Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

kurdefrin.com- Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Itulah lirik lagu berjudul “Harta Berharga.” Lirik lagu tersebut memberikan gambaran kepada kita betapa pentingnya keluarga bagi kita.

Mengingat keluarga memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan kita, layaklah kita selalu mementingkan keluarga.  Tidak ada yang lebih penting selain keluarga. Pekerjaan, jabatan, harta benda dan semuanya itu penting, tapi lebih penting keluarga.

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas
Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Ada pengalaman menarik. Seorang suami dipromosikan naik jabatan dalam pekerjaannya tapi menolak. Karena promosi jabatannya harus berpindah  jauh dari keluarga. Di Luar Kota. Keluarga tidak memungkinkan untuk dibawa serta pindah ke kota tempat pekerjaan yang baru.

Jadi, pekerjaan yang dipilihnya adalah pekerjaan yang biasa saja.  Tidak memilih pekerjaan dengan naik jabatan. Dia memilih tidak meninggalkan keluarga. Lebih memilih berkumpul dan melindungi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. Sehebat itulah pentingnya keluarga. Apa sebenarnya keluarga itu?

Keluarga adalah unit masyarakat terkecil terdiri atas ayah, ibu, anak-anaknya dan seisi rumah. Keluarga itu merupakan satuan kekerabatan yang sangat mendasar di masyarakat. Berkualitas berarti mempunyai kualitas atau mutu.

Keluarga berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2000).

1. Ciri-Ciri Keluarga berkualitas

a. Perkawinan yang sah

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas
Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Ciri utama dan pertama untuk membentuk keluarga yang berkualitas adalah perkawinan yang sah.

Perkawinan sah berarti pembentukan keluarga secara legal baik dari sisi agama, masyarakat, maupun Negara. Sah itu jika  perkawinan dilakukan menurut hukum (Undang-Undang, peraturan-peraturan) yang berlaku.

Perkawinan dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syaratnya.

Rukun perkawinan meliputi ada mempelai pria, ada mempelai wanita, ada wali nikah bagi perempuan, ada saksi nikah sejumlah dua orang laki-laki, Ijab dan qobul.

Syarat nikah: beragama Islam bagi laki-laki, bukan laki-laki mahrom bagi calon istri, mengetahui wali akad nikah, tidak sedang melaksanakan ibada haji, tidak karena paksaan.

b. Bertaqwa

Keluarga berkualitas itu mempunyai  ciri bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Taqwa (Takwa )artinya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,

Manusia yang Bertakwa : akan senantiasa berusaha melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan Tuhan YME.

c. Sejahtera

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas
Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Menurut KBBI (794), sejahtera itu adalah aman sentosa dan makmur. Selamat (terlepas dari segala macam gangguan). Kesejahteraan itu keamanan, keselamatan, ketentraman, kesenangan hidup, kemakmuran dsb.

Sejahtera itu menunjuk pada keadaan yang baik. Sejahtera itu merupakan kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, sehat, dan damai.

Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Sejahtera memliki arti khusus resmi atau teknikal (lihat ekonomi kesejahteraan), seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.

Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide negara sejahtera.

Sejahtera itu secara nilai minimal keluarga memiliki penghasilan di atas Upah Minimum Regional disuatu daerah .

Sejahtera menurut wikipedia menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

d. Sehat

Menurut World Health Organization (WHO, 2015) sehat adalah suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.

Ada tiga komponen penting dalam satu kesatuan definisi sehat.

  • Sehat Jasmani (Fisik)

Merupakan sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakai rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak berbau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit, dan seluruh fungsi fisiologis tubuh berjalan normal.

  • Sehat Rohani (Mental)

Sehat Rohani/Mental adalah sehat cara berpikirnya. Kemampuan berpikir nalar, masuk akal tidak terganggu. Kesehatan mental biasanya berhubungan dengan kesehatan fisik. Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

  • Sehat Spiritual

Spritual merupakan komponen tambahan pada pengertian sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kahidupan sehari-hari masyarakat.

Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengar alunan lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya agar terjadi keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Artike terkait:

9 Cara Sederhana tetapi Ampuh Mendisiplinkan Anak Mulai dari Rumah

Sehat berdasarkan ketentuan Pasal I angka (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Artinya setiap anggota keluarga harus mengupayakan untuk tetap hidup sehat.

e. Maju

Maju adalah menjadi lebih baik, cerdas, berkembang pikirannya, berpikir dengan baik. Maju berarti telah mencapai atau berada pada tingkat peradaban yang tinggi.

Sementara itu, Negara maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.

Nilai maju pada hakekatnya setiap anggota keluarga memiliki kemampuan mengembangkan pemikirannya menuju ke depan.

f. Mandiri

Keluarga berkualitas itu harus mandiri. Mandiri adalah keadaan dapat berdiri sendiri. Mandiri itu tidak bergantung kepada orang lain.

Berdasarkan beberapa batasan dapat disimpulkan bahwa mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain. Seorang yang menjalankan kehidupan berkeluarga harus mampu hidup mandiri tidak bergantung dengan orang lain, mampu memberikan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi dalam berkeluarga. Nilai kemandirian ini intinya tidak melibatkan siapapun dalam menangani masalah keluarga.

g. Jumlah Anak Ideal

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas
Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Keluarga berkualitas itu bercirikan memiliki jumlah anak yang ideal. Ideal untuk ukuran  masyarakat Indonesia, slogan ‘Dua Anak Lebih Baik’ tentu sudah tak asing lagi. Alasannya tentu untuk menjaga laju pertumbuhan penduduk. Akan tetapi tahukah Bunda, berapa jumlah anak ideal untuk keluarga bahagia ?

Tentunya jumlah anak ideal beberapa penelitian di Indonesia mengungkapkan angka antara 2 sampai 3 anak perkeluarga.Jika lebih itu terjadi ketidak seimbangan antar anak yang berkaitan dengan proses tumbuh kembang nya.

h. Berwawasan ke Depan

Keluarga berkualitas itu mempunyai  ciri berwawasan ke depan. Secara umum dapat dibatasi bahwa yang dimaksud dengan memiliki wawasan ke depan artinya memiliki visi (visioner) jauh kedepan .

Ini sangat penting bagi keluarga agar minimal dalam proses pendidikan anak memiliki cita-cita jauh dan setinggi-tinggi sesuai kemampuan yang ada. Pendidikan yang tinggi tidak terbatas hanya untuk anak laki-laki.

Masa kini, zaman sudah berubah. Laki-laki dan perempuan sama-sama memerlukan pendidikan yang tinggi sebagai bekal membentuk keluarga yang berkualitas.

i. Tanggung Jawab

Keluarga berkualitas itu mempunyai  ciri bertanggung jawab. Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Bertanggung jawab berarti berkewajiban menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab.

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

Apabila dikaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus dipikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

Dengan demikian diharapkan nilai tanggung jawab pada keluarga adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan .

j. Harmonis

Keluarga berkualitas itu bercirikan harmonis. Harmonis adalah bersangkut paut dengan (mengenai) harmoni. Harmonis itu seia sekata. Harmonis adalah kondisi seiya sekata di antara anggota keluarga.

Keharmonisan akan terwujud jika di dalamnya ada sikap saling menghargai dan menyayangi antar anggota keluarga. Alangkah indahnya jika  keharmonisan dalam keluarga dapat terwujud.

2. Langkah-langkah membentuk keluarga berkualitas

  • Menumbuhkembangkan harapan pada diri sendiri dan keluarga akan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.
  • Menumbuhkembangkan harapan Kehidupan yang lebih baik dapat ditinjau dari aspek agama, pendidikan, ekonomi, budaya.
  • Memberikan teladan yang baik kepada anak-anak mengingat perkembangan teknologi dan globalisasi yang juga memiliki dampak negatif dari sisi moral.
  • Memberikan nasihat kebaikan dan teguran atas perilaku dan tindakan menyimpang yang dilakukan anggota keluarga.
  • Mencari dan membentuk lingkungan kondusif untuk perkembangan keluarga. Lingkungan kondusif yaitu lingkungan yang baik dan memungkinkan untuk pengembangan anggota ke arah yang positif dan terhindar dari perbuatan yang negatif.

Contoh lingkungan kondusif adalah lingkungan yang jauh dari merokok, obat terlarang, kekerasan, tindakan asulila, mabuk, judi, dll.

  • Melakukan pembiasaan dan pengulangan terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat.
  • Memberikan hadiah berupa pujian apabila anak melakukan hal-hal baik dan memberikan hukuman yang mendidik apabila anak melanggar aturan yang telah disepakati.

3. Cara-Cara Membentuk Keluarga Berkualitas

Merujuk pada ajaran Nabi Muhammad, ada tiga prinsip yang harus kita pegang, yaitu mampu, menjaga jarak kelahiran, dan menjaga keutuhan keluarga.

a. Mampu

Prinsip mampu berkaitan dengan kemampuan baik pria maupun perempuan untuk hidup berkeluarga, terutama mampu secara ekonomi, fisik, mental, dan spiritual.

b. Menjaga Jarak kelahiran

Keluarga, ayah dan ibu harus mampu mengatur jarak kelahiran anak. Minimal tiga tahun adalah jarak yang ideal antara anak-anak kita.

Artikel terkait:

Bermain Peran: Cara Jitu Melatih Anak Balita  Berbicara

Hal ini terkait dengan asupan ASI (air susu ibu) yang harus dipenuhi untuk anak-anak kita. Jangan sampai, saat ibu masih menyusui udah hamil lagi.

Nah, di sinilah penting program KB yang digalakkan pemerintah agar kelahiran itu dikendalikan dan harus diatur. Ayah ibu wajib mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Program KB tidak hanya menjadi tanggung jawab wanita, tetapi juga laki-laki.

c. Menjaga Keutuhan Keluarga

Kelengkapan anggota keluarga ada ayah, ibu, dan anak merupakan indikator keluarga berkualitas. Tidak terjadi perceraian pada orang tua. Keluarga akan pork poranda manakala adanya perpisahan antara ayah dan ibu. Keluarga seperti itu bukan keluarga yang berkualitas.

Keluarga berkualitas harus ditopang semangat bersama menjaga keutuhan keluarga. Islam memang tidak melarang perceraian, tetapi jangan lupa perceraian sangat dibenci Allah SWT.

Saat ini bisa kita lihat dan saksikan kecenderungan ketika ada masalah, lalu cerai dan kawin lagi. Kesannya mudah sekali. Seharusnya tidak boleh seperti itu. Jagalah keutuhan keluarga agar keluarga kita tergolong berkualitas.

d. Meningkatkan Peran Ibu

Perempuan mempunyai peran yang terpenting di dalam sebuah keluarga, terutama dalam mendidik anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang cemerlang.

Perempuan adalah pilar utama dalam sebuah keluarga, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkualitas dan terampil.

Salah satu tujuan pembangunan adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, tujuan itu akan terwujud apabila dilahirkan seorang anak oleh seorang perempuan/ibu yang sehat, baik fisik, mental, spritual maupun sosial.

Perempuan harus dapat membimbing keluarga agar menghindari narkoba, membangun manusia hebat kuncinya dari perempuan.

e. Menjalankan 8 Fungsi Keluarga

Keluarga berkualitas adalah keluarga yang bisa menjalankan 8 fungsi keluarga

a. Fungsi Agama 

Salah satunya fungsi agama yang dapat dijadikan contoh keteladanan bagi anak-anak dalam menjalankan perintah agama. Keluarga menjadi tempat pembelajaran nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan.

Menumbuhkembangkan nilai agama dalam keluarga menjadi salah satu pondasi dalam kehidupan anggota keluarga. Keluarga yang dilandasi agama juga akan memiliki batasan, tuntunan, hingga toleransi yang wajar.

b. Fungsi Kasih Sayang

Sejak bayi dilahirkan, sejak itu pula ia mengenal kasih sayang.  Kasih adalah perasaan sayang, cinta, dan suka. Sayang adalah itu kasih sayang kepada, atau cinta kepada.

Jadi, Fungsi keluarga itu memiliki perasaan sayang, cinta, suka kepada semua anggota keluarga.

Tidak ada permusuhan, kekerasan dalam rumah tangga merupakan indikator fungsi kasih sayang dalam keluarganya berjalan dengan baik.

Fungsi inilah yang sangat diinginkan oleh setiap anggota keluarga. Sebab, keluargalah yang menjadi tempat untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang.

c. Fungsi Perlindungan

Fungsi ini bertujuan untuk membuat anggota keluarga merasa aman dan nyaman, baik dari sisi keamanan, kesehatan, serta berbagai aspek lainnya. Jadikan anggota keluarga merasa nyaman dan terlindungi di keluargamu sendiri.

d. Fungsi Sosial Budaya

Keluarga menjadi tempat bagi anggota keluarga untuk sama-sama belajar seputar hal sosial dan budaya. Contoh sederhananya adalah belajar tutur kata yang baik dan tahu bedanya gaya bicara sesuai dengan usia lawan bicara.

e. Fungsi Reproduksi

Reproduksi  di sini berarti pengembangbiakan. Reproduksi itu adalah seksual perbanyakan melalui penggabungan benih jantan dan benih betina. Reproduksi adalah proses biologis suatu individu untuk menghasilkan individu baru.

Reproduksi merupakan cara dasar mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan oleh pendahulu setiap individu organisme untuk menghasilkan suatu generasi selanjutnya.

Fungsi ini harus benar-benar disadari oleh keluarga. Bukan hanya pengetahuan seputar reproduksi, anggota keluarga juga sebaiknya tahu hal lain. Misalnya soal program keluarga berencana, edukasi pada anak soal usia ideal menikah, serta berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan reproduksi.

Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas

f. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan

Keluarga jelas jadi tempat sosialisasi dan pendidikan pertama pada seseorang dalam kehidupan. Sehingga, pendidikan di keluarga penting dijalankan. Tanamkan pada anggota keluarga bahwa pendidikan adalah hal yang harus ditempuh.

g. Fungsi Ekonomi

Fungsi ekonomi merupakan bagian yang kadang cukup sensitif di keluarga. Tapi, masing-masing pihak di keluarga harus sadar akan perannya dalam ekonomi keluarga. Seorang suami atau ayah jelas punya kewajiban untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi, jika hal itu tidak bisa dipenuhi sendiri oleh suami, maka komunikasi menjadi penting. Cari solusi bersama agar masalah ekonomi bisa diatasi.

h. Fungsi Pembinaan Lingkungan

Fungsi ini juga bagian enggak kalah penting. Keluarga jadi tempat bagi seseorang agar tahu apa yang harus dilakukan di lingkungannya, baik di lingkungan rumah, sekolah, atau tempat lainnya. Ajarkan anggota keluarga agar bisa menempatkan diri dan berperan sesuai dengan lingkungannya.

i. Utamakan Akhlak

Hal yang penting dalam memilih pasangan ialah sejauh mana kehidupan beragama dan akhlak calon suami/istri kita. Akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan. Ketika memilih pasangan hidup tengoklah bagaimana budi pekerti atau kelakuan calon istri atau suami.

Kalau orang jawa bilang, pilihlah calon pasangan hidup dengan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot. Aspek ini penting sekali karena sangat terkait nanti ketika sudah berkeluarga. Kalau agama pasangan kita baik, dia tentu bisa mendidik anak dengan baik dan anak pun akan tumbuh jadi anak yang baik. Kalau dia agamanya baik, tentu dia tidak menelantarkan keluarganya.

Itulah Cara-Cara Efektif Membentuk Keluarga yang Berkualitas. Semoga bisa menjadi panduan dan pengetahuan bagi keluarga.  Aamiin.

Referensi: dari Berbagai Sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *