Cara Efektif Melatih Anak Naik Sepeda Roda Tiga dan Dua

Cara Efektif Melatih Anak Naik Sepeda Roda Tiga dan Dua

Cara-Cara Efektif Melatih Anak Naik Sepeda Roda Tiga dan Dua
Cara-Cara Efektif Melatih Anak Naik Sepeda Roda Tiga dan Dua

kurdefrin.com-Sepeda kendaraan roda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Bersepeda berarti mengendari sepeda atau naik sepeda. Bisa mengendarai sepeda itu penting bagi seorang anak. Anak bisa mendapat latihan keseimbangan badan. Anak juga bisa melatih keterampilan motoriknya. Otot kaki dan tangan anak semakin kuat.

WOW, orang tua mana yang tidak bangga melihat buah hatinya sudah bisa naik sepeda. Tentu semua bangga, ya Moms? Ayuuk, kita pahami lebih dahulu cara melatih anak bersepeda. Sebelum melatih anak bersepeda, kita wajib tahu apa saja yang harus dipersiapkan dan diketahui termasuk cara melatihnya.

A. Persiapan Melatih

Usia

Hasil penelitian menunjukkan kalau cedera lebih tinggi terjadi pada anak yang mulai belajar naik sepeda usia 3 sampai 5 tahun, dibanding Anak yang belajar sedikit lebih terlambat yakni di usia 6 atau 7 tahun. Ini berarti, kita harus lebih berhati-hati jika mau melatih anak bersepeda pada usia 3-5 tahun. Agar tidak banyak mengalami cedera.

Jenis Sepeda

Untuk anak usia 3-5 tahun, baiknya kita menggunakan sepeda roda tiga. Tingkat keamanannya lebih tinggi dibandingkan sepeda roda dua. Untuk anak usia 6-7 tahun, kita mulai melatih anak bersepeda roda dua.

Pengenalan Sepeda

Ajak  Buah hati kita untuk mengenal benda yang bernama sepeda lebih dahulu.  Tunjukkan, mana rodanya, berapa rodanya, dua atau tiga, tunjukkan setangnya, tempat duduk, dan sepasang pengayuhnya, serta bel. Tunjukkan komponen-komponen sepeda dengan cara yang bersahabat dan menyenangkan.

Kalau perlu dengan bernyanyi: Kring…Kring… ada sepeda… sepedaku roda tiga, kudapat dari ayah karena rajin belajar. Kring…Kring…  suara sepatu, sepatuku kulit lembu, kudapat dari ibu, karena rajin membantu. Nah, anak tentu akan senang berlatih naik sepeda baru dari ayah dengan mengenakan sepatu kulit lembu dari ibu.

Tempat Berlatih

Tempat berlatih sepeda bagi anak harap dipilih tempat yang aman.  Untuk latihan awal sebaiknya kita melatih di dalam rumah, di halaman. Jarak tempuh yang pendek saja. Tempat berlatih yang ber-rumput apabila di luar rumah latihannya.

Minat

Sering melihat kakaknya, teman, atau tetangga mengendarai sepeda roda dua. Ini sering jadi dorongan untuk anak belajar bersepeda. Merasa tertarik untuk belajar mengendarai sepeda karena pengalaman melihat anak lain naik sepeda. Apabia anak sudah memiliki minat, maka rasa ingin cepat bisa naik sepeda itu cukup tinggi.

Waktu Berlatih

Waktu yang tepat untuk melatih anak bersepeda adalah pada pagi dan sore hari. Saat cuaca tidak terik, saat itulah kita bisa melatih anak bersepeda. Karena cuaca terik akan berpengaruh pada cepat naiknya suhu tubuh.

Pada pagi hari, setelah anak sarapan, anak sudah mandi, matahari belum tinggi saat itulah tepat untuk melatih anak bersepeda. Bisa juga. Kita melatih anak bersepeda pada sore hari. Sebelum anak mandi pada sore hari. Walaupun melatih anak bersepeda di dalam rumah,  kita tetap memperhatikan saat yang tepat melatih anak bermain sepeda.  Pagi hari atau sore hari.

B. Cara Melatih Anak Bersepeda Roda Tiga

Berlatih Duduk di Atas Sepeda

Pertama, ajari anak duduk di atas sadel sepeda dengan posisi duduk yang benar, tepat, tidak kaku, lentur tetapi tegak. Kedua kaki berada di atas sandaran kaki kalau kaki anak belum sampai pada bagian pedal sepeda. Tapi, kalau kaki anak sudah sampai pada pedal sepeda, biarkan kaki anak berada di atas pedal sepeda.

Berlatih Senstif pada Pedal

Kemudian, ajari  anak untuk menyentuh-nyentuhkan kakinya di atas pedal sepeda. Minta anak menaikkan lutut sampai di atas pinggang dan lalu minta ia mencari pedal dengan menggunakan kakinya.

Mengayuh Sepeda

Selanjutnya ajari anak mulai bergerak dari posisi berhenti. Ajari anak menekan pedal ke bawah. Seperti teknik meluncur yang telah ia kuasai, tekanan ini akan membuat sepeda mulai bergerak. Sarankan anak agar Gerakan sepedanya bertahap pelan-pelan saja.

Jika anak baru berlatih pertama, kedua atau ketiga kalinya, umumnya belum bisa mengayuh sepeda. Anak belum terbiasa menggerakkan kakinya untuk mengayuh. Kaki anak belum sensitif untuk mengayuh sepeda. Kondisi ini masih memerlukan bantuan yang banyak dari Bunda.

Agar anak stabil saat ia bergerak ke depan, kita bisa mengatur pergerakan sepeda dari belakang. Sepeda roda tiga biasanya dilengkapai tongkat kemudi yang berada di bagian belakang sepeda anak. Kita bisa manfaatkan tongkat kemudi tersebut untuk membantu anak mengayuh sepeda ke depan.

Mengemudi dan Mengayuh Sepeda

Jika anak sudah bisa mengayuh sepeda ke arah depan dengan lancar, kita bisa menambah latihannya. Kita bisa mulai melatih bersepeda dengan berbelok.  Pertama kita ajari anak berbelok ke kiri, dan berbelok ke kanan. Lakukan latihan berbelok ini beberapa kali.

Jika anak sudah terampil bersepeda dengan berbelok ke kiri atau ke kanan, Kita juga bisa melatih anak bersepeda berbalik arah. Ini berarti kita melatih anak bersepeda dengan dua kali belok kiri atau dua kali belok kanan. Latihan ini sama dengan latihan berbelok ke kiri atau ke kanan, tapi dilakukan berbeloknya langsung dua kali.

Latihan dapat ditingkatkan pada hari-hari berikutnya. Kita bisa melatih anak bersepeda dengan membentuk lingkaran. Latihan ini bisa kita awali dengan meletakkan sesuatu benda di satu titik.

Misalnya kita tempatkan boneka-boneka, apabila latihannya di dalam rumah. Apabila latihannya di luar rumah, kita bisa meletakan kursi plastik, pot tanaman bunga, atau apalah yang bisa digunakan untuk media agar anak bisa mengelilingi benda tersebut.

Anak dilatih bersepeda mengelilingi benda tersebut. Kita melatih anak bersepeda dengan perlahan-lahan karena anak akan bersepeda mengeliling media benda yang sudah di siapkan.

C. Cara Melatih Anak Bersepeda Roda Dua

Tahap persiapan, usia anak yang dilatih bersepeda roda dua sekitar 6-7 tahun. Jenis sepeda kecil, pendek, beroda dua, tanpa pedal dan dengan pedal. Untuk latihan pertama disarankan sepeda roda dua tanpa pedal.

Gunakan ukuran sepeda yang tepat. Pakai perlengkapan keselamatan seperti helm, pengaman siku dan lutut setiap kali akan belajar mengendarai sepeda. Pastikan ukuran helm dan pengaman siku maupun lutut memiliki ukuran yang pas dikenakan Anak kita.

Pengenalan sepeda, setang, rem sepeda, sadel, standar dll. Utamakan pengenalan pada rem sepeda. Tempat berlatih diupayakan di dalam rumah lebih dahulu. Pada tahap berikutnya bisa melatih di halaman rumah yang berumput, kemudian di tepian taman, di lapangan, atau di jalan yang sepi.

1. Latihan melepas dan memasang standar sepeda

Sepeda dalam keadaan distandar, anak diminta melepaskan standarnya. Pertama, anak diminta memegang kedua setang sepeda, lalu kaki kanannya diminta melepas standar sepeda.

Kemudian, sepeda yang tadi dilepas standarnya, mintalah anak memasang kembali standarnya dengan kaki kanannya. Anak diminta tidak memegang standar kembali. Dan sepeda pun sudah berdiri dengan distandar. Lakukan latihan melepas dan memasang standar sepeda sampai anak benar-benar bisa.

2. Latihan Menuntun Sepeda

Setelah anak bisa melepas dan memasang standar sepeda, kita lanjutkan dengan melatih anak menuntun sepeda. Mintalah anak memegang kedua setang sepeda, lalu melepaskan standar sepeda dengan kaki kanannya.

Mintalah anak berjalan menuntun sepeda dengan perlahan. Kalau sudah lancar, dilanjutkan  menuntun sepeda dengan berjalan lebih cepat. Pada saat latihan menuntun sepeda, mintalah anak juga untuk latihan mengenal dan mengerem sepeda agar kecepatannya bekurang atau berhenti, latihan berbelok ke kiri lebih dahulu yang lebih mudah.

Artikel terkait:

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

3. Melatih Keseimbangan

Latihan pertama dan utama adalah latihan keseimbangan agar tidak jatuh. Latihlah anak belajar bersepeda tanpa pedal. Anak diminta naik dan duduk di atas sadel, dan meluncur dengan menggunakan kedua kakinya.  Ini mungkin lebih mudah dilakukan anak dalam rangka melatih keseimbangan.

Jangan lupa, Bunda. Lepas pedal lebih dahulu dari sepeda dan turunkan sadel agar anak bisa duduk di sepeda dengan kedua kaki menapak di tanah. Ajarkan anak mendorong sepeda dengan kaki dan meluncur di sepeda.

Setelah Anak sudah berhasil menjaga keseimbangan selama beberapa detik, Anda bisa pasang pedal kembali, naikkan dudukan dan ajarkan ia cara mengayuh sepeda.

Setelah anak bisa meluncur dengan kaki di atas, berbelok ketika meluncur, dan melihat ke depan ketika mengemudi, waktunya untuk memasang kembali pedal sepeda Anak. Untuk saat ini, pastikan sadel tetap di posisi rendah agar anak bisa meletakkan kedua kaki di tanah untuk berhenti.

Selanjutnya, Anak diminta naik dan duduk di atas sadel. Kaki kanan berada di atas pedal, kaki kiri bertumpu di tanah. Anak diminta menaikkan kedua kakinya di atas pedal. Sepedanya kita pegangi. latihan maju sedikit dengan didorong. Latihan ini bisa dilakukan beberapa kali.

4. Latihan Mengerem yang Benar

Belajar menggunakan rem saat bersepeda merupakan pelajaran yang cukup penting. Penggunaan rem secara mendadak dapat menyebabkan pengendara terjatuh dari sepeda. Untuk itu, kita harus mengingatkan Anak untuk melakukan pengereman secara perlahan.

Tujuan mengerem adalah menghentikan sepeda. Untuk melatih mengerem sepeda, perkenalkan lebih dahulu komponen sepeda dekat setang bagian kanan yang untuk mengerem. Posisi Sadel bisa diturunkan disesuaikan dengan tinggi badan anak.

Gunakan tangan kanan menariknya ke belakang, hingga sepeda berhenti. Baiknya Bunda memberikan contoh mengerem yang netral tidak terkesan mendadak. Mintalah anak berlatih perlahan menarik  rem hingga ia bisa menggunakannya tanpa oleng. Untuk melatih kemampuan mengerem, coba lakukan hal berikut:

Tempatkan benda sekitar 10 sampai 20 meter di depan di tanah dan minta anak naik sepeda dan berhenti sebelum menabraknya. Bermain lampu lalu lintas. Variasikan jarak dan minta anak untuk berhenti.

Ketika anak sudah merasa nyaman mengerem, Bunda bisa naikkan sadel kembali ke posisi standar. Untuk mengukur tinggi yang tepat, pegang sepeda agar stabil dan minta anak duduk di sadel. Posisi anak harus sedikit menekuk (80 sampai 90 persen lurus).

5. Latihan Duduk dan Mengayuh

Anak diminta naik dan duduk di atas sadel.  Kedua tangannya memegang setang. Kaki kanan berada di atas pedal, kaki kiri bertumpu di tanah.  Lalu anak diminta meluncur pelan-pelan, dan kaki kirinya juga ikut bertumpu di atas pedal.

Artikel terkait:

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Kalau sudah ada keseimbangan, anak diminta mengayuh pelan-pelan, dan meluncur dengan menggunakan kedua kakinya untuk mengayuh sambil kita pegangi bagian belakang sepedanya. Tahap awal anak naik sepeda, atur waktu tempuh: 5 detik, atau10 detik lebih dahulu. Coba lihat apakah anak bisa meluncur dengan kaki tanpa menyentuh tanah selama 5 atau10 detik. Kalau sudah bisa, perlahan tambahkan waktunya ketika anak jadi lebih percaya diri.

Cara Efektif Melatih Anak Naik Sepeda Roda Tiga dan Dua

Walaupun Anak sudah bisa mengayuh sepeda dengan lancar, tapi ini tidak berarti Anak siap untuk bersepeda jarak jauh dan bersepeda di jaan raya. Biarkan Anak berlatih sebentar dengan kemampuan Anak. Jangan paksa Anak bersepeda di jalan atau di tempat yang Anak belum siap.

6. Latihan Bersepeda dengan Berbagai Model Lintasan:

Berbelok dan memutar

Setelah anak menguasai kemampuan untuk bergerak dan meluncur, serta anak sudah dapat menikmatinya, lanjutkan untuk mengajarinya berbelok ke kiri dan kanan. Mulailah dengan belokan memutar yang mudah.

Lintasan Menghidari Benda

Tempatkan sebuah benda di tengah jalan tempat latihan bersepeda dengan jarak 10 meter dari anak. Ia diminta naik sepeda dan melewati benda tersebut dengan hati- hati dan perlahan. Coba tempatkan benda lain di jarak 15 meter, 20 meter, 25 meter dan seterusnya, kemudian Anak diminta melewati benda-benda tersebut.

Untuk melewati benda tersebut bisa kita latih dua cara.  Kita bisa melatih anak bersepeda untuk menghidari benda dari sebelah kiri benda atau dari sebelah kanan benda yang kita siapkan. Latihan ini mengajari anak untuk memperhatikan sesuatu lebih dulu, baru mengarahkan sepeda ke target tertentu.

Demikian Bunda pembahasan mengenai cara melatih anak naik.Selamat melatih Anak bersepeda ya, Bun.Semoga bermanfaat, dan Anak kita memiliki keterampilan naik sepeda. Aamiin.

Referensi : dari Berbagai Sumber

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *