Anak Bertingkah, Haruskah Marah? Inilah 10 Cara Jaga Emosi

Anak Bertingkah, Haruskah Marah? Inilah 10 Cara Jaga Emosi

kurdefrin.com – Parameter pengendalian emosi adalah kecerdasan emosional (Emotional Quotient). Kecerdasan emosional adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengontrol perasaan diri , mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.

Pengendalian emosi penting dilakukan bagi kita, para orang tua. Hal ini bertujuan untuk menjaga hubungan kita dengan anak tetap harmonis. Sikap anak kepada kita agar tetap baik. Tidak ada manfaat yang dapat dipetik ketika kita mengumbar emosi. Justru kerugian pada anak dan diri kita apabila kita emosi (marah).

Bunda, emosi itu termasuk ranah afektif. Emosi banyak berpengaruh pada fungsi-fungsi psikis lainnya seperti pengamatan, tanggapan, pemikiran, dan kehendak. Individu akan melakukan pengamatan yang baik jika disertai emosi yang baik pula.

Individu juga akan memberi tanggapan yang positif terhadap suatu objek manakala disertai emosi yang positif pula (M. Ali dan M.Ansori).

1. Bentuk-Bentuk Emosi Menurut Daniel Goleman

  1. Amarah: brutal, marah besar, mengamuk, jengkel, kesal hati, benci, berang, tersinggung, dan bertindak kekerasan.
  2. Kesedihan: pedih, sedih, muram, suram, depresi, putus asa.
  3. Rasa Takut: cemas, takut, gugup, was-was, ngeri, sedih, tidak tenang, panik, pobia.
  4. Kenikmatan: riang, gembira, senang, bangga, terhibur, girang, puas, dll.
  5. Cinta: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kasmaran, dan kasih sayang.
  6. Terkejut: terkesiap, takjub, terpana.
  7. Jengkel: benci, tidak suka, muak.
  8. Malu: rasa bersalah, kesal hati, hina, aib, menyesal, hati hancur lebur.

Apabila dikelompokkan, bentuk emosi itu ada dua kelompok besar, yaitu emosi negatif dan emosi positif. Emosi negatif terdiri atas amarah, kesedihan, rasa takut, terkejut, jengkel, dan malu. Sedangkan emosi positif meliputi: kenikmatan dan cinta.

Bunda, dalam keseharian, anak kita terkadang membuat kita jengkel, dan marah. Tapi, haruskah kemarahan itu kita luapkan kepada anak, walaupun emang benar anak yang berbuat salah. Kurang bijak nampaknya.

Sebab kemarahan kita akan memperburuk keadaan. Bagi Bunda akan menguras energi, bagi anak akan terluka hatinya sampai mendalam.

Berikut ini dijelaskan beberapa cara mengendalikan emosi yang dapat kita terapkan pada saat anak-anak kita bertingkah atau berbuat kesalahan.  Saat anak rewel, nangis, bahkan saat anak kita marah.

Tidak bijak kalau kita tanggapi dengan kemarahan juga. Para orang tua bilang, apa api ya ada air. Kalau anak kita sedang menjadi api, maka Bunda jadilah airnya. Untuk menjadi air, tips berikut ini akan membantu Bunda.

2. Cara Mengendalikan Emosi Negatif (Amarah)

a.Tarik Nafas

Cara mengendalikan emosi yang pertama adalah tarik nafas panjang.Teknik pernafasan yang dilakukan secara umum adalah tarik nafas perlahan dari hidung, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Tarik dan hembuskan nafas dalam hitungan 10.

Ada beberapa teknik bernafas yang tepat untuk mendapatkan ketenangan (Dr. Alison McConnell).

1). Equal Breathing

Teknik ini dapat dilakukan dengan menarif nafas selama empat hitungan melalui hidung. Ini berfungsi untuk menambah resistensi alami pada pernafasan. Pada enam sampai delapan hitungan setiap nafas bertujuan untuk menenangkan sistem saraf, meningkatkan fokus, dan mengurangi stres.

2). Abdominal Breathing Technique

Teknik pernafasan ini dilakukan dengan perut. Letakkan satu tangan di dada, dan satu tangan  di perut. Ambil nafas dalam-dalam melalui hidung dan pastikan diafragma mengembang dengan cukup untuk membuat peregangan pada paru-paru.

Enam sampai sepuluh hitungan selama sepuluh menit setiap harinya dapat menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Melakukan teknik ini selama enam sampai delapan minggu akan membuat manfaat bertahan lebih lama lagi.

3). Nadi Shodhana

Pernafasan hisung secara bergantian. Pada teknik ini akan membawa ketenangan dan keseimbangan untuk menyatukan sisi kanan dan kiri otak manusia.

Ambil posisi meditasi yang nyaman untuk memperoleh teknik pernafasan ini. Puncak inhalasi dari teknik ini  adalah menutup lubang hidung sebelah kiri dengan jari manis. Lalu, buang nafas melalui lubang hidung kanan. Lakukan secara berulang dan bergantian.

4). Kapalabhati

Teknik ini dimulai dengan menghirup secara lambat dan panjang untuk menghasilkan nafas yang kuat dari perut bagian bawah. Teknik ini mampu menghangatkan tubuh, melepaskan energi negatif, dan perbaiki energi otak.

5). Progressive Relaxation

Ketegangan dari kepala sampai kaki dapat diredakan dengan teknik pernafasan ini. Caranya: hirup nafas melalui hidung dan tahan selama lima hitungan, reaksi yang akan terjadi adalah otot-otot yang tegang akan mereda.

6). Giuded Visualization

Teknik pernafasan ini adalah mengambil nafas dalam-dalam diiringi dengan fokus pada pikiran positif untuk mengganti pikiran negatif. Cara ini tepat untuk mencapai ketenangan pikiran seseorang. Anak Bertingkah, Haruskah Marah? Inilah 10 Cara Jaga Emosi

Cara ini akan membantu menempatkan seseorang sesuai dengan keinginan pribadi daripada membiarkan pikiran berada pada kondisi stres.

b. Relaksasi (Rileks)

Menenangkan diri dengan rileks. Rileks artinya istirahat, mengaso. Bisa diisi dengan mendengarkan musik kesukaan. Secara umum, relaksasi dapat dilakukan dengan latihan peregangan otot. Latihan peregangan otot.

Misalnya:

1). Kepalkan lengan kiri dan kanan, dekatkan ke pundak dan pamerkan ototmu.

2). Angkat alismu setinggi-tingginya seperti seakan terkejut karena sesuatu.

3). Mulut dan pipi dibuka selebar-lebarnya seperti sedang menguap.

4). Angkat bahu mendekati telinga.

5). Kencangkan otot kaki dan pelan-pelan tekuk jari kaki ke arah atas, setelah itu tekuk ke bawah.

Relaksasi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan. Pada saat tubuh dan pikiran rileks, secara otomatis stres akan terabaikan. Maka, untuk mengendalikan emosi terutama amarah adalah dengan relaksasi.

Ada beberapa teknik relaksasi yang perlu Bunda ketahui

1). Teknik Relaksasi Otot

Teknik ini digunakan untuk membantu menurunkan ketegangan otot. Selain itu, teknik ini juga membantu kita lebih memahami tubuh sehingga diharapkan kita mampu mengendalikannya. Teknik relaksasi otot dapat dilakukan dengan cara:

a). Tense Up and Letting Go

Teknik ini dilakukan dengan menegangkan otot sekitar 5-10 detik, kemudian melemaskannya selama kurang lebih 30 detik.

b). Letting Go

Teknk ini dilakukan hanya dengan cara melemaskan otot tanpa meneganngkannya lebih dahulu. Teknik ini berbeda dengan teknik sebelumnya.

c). Teknik Relaksasi Pernafasan

Teknik  ini merupakan teknik termudah mengingat nafas adalah salah satu aktivitas yang sering kita lakukan.Teknik ini selaian dapat menurunkan kecemasan dan mengurangi stres, juga mampu meningkatkan proses pernafasan dalam tubuh.

Langkahnya adalah tenangkan diri, tarik nafas melalui hidung, tahan 5-10 detik, hembuskan udara tadi melalui mulut secara perlahan.

d). Teknik Imajinasi Terbimbing

Teknik ini dilakukan dengan berkhayal atau membayangkan sesuatu. Selain mengelola stres, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa teknik imajinasi terbimbing mampu mengurangi kesulitan tidur yang alami oleh beberapa kalangan usia seperti lanjut usia (lansia).

Pada teknik ini, kita dilatih untuk fokus hanya kepada imajinasi yang menyenangkan atau imajinasi positif. Gunakan imajinasi tersebut untuk menghilangkan imajinasi negatif. Dengan demikian, imajinasi yang positif dapat mengendalikan emosi pada diri kita.

c. Berwudlu

Berikut ini disajikan beberapa manfaat berwudlu.

1). Membersihkan Tangan

Kuman yang berada di sekeliling kita sering menempel pada tangan kita. Karena banyak aktivitas yang kita lakukan sehari-hari menggunakan tangan kita. Dengan sering berwudlu, otomatis kita mencuci tangan yang akan menjaga kita dari serangan kuman yang berbahaya bagi tubuh kita dan kesehatan kita.

Selain itu, tangan yang bersih akan terjaga dari perbuatan fisik yang melukai orang lain seperti memukul, mencubit, dll. Ini berarti tangan yang bersih karena berwudlu akan meredam emosi kita secara tidak langsung.

2). Mengurangi Sakit Kepala

Pada umumnya, sakit kepala disebabkan karena stres dan panas matahari. Membasuh kepala saat berwudlu merupakan terapi untuk memberikan rasa segar pada otak kita sekaligus memberikan efek pijatan pada kulit kepala. Maka, dengan proses pembasuhan kepala ketika berwudlu dapat mengurangi stres pada diri kita.

3). Menormalkan Detak Jantung

Air yang membasahi anggota tubuh saat berwudlu mampu membuat detak jantung lebih stabil (dokter Ahmad Syauqy). Bunda mungkin tidak menyangka, tapi faktanya berwudlu memiliki keterkaitan dengan kesehatan jantung.

Hasil penelitian membuktikan bahwa wudlu dapat menjaga ritme atau denyut jantung tetap stabil. Dengan demikian, kesehatan organ jantung akan terlindungi, aliran darah akan lancar. Secara logika, kesehatan jantung yang stabil, tidak akan membuat seseorang menjadi mudah marah.

4). Menstimulus Syaraf Pusat

Pusat syaraf manusia yang paling peka adalah bagian tangan, kaki, dan dahi. Ketiga bagian ini bisa dikatakan sangat sensitif dengan keberadaan air segar.

Sehingga ketika kita membasuh ketiga bagian tersebut, secara tidak langsung kita membangunkan dan menstimulus syaraf pusat (Prof. Leopold warner Von Ehrenfels). Terstimulasinya syarat pusat, berarti akan meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mengendalikan emosi kita.

5). Menyembuhkan Insomnia

Orang yang mengalami insomnia biasanya mudah marah karena ada organ yang rusak secara otomatis. Maka, berwudlulah sebelum tidur. Tidur Bunda akan baik sehingga tidak mudah marah dan mampu mengenadalikan emosi.

6). Merilekskan Otot

Manfaat berwudlu adalah merilekskan otot. Apalagi kalau dilakukannya sebelum tidur. Secara psikologis, seseorang yang telah berwudlu akan nampak lebih rileks dan badan terasa lebih segar. Kondisi ini dapat mengendalikan emosi.

7). Terapi

Berwudlu dapat digunakan sebagai alat terapi untuk menghilangkan marah, stres, dan depresi. Berwudlu juga dapat menghilangkan perasaan sedih.

Seorang pakar  neurologis mengatakan bahwa air wudlu yang mengenai syaraf pada jari tangan dan kaki bisa meningkatkan relaksasi pada sel-sel otak. Disamping itu, air yang dibasuhkan pada wajah akan memberikan sensasi segar. Dengan demikian, bisa mengademkan emosi seseorang.

d. Menjauh Sesaat

Pada saat amarah anak benar-benar sulit dikendalikan seperti anak terus melawan, cobalah menjauh sebentar dari anak. Kita bisa ke kamar mandi, mencuci muka.  Kita bisa ke kamar menarik nafas.

Bisa juga ke dapur barangkali harus mengambil minum, menjemur pakaian, dan lain-lain sambil mencoba menenangkan diri. Kemudian kita bisa menghadapi anak lagi dengan lebih tenang karena sudah terbasuh air dan sudah teralihkan pikiran kita ke hal yang lain. Ini cara kita mengendalikan emosi.

Artikel terkait:

Latihkan Kecerdasan Moral Bayi-Remaja, Hadapi Tuntutan Dunia

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

e. Diam

Diam merupakan salah satu cara mengendalikan emosi. Diam adalah tidak bersuara, tidak berbicara, tidak bergerak, dan tidak berbuat apapun. Dengan tidak melakukan dari keempat hal tersebut, emosi kita akan reda.

Sikap diam pada saat emosi atau marah dapat menjaga ucapan kita. Pada saat marah, biasanya mengeluarkan kata makian, umpatan, kasar, kotor yang bisa melukai hati orang lain. Akhirnya, kita akan menanggung dosa. Oleh karena itu, ketika marah, kita lebih baik diam.

Keuntungan diam saat kita marah adalah kepala menjadi adem, mudah menguasai diri, dan emosi terkendali. Dengan diam, masalah tidak akan jadi lebih besar, lisan kita makin terjaga.

f. Minum

Ambil air putih hangat, duduk, baca doa, minumlah beberapa gelas. Ini cara mengendalikan emosi yang lain.  Keuntungan minum air putih saat marah cukup banyak. Disamping mencegah tubuh kehilangan cairan karena marah, minum air putih juga menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Cairan dalam tubuh itu berperan dalam berbagai proses dalam tubuh manusia seperti pencernaan, sirkulasi, dan menjaga suhu tubuh. Biasanya seorang yang lagi marah, suhu tubuhnya naik. Nah, kita ademkan dengan air putih, emosi akan terkendali.

g. Meditasi

Artikel terkait;
Macam-Macam Kecerdasan Anak

cara mengdendalikan emosi yang lain adalah meditasi. Latihlah pikiran Bunda dengan meditasi. Meditasi adalah pemusatan pikiran dan perasaan untuk mencapai sesuatu atau bertafakur. Bunda, coba keluarkan kebijaksanaan batinmu, buanglah pikiran-pikiran negatif yang hanya akan membuat kita cemas.

Jadikan pikiran positif saja yang berada di dalam diri kita. Jika memiliki cara berpikir positif yang terlatih, Bunda akan mampu menangani segala macam situasi akibat anak-anak yang banyak bertingkah secara rasional dan bijaksana.

h. Mengambil Posisi Lebih Rendah

Cara mengendalikan emosi yang lain adalah mengambil posisi lebih rendah. Orang yang sedang marah pada umumnya berada pada posisi lebih tinggi, biasanya berdiri.

Ketika berdiri, ada kecenderungan kemarahan akan terlampiaskan secara merajalela, bahkan sampai memukul, menendang, dsb.

Sedangkan kalau pada posisi yang lebih rendah misalnya duduk, orang yang marah biasanya akan reda. Dia tidak bisa memukul, menjambak, dll.

Oleh karena itu, ketika marah, segeralah kita mengambil posisi lebih rendah dari posisi semula. Kalau tadinya berdiri, maka duduklah. Kalau tadinya duduk, tidurlah.

i. Memaafkan

Memaafkan itu adalah memberi ampun atas kesalahan dengan menganggap tidak ada kesalahan lagi. Ini merupaka cara mengendalikan emosi kita. Memaafkan itu bisa membebaskan seseorang dari hukuman.

Artikel terkit:

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial pada Anak

Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan pada Anak

Satu penelitian dari Journal of Behavioral Medicine menemukan bahwa mengampuni dapat bermanfaat untuk denyut jantung, tekanan darah, serta menghilangkan stres. Berikut ini manfaat memaafkan.

1). Menumbuhkan perasaan bahagia.

2). Menurunkan tekanan darah akan menurun setelah memaafkan.

3). Menurunkan stres dan melindungi tubuh dari dampak stres.

4). Kebencian dapat menimbulkan berbagai penyakit.

5). Meningkatkan respon imun

6). Meningkatkan kualitas tidur

7). Mengurangi kecemasan dan depresi

8). Memberikan ketenangan pikiran

9). Tensi menjadi normal dan terhindar dari stroke.

j. Hindari Hukuman Fisik

Hindari hukuman fisik merupakan cara mengendalikan emosi yang dapat dilakukan. Semarah apapun kita kepada anak, jangan sampai kita mencubit, memukul, menendang,melempar benda ke arahnya.

Anak Bertingkah, Haruskah Marah? Inilah 10 Cara Jaga Emosi

Memukul dan hukuman fisik lainnya akan berdampak negatif pada perkembangan anak. Dampak ini akan berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidupnya.

Dampak ini akan menjadi pengalaman pahit yang tak terlupakan. Oleh karena itu, American academy of Pedriatics sangat menganjurkan agar orang tua tidak memberi hukuman fisik kepada anak.

Demikian penjelasan mengenai cara menjaga atau mengendalikan emosi. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari Berbagai Sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *