Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

kurdefrin.com – Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.

Itulah lirik lagu berjudul “Harta Berharga.” Lirik lagu tersebut memberikan gambaran kepada kita betapa pentingnya keluarga bagi kita.

Mengingat keluarga memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan kita, layaklah kita selalu mementingkan keluarga.  Tidak ada yang lebih penting selain keluarga. Pekerjaan, jabatan, harta benda dan semuanya itu penting, tapi lebih penting keluarga.

Dalam kesempatan kali ini akan dibahas masalah keluarga, yang terdiri atas ciri-ciri keluarga berkualitas, langkah dan cara membentuk keluarga berkualitas.

Keluarga itu merupakan unit masyarakat terkecil terdiri atas ayah, ibu, anak, dan seisi rumah. Keluarga merupakan satuan kekerabatan yang sangat mendasar di masyarakat.

Keluarga berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2000)

1. Ciri-Ciri Keluarga Berkualitas

a. Perkawinan yang Sah

Ciri-ciri keluarga berkualitas adalah perkawinan yang sah. Perkawinan dinyatakan sah jika dilakukan secara legal baik dari sisi agama, masyarakat, maupun negara. Perkawinan sah jika dilakukan menurut hukum yakni Undang-Undang, peraturan-peraturan yang berlaku.

Perkawinan dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syaratnya. Rukun perkawinan itu terdiri atas: mempelai laki-laki, wanita, ada wali nikah bagi perempuan, ada saksi, ijab dan qobul.

Menurut ajaran agama Islam, syarat nikah itu beragama Islam bagi laki-laki, bukan mahrom bagi calon istri, mengetahui wali akad nikah, tidak sedang melaksanakan ibadah haji, dan tidak karena paksaan.

b. Bertaqwa

Bertaqwa berarti menjalankan dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang bertaqwa akan senantiasa berusaha melaksanakan segala perintah dan larangan Tuhan Yang Maha Esa.

c. Sejahtera

Sejahtera adalah aman sentosa dan makmur; Selamat terlepas dari segala macam gangguan. Kesejahteraan adalah keamanan, keselamatan, ketentraman, kesenangan hidup, dan kemakmuran, dsb. (KBBI).

Kesejahteraan itu menunjuk pada keadaan yang baik. Sejahtera itu merupakan kondisi manusia dalam keadaan Makmur, sehat, dan damai. Dalam bidang ekonomi, sejahtera itu dihubungkan dengan keuntungan benda.

Sejahtera memiliki arti khusus resmi atau teknikal seperti istilah fungsi kesejahteraan sosial. Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan utnuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam negara sejahtera.

Sejahtera itu, adalah keluarga yang memiliki penghasilan minimal di atas upah minimum regional suatu daerah. Sejahtera menurut Wikipedia menunjuk  ke keadaan yang baik, kondisi manusia dalam keadaan makmur, sehat dan damai.

d. Sehat

sehat adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan (WHO). Ada tiga komponen penting  dalam definisi sehat, yaitu sehat jasmani atau fisik, sehat rohani atau mental, dan sehat spiritual.

Sehat jasmani itu merupakan sosok manusia yang bernampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak berbau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit, dan seluruh fungsi fisiologis tubuh berjalan normal.

Sehat rohani atau mental adalah sehat cara berpikirnya. Kemampuan berpikirnya nalar, masuk akal, dan tidak terganggu. Kesehatan mental biasanya berhubungan dengan kesehatan fisik. Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Sedangkan sehat spiritual merupakan komponen tambahan pada pengertian sehat menurut WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-seri masyarakat.

Setiap individu perlu mendapat Pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengarkan alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Artikel terkait:

9 Cara Sederhana tetapi Ampuh Mendisiplinkan Anak Mulai dari Rumah

Sehat erdasarkan ketentuan Pasa l 1 angka (1) Undang-Undang republik Indonesia, nomor 36 tahun 2009 adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social dan ekonomis. Artinya setiap anggota keluarga harus mengupayakan untuk tetap hidup sehat.

e. Maju

Maju adalah menjadi lebih baik, cerdas, berkembang pikirannya, berpikir dengan baik. Maju berarti telah mencapai atau berada pada tingkat peradaban yang tinggi.

Sementara itu, negara maju adalah sebutan untuk negara yang penduduknya  menikmati standar hidup yang relatif tinggi dan ekonomi yang merata. Nilai “maju” pada hakikatnya setiap anggota keluarga memiliki kemampuan mengembangkan pemikirannya menuju ke depan.

f. Mandiri

Keluarga berkualitas itu harus mandiri. Mandiri adalah keadaan dapat berdiri sendiri. Mandiri itu tidak bergantung kepada orang lain. Berdasarkan beberapa batasan dapat disimpulkan bahwa mandiri adalah sikap untuk teidak menggantunkan keputusan kepada orang lain.

Seseorang yang menjalankan kehidupan berkeluarga harus mampu hidupmandiri tidak bergantung kepada orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi dalam keluarga. Nilai kemandirian ini intinya tidak melibatkan siapapun dalam menangani masalah keluarga.

g. Jumlah Anak Ideal

Keluarga berkualitas itu bercirikan memiliki jumlah anak yang ideal. Ideal untuk uukuran masyarakat Indonesia adalah dua. Sesuai slogannya “Dua anak lebih baik.”

Alasannya tentu untuk menjaga laju pertumbuhan penduduk. Akan tetapi, tahukan Bunda, berapa jumlah anak ideal untuk keluarga bahagia?

Hasil beberapa penielitian menunjukkan jumlah anak ideal adalah 2 samapi 3 anak per keluarga. Jika lebih dari itu terjadi ketidakseimbangan antara anak yang berkaitan dengan proses tumbuh kembangnya.

h. Berwawasan ke Depan

Keluarga berkualitas itu mempunyai ciri berwawasan ke depan, artinya visioner jauh ke depan. Ini sangat penting bagi keluarga agar minimal proses pendidikan anaknya memiliki wawasan jauh ke depan dan setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuan yang ada.

Pendidikan yang tinggi tidak terbatas hanya untuk anak laki-laki. Masa kini zaman sudah berubah. Laki-laki dan perempuan sama-sama memerlukan Pendidikan yang tinggi sebagai bekal membentuk keluarga yang berkualitas.

i. Tanggung Jawab

Keluarga berkualitas itu mempunyai ciri bertanggung jawab. Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Bertanggung jawab berarti berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengajan maupun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab. Apabila dikaji tanggung jawab itu merupakan kewajiban yang harus dipikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

Dengan demikian diharapkan nilai tanggung jawab pada keluarga adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik dan buruk perbuatannya itu dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.

j. Harmonis

Keluarga berkualitas itu bercirikan harmonis. Harmonis adalah bersangkut paut dengan harmoni. Harmonis itu seia sekata. Harmonis  adalah konsidi seia sekata di antara anggota keluarga.

Keharmonisan akan terwujud jika di dalamnya  ada sikap saling menghargai dan menyayangi antar anggota keluarga. Alangkah indahnya jika keharmonisan dalam keluarga dapat terwujud.

2. Langkah-Langkah Membentuk Keluarga Berkualitas

  • Menumbuhkembangakan harapan pada diri sendiri dan keluarga akan kehidupan yang lebih baik dari aspek agama, pendidikan, ekonomi, dan budaya.
  • Memberikan teladan kepada anak-anak mengingat perkembangan teknologi dan globalisasi yang juga memiliki dampak negative dari sisi moral.
  • Memberikan nasihat kebaikan dan teguran atas perilaku dan tindakan menyimpang yang dilakukan anggota keluarga.
  • Mencari dan membentuk lingkungan kondusif untuk perkembangan keluarga. Lingkungan kondusif itu lingkungan yang baik dan memungkinkan untuk pengembangan anggota keluarga kea rah yang positif dan terhindar dari perbuatan negatif. Contoh lingkungan yang kondusif adalah lingkungan yang jauh dari merokok, obat terlarang, kekerasan, tindakan asusila, mabuk, judi, dll.
  • Melakukan pembiasaan dan pengulangan terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat.
  • Memberikan hadiah berupa pujian apabila anak melakukan hal baik dan memberikan hukuman yang mendidik apabila anak melanggar aturan yang telah disepakati.

Artikel terkait:

Bermain Peran: Cara Jitu Melatih Anak Balita Berbicara

3. Cara Membentuk Keluarga Berkualitas

Merujuk pada ajaran nabi Muhammad, ada tiga prinsip yang harus kita pegang, yaitu mampu, menjaga jarak kelahiran, dan menjaga keutuhan keluarga. Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

a. Mampu

Mampu berkaitan dengan kemampuan baik pria maupun wanita untuk hidup berkeluarga terutama mampu secara ekonomi, fisik, mental, dan spiritual.

b. Menjaga Jarak Kelahiran

Menjaga kelahiran berarti mampu mengatur jarak kelahiran anak. Minimal tiga tahun adalah jarak yang ideal antara anak satu dengan anak lainnya. Hal ini terkait dengan asupan ASI (air susu ibu) yang harus dipenuhi untuk anak-anak. Jangan sampai saat ibu masih menyusui sudah hamil lagi.

Nah, di sinilah program KB yang digalakkan pemerintah agar kelahiran itu dikendalikan dan harus diatur. Ayah dan ibu wajib mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Program KB tidak hanya menjadi tanggung jawab wanita, tetapi juga laki-laki.

c. Menjaga Keutuhan Keluarga

Menjaga keutuhan keluarga berarti menjaga kelengkapan anggota keluarga. Kelengkapan keluarga tetap terjaga, ada ayah, ibu, dan anak merupakan indicator keluarga berkualitas.

Tidak terjadi perceraian pada orang tua. Keluarga akan porak poranda manakala adanya perpisahan antara ayah dan ibu. Keluarga seperti itu bukan keluarga yang berkualitas.

Keluarga berkualitas harus ditopang semangat bersama menjaga keutuhan keluarga. Saat ini bisa kita lihat dan saksikan adanya kecenderungan ketika ada masalah, lalu cerai dan kawin lagi.

Kesannya mudah sekali. Seharusnya tidak boleh seperti itu. Jagalah keutuhan keluarga agar keluarga tetap berkualitas.

4. Meningkatkan Peran Ibu

Perempuan mempunyai peran yang terpenting di dalam sebuah keluarga, terutama dalam mendidik anak-anak untuk tumbuh kembang menjadi generasi penerus yang cemerlang. Perempuan itu pilar utama dalam sebuah keluarga.

Khusunya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya sehingga mereka menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas, terampil, dan berkualitas.

Salah satu tujuan pembangunan adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan itu akan terwujud apabila dilahirkan seorang anak oleh seorang ibu yang sehat, baik fisik, mental, spiritual, dan sosialnya.

Perempuan harus dapat membimbing keluarga agar terhindar dari narkoba, dan obat terlarang lainnya, serta terhindar pula dari perbuatan-perbuatan tercela. Membangun manusia hebat itu kuncinya adalah perempuan.

5. Menjalankan 8 Fungsi Keluarga

Keluarga berkualitas adalah keluarga yang bisa menjalankan 8 fungsi keluarga. Kedelapan fungsi itu dijelaskan sebagai berikut.

a. Fungsi Agama

Fungsi keluarga yang pertama adalah fungsi agama. Salah satu fungsi agama yang dapat dijadikan contoh adalah menjalankan perintah agama. Keluarga menjadi tempat pembelajaran nilai-nilai agama. Keluarga juga menjadi tempat mempraktikkan ajaran dan nilai-nilai agama.

Menumbuhkembangkan nilai agama delam keluarga menjadi salah satu pondasi dalam kehidupan keluarga. Keluarga yang dilandasi agama akan memiliki Batasan, tuntunan, dan toleransi yang wajar.

b. Fungsi Kasih Sayang

Fungsi keluarga yang kedua adalah fungsi kasih sayang. Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih saying. Kasih adalah perasaan saying, cinta, dan suka.

Sayang itu adalah  kasih sayang atau cinta kepada semua anggota keluarga. Jadi, fungsi keluarga itu memiliki perasaan saying, cinta, suka kepada semua anggota keluarga.

Tidak ada permusuhan dan kekerasan dalam rumah tangga merupakan indicator fungsi kasih saying dalam keluarga dapat berjalan dengan baik. Fungsi inilah yang sangat diinginkan oleh setiap anggota keluarga. Sebab keluargalah yang menjadi tempat untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang.

c. Fungsi Perlindungan

Fungsi keluarga yang ketiga adalah fungsi perlindungan. Fungsi perlindungan ini bertujuan agar anggota keluarga merasa aman dan nyaman, baik dari sisi keamanan, kesehatan, serta berbagai aspek lainnya. Jadikan anggota keluarga menrasa nyaman dan terlindungi di dalam keluarga.

d. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi keluarga yang keempat adalah fungsi sosial budaya. Keluarga menjadi tempat bagi anggota keluarga untuk sama-sama belajar seputar social dan budaya. Contoh sederhana adalah belajar bertutur kata yang baik dan tahu  bedanya gaya bicara denga usia lawan bicara.

e. Fungsi Reproduksi

Fungsi keluarga yang kelima adalah fungsi reproduksi. Reproduksi di sini berarti pengembangbiakan. Reproduksi adalah seksual perbanyakan melalui penggabungan benih jantan dan benih betina.

Reproduksi adalah proses biologis suatu individu untuk menghasilkan individu baru. Reproduksi itu merupakan cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan oleh pendahulu setiap individu organisme untuk menghasilkan suatu generasi selanjutnya.

Fungsi ini harus benar-benar disadari oleh keluarga. Bukan hanya pengetahuan seputar reproduksi, anggota keluarga juga sebaiknya tahu hal lainnya. Misalnya soal program keluarga berencana, edukasi pada anak soal usia ideal menikah, serta berbagai hal lain yang berkaitan  dengan reproduksi.

f. Fungsi Sosial dan Pendidikan

Fungsi keluarga yang keenam adalah fungsi sosial ddan pendidikan. Keluarga jelas menjadi tempat sosialisasi dan pendidikan pertama pada seseorang dalam kehidupannya.

Sehingga Pendidikan di dalam keluarga penting untuk dijalankan. Tanamkan pada anggota keluarga bahwa Pendidikan adalah hal yang harus ditempuh.

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

g. Fungsi Ekonomi

Fungsi keluarga yang ketujuh adalah fungsi ekonomi. Fungsi ekonomi merupakan bagian yang kadang cukup sensitive di keluarga.

Tapi, masing-masing pihak dalam keluarga harus sadar akan peran ekonomi dalam keluarga. Seorang suami atau ayah, jelas punya kewajiban untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Tapi, jika hal itu tidak bisa dipenuhi sendiri oleh suami, maka komunikasi menjadi penting. Cari solusi bersama agar masalah ekonomi bisa diatasi.

h. Fungsi Pembinaan Lingkungan

Fungsi keluarga yang kedelapan adalah fungsi pembinaan lingkungan. Fungsi ini juga bagian enggak kalah penting. Keluarga menjadi tempat bagi seseorang agar tahu apa yang harus dilakukan di lengkungannya, baik di lingkungan rumah, sekolah, atau tempat lainnya.

Ajari anggota keluarga agar bisa menempatkan diri dan berpesan agar sesuai dengan lingkungannya. Hal penting dalam memilih pasangan ialah sejauh mana kehidupan beragama dan akhlak calon suami atau istri kita.

Akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan. Ketika memilih pasangan hidup, tengoklah bagaimana budi pekerti atau kelakuan calon istri atau suami. Kalau orang jawa bilang, pilihlah calon pasangan hidup dengan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot.

Aspek ini penting sekali karena sangat terkait nanti ketika sudah berkeluarga. Kalau agama pasangan kita baik, dia tentu bisa mendidik anak dengan baik dan anak pun akan tumbuh jadi anak yang baik. Kalau dia agamanya baik, tentu dia tidak akan menelantarkan keluarganya.

Itulah penjelasan mengenai cara membentuk keluarga berkualitas. Semoga menjadi panduan bagi para calon istri atau suami, dan menambah pengetahuan bagi keluarga.

Referensi: dari Berbagai Sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *