Biasakanlah Anak untuk Berperilaku Kunti, Kunci Kesuksesan Hidup

Biasakanlah Anak untuk Berperilaku Kunti, Kunci Kesuksesan Hidup

kurdefrin.com – Kunti merupakan akronim dari kata tekun dan teliti. Tekun dan Teliti tergolong perilaku baik yang dapat dibiasakan kepada anak sejak kecil.

Banyak orang sukses hidupnya karena memiliki perilaku tekun dan teliti. Moms akan bangga mempunyai anak yang sukses.Ketekunan dan ketelitian bahkan bisa mengalahkan kesuksesan orang yang cerdas.

Sebagai orang tua, kita bertugas mendorong anak untuk berperilaku tekun dan teliti. Hal ini harus dilakukan pada anak sejak dini. Sehingga ketekunan dan ketelitian bisa mengurat dan mengakar di dalam jiwa anak.

Pada artikel kali ini, akan dibahas masalah ketekunan dan ketelitian.  Pembahasan dimulai dengan pengertian, cara membiasakan, dan manfaat ketekunan dan ketelitian.  Selamat membaca.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

A. Tekun

Namun, hal itu tidak berlangsung lama, semangatnya langsung menurun ketika menghadapi kesulitan.  Anak tidak mau lagi menyelesaikan masalah yang muncul. Bukannya terus berusaha mengatasi kesulitan, anak malah menyerah dan tidak mengerjakannya lagi.

Ketekunan merupakan kunci penting untuk mencapai suatu tujuan. Kebanyakan para orang tua percaya bahwa ketekunan lebih berperan penting untuk mecapai prestasi daripada kecerdasan. Anak tekun cenderung lebih berhasil daripada anak cerdas. Jadi, ketekunan dapat mengalahkan kecerdasan.

1. Pengertian

Tekun adalah giat dalam melakukan pekerjaan. Makna kata tekun adalag rajin keras hati dan bersungguh-sungguh. Arti kata tekun adalah mengarah pada pemikiran dan perasaan pada kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Contoh anak tekun dalam belajar, membaca, dan menulis. Begitu juga dalam melukis dan dalam melakukan pekerjaan apa saja anak akan tekun. Ketekunan dapat dilakukan dimana saja. Tekun di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

2. Cara Membiasakan Anak untuk Tekun

Membiasakan anak berperilaku tekun dalam segala hal harus dilakukan sejak dini. Dengan berperilau tekun, niscaya segala keinginan Insya Allah akan terwujud. Untuk itu, berperilaku tekun harus dibiasakan dalam setiap pekerjaan.

a. Beri motivasi

Orang tua harus mengetahui batas kemampuan anaknya. Anak sudah bisa melakukan apa dan belum bisa melakukan apa.  Pengetahuan orang tua mengenai hal ini akan bermanfaat untuk memberi motivasi pada anaknya.

Berilah anak motivasi untuk berusaha lebih keras dan tidak mudah menyerah. Sebutkan contoh-contoh anak yang tekun itu akan membawa kesuksesan. Boleh juga orang tua menunjukkan tokoh atau negarawan yang sukses hidupnya karena tekun belajar dan melakukan sesuatu.

 b. Tentukan Target Kecil

Anak diminta menentukan target. Awalnya anak dilatih menentukan target kecil. Berikutnya, bisa menentukan target besar.

Target kecil yang ditentukan akan membuat anak memahami apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Misalnya: anak diberi tugas meletakkan dua pasang sepatunya di rak sepatu.

Anak harus berhasil meletakkannya. Keberhasilan anak dalam meletakkan dua pasang sepatu merupakan bukti pencapaian target kecil.

Keberhasilan anak dalam mencapai target kecil, akan memicu anak untuk melakukan hal lain dengan target yang lebih besar.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

c. Ajak Anak Melihat Masa Depan

Anak harus tahu bahwa yang dilakukan sekarang bukan hanya untuk kepentingan saat ini saja. Namun, untuk kepentingan kelak di masa yang akan datang. Misalnya, ketika kita belajar bahasa tidak hanya untuk mendapat nilai baik saat ulangan atau ujia. Tapi diperlukan untuk berpidato saat anak menjadi pejabat. 

d. Beri Pengertian

Beri tahu anak bahwa proses belajar itu tidak mudah dan tidak mulus. Proses belajar sesuatu akan menemui kendala berupa kesulitan dalam belajar. Namun, kesulitan itu bukan untuk dihindari tapi harus dihadapai untuk diselesaikan.

Anak juga harus diberi pengertian bahwa dalam menghadapi kesulitan itu tidak boleh menyerah. Ketika masalah belum juga terselesaikan, baiknya anak diminta bersabar.  Lalu berpikir mencari jalan keluar dari kesulitan itu. Kemudian anak harus siap mengubah dan memperbaikinya.

e. Lakukan Terus-Menerus

Saat melatih anak untuk tekun, berilah gambaran bahwa sesuatu yang dilakukan terus menerus akan membawa hasil yang baik. Ibarat kata, belakang parang pun jika diasah akan tajam juga. Kita tahu bagian belakang parang itu tumpul. Tapi jika diasah terus-menerus akan menjadi tajam.

Ibarat tersebut memberi pelajaran pada kita bahwa berlatih ketekunan itu tidak hanya dilakukan satu dua kali. Tetapi, harus terus-menerus sampai anak mampu berperilaku tekun. Sampai ketekunan anak itu menjadi kebiasaan.

f. Rayakan

Orang tua sebaiknya selalu mengingat bahwa pujian itu akan membuat anak lebih termotivasi. Oleh karena itu, lakukanlah perayaan saat anak berhasil melakukan sesuatu. Berilah hadiah tepuk tangan atau ucapan pujian “bagus, hebat, luar biasa.”

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

3. Manfaat Berperilaku Tekun

Berperilaku tekun dalam semua pekerjaan akan menguntungkan dan membahagiakan. Tekun dapat dilakukan di dalam berbagai urusan. Segala yang ada di permukaan bumi ini adalah milik Allah untuk kebutuhan manusia.

Hanya manusia yang tekun belajar dan bekerja saja yang akan memperoleh manfaat dari karunia Allah SWT. Begitu pula surge di akhirat nanti. Hanya disediakan untuk orang-orang yang tekun beribadah sewaktu hidup di dunia.

Manfaat berperilaku tekun adalah pekerjaan akan berhasil dengan baik dan menyenangkan. Ketekunan akan memotivasi anak sehingga bisa terus berkembang. Jika tekun, anak akan mendapat kepercayaan dari orang lain. Akhirnya, akan membuat anak semakin terampil dan teliti dalam segala hal.

Anak yang tekun sejak dini, kesabarannya akan tumbuh lebih awal. Dengan bersikap tekun, anak dapat bertahan dalam suatu keadaan sulit. Dan anak akan mampu melalui kesulitan dengan tanpa mengeluh, dan pentang menyerah. Kesabaran dalam diri anak pun akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

B. Teliti

1. Pengertian

Teliti adalah cermat saksama hati-hati dan ingat-ingat. Makna kata teliti adalah berhati hati dalam melakukan suatu pekerjaan. Arti kata teliti adalah cermat dan saksama dalam menjalankan sesuatu. Dapat juga diartikan bahwa teliti itu tidak terburu-buru. Namun, penuh perhitungan dari segi baik buruknya. Biasakanlah Anak untuk Berperilaku Kunti, Kunci Kesuksesan Hidup

Contoh dalam hal salat. Anak harus diajari teliti mulai dari kebersihan dan kesucian pakaian yang digunakan. Cara berwudlu harus teliti agar benar dan menyeluruh. Jangan biasakan anak untuk berwudlu asal siram. Gerakan dalam salat juga mestinya anak diajari untuk teliti.

Dalam membaca, anak harus dibiasakan teliti dan tidak terburu-buru. Bacaan yang dibaca harus lengkap dan menyeluruh. Lakukan membaca huruf per huruf, kata dan kata, serta tiap kalimat tidak ada yang terlewati.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

2. Cara Membiasakan Anak untuk Teliti

Oranag tua harus membiasakan anak melakukan suatu pekerjaan dengan teliti. Pekerjaan yang dilakukan dengan teliti akan mendatangkan hasil yang baik. Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan secara sembrono, hasilnya akan mengecewakan.

a. Latihlah Anak berkonsentrasi

Konsentrasi itu membuat kita menjadi teliti dalam mengerjakan sesuatu. Baik itu pekerjaan di rumah, di sekolah, atau di lain tempat. Agar bisa konsentrasi, anak dilatih mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Usahakan tidur dan beristirahat yang cukup. Kondisi tubuh akan baik untuk melakukan pekerjaan. Otak juga tidak penat sehingga bisa konsentrasi dengan baik.

Jangan makan terlalu kenyang. Sebab akan membuat anak ngantuk. Jika harus belajar tentu tidak bisa konsentrasi karena ngantuk. Kurangi kegiatan di luar kegiatan pokok anak.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

b. Olahraga Rutin

Melakukan olahraga dapat membantu otak menjadi segar kembali. Dengan olahraga tubuh kita akan mendapat oksigen yang cukup. Oleh karena itu, ajari anak untuk berolahraga secara rutin untuk meningkatkan ketelitian.

c. Berpikir logis

Berpikir logis adalah kemampuan menggunakan akal budi. Untuk mempertimbangkan atau memutuskan sesuatu yang sesuai dengan logika. Jalan pikiran yang masuk akal juga disebut berpikir logis. Ajaklah anak untuk berpikir secara nalar.

Orang tua hendaknya tidak risau jika anak sering bertanya. Apalagi pertanyaan yang muncul sering menanyakan alasan terjadinya sesuatu. Misalnya “Napa, kenapa” pertanyaan anak ini melambangkan anak yang mampu berpikir logis.

Ajari anak untuk memikirkan sesuatu itu secara nalar dan masuk akal. Biasakan anak itu bisa mengenali, mengidentifikasi, dan membuat solusi mengenai sesuatu. Misalnya dengan memikirkan kenapa sesuatu itu terjadi. Anak yang mampu berpikir logis akan mempunyai ketelitian yang bagus.

Baca Juga:

Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

9 Cara Sederhana Mendisiplinkan Anak Mulai dari Rumah

6 Cara Melatih Anak Bertanggung Jawab Mulai dari Hal Kecil

d. Periksa kembali

Jika anak sudah melakukan suatu pekerjaan, mintalah anak untuk memeriksa kembali. Tujuanannya untuk meyakinkan kebenarannya. Apabila ditemukan kesalahan, beri waktu pada anak untuk membetulkannya.

e. Membuat Daftar Cek

Daftar cek digunakan untuk mendata sesuatu agar untuk mengecek kebenaran. Latihlah anak untuk membuat daftar cek untuk mengecek pekerjaan yang telah dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kesalahan atau tidak. Jadi, daftar cek dapat digunakan sebagai sarana menuju pada ketelitian.

f. Tidak terlalu cepat

Jika kita terlalu cepat mengerjakan sesuatu, hasilnya tidak memuaskan. Bahkan pekerjaannya cenderung asal-asalan. Asal jadi dan dilakukan secara serampangan. Sesuatu yang dilakukan secara serampangan, biasanya mengabaikan ketelitian.

Oleh karena itu, dalam melakukan sesuatu sebaiknya tidak terlalu cepat selesai. Karena hasilnya tidak akan bagus. Sesuatu yang dibuat dengan serampangan tidak akan pernah memuaskan.

Biasakanlah Anak Berperilaku Kunti

4. Manfaat

Teliti bermanfaat untuk menegakkan kebenaran sesuatu. Adapun manfaat perilaku teliti adalah memiliki keyakinan dalam melakukan sesuatu. Hasil yang diperoleh memuaskan dan dapat dipertanggung jawabkan secara professional. Dan dapat menghasilkan suatu kebenaran.

Manfaat teliti yang lain adalah hasil pekerjaannya maksimal. Juga terhindar dari kesalahan besar. Waktu yang digunakan untuk melakukan sesuatu lebih optimal. Selain itu, kita tidak mudah dibohongi orang. Karena kita teliti dan jeli.

Teliti merupakan perilaku berhati-hati dalam berbuat atau melakukan sesuatu.  Sikap hati-hati akan sangat membantu terwujudnya ketelitian. Oleh karena itu, tanamkan sikap kehati-hatian pada anak sejak dini. Nicsaya anak akan menjadi anak yang teliti.

Biasakanlah Anak untuk Berperilaku Kunti, Kunci Kesuksesan Hidup

C. Simpulan

Tekun dan teliti merupakan perilaku baik dan terpuji. Harus ditanamkan sejak anak masih kecil agar berhasil kelak dewasa. Ketekunan akan membuat anak terus berusaha. Ketelitian akan membuat anak selalu hati-hati. Akhirnya, anak akan dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Demikianlah pembahasan mengenai membiasakan anak berperilaku tekun dan teliti di Era New Normal. Semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih atas kunjungannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *