Cara Mengatasi Demam pada Anak

Cara Mengatasi Demam pada Anak

Han

kurdefrin.com Sudah lelah seharian bekerja, kini saatnya merebahkan badan. Malam sudah larut. Beristirahat dan tidur pulas, sepertinya sudah tepat, agar esok hari badan segar dan bisa bekerja lagi.

Begitu merebahkan badan di sisi anak yang sudah tidur lebih awal, tanganku menyentuh keningnya. Panas. Demam?

Aku raba bagian tangan, kaki, leher, perut, punggung. Semuanya terasa panas. Perutnya kembung. Astagfirullah. Terhentak aku. Aku gendong anakku.

Aku cari alat pengukur suhu tubuh. Tidak kutemukan. Sudah hilang atau rusak barangkali. Maksudku ingin mengetahui berapa suhu tubuh anakku.

Rumahku cukup jauh dengan rumah dokter atau rumah sakit. Sudah larut malam lagi.

Akan aku bawa anak ke rumah sakit, kendaraan tidak tersedia.  Sulit mencari kendaraan umum di tengah gulita seperti ini.

Di luar gerimis terdengar menggemuruh. Tidak lama hujan pun turun begitu deras. Tidak mungkin aku bawa anakku mencari pertolongan ke luar rumah.

Aku ingat biasanya tersimpan obat penurun panas di kulkas. Aku buka kulkas. Di sana tidak kutemukan obat penurun panas.

Wow, keadaan semacam apa ini? Kemanakah pergi mencari matahari. Ketika salju turun, pohon kehilangan daun?

Aku harus putar otak. Aku harus memberi pertolongan pertama pada anakku.

A. Demam?

Demam adalah panas badannya. Suhu badan lebih tinggi daripada biasanya. Sakit atau penyakit yang menyebabkan suhu badan menjadi  lebih tinggi daripada biasanya.

Demam pada anak adalah suatu kondisi suhu tubuh anak naik melebihi batas normal. Suhu tubuh normal pada umumnya 37 derajat Celcius. 

Apabila diukur baik dari ketiak, mulut, maupun dari dubur, suhu tubuh anak melebihi batas normal, berarti anak tersebut demam.

Secara awam, suhu tubuh anak terasa lebih hangat dibandingkan biasanya, ini berarti anak demam.

B. Gejala?

Untuk mengetahui gejala anak demam tanpa ketersediaan alat pengukur suhu tubuh, dan belum diperiksakan ke dokter, begini caranya.

1. Ujung jari tangan terasa hangat bahkan panas

Bunda, sentuhlah ujung jari tangan anak dengan tangan kita. Apabila terasa hangat, berarti anak sedang demam.

2. Bagian kening hangat atau panas

Coba sentuh Bunda, bagian kening anak dengan bagian belakang telapak tangan kanan. Panas akan terasa menyengat. Mengapa bagian belakang telapak tangan?

Mom, bagian belakang telapak tangan berkulit tipis dan sensitif. Maka, akan lebih mudah mendeteksi panas anak.

Mengapa tangan kanan? Tangan kanan adalah tangan untuk kebaikan. Untuk kepentingan anak, tentu yang terbaik yang harus kita lakukan.

3.Kedua telapak kaki terasa panas

Peganglah Bunda kedua telapak kaki anak, tentu akan terasa hangat atau panas.

4.Air seni anak akan terasa panas

Jarak anak pipis ke pipis berikutnya terasa lebih lama. Begitu pipis, air pipisnya terasa panas.

Agar perlakuan ini lebih mudah diamati, baiknya anak, tidak kita kenakan pampers. Ketika pipis, panasnya langsung terasa menyiram pinggang dan paha Bunda yang sedang menggendongnya.

Inilah nikmatnya menjadi seorang Bunda.

5. Nafasnya terengah-engah saat tidur

Tarikan nafas lebih cepat bagaikan anak sehabis berlari kencang. Suara nafas juga terdengar lebih keras.

6. Gejala lain: kulit pucat, malas bermain, rewel, menangis merintih-rintih, menangis tidak keluar air mata, perut kembung, tidak responsif, lemas, bibir kering, mulut kering.

Tidak perlu panik, ya, Mom. Begitu kata hatiku. Panik tidak akan membantu mengatasi masalah. Anak kita akan tetap dalam keadaan panas. Tarik nafas, berdoa,  dan aku teringat cerita Bibi saat menghadapi anaknya demam. Begini caranya.

Perlakuan berikut ini merupakan pertolongan pertama yang dilakukan Bibiku kepada buah hati tercinta pada saat demam.

C. Cara Mengatasi Demam Anak

1. Beri anak minum hangat sesering mungkin

Biasanya anak rewel ketika panas. Sulit diberi minum. Diberi minum ditolak terus.

Namun, Ayah Bunda harus pandai merayu ya, sampai anak benar-benar mau minum air hangat berulang-ulang. Lakukan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Ibarat kata: “Mimi pipis. Mimi pipis. Mimi pipis.” Apa maksudnya. Maaf jangan diartikan minum air pipis untuk mengatasi atau mengobati panas.  Jangan lakukan ya, Bun!

Mimi pipis artinya anak diberi mimi air putih hangat, tidak lama kemudian anak akan pipis. Dengan keluarnya air pipis, berarti akan menurunkan panas anak.

Itulah maksud mimi pipis. Kalau hal tersebut dilakukan berulang-ulang, In Sya Allah panas anak akan turun. Panasnya akan terbawa hanyut oleh air seni anak.

2. Dibalur

Balurkan minyak telon atau minyak kayu putih pada bagian : perut, punggung, leher, telapak kaki, telapak tangan, dan ketiak. Balurkan ke hampir seluruh anggota tubuh. Tentu tidak bagian intim, wajah, dan rambut.

Baca juga:

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan pada Anak

3. Dikerok

Keroklah bagian punggungnya, leher, dada anak. Gunakan bawang merah yang dicelupkan ke dalam wadah berisi minyak telon untuk mengerok. Buka pakaian anak. Tengkurapkan anak di pangkuan kita.

Mulailah mengerok dari  bagian punggung dengan perlahan. Biasanya anak akan menangis. Biarkanlah dia menangis. Terus saja mengeroknya sampai kulit berwarna merah. Bahkan sampai anak berkeringat.

Ketika  menangis, anak akan mengeluarkan tenaga, dan mengeluarkan keringat. Keluar keringat berarti menurunkan suhu panas anak

Setelah dikerok, bawang merah yang tadi buat ngerok, tipiskanlah. Tempelkan pada perut anak bersama dengan minyak telon. Tutuplah bagian perut pakai gurita atau kain lembut lainnya untuk dililitkan di perut anak.

Biasanya setelah dikerok, panasnya akan turun. Apabila anak panas karena masuk angin. Anak akan sehat kembali. Sudah tidak rewel lagi.

Akan tetapi, apabila setelah panasnya turun lalu naik lagi. Ini pertanda anak sakit. Bawalah anak ke dokter.

4. Beri minum rebusan kunyit campur madu

Usai dikerok, minumi anak dengan rebusan air kunyit campur madu sekitar tiga sendok makan. Kunyit atau empu kunyit, seadanya kunyitlah, digeprek sampai gepeng, rebus sampai mendidih. Ambil tiga atau empat sendok, campuri satu sendok makan madu. Minumkan selagi hangat. Lanjutkan, dengan memberi minum susu atau teh manis.

5. Olesi bibirnya dengan madu untuk menjaga bibit tetap lembap.

6. Selanjutnya, pakaikan anak dengan penutup kepala, kaos kaki, kaos tangan, jaket atau jumper, selimut yang lembut.

Baca juga:

Bagaimanakah Mengatasi Sembelit pada Si Kecil?

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial Anak

Macam-Macam Kecerdasan Anak

Perkembangan Kecerdasan Bahasa Anak

7. Kompres dengan air hangat

8. Tidurkanlah anak. Peluklah Dia. Gendonglah Dia. Beri kecupan sayaaaang banget. Buatlah suasana yang tenang, nyaman.

Bersenandunglah Bunda dengan senandung doa. Senatiasa minta kepada yang Maha Menyembuhkan untuk meridoi kesembuhan anak melalui perlakuan tadi. Anak pun akan segera tertidur.

9. Menjaga anak tidur.

Setelah anak tertidur, eee, janganlah Bunda ikut tidur. Bertahanlah Bunda menjaga anak dalam tidurnya walau sudah lelah dan malam semakin larut.

Koq tidak boleh tidur, sih? Bunda, dalam tidur biasanya tubuh anak akan keluar keringat. Keringat  dingin di kening, di punggung, di leher akan keluar sebesar biji jagung, lalu mengalir,  dan banyak sekali.

Segera dilap keringat anak dengan kain yang bersih dan menyerap keringat. Lakukan mengelap keringat berkali-kali. Muncul lagi keringat biasanya, maka laplah lagi.

Ayah Bunda tentunya ikhlas ya, menjadi penunggu penuh ketika anak tidur. Lap terus keringatnya. Kalau pakaiannya basah oleh keringat, gantilah pakaian anak.

Kemudian berilah Dia minum lagi, minum susu, minum air putih hangat. Setelah empat jam, minumi lagi Dia dengan air rebusan kunyit madu tiga sendok makan.

Itulah aktivitas kita, ketika anak demam. Mengelap keringat dingin yang terus mengalir kendati anak dalam posisi tidur.

Selain itu, Ayah Bunda bertugas memantau terus suhu tubuhnya. Panas lagikah? Demam lagikah?

Kalau anak deman karena masuk angin dan baru saja terkena virus, biasanya segera sembuh dengan perlakuan seperti itu.

Angin bisa di keluarkan dari tubuh anak dengan beberapa perlakuan. Virusnya akan mati oleh asupan kunyit madu. Kita tahu, kunyit mengandung antibiotik, madu sebagai penjaga stamina, ya Bunda.

Begitulah, Bunda. Pengalaman Bibiku yang aku tiru pada saat anakku demam. Pagi harinya, anak sudah sehat. Alhamdulilah mendapat Rido Allah SWT. Allah meridoi kesembuhan anakku.

So, apabila anak Bunda demam, cek perutnya. Kembungkah? Jika kembung, cobalah berikan pertolongan pertama dapat kita lakukan.

Semoga anak kita senantiasa sehat, cerdas, kuat. Kita parent yang rajin dan cermat.

Referensi: dari berbagai sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *