9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19

9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19

kurdefrin.com. Untuk menghidari penyebaran virus corona, Pemerintah Indonesia membuat kebijakan agar semua lembaga pendidikan membelajarkan peserta didiknya di rumah. Lembaga-lembaga pelayanan publik diminta bekerja dari rumah. Kecuali lembaga layanan kesehatan dan toko sembako yang harus tetap buka.

Saat karantina, tugas orang tua terutama ibu meningkat. Selain tugas pokok sehari-hari, profesi Bunda bertambah. Kini, Bunda menjadi guru di rumah. Menjadi guru semua mata pelajaran, Wow. Hebaat. Tapi jangan membuat rapor sendiri ya, Bunda!

Kalau diberi pelajaran terus, tentu Anak akan menjadi bosan. Gurunya hanya satu, tidak berganti, tempatnya juga di situ-situ saja, di rumaaaah terus. Bunda harus putar otak, mencari solusi.

Untuk membantu Bunda, berikut ini dijelaskan 9 tips yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah rasa bosan anak ketika di rumah.

1. Minta Tugas Guru yang Jawabannya Disuarakan

Bunda, usulkan kepada guru dari putra-putri Bunda agar memberi tugas yang bervariasi. Jangan hanya tugas yang harus dikerjakan dengan cara menulis terus. Anak akan lelah dan cepat bosan. Usulkan kepada guru agar tugas yang diberikan dengan menuntut jawaban yang disuarakan.

9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19
9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19

Seru, nih, Bunda. Misalnya: untuk pelajaran bahasa baik bahasa Indonesia, Inggris, Jawa anak diminta merekam kegiatan bernyanyi, membaca puisi, geguritan, membaca berita, berwawancara mengenai virus corona dengan Bunda. Wow, asyikk. Untuk pelajaran seni budaya, misalnya anak diminta mengirimkan rekaman: memainkan gitar, seruling, pianika, menabuh gamelan alat dapur, dll.

Anak dan Bunda tentu akan lebih senang mengerjakan tugas sekolah dari rumah apabila tugas itu menuntut kita mengirimkan hasil rekaman. Anak akan jadi percaya diri dengan membuat rekaman. Ayo, Bunda tunggu apa lagi, segera usulkan kepada guru karena selama ini guru cenderung menugasi anak dengan menuntut jawaban secara tertulis.

2. Bermain dengan Keluarga

Ajak anak ke permaian kita masa lalu. Permainan tradisional yang mungkin anak belum kena. Misalnya: main catur, halma, dakon/congklak, lompat tali melatih ketangkasan, egrang (melatih keseimbangan), cublak-cublak suweng, petak umpet, ular naga, dll. Ayo bermain dakon bersama keluarga.

Bermain Dakon dengan Ayah Bunda

Masih inget aturan mainnya, kan? Aturan permainan dakon tidak terlalu susah. Area permainan dakon berupa tempat lonjong yang terbuat dari plastik, kayu atau tanah liat yang dibuat lubang berjumlah 12 lubang. Lubang-lubang tersebut diisi biji sawo atau kecik, atau biji bunga flamboyan, atau biji apa saja, kerikil pun bisa digunakan.

Pemain akan mengambil kecik dari satu lubang dan membagikannya satu persatu selain lubang tabungan milik lawan secara berurutan. Kecik terakhir yang dijatuhkan di lubang yang ada isinya harus dipungut lagi semuanya dan disebarkan lagi.

Permainan ini hanya dapat dilakukan oleh dua pemain saja. Biasanya, pemain yang suka bermain dakon adalah wanita. Tapi, karena ini momen karantina, pemain bisa ayah, ibu, anak-anak. Ayah bisa bermain dengan anak laki-laki. Ibu bermain dengan anak perempuan, atau sebaliknya. Fleksibel saja. Banyak manfaat yang didapat dari permainan dakon, diantaranya dapat melatih kecerdasan karena untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan strategi yang tepat.

Artikel terkait:

Mainan yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

3. Belajar Memasak

Bunda, untuk mencegah kebosanan, anak bisa kita ajak memasak. Misalnya membuat camilan psicok kesukaan anak. Camilan yang satu ini merakyat banget. Anak-anak suka sekali pada pisang coklat atau piscok.

Bahannya sederhana, mudah dicari, seperti: roti tawar, pisang ambon, coklat chip, keju, telur, susu kental manis. Cara membuatnya juga mudah mudah. Anak bisa dilibatkan mengupas dan memotong pisang, misalnya.

a. Belah roti tawar menjadi dua, lalu tipis roti.

b. Potong pisang, beri coklat dan keju.

c. Lipat roti tawar dan tekan setiap sisi dengan menggunakan bagian belakang pisau.

d. Lumuri roti tawar dengan telur

e. Goreng roti hingga kecoklatan

f. sajikan piscok dengan susu kental manis.

Selain mencegah kebosanan anak di rumah, latihan memasak juga banyak manfaatnya. Manfaat lain latihan memasak adalah anak menjadi lebih teliti menentukan ukuran (saat memotong pisang atau lainnya). Anak juga menjadi sensitif rasa (asin, manis, asam), dan melatih kesabaran (saat menunggu piscok digoreng).

Anak juga menjadi lebih dekat dengan orang tua karena memasak bersama dapat mempererat hubung keluarga (ayah, ibu, dan semua anak berbagi tugas memasak bersama). Selain itu, anak diajak latihan hidup sehat (dengan memasak sendiri, camilan atau masakan lainnya lebih higienis), dan mengajarkan kemandirian (latihan mencuci peralatan masak).

4. Bersih-Bersih

Untuk mencegah rasa bosan di rumah, Bunda bisa mengajak anak untuk melakukan kebersihan rumah. Tapi, ini cenderung sulit. Anak sudah merasa bosan, malah disuruh membantu ibu. Banyak menolaknya, Bunda.

Bunda bisa mengambil strategi. Misalnya mengajak anak lomba bersih-bersih dan kerapian kamar. Tiap anggota keluarga berbagi tugas. Lomba dimulai dengan berembug masalah  penilaian lomba, dan hadiah lomba, dan dewan Juri.

Untuk penilaian lomba disepakati: masalahnya kecepatan membersihkan, kerapihan, dan kebersihan. Hadiah lomba bisa disediakan lebih dahulu oleh Bunda. Dewan juri bisa dari anggota keluarga yang lain, misalnya ayah sebagai Juri tunggal.

Lomba pun dimulai. Musik penyemangat juga diperdengarkan. Ada manfaat yang diambil dari kegiatan ini. Disamping kamar anak menjadi rapi dan bersih, anak juga berlatih berkompetisi. Anak akan senang, apalagi mendapat kemenangan. Ternyata di rumah pun bisa berkompetisi seperti di sekolah.

5. Membuat Prakarya

Untuk mencegah rasa bosan di rumah, Anak bisa kita ajari membuat prakarya. Misalnya: membuat tempat tissu, kipas dari kertas, bunga kertas, mobil dari triplek atau kertas karton, membuat boneka, membuat tas dari kaos bekas, membuat hiasan, tempat pensil, dan membuat pot bunga.

Disamping melatih kreativitas, Anak dapat mengisi waktu luang di rumah sekaligus memanfaatkan barang bekas. Misalnya botol bekas. Botol bekas dapat kita buat untuk pot bunga.

Caranya sederhana. Bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan: botol plastik bekas, pisau, hiasan untuk mata, pupuk tanah, tanaman. Cara membuatnya: potong botol plastik dengan pisau. Ukurannya kira-kira saja sesuai selera.

Berikan sedikit hiasan sesuai dengan keinginan. Misalnya tutup botol bisa dilekatkan sebagai mulut, berikan mata boneka. Lubangi sisi bawah botol untuk aliran air. Masukan tanah dan pupuk ke dalam botol. Masukkan bibit tanaman yang diinginkan. Jadi deh, Pot dari botol plastik bekasnya.

6. Berolah Raga

Untuk mencegah rasa bosan di rumah, saat ini, berolah raga menjadi lebih sangat penting. Pada masa wabah corona, kita harus menjaga stamina tubuh dengan baik.  Meskipun di dalam rumah, kita tetap melaksanakan kegiatan olahraga. Olahraga yang dapat dilakukan  di dalam rumah antara lain:

a. Jalan Berjinjit

Jalan-jalan tidak harus di luar rumah. Kita bisa jalan-jalan di dalam rumah, di serambi rumah, naik turun tangga jika ada, dll. Jalan-jalan dengan berjinjit dirasa lebih baik mengingat tempat berjala-jalan terbatas. Ajak anak kita berjalan pelan-pelan dan berjinjit.

b. Push-Up-Sit-Up

Push Up merupakan gerakan orlahraga yang sangat simpel dan dapat dilakukan di rumah. Sit-Up salah satu oleh raga yang sangat dianjurkan. Gerakan sit-up bermanfaat untuk memperkuat otot-otot perut.

c. Jumping Jack

Olahraga lain yang dapat dilakukan di rumah adalah Jumping Jack. Selain mudah dan praktis, gerakan jumping jack merupakan latihan cadio yang bagus untuk pemanasan.

d. Jogging

Jogging tidak harus dilakukan di jalan atau di taman. Jogging bisa dilakukan di rumah, sambil menonton TV atau mendengarkan musik.

e. Menari dan Berjoget

Menari dan berjoget merupakan pilihan yang tepat untuk berolaharaga sekaligus hiburan. Selain dapat membangkitan suasana hati, menari juga berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuh.

f. Naik Sepeda

Kalau anak-anak, usia 2-3 tahun bisa naik sepeda di dalam rumah. Tapi, untuk dewasa bisa naik sepeda stasion kalau ada.

7. Beribadah

Kegiatan lain untuk mencegah kebosanan di rumah antara lain: sholat berjamaah bersama keluarga, membaca dan menulis Al-qur’an, membaca doa-doa, dll.

Bunda, sholat itu wajib bagi umat Islam. Karena itu, sholat tidak boleh ditinggalkan. Sholat di rumah bisa dilakukan berjamaah bersama anggota keluarga. Ajarkan anak sholat wajib lima waktu: bisa dimulai dengan mengajarkan cara berwudlu, bacaan wudlu, niat sholat, dan bacaan-bacaan dalam sholat. Bunda juga bisa mengajarkan sholat-sholat sunah yang bermacam-macam. Tapi, kita ngajarkannya sebaiknya bertahap dann terus menerus.

Setiap habis sholat fardu, kita disarankan membaca doa qunut nazilah lima kali sehari. Doa qunut najilah disunahkan untuk dibaca pada saat khusus seperti saat wabah corona ini. Selain itu, Ajarkan anak beristigfar, berdzikir, dan bershalawat. Bunda, kita diminta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya dari wabah Covid-19.

Bunda, untuk mengisi luang selama wabah corona, kita ajari anak membaca dan menulis Al-Qur’an. Bagi Anak, pemula, kita mulai dari mengenalkan bacaan huruh-huruf, lalu anak diminta menulis huruf-huruf tersebut. Misalnya pengenalan huruf hijaiyyah: alif, ba, ta, tsa, dst. Bunda disarankan menjadi guru ngaji mengajari anak dari yang mudah ke yang sulit, dari yang sederhana ke yang kompleks.

8. Menjahit

Untuk mengisi waktu luang selama karantina di rumah, dan mengisi selingan untuk mencegah kebosanan, anak bisa kita ajari menjahit. Menjahit  itu merupakan kegiatan orang dewasa. Tapi, bisa disederhanakan untuk kegiatan anak.

Artikel terkait;

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Kegiatan menjahit bagi anak harus menggunakan tangan. Karena kita akan melatih koordinasi tangan dengan mata cukup efektif dilatihkan melalui kegiatan menjahit yang merupakan keterampilan dasar menjahit. Menjahit bagi anak dapat digunakan sebagai latihan mengembangkan aspek motorik halus anak.

Manfaat menjahit bagi anak antara lain: meningkatkan konsentrasi, logika, kemampuan motorik halus, melatih koordinasi tangan dengan mata, melatih kemampuan gerakan tangan , pergelangan tangan, dan jari. Selain itu, menjahit dapat mengajari anak bersabar, dan mampu memecahkan masalah, berpikir kreatif, dan memupuk semangat untuk terus berjuang sampai anak mampu melakukannya dengan baik.

Untuk latihan menjahit, kita bisa menggunakan bahan dan alat menjahit yang memenuhi kriteria keamanan dan mudah dilakukan, seperti kain, jarum, benang, dll. Bisa juga kita manfaatkan alat permainan menjahit yang sudah banyak dipasarkan dengan model dan bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk dua dimensi, ada juga alat permainan menjahit yang berbtenuk tiga dimensi.

9. Berjemur

Bunda, ajaklah anak-anak berjemur pada pagi hari agar tubuh mendapat asupan vitamin D. Kita tahu, tubuh kita tidak dapat memproduksi vitamin D dengan sendirinya. Lagi pula, vitamin d dalam jenis makanan cukup terbatas. Cara termudah dan termurah adalah dengan memanfaatkan sinar matahari.

9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19

Sinar matahari berperanan penting bagi tubuh manusia. Menurut beberapa sumber, Berkecukupan vitamin D dalam tubuh akan terhidar dari penyakit tuberkolusis, diabetes tipe 1, multiple sclerosis, osteomalacia dll. Selain itu, Vitamin d sangat penting untuk menjaga dan merawat kesehatan kulit. Berkecukupan vitamin D pada anak, akan menghindarkan anak dari penyakit rachitis.

Demikianlah Bunda, kegiatan di rumah yang dapat dimanfaatkan mencegah kebosanan anak ketika wabah Covid-19 melanda Indonesia. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari berbagai sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *