Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik

Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik 

kurdefrin.com – Kemampuan kognitif terbagi atas tiga aspek, yaitu belajar dan pemecahan masalah, kemampuan berpikir logis, dan kemampuan berpikir simbolik.

Belajar memecahkan masalah mencakup kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel.

Berpikir logis mencakup berbagai perbedaan, klasifikasi pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat.

Berpikir simbolik mencakup kemampuan mengenal, menyebutkan, dan menggunakan konsep bilangan, mengenal huruf, serta mampu mempresentasikan berbagai benda dan imajinasinya berbentuk gambar.

Berpikir simbolik adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinkan seseorang mempresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai tujuan, rencana, dan keinginan (Danarjati, dkk).

Berpikir simbolik merupakan kemampuan anak dalam menggunakan simbol-simbol seperti angka, huruf, dan gambar.

Subtahap fungsi simbolik ialah subtahap pertama pemikiran pra-operasional. Pada subtahap ini, anak-anak mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek yang tidak nyata.

Kemampuan untuk berpikir simbolik semacam itu disebut fungsi simbolik. Dan kemampuan itu mengembangkan secara cepat dunia mental anak.

Anak usia 1-2 tahun termasuk golongan yang memiliki tahapan perkembangan kognitif sensorimotor. Menurut J. Piaget kemampuan ini menunjuk pada konsep permanensi objek.

Permanensi objek yaitu kecakapan psikis untuk mengerti bahwa suatu objek masih tetap ada. Meskipun pada waktu itu tidak tampak oleh kita. Dan tidak bersangkutan dengan aktivitas pada waktu itu. tetapi pada stadium ini permanen objek belum sempurna.

Tahapan berpikir simbolik adalah anak memanipulasi simbol atau lambang objek-objek tertentu. Anak mampu menggunakan notasi tanpa bergantung pada objek nyata (Rantukahu dan Selpius Kandou).

Tahap simbolik berikutnya adalah tahap anak belajar mengenai konsep. Hal tersebut membutuhkan kemampuan dalam merumuskan konsep dalam bentuk kata atau kalimat.

Konsep dipelajari agar anak mengenal suatu objek tapi tidak bergantung pada objek nyata. Konsep cukup penting dipelajari untuk bekal dalam kehidupan anak.

Cara menerapkan berpikir simbolik pada anak usia 2-5 tahun yaitu menggunakan simbol, bermain Khayal, mengelompokkan, dan mengurutkan sesuatu (Runtukahu dan Selpius Kandou)

Kamampuan berpikir simbolik pada anak usia 1-2 tahun adalah menyebutkan bilangan tanpa menggunakan jari dari 1-10 tapi masih suka ada yang terlewat. Dan, Menyebutkan angka 1-5 dengan menggunakan jari.

Konsep Bilangan dan Angka

Bilangan adalah banyaknya benda dsb; jumlah; satuan jumlah; satuan dalam sistem matematis yang abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan.

Bilangan adalah nilai dari banyaknya sesuatu. Bilangan itu merupakan konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran.

Angka adalah tanda atau lambang sebagai pengganti bilangan. Angka adalah simbol bilangan. Simbol atau lambing yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut dengan angka.

Berikut ini pembahasan mengenai kemampuan menyebutkan bilangan dan angka pada anak usia 1-2 tahun. Simak ya Moms.

1. Kemampuan Menyebutkan Bilangan

Tips melatih kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 1-2 tahun yang pertama adalah melatih kemampuan anak dalam menyebutkan bilangan. Ikuti ya, Moms. Ini tips yang asyik lho.

Kemampuan menyebutkan bilangan pada anak usia 1-2 tahun tanpa menggunakan jari dari 1-10. Tetapi masih ada yang terlewat. Kemampuan menyebutkan berarti  kemampuan mengucapkan atau melisankan, melafalkan, atau mengatakan.

Kemampuan menyebutkan bilangan berarti kemampuan mengucapkan atau melisankan, melafalkan, atau mengatakan bilangan. Bilangan yang harus dikuasai untuk disebutkan pada anak usia 1-2 tahun adalah bilangan 1-10.

Kemampuan menyebutkan bilangan 1-10 pada anak usia 1-2 tahun terkadang masih ada bilangan yang terlewati. Misalnya: 1,2,4,5,7,9,10. Itu bisa terjadi karena memori anak mengenai bilangan atau konsep lainnya belum sempurna. Bisa juga karena menyebutkannya terlalu cepat.

Moms, cara melatih anak menyebutkan bilangan pada tahap pertama ini adalah dengan cara menirukan sepenuhnya ucapan moms. Gunakan Model Dengar Ucapkan. Bisa juga dinamai dengan model Dengar tirukan atau Dengar Katakan.

Di dalam benak anak belum dipahami konsep bilangan sama sekali. Anak baru sampai pada tahap menirukan ucapan bilangan yang Moms katakan. Hasil peniruan ini akan baik jika anak dapat menyebutkan bilangan 1-10 dengan benar.

Model Dengar Ucapkan atau Dengar Tirukan ini diadopsi dari sebuah metode yang bernama Dengar Ulang Ucap (Audio lingual). Metode Dengar Ulang Ucap adalah model pembelajaran “Mendengarkan Ucapan” untuk kemudian anak mengulang ucapan tersebut.

Model Pembelajaran Dengar Ulang Ucap merupakan pembelajaran tingkat awal atau pertama pada model mendengarkan. Model ini terdiri atas model Dengar Tirukan, Dengar Kerjakan, Dengar tulis, dan Dengar Rangkum.

Model pembelajaran Dengar Ulang Ucap yang akan digunakan dalam melatih anak usia 1-2 tahun mengucapkan bilangan adalah dengan model Dengar Tirukan.

Langkah-langkah kegiatan melatih anak mengucapkan bilangan 1-10 dengan model Dengar Tirukan, sebagai berikut. Moms mengucapkan sebuah bilangan baik berupa suku kata maupun kata dengan intonasi yang jelas. Lalu anak diminta menirukan Ucapan kita.

Misalnya bilangan satu, diucapkan /sa-/ dengan intonasi yang jelas. Mulut Moms terbuka lebar. Moms menyuruh anak usia 1-2 tahun menirukan dengan mengulang ucapan /sa…/ atau /a…/ karena anak masih sulit mengucapkan huruf /s/.

Lalu Moms mengucapkan /…tu/, anak diminta menirukan ucapan yang didengar dari Moms yaitu /…tu/.

Kemudian Moms mengucapkan /sa-tu/ dengan lafal yang jelas. Anak diminta menirukan ucapan Moms dengan jelas pula /sa-tu/ atau /a-tu/.

Demikian cara melatih anak mengucapkan bilangan /sa-tu/. Gunakan tahapan suku kata, tirukan suku kata, dan tahapan kata tirukan kata. Jika ucapan bilangan /sa-tu/ sudah bisa ditirukan anak, lanjutkan dengan bilangan dua.

Moms mulai lagi mengucapkan /du…/ dengan lafal dan intonasi yang jelas. Anak diminta menirukan ucapan Moms /du…/ atau /u…/. Lanjutkan Moms mengucapkan /…a/ dengan lafal dan intonasi yang jelas pula. Anak menirukan /…a/.

Lalu, Moms mengucapkan /du-a/ dengan jelas lafal dan intonasinya. Anak diminta menirukan ucapan dengan jelas pula /du-a/ atau /u-a/. Biarkan kalau anak belum bisa menirukan ucapan dengan lafal yang jelas. Karena memang pertumbuhan alat ucapnya masih berkembang.

Nah, anak sudah dilatih mengucapkan dua bilangan. Maka, Moms lanjutkan melatih dengan cara mengucapkan dua bilangan sekaligus/ sa-tu, du-a/. Lalu, anak diminta  menirukan ucapan dua bilangan /sa-tu, du-a/ atau /a-tu, u-a/. Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik

Kemungkinan anak hanya dapat menirukan satu bilangan /a-tu/ atau /u-a/ saja. Ini terjadi karena dua kemungkinan. Moms terlalu cepat mengucapkannya. Anak bingung menerima ucapan yang terlalui cepat. Hingga anak menirukan ucapan tidak sesuai contohnya.

Kita lanjutkan dengan Latihan mengucapkan bilangan /tiga/. Ucapkan Moms dengan lafal dan intonasi yang jelas /ti…/. Lalu anak diminta menirukan ucapan /ti…/atau /i…/. Kemudian Moms ucapkan /…ga/. Anak menirukan uacapan /…ga/.

Selanjutkan Moms ucapkan /ti-ga/ dengan lafal dan intonasi yang jelas. Anak diminta menirukan ucapan Moms /ti-gaaa/ atau /i-gaaa/. Kemungkinan anak masih sulit mengucapkan huruf /t/. Tidak apa-apa, seiring berjalannya waktu, lafal anak anak menjadi sempurna.

Moms sudah melatih anak mengucapkan tiga bilangan lho. Ayo, latih anak mengucapkan tiga bilangan sekaligus. Moms, ucapkan dengan pelan tapi lafal dan intonasi yang jelas ya. /sa-tuuu/, /du-aaa/ /ti-gaaa/.

Suku kata yang belakang diucapkan dengan tempo panjang ya Moms, /-tuuu/, /-aaa/, /-gaaa/. Ini bertujuan memperjelas lafal Moms. Jika lafal Moms jelas, anak akan mudah menirukannya.

Kemudian, anak diminta menirukan ucapan Moms dengan tiga bilangan sekaligus. Hups, mungkin anak belum bisa lho Moms. Tiga bilangan e, berarti tiga kata, lho Moms. Tapi, anak tetap diminta menirukan ucapan tiga bilangan.

Anak pun mencoba menirukan ucapan tiga bilangan yaitu /-tuuu/, /-aaa/, -gaaa/. Ternyata anak hanya bisa menirukan suku kata akhir dari tiap bilangan. Moms, perlu ubah strategi.

Anak diminta menirukan ucapan satu bilangan, satu bilangan, atau diminta melanjutkan ucapan bilangan yang hanya diucapkan suku kata depannya.

Moms, mengucapkan bilangan /sa-tuuu/ dengan pelan dan jelas lafalnya. Anak menirukan /sa-tuuu/ atau /a-tuuu/. Moms mengucapkan /du-aaa/, anak menirukan /u-aaa/. Moms mengucapkan /ti-gaaa/, anak menirukan /i-gaaa/.

Lakukan model tersebut hingga anak benar-benar hafal. Kemudian, Moms akan dengan mudah melatih anak mengucapkan bilangan /sa-tuuu/, /du-aaa/, /ti-gaaa/. Lalu anak akan menirukan /a-tuuu/, /u-aaa/, /i-gaaa/. Horeee, anak sudah bisa.

Selanjutnya, Moms bisa melatih anak mengucapkan simbol bilangan dengan rangsangan pengucapan suku kata awal. Anak diminta melanjutkan ucapan dengan mengucapkan suku kata akhir.

Misalnya: Moms mengucapkan /saaa-…/ dengan lafal, intonasi yang jelas dan tempo lambat, serta nada menyuruh. Anak akan melanjutkan mengucapkan /-tuuuu/. Lalu Moms mengucapkan /duuu-…/, anak melanjutkan dengan ucapan /-aaaa/.

Moms mengucapkan /tiiii-/, anak melanjutkan ucapan /-gaaaa/ atau /-aaaaa/. Dan seterusnya.  Melatih anak mengucapkan simbol bilangan harus bertahap. Mulailah dengan melatih anak untuk mengucapkan suku kata.

Lanjutkan dengan melatih anak mengucapkan kata secara utuh. Kemudian, latihlah anak dengan mengucapkan dua kata, tiga kata, dan seterusnya.

Bisa juga Moms memberi rangsangan dengan mengucapkan satu suku kata, lalu anak diminta menyebutkan suku kata lainnya. Moms juga bisa mengucapkan satu kata bilangan pertama, anak melanjutkan dengan mengucapkan bilangan kedua.

Lakukan Latihan menyebutkan simbol bilangan dengan cara seperti tersebut. Mulai dari bilangan satu sampai sepuluh. Bilangan delapan, sembilan, dan sepuluh mungkin akan menjadi kendala bagi anak untuk mengucapkannya.

Karena simbol bilangan delapan, sembilan, dan sepuluh terdiri atas tiga suku kata. Berbeda dengan bilangan sebelumnya 1-6 yang hanya terdiri atas dua suku kata.

Bisa jadi, anak akan mengucapkan /la-pan/, /bi-lan/, /pu-luh/. Mengucapkan atau menyebutkan bilangan yang terdiri atas dua suku kata akan lebih mudah bagi anak dibandingkan dengan mengucapkan bilangan yang terdiri atas tida suku kata.

Moms mengucapkan sebuah bilangan baik berupa suku kata maupun kata dengan lafal, intonasi yang jelas, tempo yang lambat. Selain itu, gunakan pula nada bicara yang bersifat mengajak atau menyuruh anak untuk menyebutkan bilangan.

Keberhasilan anak menyebutkan bilangan dengan latihan Dengar Tirukan ini akan terlihat melalui kebenaran lafal dan intonasi. Selain itu, dapat pula dilihat dari tempo dan nada yang tepat.

Kemampuan anak usia 1-2 tahun dalam berpikir simbolik dapat tercapai dengan baik, jika Moms berkenan melatih anak secara terus-menerus, continue, dan berkelanjutan. Gak pakai bosen lho, Moms.

Jika kemampuan berpikir simbolik pada anak berkembang dengan baik, maka anak Moms akan memilik kemampuan kognitif dengan baik pula. Moms, akan bangga mempunyai anak yang cerdas akan ilmu pengetahuan.

2. Kemampuan Menyebutkan Angka

Tips melatih kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 1-2 Tahun yang kedua adalah melatih kemampuan anak menyebutkan angka dengan menggunakan jari.

Moms, Tips melatih anak menyebutkan angka berdeda lho dengan kemampuan menyebutkan bilangan. Pada saat melatih kemampuan menyebutkan bilangan, anak hanya sekadar mengucapkan bilangan. Anak belum memahami makna kata satu, dua, tiga, empat, dst.

Nah, pada tips melatih kemampuan pada anak usia 1-2 tahun untuk menyebutkan angka 1-5 dengan menggunakan jari, tidak sekadar anak dapat mengucapkan lho Moms.

Dalam tips ini, anak sudah mulai diajari memahami konsep angka. Anak belajar makna dari angka yang disebutkannya. Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik 

Rangsangan yang diberikan kepada anak saat melatih anak menyebutkan angka dengan jari tangan juga berbeda. Pada saat melatih anak menyebutkan bilangan, hanya mengunakan rangsangan indera pendengaran dan sedikit penglihatan.

Pada saat kita melatih anak menyebutkan angka dengan jari, akan melibatkan rangsangan indera pendengaran indera penglihatan, dan indera kinestetik atau gerak pada anak.

Cara melatih kemampuan anak dalam menyebutkan simbol angka dengan jari pun berbeda. Kita bisa menggunakan model Dengar Tirukan Lihat Lakukan. Model DTLL, ya Moms.

Anak anak mendengarkan Moms menyebutkan simbol angka. Anak akan menirukan ucapan Moms. Anak akan melihat Moms menunjukkan jari yang sesuai dengan angka yang disebutkan. Kemudian, anak melakukan dengan meniru tunjukkan dari untuk angka yang disebutkan.

Bagi anak usia 1-2 tahun, kegiatan ini ini cukup kompleks, Moms. Maka, Moms ajak Latihan pada anak mengucapkan simbol angka dengan jari secara lebih sabar. Karena Latihan ini tidak hanya sekadar menirukan ucapan. Tapi juga menirukan perbuatan.

Baca juga:

Inilah 3 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 12-18 Bulan

Kognitif: Belajar Pemecahan Masalah pada Anak Usia 1-2 Tahun

Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-12 Bulan

7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah

Mainan yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

Ayo, kita coba melatih anak menyebutkan angka, ya Moms. Ajaklah anak duduk dengan santai, nyaman. Duduklah berhadap-hadapan agar anak bisa mendengar dan melihat Moms mengucapkan angka dengan menunjukkan jari tangan yang melambangkan angka.

Kita akan mengajari anak menyebutkan angka 1-5 dengan menggunakan jari. Moms, ucapkanlah angka /saaa-tuuu/ sambil menunjukkan satu jari, misalnya ibu jari tangan kanan. Gunakan ucapan dan intonasi yang jelas, dan tempo lambat, serta nada menyuruh.

Anak diminta menirukan ucapan angka /sa-tu/ dengan /saaa-tuuu/ atau /aaa-tuuu/. Tapi, anak masih belum bisa menunjukkan ibu jari tangan kanannya. Bantulah anak agar bisa menunjukkan ibu jari tangan kanannya.

Lakukan sekali lagi. Moms ucapkan angka /sa-tu/ dengan pelan, tempo lambat, jelas lafal dan intonasinya. Sambil menunjukkan ibu jari tangan kanan. Anak diminta menirukan ucapan dan menunjukkan ibu jari tangan kanannya.

Jika anak masih belum bisa menirukan ucapan angka satu dan menunjukkan ibu jari tangan kanannya, maka cobalah mengulanginya lagi, Moms. Sampai anak benar-benar bisa.

Kemudian, latihan ditingkatkan dengan mengucapkan angka berikutnya, yakni angka dua. Berilah contohnya Moms. Ucapkan angka dua dengan lambat tapi jelas lafalnya /duuu-aaa/. Ibu jari dan telunjuk tangan kanan Moms tunjukkan pada anak.

Anak diminta menirukan ucapan /uuuu-aaaa/ atau /duuu-aaa/, dan gerakan menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya. Nah, bagi anak gerakan ini sulit, Moms. Bantulah dengan menyuruh anak menunjukkan tangan kanan dengan cara melambaikan.

Kemudian, Moms melipat tiga jari tangan kanan anak, yaitu jari tengah, jari manis, dan kelingking anak. Sehingga, jari tangan yang tidak terlipat tinggal dua, yakni ibu jari dan telunjuk tangan kanan anak.

Ulangi latihan menyebutkan angka dua dengan menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan anak. Lakukan sampai anak benar-benar bisa.

Jika anak sudah mampu menyebutkan angka dua dengan menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan, maka saatnya kita merangkaikannya dengan kemampuan yang pertama tadi.

Tapi tetap harus diberi contoh. Moms menyebutkan angka /saa-tuuu/ dengan menunjukkan ibu jari tangan kanan. Anak menirukan menyebutkan angka / aaa-tuuu/ dengan menunjukkan ibu jari tangan kanannya.

Jika anak langsung bisa, hebaat. Anak Moms anak yang hebat. Maka, lanjutkan dengan mengucapkan angka /duuu-aaa/ sambil menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan Moms.

Anak diminta menirukan ucapan dengan /duu-aaa/ atau /uuu-aaa/ sambil menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya. Jika anak sudah bisa, lanjutkan latihannya.

Moms menyebutkan angka /saa-tuu/, /duu-aaa/ dengan menunjukkan ibu jari tangan kanan saat mengucapkan angka satu. Dan tunjukkan ibu jari tangan dan telunjuk saat mengucapkan angka dua.

Kemudian, anak diminta menirukan mengucapkan dua angka sekaligus. Maka anak menyebutkan angka /aaa-tuu/, /uuu-aaa/ atau/saa-tuuu/, /duu-aaa/ sambil menunjukkan ibu jari tangan kanannya saat mengucapkan angka satu.

Dan, menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya saat menyebutkan angka dua. Jika anak belum berhasil, sabar ya Moms. Lakukanlah sekali lagi. Anak pasti akan bisa.

Moms, lakukanlah Latihan ini sampai dengan angka 5, jika anak Moms ada pada rentang usia 1-2 tahun. Lakukan Latihan secara bertahap dan berulang-ulang.

Setiap menambah latihan menyebutkan satu angka, lakukanlah melatih menyebutkan angka dengan merangkai dengan kata sebelumnya.

Meisalnya, ketika Moms selesai melatih menyebutkan angka dua dengan menunjukkan ibu jari dan telunjuk tangan kanan, rangkakan dengan angka yang sudah dilatihkan sebelumnya.

Ketika selesai menyebutkan angka dua, kembalilah menyebutkan angka satu, hingga menjadi rangkai satu dan dua. Jika selesai menyebutkan angka tiga, kembalilah menyebutkan angka sebelumnya. Hingga menjadi rangkaian satu, dua, dan tiga.

Selesai menyebutkan angka 4 dengan gerakan jari tangan kanan berjumlah 4, Moms rangkaikan dengan menyebutkan tiga angka sebelumnya. Sehingga rangkaian mengucapkan angka akan menjadi 1,2,3, dan 4.

Jika anak selesai menyebutkan angka 5 dengan gerakan jari tangan kanan berjumlah 5, Moms rangkaikan dengan menyebutkan empat angka sebelumnya. Sehingga rangkaian mengucapkan angka akan menjadi 1,2,3,4, dan 5.

Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik 

Moms, pada saat mengarahkan anak menunjukkan jari tangan yang melambangkan angka tiga dan empat pilihlah jari tangan kanan anak yang mudah dilipat.

Misalnya untuk lambang angka 3, kita arahkan anak menunjukkan jari tengah, jari manis, dan kelingking. Anak diminta melipat ibu jari dan telunjuk tangan kanannya. Bisa juga ibu jari dan telunjuk anak diminta membentuk angka nol atau huruf /o/.

Untuk gerakan tangan yang melambangkan angka 4, arahkan anak agar menggunakan telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking. Anak diminta melipat ibu jari tangan kanan.

Jika anak sudah bisa menyebutkan angka 1-5 dengan menunjukkan jari, anak diajak menyebutkan angka dengan media angka. Banyak media angka dari plastik Moms. Kita tinggal beli.

Tapi membuat juga bisa lho, dari bahan kertas asturo berwarna-warni. Kita tunggu saatnya yang tepat untuk melatih anak mengucapkan angka dengan lambing bilangan.

Moms, melatih anak menyebutkan angka dengan menunjukkan gerakan tangan, selain dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik, bermanfaat juga bagi peningkatan koosrdinasi ucapan, mata, dan tangan.

Demikianlah pembahasan mengenai tips melatih kemampuan berpikir simbolik pada anak usia 1-2 tahun. semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih atas kunjungannya.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *