Anak Masih Bosan di Rumah dengan 9 Tips, Ini Cara yang Asyik

Anak Masih Bosan di Rumah dengan 9 Tips, Ini Cara yang Asyik

Kurdefrin.com – Hari ini hari kedua minggu keempat, anak-anak belajar di rumah akibat wabah. Berbagai cara sudah dilakukan orang tua untuk mencegah kebosanan.

Profesi orang tua pun berubah-ubah. Mulai jadi guru bagi anak, ahli memasak, seniman, melukis, olahragawan, sampai menjadi dokter keluarga sudah dilakukan orang tua terutama ibu.

Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas 9 tips untuk mencegah anak bosan di rumah karena adanya wabah.  Antara lain: minta tugas guru yang jawabannya disuarakan, bermain dengan keluarga seperti bermain dakon dengan Ayah Bunda, dan belajar memasak membuat camilan piscok.

Selain itu, dibahas juga lomba bersih kamar bagi anak, membuat prakarya berupa pot dari botol bekas, berolah raga dengan aneka gerakan termasuk berjalan jinjit, jogging, berjemur, beribadah, dan menjahit.

Kali ini akan dibahas cara mengusir kebosanan  di rumah dengan cara yang lebih asyik, tematis, aktual. Mewarnai, wawancara, membaca berita, puisi, cerpen, menjawab teka-teki silang. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, yakni pembelajaran di rumah diupayakan yang berbasis literasi.

Salah satu kegiatan literasi yang menyenangkan akan dibahas diselaraskan dengan pernyataan Mendiknas. Cara ini merupakan cara asyik dan menyenangkan. Benar-benar melibatkan anak yang membuatnya lupa dengan apa yang disebut dengan bosan di rumah. Tuan Bosan di rumah akan tersingkir,Bunda.

Bunda, cara asyik pengusir Tuan Bosan di rumah adalah bermain asyik di rumah dengan Berwawancara. Inilah Bunda. Untuk mengilangkan kebosanan karantina di rumah, kita bisa bermain wawancara.

Bahan wawancara yang diambil berupa materi yang aktual atau sedang hangat dibicarakan. Bahannya adalah tentang covid-19. Pewawancara dan yang diwawancari kita sekeluarga. Tapi, meskipun kita pelakunya, diharapkan bermain wawancara ini dapat dilakukan semenarik mungkin.

Dan tujuan utama kegiatan ini tercapai, yakni anak tidak bosan lagi. Anak akan menjadi ceria dan senang melakukannya. Selain itu, bermain wawancara juga dapat melatih anak berbicara lo, Bunda.

Bunda, tapi sebelumnya, kita ingat kembali masa sekolah tentang wawancara. Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara dan yang diwawancarai.

Pewawancara bertugas menyampaikan pertanyaan, dan yang diwawancarai bertugas menyampaikan jawaban. Wawancara itu dapat dibilang secara mudah yaitu tanya-jawab, Bunda.

Pewawancara bertugas menyiapkan pertanyaan. Bunda kita siapkan pertanyaan yang mudah saja dengan menggunakan kata tanya: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Pertanyaannya mudah, bahan wawancaranya juga sudah diketahui karena sedang aktual.

A. Penggunaan Kata Tanya

1. Apa

Apa adalah kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan benda, pengertian dari sesuatu. Contoh: Apa yang dimaksud dengan Pandemi? Apa yang menyebabkan munculnya Covid-19?

2. Siapa

Siapa adalah kata tanya yang berfungsi menanyakan pelaku, atau orang yang melakukan. Siapa yang merawat pasien Covid-19 di Indonesia?

3. Di mana, ke mana, dari mana

Di mana, ke mana, dan dari mana merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan temapat suatu peristiwa berlangsung, lokasi yang akan dituju, serta tempat yang sedang digunakan atau yang sedang disambangi.

Jawaban atas pertanyaan ini berupa hal-hal yang dinyatakan oleh kata tanya tersebut. Contoh: Di mana wabah covid-19 mulai berkembang? Kemana kita mencari informasi tentang wabah covid-19? Dari mana asal wabah covid-19?

4. Kapan

 Kata tanya “kapan” berfungsi menanyakan waktu. Jawabannya berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun atau lamanya kejadian. Jawaban atas kata tanya ini dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun ataupun lamanya sebuah kejadian. Contoh Kapan munculnya wabah corona virus?

5. Mengapa

Mengapa adalah kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan alas an atau sebab sebuah peristiwa terjadi. Jawaban atas kata tanya ini adalah penyebab kenapa peristiwa itu terjadi. Pada umumnya jawaban diawali dengan konjungsi karena atau sebab. Misalnya: Mengapa wabah Covid-19 menular?

6. Bagaimana

Bagaimana itu merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan cara, proses terjadinya peristiwa, dan menanyakan keadaan atau kejelasan suatu hal.

Jawaban atas pertanyaan bagaimana itu berupa kejelasan atau keadaan, cara atau proses suatu peristiwa berlangsung. Contoh: Bagaimana proses penyembuhan pasien yang terpapar covid-19?

B. Bentuk-Bentuk Wawancara

Bentuk-bentuk wawancara yang perlu kita ingat kembali antara lain: wawancara berita yang dilakukan untuk mencari bahan berita. Wawancara dengan pertanyaan yang disipakan lebih dahulu.

Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat pesawat telepon. Wawancara pribadi, wawancara dadakan atau mendesak, dan wawancara kelompok yang dilakukan serombongan wartawan mewawancari seorang pejabat, seniman, olahragawan, artis, dokter dsb.

Bunda, bentuk wawancara yang akan dipilih disesuaikan dengan usia anak. Masing-masing bentuk wawancara di atas memiliki keunikan masing-masing. Anak Masih Bosan di Rumah dengan 9 Tips, Ini Cara yang Asyik

Kalau kita menggunakan wawancara berita, uniknya tepat dengan bahan berita yang aktual. Wawancara dengan telepon lebih menarik karena anak akan lebih mengenal dan menggunakan media elektronik.

Keunikan wawancara dadakan adalah pengujian kemampuan anak menjawan atau bertanya secara spontan. Akan berbicara tanpa persiapan bahan atau pertanyaan. Keunikan wawancara kelompok adalah melatih keberanian anak untuk tampil bertanya ataupun menjawab bergantungnya.

Benarkan Bunda, semua bentuk mempunyai keunikan tersendiri. Kalau mau dicoba semua bentuk wawancara yang ada, itupun menjadi pilihan tersendiri. Selagi anak masih semangat, dan senang, apa salahnya jika kita mencoba semua bentuk wawancara di atas.

Bisa saja kita lakukan kegiatan wawancara ini untuk jadwal beberapa hari ke depan. Setiap hari menggunakan bentuk yang berbeda.

C. Jenis Wawancara

Jenis wawancara ada tiga yaitu wawancara bebas, terpimpin, dan bebas terpimpin. Wawancara bebas itu menanyakan apa saja kepada responden tapi berhubungan dengan data yang dinginkan. Wawancara terpimpin itu pewawancaranya sudah dibekali daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

Sedangkan wawancara bebas terpimpin itu merupakan kombinasi wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Pelaksanaannya adalah pewawancara sudah membawa pedoman apa saja yang akan ditanyakan secara garis besar.

Bunda, untuk latihan wawancara bersama anak di rumah, kita bebas sajalah mau memilih jenis wawancara yang mana. Penting anak bisa melakukan wawancara dengan mudah dan menyenangkan. Kita kembali ke tujuan awal yakni anak bisa senang dan tidak merasakan bosan lagi selama belajar di rumah.

Artikel terkait:

9 Tips Belanja Saat Covid-19: Jangan Terima Uang Kembalian

D. Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai berikut:

  • Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak.
  • Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden.
  • Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.
  • Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.

E.Tahap-Tahap Wawancara

Bunda, agar wawancara yang akan dilakukan dapat berhasil dengan baik, berikut ini dijelaskan tahap-tahap wawancara. Ada tiga tahap wawancara yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap penyusunan hasil wawancara.  Berikut ini penjelasan masing-masing tahapan wawancara tersebut.

Tahap persiapan wawancara meliputi menentukan maksud, tujuan, dan topik wawancara. Selain itu, pewawancara menentukan informasi yang akan dikumpulan, menentukan dan menghubungi narasumber dan menyusun daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam kegiatan wawancara.

Tahap pelaksanaan wawancara terdiri atas beberapa kegiatan. Pertama, pewawancara mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.

Kedua, pewawancara menyampaikan pertanyaan secara teratur, mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara. Ketiga, mengakhiri wawancara dengan salam dan meminta kesediaan narasumber untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikonfirmasi atau dilengkapi.

Tahap penyusunan hasil wawancara berisi tugas menyusun laporan wawancara yang terdiri atas: tema atau topik wawancara, tujuan dan maksud dari wawancara, serta identitas narasumber. Selain itu, ringkasan isi wawancara yang dapat ditulis dalam bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

F. Hal-Hal yang Harus Dihindari Dalam Wawancara

1. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum dan pasti jawabannya.

2. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya.

3. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.

4. Memotong pembicaraan narasumber

5. Bersikap lebih pandai dari narasumber

Baca juga:

9 Tips Cegah Rasa Bosan pada Anak di Rumah Selama Covid-19

G. Syarat Wawancara dan Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Wawancara

Bunda berikut ini dijelaskan juga pada anak mengenai syarat wawancara. Syarat wawancara sebagai berikut: ada pewawancara atau wartawan, ada narasumber, dan ada bahan yang ditanyakan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam wawancara antara lain: menentukan topik dan narasumber, menulis daftar pertanyaan, dan merencanakan kegiatan wawancara.

Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan dalam wawancara adalah mengidentifikasi pertanyaan yang tepat untuk pendahuluan wawancara, dan mengawali kegiatan wawancara. Menyempurnakan pertanyaan untuk menutup wawancara, dan melaksanakan wawancara.

H. Persiapan Wawancara

Persiapan Wawancara meliputi: menyusun daftar pertanyaan dan memiliki pengetahuan seputar bahan wawancara sebelum wawancara. Saat pelaksanaan wawancara harus bersikap sopan dan tidak memojokkan narasumber.

Jadilah pendengar yang baik, dan jangan mengulang pertanyaan. Catatlah hal-hali pokok atau penting dari hasil wawancara. Rangkumlah hasil wawancara dan jangan menulis hal yang menyimpang dari bahan wawancara.

I. Contoh Wawancara tentang Coronavirus

Anak berperan sebagai pewawancara, Ayah sebagai viruscorona, ibu sebagai kamerawati yang bertugas menyoting jalannya wawancara di rumah. Bahan wawancara bertema viruscorona. Selamat menyaksikan.

Pewawancara:Selamat pagi, Tuan Corona? Siapa kamu, sebenarnya?
Corona Virus:Pagi, aku adalah sekelompok virus covid-19 yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Penyakitnya berupa infeksi saluran pernafasan yang dimulai batuk dan pilek.
Pewawancara:Covid-19 itu apa?
Corona Virus:Covid-19 itu ya, aku. Akulah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus. Aku virus baru yang lahir di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019.
Pewawancara:Kamu tahu gejalanya tidak?
Corona Virus:Tahu, dong. Demam, lelah, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, diare, dan sesak nafas.
Pewawancara:Kamu bisa menyebar, ya?
Corona Virus:Aku bisa berpindah dari orang satu ke orang lain. Aku berpindah melalui percikan bersin, batuk. Apabila aku jatuh di permukaan benda, aku akan menempel pada tangan manusia.

Apabila tangan itu menempel di mulut, hidung, dan mata, maka aku akan masuk ke tubuh orang itu.

Pewawancara:Aku tidak mau kalau kamu masuk ke tubuhku.
Corona Virus:Hiii, Aku tidak suka padamu. Kamu kan rajin cuci tangan pakai sabun. Tanganmu juga suka pakai cairan antisepti alkohol.

Kamu juga suka jaga jarak dengan orang lain. Aku akan mati kalau menempel di tanganmu.

Pewawancara:Baiklah kalau begitu, pergilah, jangan mengganggu aku, bapak dan ibuku ya. Juga manusia di dunia.
Corona Virus:Asiyap, aku takut padamu. Kabuuur.

Bunda itulah salah satu contoh wawancara yang bisa dijadikan alternatif kegiatan anak di rumah. Setelah wawancara, bukan berarti permainan selesai. Anak masih harus dibantu menulis laporan hasil wawancara tadi.

Kemudian menyampaikan laporannya kepa pemirsa. Jadi, kita secara tidak langsung menggiring anak kepada salah satu profesi yang keren yakni reporter cilik

Beginilah contoh laporan si anak sang reporter cilik.

Pemirsa, selamat siang, jumpa lagi dengan saya yang akan melaporkan hasil wawancara saya dengan Tuan Corona.

Pemirsa, Tuan corona adalah sekelompok virus covid-19 yang menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Penyakitnya berupa infeksi saluran pernafasan yang dimulai batuk dan pilek.

Covid-19 itu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus. Covid-19 itu virus baru yang lahir di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. Gejala covid-19 adalah demam, lelah, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, diare, dan sesak nafas.

Pemirsa, Covid-19 bisa berpindah dari orang satu ke orang lain. Penyakit tersebut berpindah melalui percikan bersin, batuk. Apabila covid-19 jatuh di permukaan benda, ia akan menempel pada tangan manusia.

Anak Masih Bosan di Rumah dengan 9 Tips, Ini Cara yang Asyik

Apabila tangan itu menempel di mulut, hidung, dan mata, maka covid-19 akan masuk ke tubuh orang itu. Covid-19 tidak suka pada orang yang rajin cuci tangan pakai sabun.

Juga tidak suka pada oranag yang cuci tangan pakai cairan antiseptic alkohol. Covid-19 tidak suka suka pada orang yang suka jaga jarak dengan orang lain. Covid-19 akan mati kalau menempel di tangan yang selalu bersih.

Pemirsa, demikian laporan saya. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak agar kita terhindar dari Covid-19. Selamat siang.

Bunda, wawancara aktual saat ini memang tentang wabah corona. Anak bisa juga kita ajak bermain wawancara dengan profesi yang berbeda. Misalnya anak berprofesi sebagai dokter yang sukses menyembuhkan ribuan orang yang terpapar covid-19.

Sampai-sampai, covid-19 bertekuk lutut di hadapan dokter dan akhirnya, mati dan musnah semua virus tersebut. Kini dokter dan para medis bisa menghirup udara segar karena telah memenangkan peperangan melawan corona.

Demikianlah Bunda, penjelasan bermain wawancara dengan materi aktual yang asyik untuk menghilangkan kebosanan di rumah selama wabah Covid-19.

Referensi: dari Berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *