Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

Kurdefrin.com Jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenar-benarnya tidak berbohong atau berkata hal-hal yang menyalahi apa yang terjadi (fakta). Jujur juga bisa bermakna kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang.

Jujur adalah lurus hati, tidak curang, tulus ikhlas. Jujur dapat juga diartikan mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi/kenyataan.

Dari segi bahasa, jujur dapat disebut juga sebagai antonim atau pun lawan kata bohong yang artinya adalah berkata atau memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Pengertian “jujur” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti lurus hati, tidak curang. Kejujuran (honesty) menurut Zubaedi (2011:79) adalah kemampuan menyampaikan kebenaran, mengakui kesalahan, dapat dipercaya dan bertindak secara hormat.

Ciri-ciri  Anak yang Jujur

  • Berkata apa adanya dan benar
  • Berkata sesuai Fakta atau apa adanya tidak direkayasa
  • Bersikap tegas
  • Bicara kepada orang lain itu lantang karena tidak mencari-cari alasan
  • Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang lain
  • Dapat mengemban kepercayaan atau amanah dari orang tua dan keluarga
  • Tidak membohongi diri sendiri dan orang lain
  • Mengembalikan barang yang bukan miliknya
  • Tidak bersikap berpura-pura atau bersandiwara
  • Menepati janji
  • Tidak suka basa basi
  • Kepribadiannya dan pikirannya tenang
  • Mau mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
  • Tidak mengambil hak milik orang lain
  • Tidak merugikan orang lain

Baca juga

9 Cara Sederhana tetapi Ampuh Mendisiplinkan Anak Mulai dari Rumah

Manfaat Memiliki Sifat Jujur

  • Bisa timbul rasa percaya diri dalam diri kita.
  • Mendapat kepercayaan dari siapapun
  • Mendapat pahala dari Allah
  • Hidup akan lebih tenang dan tidak was-was dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
  • Mendapatkan empati dan simpati dari orang lain.
  • Mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri serta bagi orang lain.
  • Terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Esa.
  • Menjadikan pribadi yang tanggung jawab, amanah, dan dapat dipercaya.
  • Menjauhkan diri dari tindakan-tindakan yang dilarang oleh Negara, seperti korupsi, kolusi, nepotisme.
  • Terhindar menjadi manusia-manusia yang munafik.
  • Mendapat pujian

Menurut Lazuardi (dikutip dalam manfaatvberkata jujur, 2011) ada beberapa macam manfaat dari kejujuran diantaranya:

  • Perasaan dan hati tenang jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang dan tidak memiliki beban karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya,
  • Mendapatkan pahala jujur akan membuat pelaku mendapatkan pahala dari Tuhan.
  • Akan dihormati oleh sesama manusia karena semua orang menghargai kejujuran.
  • Mendapatkan keberkahan dalam usahanya jika kita bersikap jujur maka akan diberikan keberkahan dan kenikmatan dari Tuhan.
  • Selamat dari bahaya, kejujurannya akan membawa manusia ke jalan yang benar.
  • Banyak teman karena kejujuran membuat orang-orang disekitar kita akan senang berteman dengan kita. Anak menganggap kalau kita adalah orang yang dapat dipercaya.
  • Memiliki nama baik jika kita sering berbuat jujur, maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut nanti diluar anak akan membicarakan tentang kejujuran kita.

 Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak Balita

Mengembangkan nilai kejujuran pada anak yang utama merupakan tugas dan peran orang tua. Peran orang tua dalam keluarga sangat penting dalam mengembangkan atau meningkatkan nilai kejujuran. “Seluruh etika kejujuran dan integritas dimulai sejak dini” (Kelly, 2005).

Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengembangkan sifat jujur pada anak sejak usia dini sangat penting dan itu akan mempengaruhi sikapnya pada usia remaja bahkan hingga dewasa.

Selain dapat meningkatkan nilai kejujuran, anak juga akan memiliki integritas yang tinggi dalam hidupnya. Orang tua harus menerapkan kejujuran dalam lingkungan keluarga dan harus memberi contoh atau panutan terhadap

Peran orang tua dalam keluarga sangat penting dalam mengembangkan atau meningkatkan nilai kejujuran. “Seluruh etika kejujuran dan integritas dimulai sejak dini” (Kelly, 2005).

Baca Juga:

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial Anak

Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengembangkan sifat jujur pada anak sejak usia dini sangat penting dan itu akan mempengaruhi sikapnya pada usia remaja bahkan hingga dewasa.

Selain dapat meningkatkan sifat jujur, anak juga akan memiliki integritas yang tinggi dalam hidupnya. Orang tua harus menerapkan kejujuran dalam lingkungan keluarga dan harus memberi contoh atau panutan terhadap anak-anak anak.

Dengan demikian anak akan bertumbuh dengan kejujuran yang tinggi dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar.

Orang tua harus mendorong dan mendukung anak untuk berkata jujur, dan tidak meminta anak untuk berkata tidak jujur demi kepentingan orang tua.

Selain itu, orang tua juga tidak boleh memanggil anaknya dengan sebutan pembohong karena akan membuat anak bertumbuh menjadi pembohong.

Mengajari kejujuran pun bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, Bunda bisa menanyakan aktivitas anak selama ditinggalkan orang tua bekerja, seperti apakah ia berkelakuan baik kepada pengasuh dan teman bermain.

  • Terapkan dalam kehidupan sehari-hari (Pembiasaan)

Sebagai orangtua, Bunda perlu membiasakan berkata jujur pada anak. Misalnya, saat akan pergi bekerja setiap hari, katakan pada anak bahwa Bunda akan pergi bekerja untuk membelikan susu dan makanan enak untuk anak.

Bunda juga perlu mengajari bahwa perbuatan yang tidak jujur memiliki konsekuensi tersendiri. Sebagai contoh, ketika ketahuan berkata bohong, pancinglah agar anak mengatakan hal yang sebenarnya.

Namun, harus dengan nada yang lembut dan penuh kasih sayang. Jangan sampai membentak/menghakiminya dengan nada keras. Hal ini malah akan semakin membuat anak takut dan akhirnya menyembunyikan kebenaran dari Bunda.

 Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

Jika anak memang bersalah, ajari anak untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Penjelasan teori atau cerita mengenai kejujuran saja tidak cukup untuk menumbuhkansikap kejujuran pada anak, hal ini perlu jugadipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab anak-anak akan membutuhkan sesuatu yang nyata dari Bunda.Teori mengenai kejujuran tidak akan lagi nampak abstrak untuk anak. Untuk itu, mulailah menerapkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  • Berikan pengetahuan Tuhan Maha Melihat

Bunda, kenalkan anak pada keyakinan dan kepercayaan. Dimana pun anak berada kapan pun anak berbohong meski tanpa diketahui orang lain, tapi Tuhan Yang Maha Melihat.

Nah, lantas bagaimana orangtua bisa mengetahui anak-anaknya tetap berperilaku jujur atau tidak meski berada di luar rumah? Percayalah Bunda, ketika kita menitipkan anak-anak kita pada sang Pemilik Hidup, maka apa yang dilakukannya di luar akan ditunjukan-Nya pada kita.

  • Beri pemahaman tentang pentingnya kejujuran

Bunda, Disayang banyak Allah dan banyak orang, mendapat pahala dari Allah SWT, di beri kemudahan dalam berbagai hal merupakan pentingnya kita memiliki sifat jujur.

Hal ini penting sekali diajari kepada anak sejak dini, Bunda. Ajari anak untuk selalu mendahulukan perilaku kejujuran sebab kejujuran akan mengantarkan anak pada kehidupan yang tenang dan damai tanpa dihantui rasa bersalah.

  • Bercerita Sebelum Tidur

Moms mulailah  sebelum tidur bercerita pada anak kita tentang sisi baik dari bersikap dan bertindak jujur. Katakan juga kalau Moms akan merasa sangat bahagia saat ia jujur.

Cerita, dongeng, ataupun cerita kejadian nyata yang diceritakan pada anak-anak sebelum anak tidur, terutama dalam keadaan mata anak sedang mengantuk dapat menjadi semacam relaksasi untuk anak.

Sebelum tidur, anak-anak dalam keadaan tenang dengan pikiran yang kosong. Saat itu, gelombang pikiran anak sedang tenang dan jika kita bisa mengisi “alam pikiran” tersebut dengan cerita positif seperti bertindak jujur akan sangat efektif hasilnya.

Mulai dengan mencari cerita-cerita yang menarik, lalu dibacakan pada anak-anak sebelum tidur. Mendengarkan cerita akan membuat anak menerawang, seolah-olah cerita yang kita ceritakan berubah menjadi film yang menarik untuk anak.

Kemudian, pada tahap selanjutnya, ketika anak akhirnya tertidur, sebelum cerita kita habis maka cerita yang kita ceritakan bisa jadi akan masuk ke dalam mimpi. Mimpi itu akan menjadi mimpi yang menyenangkan dan mengandung banyak manfaat untuk anak.

Membacakan cerita/mendongengi anak bisa dilakukan untuk menanamkan sikap jujur pada anak sejak dini. Cara ini dianggap sangat efektif karena umumnya anak-anak menyukai cerita/ dongeng. Pilihlah dongeng atau cerita yang bertema “kejujuran”

Mendongenglah Bunda dengan nada, intonasi, mimik muka, dan gerakan-gerakan yang bisa membuatnya fokus kepada kita. Tentu saja pilihlah cerita yang ringan dan sesuai dengan usia perkembangannya.

Jangan sampai justru membuat anak ketakutan. Cerita/dongeng binatang (Fabel) bisa mengantarkan anak melakukan hal-hal yang terpuji dan disukai.

  • Pemberitahuan dan Pujian

Pujian tetap menjadi sarana efektif bukan hanya untuk anak-anak. Pujian membawa perasaan tersendiri untuk melakukan hal yang dipujikan lebih baik lagi. Untuk itu, lakukan hal yang bisa anak terapkan langsung.

Tentunya pantauan kita pada keseharian anak-anak penting hingga tahu mana yang salah dengan tingkah anak dan mana yang harus diberi acungan jempol kita.

Ciri-Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak Balita

Suatu contoh, ketika anak menemukan sesuatu dari luar rumah lalu membawa barang itu pulang. Bisa jadi anak berteriak kegirangan karena menemukan barang bagus yang tidak anak miliki di rumah.

Jika itu terjadi, beritahu anak-anak untuk mengembalikannya. Tentu, dengan tidak lupa memberi penjelasan secara baik-baik. Bisa jadi, awalnya anak tidak paham. Tapi lama-kelamaan anak pasti paham bahwa barang yang anak temukan bukan hak milik anak. Ajarin anak untuk mengembalikan pada tempat anak menemukannya.

Baca Juga:

Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan pada Anak

  • Pengujian

Pengujian yang lebih detail harus dilakukan berkaitan dengan kejujuran. Tentu saja pengujian yang paling efektif dan bisa terlihat adalah dalam bentuk hal-hal yang berbau materi. Lebih tepatnya dalam bentuk uang.

Tujuan jangka panjangnya adalah agar anak-anak kelak di masa dewasanya tahu dengan jelas dan pasti batasan, mana uang yang menjadi miliknya dan mana yang kepunyaan orang lain.

Coba letakkan uang koin di atas meja belajar anak. Lalu lihat apa reaksi anak. Apakah anak cepat-cepat bertanya uang siapakah itu? Atau anak diam saja hingga akhirnya, kita yang bertanya?

Jika anak langsung bertanya atau mengambil uang itu dan memberikan pada kita, itu berarti apa yang sudah kita ajari benar-benar merasuk ke kepala anak. Tapi apabila anak tidak lantas memberitahukan pada kita, jangan langsung menuding anak tidak jujur.

Bisa jadi uang itu tidak terlihat oleh anak atau jatuh ke kolong meja hingga anak tidak melihatnya? Atau jumlah uang itu sendiri tidak berarti bagi anak seperti koin seratus perak. Kuncinya, jangan pernah mengecap anak tidak jujur.

  • Beri Contoh atau Panutan Kejujuran

Bunda tidak dapat mengharapkan anak mengatakan yang sebenarnya jika Bunda sendiri tidak jujur dengan anak ketika anak mengajukan pertanyaan yang aneh.

Bersikaplah tenang, dan berikan respons sesuai usianya. Jika Bunda berbohong kepada anak terhadap sesuatu yang memalukan untuk dikatakan, maka Bunda juga tidak dapat berharap anak mengatakan kebenaran ketika dalam situasi sulit.

Tentunya baik orang tua maupun anak, memiliki ruang khusus masing-masing. Orang tua juga perlu memberi batasan kepada anak ketika berbagi sesuatu yang intim, yang belum saatnya anak tahu atau terlalu pribadi.

Masalah pribadi yang tak perlu diceritakan hanya akan membuat anak berpikir aneh. Tetapi, kembali pada tujuan utama yaitu membuat lingkungan di mana tidak ada rahasia dan semua merasa nyaman saat berbuat jujur.

Contoh: Bunda akan pergi ke luar kota untuk bekerja. Bunda harus bilang pada anak bahwa akan pergi ke luar kota untuk bekerja.

Anak merengek minta dibelikan mainan. Bunda bilang ke anak bahwa Bunda tidak punya uang. Ini Bunda berbohong namanya. Anak tidak akan percaya kepada kita. Beri penjelasan, bahwa mainan sudah banyak, lebih baik uangnya ditabung.

  • Beri Kepercayaan

Anak akan senang bila Bunda mempercayakan sesuatu padanya, misal memberi sesuatu ke tetangga. Bila ia mengerjakan tugasnya dengan baik, beri ia apresiasi.

Berilah penghargaan atas kejujurannya, dengan senyuman atau pelukan, acungan jempol, dll. Hal ini, akan terus melatihnya untuk tetap terbuka dan jujur pada siapa pun.

  • Mendisiplinkan dengan Tenang

Cara mendisiplinkan anak balita dengan sikap tenang dan kalem akan membuat buah hati merasa aman saat berkata jujur.

Usahakan juga agar komunikasi berjalan lebih lancar dengan memperbanyak diskusi ketimbang menceramahi.

Dalam mengajari Anak balita jujur, biarkan ia berpendapat dan mengemukakan sudut pandangnya tanpa harus takut dimarahi ya, Moms.

  • Beri Motivasi

Mendidik  anak balita untuk bersikap jujur akan lebih mudah dilakukan bila menggunakan motivasi dan dorongan yang bersifat positif. Ajak semua anggota keluarga di rumah untuk memberi motivasi atau dorongan untuk anak agar bersikap jujur.

  • Menekankan kejujuran

Bunda dapat memberi tahu bahwa ada manfaat bagi anak bila bersikap jujur. Anak akan berani mengatakan kejujuran bila tidak ada ketakutan kepada orang tuanya.

Dalam arti bukan anak berani melawan, tapi anak percaya bahwa saat anak mengatakan kejujuran, orang tuanya tidak akan marah, mencemooh, bahkan mengkritik dengan kasar, malah akan berbelas kasih padanya.

Bersikaplah hormat, lunak saat anak telah berani berkata jujur, tunjukkan betapa Bunda menghargai kejujuran anak.

  • Stop Memberi Julukan “Pembohong”

Jangan hanya karena berbohong, ia dijuluki “si pembohong”. Hal ini harus dimulai dari dalam keluarga, yang bisa menerima dan melupakan kesalahannya. Bila ia mendapat julukan si pembohong, pastinya akan semakin membuatnya malu dan takut mengatakan hal benar.

  • Permainan Congklak

Pada Anak Usia 5-6 Tahun, menanamkan kejujuran melalui permainan congklak yang diberikan kepada anak dapat membiasakan anak dalam berkata dan bersikap jujur.

Salah satu manfaat bermainan congklak ini adalah anak tidak ada yang bersikap curang dan anak tidak mau mengakui telah berbuat salah pada saat Bunda bertannya, terdapat pula yang tidak sabar dalam menunggu giliran main.

Bunda, kunci utama dalam mendidikkan kejujuran adalah melalui keteladanan orang tua. Karena apa yang dilihat anak itulah yang akan diikuti. Orang tua merupakan profil yang terdekat bagi anak.

Ciri, Manfaat dan Cara Mengembangkan Sifat Jujur pada Anak

Nah, sebagai orang tua, Bunda memiliki kesempatan untuk membantu anak mengembangkan sifat jujur sejak dini. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari berbagai sumber.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *