Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

kurdefrin.com – Jumpa lagi Moms, selamat menjadi guru bagi para putra-putri Moms, selama pandemi anak-anak belajar di rumah. Moms, pembahasan motorik halus pada anak usia dini dilanjutkan ya.

Kesempatan kali ini akan dibahas motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Anak kita semakin hari semakan gede ya Moms. Kemampuan motorik halusnya juga mestinya berkembang seiring dengan perkembangan usianya. Simak ya, Moms.

Moms, tingkat pencapaian perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun ada beberapa pendapat. Pendapat pertama, anak harus bisa menggambar sesuai gagasannya, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan.

Anak juga harus mampu menggunakan alat tulis, alat makan dengan benar, dan menggunting sesuai dengan pola. Selain itu, ana dapat menempel gambar dengan tepat, dan mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci.

Sumber lain mengemukakan bahwa kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun meliputi: mampu menggunakan pisau untuk memotong makanan-makanan lunak. Anak juga mampu mengikat tali sepatu, bisa menggambar orang dengan enam titik tubuh.

Selain itu, anak dapat menirukan sejumlah angka dan kata-kata sederhana (Suyadi, 2009). Sumber lain yang menjelaskan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Anak dapat memotong bentuk sederhana, dan mengkoordinasikan tangan untuk menggosok gigi atau menyisir rambut.

Anak dapat mendesain model lego sendiri. Anak juga dapat berpakaian dan melepas pakaian secara mandiri (kecuali tali sepatu). Selain itu, anak dapat meniru bentuk segitiga, menulis angka 1-10, dan mewarnai di dalam garis.

Anak juga dapat memegang pensil dengan genggaman segitiga dan mengarahkan gerakan pensil. Anak dapat membuka kotak makan siang menggunakan garpu saat makan, dan menyelesaikan puzzle berisi 20 bagian.

Berikut ini dibahas cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Dari sekian banyak kemampuan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang harus dimililki, pembahasannya bertahap saja ya Moms. agar Moms, tidak Lelah membacanya. Oke.

1. Meniru Bentuk

Cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang pertama adalah meniru  bentuk. Meniru berarti melakukan sesuatu menurut apa yang diperbuat oleh orang lain (KBBI). Meniru sama artinya dengan mencontoh.

Mencontoh di sini adalah mencontoh bentuk tertentu bukan mencontoh perbuatan seseorang. Moms, ada banyak bentuk yang dapat dijadikan dasar peniruan. Misalnya dalam ilmu matematika ada bentuk segitiga, kotak, lingkaran, persegi, kubus, prisma, dll.

Dalam bidang ilmu pengetahuan alam, kita bisa meniru hal yang terkait dengan hewan, tumbuhan, cuaca, dll. Kita juga bisa meniru bentuk buah-buahan seperti manga, pisang, jeruk, apel, dll. Untuk jenis sayuran, bisa juga ditiru seperti Lombok, wortel, tomat, dll.

Bangunan rumah, gedung, lapangan, juga bisa kita tiru. Tidak hanya itu Moms, bahan yang bisa ditiru bisa juga berupa peralatan rumah tangga seperti meja, kursi, peralatan masak seperti panci, wajan, teko,dll.

Peralatan makan seperti piring, gelas, mangkok dapat kita jadikan bahan untuk meniru bentuk. Selain itu, bahan yang dapat ditiru adalah alat elektronik seperti: HP,TV, laptop, komputer, radio,dll.

Nah, proses peniruan bentuk menjadi bagian penting dalam pembahasan meniru bentuk ini. Moms bisa mengajari anak membuat tiruan bentuk segitiga, persegi, dll dalam bentuk gambar bukan meniru dalam bentuk benda nyata. Jangan salah, ya, Moms.

Anak akan kita arahkan meniru entuk apapun dalam wujud gambar, tentu tidak akan terlepas dari membuat garis. Yak kan Moms? Misalnya kita mau mengajarkan peniruan bentuk segitiga, mesti

Moms mengajari anak membuat garis miring dari arah atas ke bawah, garis horizontal dari arah kiri ke kanan, dan seterusnya.

Contoh lainnya, misalnya Moms mau mengajari anak meniru bentuk lingkaran. Tentu Moms akan mengajari anak dengan membuat garis lengkung dari atas ke bawah memutar menuju ke arah atas lagi hingga menyambung ke titik awal.

Jadi, benda apa pun yang akan ditiru oleh anak yang dituangkan dalam bentuk tulisan atau gambar, tidaklah jauh dari pelajaran membuat garis. Cara membuat garis sudah di bahas pada aartikel sebelum artikel ini.

Yang perlu menjadi perhatian Moms adalah kelihaian tangan anak saat melakukan peniruan bentuk. Anak lihai menggerakkan tangan dari atas ke bawah membentuk garis vertikal. Anak dapat menggerakkan tangannya dari kiri ke kanan membentuk garis horizontal.

Anak terampil menggerakkan tangannya membuar garis lengkung membentuk lingkaran. Berbagai terampilan membuat garis di atas akan mendukung perkembangan motorik halus pada anak di usianya. Semakin rumit peniruan bentuk tentu diarahkan untuk melatih motorik halus pada anak yang semakin tinggi usianya.

2. Bermain Lego

Cara melatih  motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang kedua adalah Bermain lego. Motorik halus pada anak akan berkembang dengan bermain lego karena anak berlatih ketangkasan.

Koordinasi antara tangan, mata, konsentrasi benar-benar terjadi pada saat anak menata potongan-potongan lego menjadi bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan imajinasi dan keinginannya.

Konsentrasi  anak juga berkembang pada saat ia memilih bentuk dan ukuran lego yang sedang dimainkannya. Anak juga akan menekan potongan lego dengan kekuatan tangannya sehingga terhubung. Dengan demikian, kemampuan motorik halus pada jari-jemari anak makin terlatih dan terampil.

Artikel terkait:

Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Lego adalah mainan konstruksi yang terbuat dari plastik beragam bentuk dan warnanya sehinggan banyak disukai  anak bahkan orang dewasa. Lego terdiri atas brisks dengan beberapa bulatan di permukaannya.

Anak bisa meningkatkan kemampuan motorik halusnya melalui kegiatan menempel brick yang satu ke bricks yang lainnya sampai menyatu dengan tepat. Koordinasi antara tangan , mata dan konsentrasi pun dapat terlatih melalui bermain lego.

Jenis Lego

a. Lego Duplo

Lego ini dipersiapkan untuk anak usia 2-5 tahun. Ukuran lego duplo ini lebih besar untuk menghindari resiko tertelan anak. Lego ini dibuat dengan model yang tidak bisa dimodifikasi  anak dengan tujuan memudahkan anak memainkannya.

b. Lego Reguler

Lego ini memiliki ukuran setiap elemennya lebih kecil.  Lego ini diperuntukkan bagi  anak usia 7 tahun ke atas hingga dewasa. Lego ini tidak direkomendasikan untuk digunakan anak balita.

Ada jenis lego lain berdasarkan bricsknya. Ada dua jenisya Moms. Pertama, Lego bentuk Brick box untuk melatih imajinasi dan kreativitas  anak .

Melalui lego jenis ini, anak akan mendapat kebebasan untuk membentuk dan menyusunnya sesuai dengan keinginannya. Di dalamnya terdapat banyak potongan lego dengan berbagai bentuk dan warna. Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

Kedua, lego tematik. Lego ini akan memberi tantangan pada anak untuk membaca instruksi secara detail. Contoh: lego bangunan terkenal, kota, museum, dll.

Cara Memilih Lego

Lego memiliki banyak ragam, jenis, dan model. Setiap model tentu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Moms mau pilih yang mana, tentu disesuaikan usia  anak ya Moms. Kita berarti akan memilih lego untuk anak usia 5-6 tahun ya Moms, kita kan sedang membahas motorik halus pada usia 5-6 tahun.

Misalnya, Moms mau memilih lego dengan abjad dan angka yang cocok untuk anak usia 5-6 tahun. Lego tematik juga bagus untuk anak usia 5-6 tahun. Anak akan mendapat pengalaman baru dan akan berimajinasi dengan baik dengan lego tematik.

Contoh lego tematik: rumah-rumahan, perkotaan, perdesaan, mungkin tema yang lain. Pada usia ini, anak sudah mulai bisa membaca instruksi, maka lego yang dipilih diupayakan yang bricknya lebih banyak agar lebih memberi tantangan pada anak ya Moms. jumlah brick untuk anak usia 5-6 tahun tidak lebih dari 300 briks.

Cara Bermain Lego

  • Ambil lego di tempat penyimpanannya
  • Buka dengan hati-hati
  • Baca atau bacakan instruksi Moms dengan sabar dan teliti agar dapat menyusun lego sampai selesai sesuai instruksinya.
  • Tentukan jenis konstruksi apa yang akan dibangun. Anak bisa diberi pilihan seperti konstruksi: SPBU dengan mobil-mobil yang sedang anter memngisi bensin atau solar, Meja kursi belajar Anak, Rumah beserta tamannya, mobil-mobilan, kapal laut, perahu, masjid, hewan dinosaurus, helicopter, robot, dan masih banyak alternatif yang bisa dipilih anak.
  • Ajak anak mulai menata lego di mulai dari bangunan dasar paling bawah. He he iya dong, masa menata lego mulai dari atas.
  • Bermain lego bisa dilakukan bertahap dari yang sederhana ke yang rumit. Ajak anak bermain dengan tahapan yang mereka sukai. Yang penting, koordinasi gerakan tangan, mata, dan konsentrasi anak terlatih.
  • Hasil konstruksi buatan anak bagaimanapun dan apa pun bentuknya, hargai yan Moms. Beri mereka dong pujian.

Moms, kesibukan tangan anak luar biasa pada saat bermain lego. Mengambil membuka, memegang instruksi, memilih, menata, memasang, mengepaskan, dll merupakan bukti bahwa tangan benar-benar bekerja.

Makin banyak yang dikerjakan, makin terlatih, luwes, terampillah tangan seorang anak. Jika tangan sudah terampil melakukan sesuatu, maka motorik halus anak punakan menjadi berkembang.

3. Menggambar Orang

Cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang ketiga adalah menggambar orang. Pada artikel sebelumnya yang berjudul “Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun” sudah dijelaskan mengenai cara melatih motorik anak melalui menggambar wajah.

Pada kesempatan kali ini, akan dijelaskan bagaimana sibuknya “tangan” bekerja untuk menggambar orang dengan melanjutkan menggambar bagian tubuh lainnya. Langkah-langkah menggambar orang, ikuti ya Moms agar Moms dapat mengajarkannya ke anak.

Cara sederhana menggambar orang dengan tubuh sempurna dan lengkap dengan tangan dan kaki. Gambar yang dibuat adalah gambar orang yang sedang beraktivitas.

  1. Menentukan pola dasar atau gaya orang yang akan digambar. Ini penting untuk menggambar apabila sudah diketahui pola dasar atau gayanya lebih dahulu. Misalnya orang sedang berdiri, duduk, menyapu, berolah raga, atau orang sedang tolak pinggang dll.
  2. Buat bentuk pola tubuh sesuai dengan gambar pola dasar.
  3. Mempertegas bentuk otot dan bagian tubuh menjadi lebih realistis. Gunakan Manekin sebagai referensi menggambar.
  4. Hapus secara perlahan-lahan bagian-bagian yang sudah tidak dibutuhkan lagi.
  5. Pertegas detail dari tubuh orang yang akan digambar, meliputi wajah dan bagian-bagiannya, beserta lekuk dan otot tubuhnya.
  6. Untuk finishing berikan gradasi atau efek-efek bagian gelap dari gambar. Kamudian arsirlah bagian tersebut agar gambar lebih realistis dan nyata.

Bunda, meskipun penjelasan cara membuat gambar orang tersebut disajikan secara sederhana, tapi kesibukan tangan luar biasa. Tangan bekerja mulai dari membuat lingkaran, garis horizontal, garis vertikal, garis lengkung untuk membuat alis, dll. telah membuktikan bahwa tangan dapat bekerja sama dengan mata.

Masalah hasil menggambar orang bukan menjadi tujuan utama karena tujuan utamanya adalah melatih gerakan tangan untuk mengembangkan motorik halus pada anak. Jangan salah ya Moms.

4. Bermain Puzzle 20 Potongan

Cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang keempat bermain puzzle dengan 20 potongan puzzle. Ketika bermain puzzle, tanganlah yang aktif bekerja dengan mata dan keonsentrasi. Maka, puzzle merupakan media yang baik untuk mengembangakan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun.

Puzzle yang digunakan  untuk bermaun pada anak usia 5-6 tahun ini tidak sesederhana puzzle untuk anak 2-3, 3-4, atau 4-5 tahun. Jumlah potongan puzzle untuk anak usia 5-6 tahun minimal 20 potong. Lebih dari itu semakin menantang. Anak bisa melebihi ketentuan yang ada berarti anak yang cerdas dan hebat.

Karena jumlah potongan puzzle yang digunakan anak untuk bermaian mencapai 20 potong, tangan dan mata anak akan semakin terlatih untuk menyusun potongan-potongan puzzle tersebut menjadi satu kesatuan gambar tertentu. Aktivitas tangan dan mata semakin banyak.

Dan semakin banyak gerakan tangan semakin banyak pula memerlukan bantuan mata dan konsentrasi. Ini akan membuat tangan seorang anak akan semakin terampil. Kemampuan motorik halusnya bisa berkembang dengan baik.

Apabila dicermati, aktivitas tangan anak pada saat bermain puzzle sangat banyak lho, Moms. Mulai dari memegang papan puzzle, mengeluarkan dan mengacak potongan-potongan puzzle, sampai menata kembali potongan puzzle semuanya itu dilakukan dengan apa yang Namanya tangan.

Artikel terkait:

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Tidak hanya itu, Moms. pada saat bermain puzzleanak juga kadang memutar potongan puzzle untuk menempatkannya secara pas, dan menyampung dengan model yang sudah terpajang.

Selanjutnya tangan anak masih garus berkerja, yakni menekan potongan puzzle pada papan puzzle agar pas posisinya. Semua aktivitas tersebut mambantu mengembangakan kekuatan, kelenturan, keluwesan jari-jemari tangan anak.

5. Menggosok Gigi

Cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun yang kelima adalah menggosok gigi. Moms, berapa kali sih idealnya kita menggosok gigi agar gigi kita benar-benar terawat? Dua kali dalam sehari kan Moms.

Begitu juga kita ajari anak menyikat gigi dua kali dalam sehari. Pada pagi hari, 10/15 menit setelah sarapan, ajak anak menyikat giginya.  Pada malam hari sebelum tidur, Moms juga harus mengajak anak menyikat gigi.

Perlakuan semacam ini jika dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan pada anak. Sehingga jika suatu ketika, anak tidak menggosok gigi, ia akan merasa ada sesuatu yang kurang. Moms, pada saat menggosok gigi organ tangan banyak tugasnya. Pertama, tangan harus mengambil sikat gigi di tempatnya.

Kedua, tangan harus mengambil pasta gigi, membuka tutupnya, memencet bagian pantatnya agar isinya keluar, lalu tangan menuang isi pasta gigi ke permukaan sikap gigi. Tangan masih harus menutup kembali permukaan pasta gigi dan meletakkannya lagi di tempatnya.

Belum selesai, tugas tangan selanjutnya adalah membuka kran air, lalu membasahi bagian sikat gigi yang ada pasta giginya. Kemudian, tangan bekerja lagi, yaitu menggosokkan sikat gigi ke seluruh permukaan gigi.

Selanjutnya, tangan bergerak menyikat ke bagian gigi depan dengan gerakan menyapu ke atas dan ke bawah. Gerakkan tangan menyikat gigi berpindah ke arah sisi kanan dan kiri bagian gigi geraham bagian luar dengan posisi gigi bagian depan tertutup.

Kemudian, tangan bergerak menggosok gigi bagian dalam dengan membuka mulut kebih lebar. Gosok gigi bawah kiri dan kanan, kemudian sikat gigi bagian atas kiri dan kanan.

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

Pada saat berkumur, organ tangan masih harus melayani mulut dengan memasukkan air jernih untuk berkumur. Jika selesai, tangan masih harus meletakkan kembali sikat gigi pada tempatnya.

Tampaknya pekerjaan menggosok gigi itu ringan. Tapi apabila dicermati, banyak lho Moms pekerjaan yang dilakukan oleh tangan pada saat menggosok gigi. Mulai dari mengambil, membuka, menutup, menggosok atas bawah, menggosok luar dalam, menggosok dengan posisi sikap hadap kiri dan kanan, dll.

Kesibukan tangan pada saat menggosok gigi, akan membuat tangan menjadi lentur. Tangan bisa bergerak ke segala arah di dalam mulut. Tangan bisa juga bergerak dari bawah ke atas, dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, dll.

Hal ini akan melatih tangan menjadi terampil dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Tentu saja, pekerjaan “tangan” tidak dapat berjalan dengan baik dan lancer tanpa bantuan mata dan konsentrasi.

Demikian Moms, penjelasan mengenai cara melatih motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Penjelasan ini terdiri atas 5 kegiatan yaitu meniru bentuk, bermain lego, menggambar orang dengan 6 titik, bermain puzzle 20 potongan, dan menggosok gigi.

Semoga lima cara tersebut bermanfaat bagi peningkatan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun. Terima kasih, atas kunjungannya. See you next, Moms.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *