinasi mata, dan meningkatkan kemampuan gerakan tangan, pergelangan tangan, dan jari. Menggunting juga membuat anak untuk sabar, berpikir kreatif, dan memupuk semangat anak untuk melakukan sesuatu.

Moms, melatih anak untuk menggunting harus ekstrahati-hati, karena kegiatan ini menggunakan alat. Jenis gunting yang digunakan harus yang tepat untuk anak-anak. Banyak gunting di pasaran tinggal pilih yang tepat untuk anak.

Cara melatihnya juga harus bertahap, ya Moms. Simak ya.

  • Tahap awal, anak dilatih melenturkan tangannya lebih dulu. Misalnya: anak diminta meremas-remas kertas yang lembut atau diminta merobek-robek kertas secara bebas.
  • Moms, memeragakan kegiatan menggunting kertas. Tanpa contoh, anak belum dapat melakukannya.
  • Berikutnya, anak dilatih memegang gunting.
  • Kalau anak sudah bisa memegang gunting dengan benar, lanjutkan Moms dengan latihan menggerakkan membuka gunting.
  • Tangan kiri anak, memegang kertas yang hendak digunting. Pertemukan gunting yang sudah terbuka dengan kertas di tangan kiri. Lalu, anak diminta menekan gunting hingga kertas terpotong karena gunting. Hati-hati, tangan kiri anak jangan sampai terkena gunting.

Ayo, Moms, kita ajari anak kita menggunakan gunting di rumah. Kita gunakan prinsip bertahap dan berjenjang dari yang sederhana ke yang sulit. Proses menggunting yang dilatihkan dengan benar dan terus-menerus dapat meningkatkan motorik halus pada anak.

Tangan anakakan mendapat pengalaman memegang gunting, menggerakkan gunting agar terbuka, mengerakkan gunting agar menutup dan memotong kertas. Walau usia baru 1-2 tahun, anak yang sudah bisa mengguting, motorik halusnya akan berkembang dengan lebih cepat.

5. Melempar

Cara melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang kelima adalah melempar. Melepar adalah membuang atau melontarkan benda sehingga benda berpindah dari tangan ke tempat yang lain.

Benda yang dilemparkan bisa dekat, bisa juga menjadi jauh dari lokasi yang melakukan lemparan. Jauh dekatnya lokasi benda yang dilemparkan bergantung pada kekuatan lemparan.

Benda yang dilemparkan juga bisa bermacam-macam. Untuk anak usia 1-2 tahun, benda yang dilemparkan tentu bukan benda yang berat. Misalnya bola kecil, bola pingpong, dll.

Benda yang digunakan untuk melempar juga hendaknya benda yang tidak membahayakan ya Moms, tidak runcing, dan tidak terbuat dari beling atau kaca.

Cara melatih anak untuk melakukan kegiatan melempar sebagai berikut. Persiapkan benda yang akan dilemparkan. Beri peragaan ya, Moms. Kalau diberi penjelasan, anak belum bisa.

Jadi, beri contoh cara memegang benda, dan cara melemparkan bola ke dalam wadah yang tersedia. Untuk anak 1-2 tahun, kita ajari melempar jarak dekat saja.

Nah, persiapan dan peragaan sudah. Saatnya nih, anak kita bimbing melakukan lemparan. Sederhana saja Moms. Lemparan benda yang dilakukan anak diarahkan untuk jarak dekat lebih dahulu. Benda yang dilemparkan bola karet atau bola pingpong yang ringan.

Ajak anakduduk atau berdiri sekitar setengah meter ke arah wadah yang disediakan.  Moms, sudah menyiapkan wadah ya. Beri anak bola, dan diminta melemparkan bola ke wadah yang disediakan.

Belum bisa masuk tentunya untuk lemparan pertama, ups, mungkin karena wadahnya terlalu kecil atau jauh.  Coba diminta melempar lagi. Berlatih berkali-kali akan membuat anak menjadi terampil.

Artikel terkait:

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

6. Mengambil Benda

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang keenam adalah mengambil benda. Cara mengambil benda yang dilatihkan adalah mengambil benda dengan ibu jari dan telunjuk anak.

Kita akan lebih fokus melatih ibu jari dan telunjuk tangan kanan anak. Benda yang dijadikan sebagai media antara lain benda yang tipis, tidak terlalu berat, tidak runcing. Contoh kepingan puzzle, ringan, tipis, tidak runcing.

Pelaksanaan latihannya adalah persiapkan media, wadah kosong satu, wadah berisi kepingan puzzle satu. latih gerak ibu jari dan telunjuk membuka dan menutup. Beri contoh peragaan. Moms, mengambil kepingan puzzle dengan ibu jari dan telunjuk, lalu meletakkan kepingan puzzle tadi ke wadah yang kosong.

Kemudian, anak diminta menirukan Moms. Jangan ketawa ya, jika anak mengambil kepingan puzzle dengan ibu jari dan telunjuk, kepingan puzzle-nya jatuh lagi jatuh lagi. Gak apa-apa, Namanya juga latihan. Lama-lama anak juga bisa.

7. Membuka Halaman Buku

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang ketujuh adalah halaman buku. Membuka halaman buku tampaknya mudah ya Moms. Masa membuka halaman buku saja harus dilatih. Iya, dong, Moms.

Halaman buku kan tipis. Tangan anak belum sensitif untuk membuka sesuatu yang tipis. Bisa-bisa, anak diminta membuka satu halaman malah membuka setengah halaman buku. Salah kan Moms?

Latihan membuka halaman buku akan fokus pada kerja telunjuk. Telunjuk tangan tentunya ya Moms. Arahkan anak membuka halaman buku dari arah kanan ke kiri. Telunjuk anak baiknya dibasahi dengan sedikit air.

Atau, beri sedikit lem cair, dikiiiit aja. Mesti sudah bisa digunakan untuk membuka halaman buku. He he maaf, jangan dicontohi membasahi telunjuk dengan air ludah ya, Moms.

Latihan membuka halaman buku tidak terlalu membebani lho Moms. untuk latihan awal pada usia ini, anak hanya diminta membuka 2 atau 3 halaman saja sudah cukup. Buku yang digunakan bisa buku pada umumnya yang terbuat dari kertas.

Tapi, bisa juga buku khusus untuk anak yang terbuat dari bahan yang bukan kertas. Nah, kalau buku jenis ini, Moms tidak perlu membasahi atau memberi sedikit lem pada telunjuk anak.

Moms, proses latihan membuka halaman buku cukup efektif untuk melatih gerak tangan anak menjadi lebih sensitif. Hal ini akan memperlancar koordinasi antara tangan, mata dan konsentrasi anak sehingga motorik halus anak makin berkembang.

8. Mengupas

Cara Melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun yang kedelapan adalah Mengupas.  Kegiatan tangan anak untuk mengupas dibutuhkan media. Moms harus menyediakan media. Ups. Media kupas ada syaratnya Moms. waduh, pelajaran mengupas saja ada syaratnya. Kaya mau kredit di bank aja.

8 Cara WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 1-2 Tahun

Iya dong, Moms, kita kan mau melatih anak dengan memperhatikan sisi keamanan anak. Setuju kan? Anak bisa, tapi anak aman. Jadi apa dong syaratnya? Moms, Tidak tajam benda yang dikupas, dan tidak melatih mengupas menggunakan pisau.

Benda yang dikupas jangan buah salak karena runcing bisa melukai tangan anak. Tidak boleh anak diminta mengupas buah mangga karena memerlukan pisau. Nah, tul kan, Moms. itu syarat harus dipenuhi dong.

Jadi, media apa yang tepat untuk melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun? Kita ajak anak mengupas buah, yang lunak, mudah dikupas, dan tidak memerlukan pisau. Buah pisanglah Moms. Buah Pisang dengan hasil kurang sempurna.

Itulah Moms, 8 cara melatih motorik halus pada anak usia 1-2 tahun. Semoga motorik halus anak bisa cepat berkembang. Selamat melatih dan sampai jumpa pada artikel lain di kurdefrin.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *