9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

kurdefrin.com- Penyebab, ciri, dan contoh, serta cara mengatasi anak berbohong akan dijelaskan pada artikel saya kali ini. Bohong atau berbohong itu perbuatan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Berbohong merupakan perkataan tentang sesuatu yang tidak benar.Bohong adalah pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengarnya percaya.

Berbohong itu perkataan yang tidak sesuai dengan fakta. Orang yang berbicara bohong disebut pembohong. Bohong sama artinya dengan dusta. Bohong berlawanan maknanya dengan kata jujur. Anak yang berbohong itu berarti anak yang tidak jujur. Dapat juga dikatakan bahwa anak berbohong itu anak yang berbicara tidak sesuai fakta atau kenyataan.

1. Penyebab Orang Berbohong secara Umum

a. Melindungi diri

Seseorang biasanya berbohong sebagai bentuk perlindungan diri atau self defence untuk menghindari masalah (Elizabeth T.Santosa). Rata-rata seseorang berbohong satu atau dua kali dalam sehari, dan itu dilakukan untuk melindungi diri dalam menyembunyikan kekurangan (DePaolo).

Seseorang itu berusaha melindungi dirinya karena ada rasa takut.  Dia takut akan hukuman. Takut menerima konsekuensi dari perbuatannya. Karena tidak mempunyai keberanian menghadapi akibat dari perbuatannya, maka seseorang itu berbohong.

b. Melindungi Orang lain

Bohong dilakukan dalam rangka melindungi orang lain. Contohnya, saat orang lain bertanya apakah di cantik atau gendut. Kebanyakan orang akan menjawab bohong dengan tujuan untuk menyenangkan orang lain. Seseorang memilih melakukan kebohongan baik untuk membuat orang lain terlihat baik, terhindar dari rasa malu, hukuman, atau perasaan terluka (Southern Living).

c. Memperoleh Kekuasaan

Dibandingkan dengan cara lain, bohong dianggap sebagai satu cara mudah untuk mendapatkan kekuasaan. Jauh lebih mudah berbohong untuk mendapatkan uang atau kekayaan daripada memukul kepala atau merampok bank (Sissela Bok).

Para peneliti percaya bahwa kebohongan dilakukan untuk memanipulasi orang lain demi mendapatkan yang diinginkan tanpa memerlukan kekerasan.

2. Penyebab Anak Berbohong

Bunda, ketahuilah dan waspadalah bahwa anak mulai bisa berbohong pada usia empat tahun. Perilaku berbohong telah ditampilkan anak pada usia sangat dini (Voctoria Talwar & dkk). Wow, anak masih kecil sudah bisa berbohong. Anak sudah bisa berkata yang tidak sesuai dengan fakta. Bahkan anak sudah bisa berkata yang tidak sebenarnya. Berikut ini dijelaskan penyebab seorang anak berbohong.

Bunda, diantara penyebab bohong pada orang dewasa, bisa juga menjadi penyebab bohong pada seorang anak. Penyebab orang dewasa berbohong adalah untuk melindungi diri, melindungi orang lain, dan memperoleh kekuasaan. Penyebab anak berbohong ternyata tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Secara umum, penyebab berbohong pada anak adalah untuk melindungi diri, dan juga untuk melindungi teman atau melindungi orang lain serta untuk mendapatkan sesuatu.

a. Penyebab Anak Berbohong karena Keadaan Keluarga.

Penyebab anak berbohong karena keadaan keluarga meliputi orang tua terlalu keras dalam mendidik anak. Orang tua bersikap otoriter pada anak. Dalam keseharian, anak disodori dengan perkataan kasar, keras, dan serba dilarang, serba “jangan.” Selain itu, setiap saat anak mendapatkan perlakuan yang tidak protektif. Hal ini akan mengakibatkan anak takut. Karena ketakutan, seorang anak akan melindungi dirinya jika berbuat kesalahan. Akibatnya anak akan berbohong.

Penyebab anak berbohong karena keluarga broken home. Broken home adalah kondisi hilangnya perhatian keluarga. Kurang kasih sayang dari orang tua bisa karena perceraian, anak tinggal bersama nenek, atau bersama salah satu orang tua kandung, ayah saja atau ibu saja.

Penyebab anak berbohong karena keluarga tidak harmonis. Tidak harmonis itu tidak serasi. Keluarga tidak rukun satu sama lainnya. Ada beberapa faktor penyebab keluarga tidak harmonis yaitu: faktor ekonomi, perbedaan prinsip, kurang komunikasi, bosan, mementingkan pekerjaan, kurang terbuka, dll. Sedangkan akibat keluarga tidak harmonis cenderung diderita anak antara lain: anak stres, agresif, kasar, antisosial, berbohong, menyendiri, tidak percaya diri, dll.

Penyebab anak berbohong karena keluarga tidak memperhatikan nilai-nilai agama. Orang tua tidak menjalankan perintah agama. Tidak beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa. Alih-alih mengajari anak beribadah, orang tua juga tidak menjalankannya. Anak tidak diperkenalkan solat sejak dini. Penyebab orang tidak solat itu bermacam-macam: karena pemahaman yang kurang yaitu solat boleh tidak solat juga boleh, menganggap gampang jadi ya tidak solat, solat tapi tidak rutin, tidak tahu bahwa meninggalkan solat itu kafir, solat tapi keluar dari waktunya.

Baca juga:

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

Menurut para ahli agama, akibat tidak solat bisa dirasakan di dunia dan di akhirat. Akibat yang dirasakan di dunia adalah dihilangkan keberkahan usianya, dihapus aura sholeh di wajahnya, setiap amal kebaikannya, tidak jadi pahala, doanya tidak diangkat ke langit, dan tidak ada bagian doa dari orang sholeh untuk yang meninggalkan solat. Oleh karena itu, segala perbuatannya cenderung melanggar perintah agama, seperti berbohong, menipu, dll.

Penyebab anak berbohong karena orang tua berbohong kepada anak. Anak berbohong karena meniru orang tua yang sering membohonginya. Anak yang sering dibohongin akan berbalik membohong orang lain. Atau orang tua sering berbohong kepada siapa pun, anak pun akan sering berbuat bohong.

b. Penyebab Anak Berbohong karena Pergaulan

Penyebab anak berbohong adalah karena pergaulan. Pada usia 4 tahun, anak sudah belajar bergaul dan bersosialisasi. Apabila kurang seletif memilih teman, akan berakibat kurang baik bagi anak. Apabila anak kita berteman dengan anak lain yang suka memukul, maka anak kita akan jadi anak yang suka memukul. Apabila anak kita bergaul dengan anak yang suka berbohong, bukan tidak mungkin anak kita juga akan suka berbohong. Para orang tua sebaiknya mengarahkan anak agar bergaul dengan teman yang lebih selektif.

c. Penyebab Anak Berbohong karena Pribadi Anak

Penyebab anak berbohong adalah karena kepribadian anak yang buruk.  Pribadi yang buruk itu meliputi: Anak selalu tertekan, tidak bertanggung jawab, tidak taat kepada agama. Selain  itu, anak ingin selalu mendapat pujian, ingin mendapat sesuatu yang berharga.

Kepribadian buruk pada anak yang menyebabkan dia berbohong adalah menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan,  menutupi rasa takut akan hukuman, ingin diperhatikan, melindungi teman yang salah.

Penyebab bohong pada anak lainnya adalah takut dimarahi karena orang tuanya keras dalam mendidik anak. Tuntutan orang tua terlalu tinggi. Penyebab lainnya adalah anak berusaha menyembunyikan kesalahan, menghindari hukuman, dan mencari perhatian orang tua.

3. Contoh Bohong Sederhana

Contoh berbohong pada anak-anak, cukup sederhana dan lucu. Anak berbohong tapi bukti kebohongannya terlihat jelas. Misalnya: apa kamu makan roti coklat ini, ia jawab tidak, padahal mulutnya, bibirnya, bahkan pipinya belepotan oleh coklat. Apakah kamu ngompol, ia jawab tidak, padahal celananya basah, spreinya basah, dll. Lucu, kan Bunda.

Seiring bertambah usia, pada usia pra remaja misalnya, kebohongannya sudah lebih canggih. Misal: “Mengapa kamu tidak datang?” Ia menjawab “Gak ada waktu” (padahal tidak mau datang); “Maaf Bu terlambat, karena motor saya rusak” (padahal karena terlambat bangun); “saya baik-baik saja” (padahal sedang sakit), dll.

4. Ciri-Ciri Anak Berbohong

Ciri-ciri orang yang bohong: cemas, tegang, stres, merasa bersalah, adanya perubahan suara, tidak sanggup menatap orang yang mengajak berbicara. Ciri-ciri anak berbohong adalah setiap omongan yang dilontarkan berbeda, tidak berani menatap ketika berbicara (Liza M Djaprie).

Bunda, inilah Ciri-ciri Anak berbohong, kita kenali, Yuuk.

  • Berkata tidak sesuai dengan fakta atau tidak sebenarnya.
  • Berkata direkayasa karena anak masih mengarang perkataan.
  • Bersikap ragu-ragu dan tidak tegas karena menyimpan rahasia dalam pikirannya.
  • Berbicara tidak antang, terbata-bata karena mencari-cari alasan.
  • Tidak dapat mengemban amanah dari orang lain, orang tua, dan keluarga.
  • Anak cenderung membohongi diri sendiri dan orang lain.
  • Tidak mau mengembalikan barang yang bukan miliknya.
  • Anak cenderung berpura-pura.
  • Anak tidak menepati janji.
  • Anak cenderung suka basa-basi.
  • Kepribadian dan pikirannya tidak tenang karena khawatir kebohongannya terbongkar.
  • Tidak suka mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain.
  • Anak cenderung mau mau mengambil dan menggunakan hak orang lain.
  • Tindakannya cenderung merugikan orang lain.

5. Cara Mengatasi Anak Berbohong

a. Bongkar Kebohongan dengan Cara Menyenangkan dan Membuktikan

Cara mengatasi anak bohong dengan cara menyenangkan. Misalnya dengan lagu atau cerita.

Ingat lagu ini Bunda?

Joni, Joni, Yes Papa

Eating Sugar, No Papa

Telling Lie, No Papa

Open Your Mouth

Ha Ha Ha

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Anak ditanya, dipanggil namanya. Joni-Joni. Ia menjawab, Ya Papa. Ditanya apakah makan gula, Tidak Papa. Katakanlah Nak, Tidak Papa. Buka mulutmu, ha ha ha ada gula di mulutnya. Pada saat ditanya secara langsung, anak tidak mau mengaku. Ia tetap mengatakan tidak. Tapi, begitu diminta membuka mulutnya, terbuktilah ia makan gula. Saat diminta membuka mulutnya, ia tertawa tidak lepas sebab ada sesuatu di dalam mulutnya.

Bunda, membongkar kebohongan anak mudah-mudah saja. Kita bisa mengadopsi nada lagu “Joni-joni”, bisa juga adopsi nada lagu yang lain untuk membongkar kebohongan anak. Pada saat bernyanyi, wajah kita ramah, dan bersahabat.Kita tidak memperlihatkan kemarahan. Nah, dalam situasi menyenangkan tersebut, kita dapat membongkar kebohongan anak.

Selain dengan lagu, bisa saja kita gunakan cerita untuk mendorong anak mengakui kebohongannya. Misalnya cerita tentang Pinokio yang memiliki hidung panjang karena suka berbohong. Cerita singkatnya adalah:

Baca juga:

Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

Cerita Pinokio berawal dari sepotong kayu yang diberikan Tuan Cherry kepada pemahat bernama Geppeto. Geppeto kemudian mengubah kayu tersebut menjadi sebuah boneka kayu bernama Pinokio. Suatu hari Pinokio lapar dan mencoba membuat omelet. Tapi omeletnya terlempar keluar rumah dan kaki Pinokio terbakar kompor. Geppeto kemudian langsung membuatkan kaki baru dan memberikan makanan pada Pinokio.

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Geppeto menyayangi Pinokio sebagai anaknya. Dia menjual mantelnya untuk membeli buku sekolah Pinokio. Pinokio menjual buku tersebut untuk menonton pertunjukkan boneka kayu. Pinokio memberi tahu Geppeto bahwa bukunya hilang.

Pinokio hampir dibakar pemilik pertunjukan, tetapi ketulusan hatinya malah membuatnya diberi sejumlah koin emas. Pinokio pulang untuk memberikan koin emas kepada Geppeto. Di perjalanan, Pinokio malah mengikuti rubah dan kucing jahat yang berjanji akan menggandakan koin emas tersebut. Pinokio malah tertipu, koin emasnya dirampok Rubah dan Kucing jahat.

Pinokio banyak mengalami kesulitan dalam perjalanan ke rumah. Tapi Pinokio selalu mendapat bantuan peri. Masalah yang dialami Pinokio itu karena ia polos, bodoh, suka berbohong, dan egois. Setiap kali berbohong, hidung Pinokio selalu bertambah panjang.

Namun, pengalaman yang dialaminya mengubah Pinokio menjadi pribadi yang peduli terhadap perasaan orang lain dan patuh kepada orang tua. Akhirnya, Pinokio bertobat dan dapat bertemu kembali dengan Geppeto dan berubah menjadi anak laki-laki nyata.

Bunda, dongeng Pinokio merupakan cerita edukatif. Isinya tentang boneka kayu yang berubah jadi anak laki-laki bernama Pinokio karena bantuan peri. Pinokio memiliki petualangan yang mengubahnya dari anak nakal dan suka berbohong menjadi anak yang baik dan patuh kepada orang tua.

b. Dekatkan dan Tingkatkan Kesadaran Beribadah

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Bunda, anak sejak kecil perlu diajak beribadah menjalankan perintah-Nya. Anak perlu diajari solat, dibimbing solat sejak dini agar kelak dewasa sudah terbiasa solat.

Sejak kecil anak diajak membaca al’quran, hafalan hadis, berlatih adzan, mengaji, TPQ, ke musala, ke masjid, kunjungan yatim piatu, dll.

Ketika anak sedang bermain, dan sudah terdengar suara adzan sebagai tanda panggilan solat, ingatkanlah anak untuk berhenti bermain. dan segera menyuruh pergi ke musola untuk solat berjamaah di Musola atau masjid.

c. Ciptakan Suasana Kondusif di Rumah

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Suasana yang kondusif di rumah itu keadaan yang nyaman bagi seorang anak pada saat di dalam rumah. Cara menciptakan suasan kondusif di rumah tidaklah sulit, bahkan cukup sederhana. Hal tersebut bisa diawali dari sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan bagi anak-anaknya.

Misalnya; Orang tua harus rukun, damai, bersikap bersahabat  setiap saat. Setiap anggota keluarga dapat menyelesaikan tugas masing-masing dengan nyaman. Mereka tahu akan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Mereka dapat bekerja sama dengan baik antara sesama anggota keluarga. Apabila ada kesulitan, anak dapat menyampaikannya dengan rasa terbuka, nyaman, dan tidak ada perasaan tertekan.

Artikel terkait:

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial Anak

Mereka biasa saling membantu, meringankan tugas masing-masing dengan rasa gembira, riang, damai sejahtera. Di dalam rumah tidak ada kebohongan, saling percaya, saling memberi kehangatan, tidak otoriter, saling mengerti sifat masing-masing. Nah, suasana rumah tangga yang kondusif seperti itu akan menghidarkan anak untuk berbohong.

d. Kena Ikannya-Jernih Airnya 

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Cara mengatasi anak berbohong berikutnya adalah dengan prinsip ikannya kena airnya tidak keruh. Anak mau mengakui kebohongannya tanpa melukai hatinya. Kita harus pandai mengambil hati anak kita.

Caranya cukup sederhana, Bunda.  Kita hanya memanfaatkan diri kita, baik lewat tutur kata, nada bicara, gestur, maupun mimik wajah. Ini semua sudah kita miliki. Kita mulai dari tutur kata. Bunda, kita tidak serta merta marah ketika melihat kebohongan anak. Kemarahan akan berakibat tutur kata atau pilihan kata kita saat memberi nasihat akan salah. Bisa-bisa kata-kata kasar, mencela, memberi julukan yang membuat anak tersakiti.

Selanjutnya, kita bisa gunakan nada bicara yang lembut, halus, meneduhkan, pelan-pelan. Gestur tubuh kita hendaknya menampilkan gerakan yang memikat menyenangkan dan tidak berkesan kasar mau memukul dll. Mimik wajah kita terlihat teduh, senyum, menenangkan, bersahabat, dll.

Nah, tutur kata, nada bicara, gestur, dan mimik wajah kita yang semacam itu akan membuat anak luruh hatinya. Peluklah Dia, Bunda sambil diusap-usap kaki sampai ke telapak kakinya. Kalau sudah merasa aman, nyaman, tenang, anak akan terbuka dan mau mengakui kebohongannya. In Sya Allah, Bunda

e. Keteladanan

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Cara mengatasi anak berbohong adalah dengan keteadanan.Hampir semua permasalahan pada anak dapat disolusikan oleh keteladanan. Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Begitu juga dengan kebohongan. Kalau orangtua terbiasa berbohong, tentu anak akan berbohong juga. Anak itu kan peniru yang unggul. Anak itu tajam penglihatan dan pendengarannya, maka ia akan melakukan apa yang dilihat dan didengar.

Bagi anak, orang tua adalah teladan utama. Hendaknya orang tua selalu mengatakan kebenaran. Orang tua tidak boleh berbohong pada anak atau pada siapa pun. Ingat Bunda, kita adalah artis idola bagi anak.

Bunda tidak dapat mengharapkan anak mengatakan yang sebenarnya, jika Bunda sendiri tidak jujur kepada anak. Apabila Bunda mendapat pertanyaan yang aneh, saru dari anak, kita tetap wajib memberi respon. Bersikaplah tenang, dan berikan respon yang baik pada Anak sesuai usianya. Jika Bunda berbohong kepada Anak terhadap sesuatu yang memalukan atau tabu untuk dikatakan, maka Bunda juga tidak dapat berharap Anak mengatakan kebenaran ketika ia dalam situasi yang sulit.

Tentunya baik orang tua maupun Anak, memiliki ruang khusus masing-masing. Orang tua juga perlu memberi batasan kepada anak ketika membicarakan  sesuatu yang intim, yang belum saatnya anak tahu karena terlalu pribadi.

Contoh: ketika beli tiket apapun yang memberikan syarat usia, ada kecenderungan orang tua berbohong. Orang tua mengatakan usia anak yang tidak sebenarnya. Anak kita sudah berusia lima tahun misalnya, kita katakan anak baru berumur tiga tahun.

Nah, itu contoh kebohongan orang tua yang benar-benar dilakukan di hadapan anak. Anak akan tahu kalau kita berbohong. Dan jangan kaget kalau dengan serta merta anak meniru perilaku kita.

f. Jelaskan Kerugian atau Risiko Berbohong

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Orang tua bertugas menjelaskan pada anak bahwa berbohong itu merupakan perilaku buruk. Berbohong tidak disukai teman. Berbohong itu melanggar perintah Allah.

Jelaskan pada anak kerugian atau risiko berbohong seperti berikut ini.

  • Tidak memiliki rasa percaya diri dalam diri kita.
  • Tidak mendapat kepercayaan dari siapa pun.
  • Tidak mendapat pahala dari Allah.
  • Hidupnya tidak tenang, dan selalu was-was.
  • Tidak mendapat empati dan simpati dari orang lain.
  • Mendatangkan keburukan bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang dilarang Agama.
  • Menjadikan pribadi yang tidak bertanggung jawab, tidak amanah.
  • Mendekatkan diri pada tindakan yang dilarang negara, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  • Menjadi manusia yang munafik.
  • Mendapat celaan dari orang lain.
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

g. Rayakan/Akui Kesalahan

Cara mengatasi anak berbohong adalah dengan merayakan kesalahan anak. Aneh ya, Bunda. Kesalahan ko dirayakan. Yang dirayakan itu biasanya ulang tahun atau sesuatu yang benar dan menyenangkan. Bisa juga karena anak berprestasi, menang lomba, dll. Itu baru dirayakan. Lho, jangan salah Bunda. Kita akan menggunakan teori yang berbanding terbalik. Ada ya Bunda teori seperti itu. Ada dong.

Dalam rangka memberi pemahaman pada anak bahwa orang tua tidak selalu marah kalau anaknya berbuat kesalahan. Anak harus tahu, terkadang orang tua tidak marah kalau anaknya berbuat salah. Anak harus tahu bahwa kita memaklumi kalau anak berbuat salah.

Artikel terkait:

Ciri dan Cara Melatih Anak 2-3 Tahun Beraktivitas Mandiri

Anak juga harus tahu bahwa kesalahan itu merupakan bagian dari manusia. Kesalahan itu manusiawi. Jadi, anak harus tahu bahwa kesalahan pada manusia itu bersifat wajar. Manusia memang bisa salah bisa juga benar. Manusia itubtidak sempurna. Manusia itu tempatnya salah. Asalkan kesalahan itu tidak di sengaja.

Nah, untuk maksud memberi penjelasan seperti itulah Bunda, kita menggunakan teori berbanding terbalik. jika suatu saat anak salah, bahkan anak mengakui kesalahan, kita hendaknya merayakannya. Misalnya dengan memuji anak. “Bagus ya, enggak apa-apa ko kalau salah, nanti dibetulkan.” “Baguus, kamu mengakui kesalahan, tapi besok tidak berbuat salah lagi ya, Nak”

h. Hindari Memberi Julukan Pembohong

Cara mengatasi anak berbohong berikutnya adalah menghidari julukan pembohong. Kata pembohong itu kan berarti tukang bohong. Pembohong itu berarti selalu berbohong. Kalau anak satu atau dua kali berbohong, tidak pantas kalau kita sebut dia pembohong. Berbohong seorang anak semacam itu belumlah tergolong kelas berbohong yang tinggi.

9 Cara Mengatasi Anak Bohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Bunda, seberapa pun banyaknya anak berbohong, kita tetap tidak pantas memberi sebutan pembohong. Tentu anak kita tidak rela disebut pembohong. Sebab julukan “pembohong” akan menyakiti hatinya. Bunda, kita ingatkan bahwa ucapan itu doa. Apalagi ucapan dari seorang Bunda kepada anak. Alangkah baiknya kita tetap hati-hati berucap walaupun anak kita berbohong.

i. Terapi Dokter dan Psikolog

9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya
9 Cara Mengatasi Anak Berbohong, Kena Ikannya-Jernih Airnya

Cara mengatasi anak berbohong yang terakhir adalah melakukan terapi ke Dokter atau ke psikolog. Terapi kebohongan bisa dilakukan tergantung tingkat keparahan anak melakukan kebohongan. Jika kebohongan itu berupa gangguan kepribadian, maka anak harus minum obat dari dokter. Jika kebohongan itu karena lingkungan atau sosial media, maka anak cukup dengan konseling oleh psikolog. Apabila kita kesulitan  mencari psikolog, Bunda bisa koq mengajak anak ke ahli agama. Pendekatan agama pada umumnya akan manjur juga.

Itulah Bunda penjelasan tentang penyebab, contoh, ciri, kerugian, dan 9 cara mengatasi anak berbohong. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *