Inilah Bunda, Fakor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol

Inilah Bunda, Fakor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol 

Inilah Bunda, faktor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol

kurdefrin.com Mengompol adalah mengeluarkan air kencing pada waktu tidur.  Tidur adalah dalam keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya biasanya dengan memejamkan matanya.

Mengengeluarkan air kencing sewaktu tidur, berarti perbuatan yang tidak disengaja karena keluarnya air kencing itu dalam keadaan badan dan kesadarannya berhenti. Jadi, mengompol itu tentu bukanlah hal yang menjadi kesengajaan. Mengompol itu berada di luar kesadaran seseorang anak.

Secara Umum, orang mengartikan mengompol itu adalah kencing secara tidak sengaja sambil tidur. Akan tetapi, kalau tidurnya sambil duduk, mengompol berarti mengeluarkan air kencing sambil duduk. Anak yang mengompol itu akibat tidak bisa menahan air urin pada saat sedang tidur, lalu keluar membasahi celana, sprei, dan kasurnya.

Istilah kedokteran atau medis dari kata “mengompol” adalah Enuresis. Enuresis adalah kebiasaan mengompol. Enuresis adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat menahan keluarnya air kencing ketika tidur. Enuresis dapat terjadi pada anak-anak, juga bisa terjadi pada orang dewasa. Akan tetapi, enuresis pada orang dewasa cenderung langka. Kebanyakan enuresis terjadi pada anak-anak.

Enuresis itu bersifat nokturnal dan diurnal. Enuresis nokturnal merupakan istilah untuk kebiasaan mengompol pada malam hari. Sedangkan enuresis diurnal adalah istilah untuk kebiasaan mengompol pada siang hari.

Kondisi ini kerap dialami oleh anak usia di bawah lima tahun. Seiring bertambahnya usia, kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya karena meningkatnya kemampuan otak anak untuk mengontrol kandung kemihnya.

Anak yang sudah berusia 6-7 tahun, pada umumnya sudah mempunyai kemampuan mengontrol kandung kemihnya dengan baik.

Pada umumnya, anak perempuan lebih awal memiliki kemampuan mengontrol kandung kemih, yaitu pada usia 6 tahun. Sedangkan, untuk anak laki-laki, kemampuan mengontrol kandung kemih pada usia 7 tahun.

Oleh karena itu, biasanya anak perempuan berhenti ngompol lebih awal dari pada anak laki-laki. Anak perempuan akan berhenti mengompol pada usia 6 tahun. Dan anak laki-laki pada umumnya akan berhenti mengompol pada usia 7 tahun.

Namun, kenyataannya teori di atas tidak selamanya tepat. Sebab, masih banyak anak perempuan sudah berusia lebih dari 6 tahun masih mengompol. Masih banyak anak laki-laki berusia lebih dari 7 tahun belum juga berhenti mengompol.

Parents, sebaiknya kita lebih memperhatikan anak apabila terjadi hal-hal berikut ini. Apabila anak: Usianya di atas 6-7 tahun tapi masih mengompol terus di malam hari (Nokturnal), Tiba-tiba mengompol terus padahal biasanya sudah tidak, mengompol di siang hari (diurnal)bahkan dalam keadaanseorang anak bangun.

Faktor penyebab seoarang anak baik anak perempuan maupun anak laki-laki masih tetap mengompol? Parents, berikut ini dibahas faktor-faktor penyebab mengompol.

  • Faktor psikologis

Faktor fisik adalah berkaitan dengan jasmani atau badan. Faktor psikologis adalah berkaitan dengan sifat kejiwaan. Tidak hanya masalah pada fisiknya, anak juga menunjukkan gejala pada mentalnya. Contoh: stres, ketakutan, atau rasa tidak aman, anak menjadi cepat marah, dll.

Apabila ada perasaan tertekan, khawatir, atau cemas tapi anak belum bisa mengatasinya sendiri akan berakibat anak mengompol.

Perubahan kondisi, seperti terjadi kematian, perceraian, perpisahan, pindah ke tempat baru, dan lain-lain, dapat menimbulkan kondisi psikologis tertentu kemudian bisa membuat anak mengompol.

  • Gangguan komunikasi antara otak dan kandung kemih

Kandung kemih adalah organ tubuh yang mengumpulkan air kencing yang dikeluarkan oleh ginjal sebelum dibuang. Air kencing memasuki kandung kemih lewat ureter dan keluar lewat uretra.

Kandung kemih atau buli-buli merupakan organ berongga yang terdiri atas 3 lapisan otot detrusor yang saling beranyaman. Ia terletak tepat di belakang pubis di dalam rongga pelvis.

Kandung kemih dapat menyimpan urine orang dewasa pada umumnya kurang lebih 500 ml. Secara anatomi kandung kemih terdiri atas 3 permukaan, yaitu permukaan superior, permukaan inferiolateral dan permukaan posterior.

Kandung kemih yang kosong pada orang dewasa terletak di dalam pelvis, bila kandung kemih terisi maka dinding atasnya masuk ke daerah abdomen (hypogastrium).

Sedangkan kandung kemih pada anak-anak lebih kecil dari orang dewasa. Ukuran kandung kemih anak-anak pada umumnya menampung kurang lebih 400ml.

Kandung kemih terletak pada panggul, di belakang atas tulang pubis. Kapasitas kandung kemih yang normal, untuk menyimpan urine, yakni 400-600 ml. Pada saat kosong, kandung kemih memiliki ukuran dan bentuk seperti buah pir.

Pada anak usia 6-7 tahun semestinya komunikasi otak dengan kandung kemih sudah lancar. Dan berarti sudah tidak atau berhenti mengompol. Tapi, karena ada gangguan perkembangan pada anak dan adanya gangguan komunikasi antara otak dengan kandung kemih, maka anak masih tetap mengompol.

  • Diabet

Diabetes adalah penyakit kencing manis atau penyakit gula. Diabetes merupakan salah satu penyakit berbahaya yang mempengaruhi kemampuan tubuh manusia dalam memproduksi atau merespon insulin, sehingga menghasilkan kadar gula darah yang tinggi.

Gejala diabetes adalah sering pipis atau pipis berkali-kali. Pipis lebih dari 6-7 kali dalam sehari perlu diwaspadai ya, Moms. Sering pipis merupakan tanda utama dari gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, karena pipis terkadang merupakan satu-satunya cara tubuh kita untuk membuang kelebihan gula darah.

Hal umum yang biasa menjadi tanda awal diabetes adalah meningkatnya rasa haus dan sering buang air kecil. Ketika ginjal tidak lagi berfungsi, banyak glukosa yang dikeluarkan dari tubuh melalui urin kita. Akibatnya akan sering pipis dan mengalami dehidrasi akibat banyak cairan yang keluar.

Tetapi sering pipis dari biasanya hanyalah salah satu dari gejala diabetes yang ditunjukkan oleh tubuh. Gejala yang lainnya adalah sering kelelahan dan mengantuk. Keinginan untuk tidur terus cukup tinggi.

Jangan merasa bangga, Moms, kalau anaknya banyak tidur. Kerena adanya ketidakmampuan sel untuk memanfaatkan glukosa dan mengubahnya menjadi energi, dapat membuat penderita diabetes. Diabetes berakibat anak akan  merasa terkuras tenaganya dan kelelahan sepanjang waktu. Anak akan menjadi lemas dan berasa ngantuk dan harus tidur terus.

Inilah Bunda, Fakor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol 

Tubuh seorang anak yang terkena diabet, tidak dapat menyerap gula dari makanan. Hal ini membuat tubuh kekurangan energi. Karena sel-sel dalam tubuh anak tidak mendapatkan energi yang cukup, maka anak bisa mengalami kelelahan dan anak terlihat lesu.

Penurunan atau Kehilangan Berat Badan

Walaupun anak makan lebih banyak karena anak lebih sering merasa lapar, tapi berat badan anak akan menurun atau mengilang. Hal ini bisa terjadi dalam waktu singkat.

Apabila terjadi keadaan kombinasi kadar insulin rendah dan ketidakmampuan untuk menyerap gula dari darah dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat pada penderita diabetes.

Tubuh yang tidak dapat menyerap gula darah yang ada dalam tubuh membuat jaringan otot dan cadangan lemak menyusut, sehingga terjadi penurunan berat badan pada anak. Penurunan berat badan biasanya menjadi tanda pertama anak mempunyai diabetes tipe 1.

Rasa haus meningkat dan lebih sering buang air kecil

Karena kadar gula darah dalam tubuh anak meningkat, tubuh akan meresponnya dengan cara menghilangkan glukosa ekstra melalui ginjal. Hal ini membuat anak lebih sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Karena banyak cairan yang dikeluarkan dari tubuh, kemudian anak akan merasa sering haus. Minum dalam jumlah banyak dapat membantu anak dengan diabetes untuk menjaga kadar air dalam tubuhnya.

Anak sering merasa kelaparan

Karena tubuh anak tidak menghasilkan insulin yang cukup, akibatnya glukosa atau gula dari makanan yang masuk ke tubuh anak tidak mampu diserap tubuh secara keseluruhan.

Hal ini membuat sel-sel dalam tubuh anak, seperti sel di otot dan organ anak, akan kekurangan energi untuk melakukan aktivitasnya. Akibatnya, anak lebih sering merasa kelaparan.

Infeksi jamur

Anak perempuan yang belum pubertas dan menderita diabetes tipe 1 mungkin memiliki infeksi jamur pada vaginanya. Bayi dengan diabetes tipe 1 juga dapat mengalami ruam popok karena jamur.

Jika gejala-gejala diabetes tipe 1 pada anak tidak segera dikenali, anak bisa mengalami sakit perut, mual, muntah, bau mulut, kesulitan bernapas, dan bahkan kehilangan kesadaran. Hal ini terjadi karena zat keton terbentuk dalam tubuh. Kondisi ini biasa disebut dengan ketoasidosis.

  • Kinerja Ginjal

Fungsi ginjal sangat penting yaitu meliputi detoksifikasi darah, membantu tubuh untuk menyaring limbah dan membuangnya melalui urin, menjaga keseimbangan garam dan mineral dalam darah, serta mengatur tekanan darah dan memproduksi sel darah merah.

Fungsi ginjal dalam tubuh manusia dapat mengalami gangguan yang menyebabkannya tidak berjalan dengan normal.

Ginjal berperan penting dalam tubuh manusia. Fungsi ginjal yang paling utama adalah menyaring zat-zat buangan (limbah) dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan, obat-obatan, maupun zat beracun.

Baca juga:

Sepuluh Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Anak Mengompol

Ginjal menyaring 200liter darah setiap hari. Dari sekian banyak darah yang disaring, terdapat 2liter zat buangan yang harus dikeluarkan lewat urine. Karena itulah, organ ini dilengkapi dengan sepasang ureter, sebuah kandung kemih, dan uretra yang akan membawa urine keluar dari tubuh.

Selain membuang zat-zat sisa dalam tubuh, organ vital ini juga dapat menyerap kembali zat-zat yang dibutuhkan tubuh, seperti asam amino, gula, natrium, kalium, dan nutrisi lainnya. Fungsi ginjal tersebut ternyata dipengaruhi oleh kelenjar adrenal yang terletak di bagian atas masing-masing ginjal.

Apabila seorang anak mengalami penurunan kinerja ginjalnya, maka anak akan mengompol walaupun sudah besar.

  • ISK adalah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi adalah kemasukan bibit penyakit, ketularan penyakit, peradangan. Kemih adalah kencing, air seni. Saluran kemih berarti saluaran air seni.

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi.

Infeksi saluran kemih itu disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih. Biasanya, bakteri dalam saluran kencing ini akan terbuang keluar saat buang air kecil. Namun, jika masih ada yang tersisa, ini bisa memicu infeksi.

Saluran kemih itu terdiri atas ginjal, kandung kemih, ureter, dan uretra. Urin dihasilkan di dalam ginjal, kemudian dialirkan ke kandung kemih melalui ureter. Urin kemudian akan dikeluarkan dari kandung kemih lewat uretra. Nah, infeksi saluran kencing biasanya lebih sering terjadi di saluran kencing bagian bawah, yang mencakup kandung kemih dan uretra.

Ciri-ciri infeksi saluran kencing bisa berbeda-beda, tergantung pada letak infeksinya.

Salah satu ciri infeksi saluran kemih adalah rasa haus yang konstan dan sering buang air kecil. Jika anak mengeluh sering haus dan berkemih, tetapi tumbuh normal dan memiliki berat badan yang normal, ia kemungkinan mengalami infeksi saluran kemih.

Jika infeksi terjadi pada kandung kemih (cystitis), anak mungkin akan merasakan nyeri setiap mengeluarkan air kencing, dan anak juga akan buang air kecil lebih sering. Perut bagian bawah anak mungkin akan terasa nyeri, dan air kencing akan berwarna lebih gelap, mungkin bercampur darah, berbau tidak sedap, dan mungkin akan mengalami demam.

Jika infeksi terjadi pada ginjal, anak akan merasakan nyeri di perut bagian samping, tempat ginjal berada. anak juga mungkin mengalami demam tinggi, merasa mual, muntah-muntah, dan secara umum tidak enak badan.

Secara singkat gejala infeksi kandung kemih antara lain:

1. Urine Berbau

Perlu diperhatikan aroma urine anak. Jika  tiba-tiba menemukan bau busuk atau bau yang tidak biasa, ini mengindikasikan adanya infeksi saluran kemih atau batu kemih. Waspadai terutama jika bau urine disertai dengan warna urine yang keruh, merah, atau gelap. Urine yang keruh bisa menjadi salah satu tkita pertama.

2. Buang air lebih sering

Dalam sehari, pada umunya kita buang air kecil 6-7 kali. Apabila seorang anak selalu membuang air lebih dari 7 kali, ini merupakan indikator adanya infeksi kandung kemih. Infeksi kandung kemih dapat berakibat anak mengompol sewaktu tidur terutama tidur pada waktu malam.

3. Gampang kebelet (tidak kuat menahan buang air)

Perlu diingat bahwa gejala infeksi saluran kemih akan tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Tanda awal lain yang harus diwaspadai adalah keinginan kuat untuk buang air kecil.

Dampak dari peradangan area kandung kemih dan uretra kita akibat infeksi akan membuat gampang kebelet. Peradangan memberi tekanan pada reseptor (ujung syaraf yang peka) yang memberi sinyal ketika kita perlu buang air kecil.

4. Rasanya seperti kantong kemih tak pernah kosong

Akibat adanya peradangan, Kita selalu merasa harus buang air kecil terus-menerus, meskipun baru saja buang air. Istilah lainnya adalah “anyang-anyangen” atau adanya rasa ingin buang air terus-menerus.

Peradangan berakibat mempersempit lubang yang bisa dilewati urin. Ini berarti kita biasa hanya buang air kecil dalam jumlah sedikit setiap hari.

5. Memiliki Sensasi Terbakar

Gejala awal lainnya adalah adanya rasa sensasi terbakar ketika buang air kecil. Hal ini terjadi karena adanya jaringan yang meradang. Jaringan yang meradang itu sangat sensitif dan menyebabkan perasaan terbakar ketika urin melewatinya.

  • Faktor Genetik (Keturunan)

Genetik adalah cabang ilmu biologi yang menerangkan sifat turun temurun. Genetis berhubungan dengan awal pertumbuhan. Faktor genetik inilah yang sebagian besar menjadi faktor penyebab seorang anak masih mengompol walaupun sudah sekolah, sudah besar.

Inilah Bunda, Fakor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol 

Peneliti menemukan, faktor genetis memainkan peran yang cukup penting.Kalau kedua orang tua mengompol setelah usia 6 tahun, bisa dipastikan anak Bunda memiliki kemungkinan sebanyak 75% untuk mengalami hal yang sama.

Jika hanya salah satu orang tua yang mengompol, kemungkinan anak mengalami hal serupa menjadi 44%. Jadi, penyebab mengompol dalam hal ini sifatnya fisik, yang berarti anak tidak bisa mengendalikannya.

Hal ini benar-benar terjadi. Beberapa orang tua menjawab masih mengompol walaupun sudah sekolah dasar

  • Sembelit

Anak yang masih mengompol, sala satu sebabnya adalah sembeit. Anak kesulitan dalam buang air besar (BAB).

Artikel terkait:

Bagaimanakah Mengatasi Sembelit pada Si Kecil?

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dijelaskan kata “sembelit.” Sembelit adalah sukar atau tidak dapat buang air besar karena terdapat kotoran keras di dalam usus.

Kalau Bunda menghendaki anak sembuh dari mengompol, maka salah satu caranya adalah dengan mengatasi sembelit pada anak lebih dahulu.

Para ahli mengatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Tindakan Preventif lebih diutamakan daripada kuratif.

Sebelum makan, 30 menit sebelum makan, berilah Anak beberapa potong buah pepaya. Lakukanlah secara rutin setiap kali akan makan setiap hari. Jangan sampai lalai, ya, Mom. Makan buah sebelum makan akan mempercepat penyerapan dalam tubuh.

Suhu tubuh Anak diupayakan hangat terutama saat bepergian di mobil ber-AC. atau saat Anak berada di ruang ber-AC. Pakaikan Anak jaket, kaos kaki, dan penutup kepala. Upayakan bagian perut terlindungi.

Perbanyak konsumsi sayur dan makanan berserat. Biji-bijian dan berbagai jenis kacang. Makanan jenis ini akan membuat fesesBerilah Anak makanan dan minuman selagi hangat. Berilah Anak minum air putih sebanyak-banyaknya.

Moms, agar anak berhenti mengompol, jagalah anak kita jangan sampai mengalami sembelit. Biasakan anak melakukan BAB secara rutin setiap pagi setiap hari. Apabila anak tidak BAB dalam sehari, anak akan sembelit dan akan berakibat mengompol pada anak.

  • Ketidakseimbangan hormon

Penyebab lain anak masih mengompol adalah anak mengalami ketidakseimbangan atau kekurangan hormon vasopresin. Hormon ini memberi tahu ginjal untuk membuat lebih sedikit urine pada malam hari.

Vasopresin (bahasa Inggris: Arginine Vasopressin, AVP, VP, Argipressin, Antidiuretic Hormone, ADH) adalah hormon yang dapat ditemui hampir di semua mamalia termasuk manusia.

VP adalah sebuah hormon peptida yang mengatur penyerapan kembali molekul yang berada pada ginjal dengan memengaruhi permeabilitas jaringan dinding tubulus ginjal, sehingga berfungsi untuk mengatur pengeluaran urin.

  • Kelainan kandung kemih

Perkembangan kandung kemih seorang anak yang terlambat,  akan kurang memiliki kepekaan bila kandung kemihnya penuh.

Bagi kebanyakan anak, penyebab ngompol terjadi sebagai akibat dari belum berkembangnya sinyal tubuh kompleks saat anak tertidur. Anak tidak mungkin mengatur sinyal biologis itu.

Mengompol sering terjadi pada anak berusia 4 tahun ke atas karena kandung kemihnya belum berkembang secara sempurna, dan saraf yang mengatur hubungan kandung kemih dengan otak masih berkembang serta sedang berusaha menciptakan hubungan.

Adanya infeksi saluran kemih maupun kelainan kandung kemih juga bisa menjadi penyebab anak mengalami gangguan tidur tersebut.

Parents, beberapa pendapat, menjelaskan bahwa mengompol itu ada 2 jenis, yaitu mengompol: primer dan sekunder. Primer berarti mengompol yang telah berlangsung sejak anak usia dini tanpa istirahat. Seorang anak dengan mengompol utama tidak pernah kering di malam hari untuk waktu yang lama.

Mengompol sekunder adalah mengompol yang dimulai setelah anak kering di malam hari untuk periode waktu yang signifikan, setidaknya 6 bulan.

  • Penyebab ngompol primer

Kemungkinan karena satu atau kombinasi dari yang berikut:

  • Anak belum bisa menahan kencing sepanjang malam.
  • Anak tidak bangun ketika kandung kemihnya penuh.
  • Anak menghasilkan sejumlah besar urine selama sore dan malam hari.
  • Anak memiliki kebiasaan ke toilet yang buruk pada siang hari.
  • Banyak anak terbiasa mengabaikan keinginan untuk buang air kecil dan menunda buang air kecil selama mungkin.
  • Penyebab Mengompol Sekunder:
  • Anak mengalami infeksi saluran kemih: Iritasi kandung kemih yang dihasilkan dapat menyebabkan rasa sakit atau iritasi dengan buang air kecil, dorongan kuat untuk buang air kecil (urgensi), dan sering buang air kecil (frekuensi).

Infeksi saluran kemih pada anak-anak dapat mengindikasikan masalah lain, seperti kelainan anatomi.

  • Diabetes: Penderita diabetes memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah anak. Tubuh meningkatkan produksi urine untuk mencoba menyingkirkan gula. Sering buang air kecil adalah gejala umum dari diabetes.
  • Kelainan struktural atau anatomi: Kelainan pada organ, otot, atau saraf yang terlibat dalam buang air kecil dapat menyebabkan inkontinensia atau masalah kemih lainnya yang dapat muncul sebagai mengompol.
  • Masalah neurologis: Kelainan pada sistem saraf, atau cedera atau penyakit pada sistem saraf, dapat mengganggu keseimbangan neurologis halus yang mengontrol buang air kecil.
  • Masalah emosional: Kehidupan rumah yang penuh tekanan, seperti di rumah di mana orang tua berselisih, terkadang menyebabkan anak-anak mengompol. Perubahan besar, seperti mulai sekolah, bayi baru, atau pindah ke rumah baru, adalah tekanan lain yang juga dapat menyebabkan mengompol. Anak-anak yang dilecehkan secara fisik atau seksual terkadang mulai mengompol.

Inilah Faktor-Faktor Penyebab Anak Balita Mengompol yang Perlu Bunda Tahu

Moms, anak mengompol secara garis besar ada dua, primer dan sukunder. Mengompol primer berarti mengompol yang telah berlangsung sejak anak usia dini tanpa istirahat.

Faktor penyebab mengompol primer adalah anak belum bisa menahan kencing, anak tidak bisa bangun ketika kandung kemihnya penuh.

Selain itu, Faktor penyebab mengompol primer adalah anak menghasilkan sejumlah besar urine selama sore dan malam hari, memiliki kebiasaan ke toilet yang buruk pada siang hari, dan anak terbiasa mengabaikan keinginan untuk buang air kecil dan menunda buang air kecil selama mungkin.

Mengompol sekunder adalah mengompol yang dimulai setelah anak kering atau berhenti mengompol di malam hari untuk periode waktu yang signifikan, setidaknya 6 bulan.

Faktor penyebabnya anak mengompol sekunder antara lain: infeksi kandung kemih (ISK), diabet, kelainan anatomi seperti kelainan kandung kemih, neurologis, dan emosional.

Selain itu, Faktor penyebab anak mengompol  sekunder adalah faktor psikologis ketidakseimbangan hormon, sembelit, faktor genetik, kinerja ginjal, gangguan komunikasi antara otak dan kandung kemih.

Demikian Bunda faktor-faktor penyebab anak masih mengompol yang Perlu Bunda tahu. Semoga bermanfaat.

Referensi : dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *