Bagaimanakah Mengatasi Sembelit pada Si Kecil?

Bagaimanakah Mengatasi Sembelit pada Si Kecil?

Han

Dua bulan yang lalu, aku mendapatkan kejadian yang sama. Maklum kami tidak tinggal serumah. Mengetahui kejadian ini tentunya jarang. Kali ini kejadian kedua yang aku lihat, dan alami di rumahku.

Si Kecilku, kini berusia dua tahun lebih. Ini malam kedua Si Kecil berada di rumahku. Kami sedang bersantai, bermain bersama. Bernyanyi, bercanda, bergembira ria melepas kangen.

Di saat itulah mulai ada kejadian.

Pertama Si Kecilku menjauh dari kebersamaan kami. Tampak Dia mencari tempat yang sekiranya aman baginya. Dia cenderung memilih tempat yang nyelempit. Di sela-sela kursi atau di pojok ruangan.

Kemudian, Dia berdiri, memojok diam. Anteeeeeng banget. Dia tidak melakukan aktivitas apa pun. Terlihat perutnya buncit. Tangannya berpegangan sesuatu yang dekat dengannya. Dia berpegangan kursi atau dinding.

Sesekali Dia seperti mengejan. Lalu Dia diam. Mengejan lagi, diam dan anteng lagi. Mengejan lagi dan mengejan lagi.

Ekspresi wajahnya mulai tampak cemas. Sedih dan duka. Tampak sekali kalau Dia sedang dalam kesulitan. Aku dekati dia, e, malah menolak. “emoh…, emooh…, emoh….” “Gak mau….., gak mauuu….” “ Gak boleh…, gak boleh….” “Enggak… enggak… enggak…”

Tapi, aku tetap mendekatinya. Di dahinya sudah meleleh keringat. Aku seka keringatnya dengan tissue. Dahinya terasa anyep begitu juga dengan lehernya. Penuh keringat dingin. Tangan dan kakinya kuraba, dingin semua.

Aku menjauh lagi. Di rasa dalam situasi aman, Dia mengejan lagi. Wajahnya semakin cemas, resah, dan ….pecahlah tangisnya. Mengejan lagi dan mengejan lagi.

Aku mendekat lagi. Suasana santai sudah berubah. Sekarang semua perhatian tercurah padanya. Kakeknya, Pamannya, Ayah Bundanya. Kami berusaha menolong. Tapi, Si Kecil semakin menjadi tangisnya disertai jeritan. Memilukan.

Yang mau dikeluarkan Si kecil belum juga berhasil. Padahal sudah hampir satu jam. Dia mengejan, menangis, mengejan, menangis.

Bantuan sudah kami berikan dengan mengelus perutnya ke arah seperti jam berputar. Pinggang bagian belakang dielus dari atas ke bawah. Diminta jongkok tapi Si Kecil tidak mau. Suara tangisnya makin keras. Nangis Kejer. Diberi contoh berjongkok, tetap tidak mau. Barangkali dengan berjongkok bisa membantu. Tapi, belum membuahkan hasil.

Baca juga:

  1.  Perkembangan Kognitif anak usia Dini
  2. Menstimulasi Keterampilan Motorik 

Aku ingat cerita orang. Kalau kesulitan BAB, bagian duburnya diolesi sabun. Aku sudah kehilangan cara. Lalu, Aku minta persetujuan Bundanya. “Bagaimana kalau diolesi sabun, Bun? “ Dia jawab, ya terserah Uty sajalah, bingung, penting tertolong. Kasihan Dia”

Kami pun melakukannya. Bundanya menggendong paksa menuju ke kamar kecil. Melepas celananya. Melepas pampers-nya. Aku ambil sabun cair, kuoleskan di duburnya. Kuraba lubang duburnya, sudah terbuka, kecil. Kuraba Feses-nya, terasa keras dan kering.Tangisnya makin kuat.

Sudah kuoles satu kali, tapi belum keluar juga. Kuoles lagi dengan bantuan air hingga makin licin. Aku bantu menekan-nekan bagian pantatnya. Alhamdulilah, keluar, mengelinding panjang dan besar. Sepertiga darinya berwarna gelap, keras, dan kering.

Legaaa. Aku ikut lega. Si Kecil sudah dibersihkan. Perutnya, pinggang, dan hampir seluruh tubuhnya sudah diolesi minyak. Penghangat. Si Kecil sudah tersenyum dan bermain kembali.

Aku tertegun. Merenung. Bijakkah apa yang baru saja kami lakukan? Salahkah? Berbahayakah bagi Si Kecil?

Solusi kesulitan BAB Si Kecil pada dua bulan sebelumnya tidak sampai pada penggunaan sabun. Ini kali pertama dengan sabun. Tapi….Aku khawatir. Ini sebuah kesalahan.

Aku ingat. Dua bulan yang lalu, Bundanya sudah aku beri rambu-rambu. Bahkan, aku sudah beri contoh. Untuk mencegah kesulitan BAB, berilah Si Kecil beberapa potong pepaya terlebih dahulu sebelum makan. Lakukan setiap hari. Rutin.

Orang tua terutama Bunda tidak boleh lalai. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati.

Aku jadi penasaran. Aku ingin menggali informasi apa sebenarnya kesulitan BAB, penyebab, tanda-tandanya, solusinya? Apakah kesulitan BAB itu yang disebut sembelit?

KBBI pun aku buka. KBBI: Kamus Besar Bahasa Indonesia. Di sana dituliskan makna kata “sembelt.” Sembelit adalah sukar atau tidak dapat buang air besar karena terdapat kotoran keras di dalam usus.

Oh, Benar. Feses cucuku keras. Berati, Dia sembelit.

Lalu apa ya, tanda-tanda sembelit itu? Kalau Aku amati: begina Mom, tanda-tandanya.

1. Dia mengejan berkali-kali. Kesakitan. Menangis.

2. Perutnya terlihat buncit.

3. Dua-tiga hari tidak BAB.

4. Fesesnya berwarna gelap, dan keras.

5. Fesesnya sulit keluar.

6. Begitu keluar, fesesnya menggelinding, padat.

Berdasarkan pengamatan dan beberapa sumber yang aku baca, sembelit itu sebabkan oleh beberapa hal.

1. Setelah berkendara, di mobil ber-AC, suhu tubuh Balita dingin. Kurang selera untuk minum, dan akan kena panas dalam. Selera untuk BAB menjauh. Lama-kelamaan mengeras. Jadilah, sembelit.

2. Balita kekurangan makanan berserat: sayur, buah, gandum utuh.

3. Balita kekurangan cairan di dalam tubuhnya.

4. Balita masuk angin dan panas dalam

5. Balita kurang banyak bergerak

Cara mengatasi sembelit pada Si Kecil

Para ahli mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Tindakan Preventif lebih diutamakan daripada kuratif.

  1. Sebelum makan, 30 menit sebelum makan, berilah Si Kecil beberapa potong buah pepaya. Lakukanlah secara rutin setiap kali akan makan setiap hari. Jangan sampai lalai, ya, Mom. Makan buah sebelum makan akan mempercepat penyerapan dalam tubuh.
  2. Suhu tubuh Si Kecil diupayakan hangat terutama saat bepergian di mobil ber-AC. atau saat Si Kecil berada di ruang ber-AC. Pakaikan Si Kecil jaket, kaos kaki, dan penutup kepala. Upayakan bagian perut terlindungi.
  3. Perbanyak konsumsi sayur dan makanan berserat. Biji-bijian dan berbagai jenis kacang. Makanan jenis ini akan membuat feses lunak.
  4. Berilah Si Kecil makanan dan minuman selagi hangat.
  5. Berilah Si Kecil minum air putih sebanyak-banyaknya.

Demikian Mom, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *