Inilah Cara Tepat Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

kurdefrin.com – Orang tua terkadang merasa kewalahan untuk membuat Balitanya menjadi tenang, anteng, tidak terlalu aktif berlebihan dan tidak terlalu banyak bergerak. Orang tua juga bingung jika Balitanya terlalu sulit diarahkan.

Balita aktif berlebihan itu bertindak semaunya. Balita tidak menghiraukan panggilan orang tua. Ia juga tidak merespon teguran, peringatan. Balita terus bermain seenaknya sendiri. Ia bergerak ke sana kemari.

Ketika diajak berkomunikasi melalui videocall, Balita tidak menjawab telepon dengan duduk, dan tenang. Ia malah naik sepeda mutar-muter di ruang keluarga, kadang sambil berteriak-teriak menyahut obrolan.

Bahkan Balita malah cari aktivitas sendiri pada saat diajak berbicara melalui videocall. Ia mendorong kereta mainannya ke sana kemari, berputar-putar. Ia juga berlari keluar masuk ruang-ruang di dalam rumah.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

Tidak hanya itu, Balita juga keluar masuk ke dalam almari. Di dalam almari, ia duduk sejenak, lalu keluar lagi. Balita juga naik turun kursi. Duduk kemudian berdiri di kursi.

Tidak lama kemudian, Balita masuk kamar tidur, naik ke atas ranjang. Duduk sejenak, kemudian turun lagi.Terkadang menuju ke tempat hias, ia berdandan. Ia menggunakan bedak dan lisptik.

Kemudian, Balita keluar kamar menggendong bonekanya, kemudian naik sepeda. Bonekanya di ajak serta naik sepeda berkeliling dari ruang ke ruang di dalam rumah. Orang tua pada umumnya tidak berani mengajak Balita naik sepeda ke luar rumah karena masa pandemi.

Paretns, di satu sisi kita bangga memiliki Balita aktif berlebihan bergerak ke sana kemari. Seakan Balita itu tidak merasakan lelah sama sekali. Padahal, Paretns sudah kelelahan mengawasi dan mengikuti segala gerak langkah Balita.

Di sisi lain, orang tua khawatir jika pola gerakan semacam ini akan terjadi terus-menerus hingga menjadi Balita hiperaktif. Bahkan mungkin akan membawa akibat buruk. Perilaku Balita bisa tidak terkendali.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

Berdasarkan pemikiran seperti itulah, artikel ini berusaha membahas tema yang berkaitan dengan hal tersebut. Tujuannya adalah membantu orang tua untuk mengendalikan perilaku Balita yang dirasa berlebihan.

Berikut ini dijelaskan cara mengarahkan Balita yang terlalu banyak bergerak dan bertindak semaunya. Balita seperti tergolong kuat atau dominan pada aspek motorik kasarnya. Motorik halusnya cenderung lemah.

Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan kekuatan pada aspek motoriknya, Parents harus mengarahkan Balita dengan eksperimen dan permainan-permainan yang banyak melibatkan motorik halus Balita.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

Cara Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

Balita aktif berlebihan lebih disebabkan karena aspek motorik kasar Balita berkembang begitu cepat dibandingkan dengan aspek motorik halusnya. Berikut ini dijelaskan cara mengendalikan Balita yang aktif berlebihan.

Setidaknya ada 3 cara yang ditawarkan kepada Parents agar terbantu dalam mengendalikan Balita yang berperilaku berlebihan yaitu melalui eksperimen, permainan, dan aktivitas yang melibatkan motorik halus pada Balita.

A. Mengajak Balita Melakukan Eksperimen

Cara mengendalikan Balita yang aktif berlebihan yang pertama adalah mengajaknya melakukan eksperimen. Parents, ajaklah Balita melakukan eksperimen atau percobaan.

Kegiatan eksperimen itu membutuhkan ketenangan, konsentrasi, dan kehati-hatian. Perilaku motorik kasar pada Balita yang berlebihan dapat dikendalikan dengan melakukan eksperimen. Misalnya:

1. Mencampur Air dengan Minyak Goreng

Parents mengajak Balita melakukan percobaan berupa mencampur air dengan minyak goreng. Caranya sederhana saja koq, Parents.

Sediakan dua mangkuk kecil. Satu mangkuk berisi air. Satu mangkoknya berisi minyak goreng. Dan sediakan juga satu mangkuk kosong dan satu sendok untuk mengaduk-aduk campuran. Libatkan Balita menyiapkan semua peralatan yang diperlukan.

Ajaklah Balita duduk di atas karpet. Lapisi Sebagian karpet dengan plastik agar cairan tidak tumpah pada karpet. Sediakan juga tisu atau serebet makan.Letakkan kedua mangkuk di hadapan Balita.

Kemudian Balita diminta melihat Parents mencampurkan minyak ke dalam mangkuk air. Apa yang terjadi? Air berada di posisi bawah, minyak goreng berada di posisi atas. Air tidak mau bercampur dengan minyak.

Setelah menyaksikan Parents mencampur air dengan minyak goreng, Balita diminta melakukan hal yang sama. Balita diminta mencampurkan minyak ke dalam mangkuk air. Atau sebaliknya. Beri pujian jika Balita berhasil melakukannya.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

2. Mencampur Warna

Parents, ajaklah Balita menyediakan pewarna makanan berwarna merah dan biru. Sediakan dua gelas kecil berisi air, dan satu gelas kosong, dan tiga sendok.

Larutkan pewarna merah ke dalam gelas berisi air, dan aduk-aduk dengan sendok. Lalu larutkan juga pewarna biru ke dalam gelas berisi air lainnya, aduk-aduk juga dengan sendok. Beri kesempatan pada Balita untuk melakukannya.

Kemudian masukkan dua sendok larutan berwarna merah ke dalam gelas kosong yang tersedia tadi. Masukkan pula larutan berwarna biru ke dalam gelas yang sama. Aduk-aduklah. Apa yang akan terjadi. Tentu Balita akan senang melihat adanya perubahan warna yang terjadi.

Eksperimen mencampur warna tidak harus dalam bentuk cairan. Parents bisa mengajak Balita mencampur warna dengan tepung terigu. Tangan Balita akan lebih aktif Ketika proses mencampur warna dengan tepung.

Kegiatan eksperimen diupayakan semenarik mungkin, Parents. Ini dalam rangka pengendalian pada Balita agar mudah diarahkan. Ketika Balita akan bertindak seseuai kemauannya, cobalah alihkan pada aktivitas yang melibatkan pekerjaan jari-jemari.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

B. Mengajak Balita Melakukan Permainan

Cara mengendalikan Balita yang aktif berlebihan yang kedua adalah dengan mengajak Balita melakukan permainan. Parents sebenarnya banyak lho, permainan yang bisa digunakan untuk mengendalikan perilaku Balita.

Dengan mengajak Balita melakukan permainan diharapkan dapat mengalihkan perhatian Balita dari perilaku yang berlebihan yang cukup mengkhawatirkan orang tua.

Sebaiknya, Parents memilihkan permainan yang bakal menyita perhatian Balita sehingga ia lupa akan perilaku motorik kasarnya yang berlebihan. Pilihlah mainan yang melibatkan tenaga kecil dan memerlukan konsentrasi seperti berikut ini.

1. Puzzle

Puzzle adalah permainan menyusun gambar yang diacak terlebih dahulu. Sehingga Balita mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan kecil sehingga menjadi gambar utuh.

Kepingan gambar puzzle umumnya dibuat tidak simetris sehingga keping gambar itu unik dan membantu pemain dalam memudahkan menyusun. Dari bentuk dan potongan puzzle dapat disesuaikan dengan usia Balita.

Untuk tahap awal, hendaklah Parents memilih puzzle yang paling sederhana. Balita usia 10 bulan sudah boleh dikenalkan pada permainan puzzle. Potongan puzzle-nya sedikit dan tidak rumit.

Selanjutnya, secara bertahap, puzzle yang diberikan semakin sulit. Parents, makin tinggi usia Balita, makin tinggi pula tingkat kerumitan puzzle-nya. Gambar dan kepingan gambarnya semakin banyak.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

Aneka puzzle sudah banyak di pasaran. Parents tinggal memilih sesuai selera dan usis Balita. Ada puzzle gambar buah-buahan, gambar binatang, gambar tanaman, atau pun puzzle gambar proses terjadinya sesuatu. Misalnya puzzle daur hidup hewan tertentu, tumbuhan tertentu, dll.

Parents, ajaklah Balita bermain puzzle sesering mungkin untuk mengendalikan dan mengarahkan Balita. Permainan puzzle diharapkan semenarik mungkin agar Balita lupa dengan kegiatan semau guenya. Inilah Cara Tepat Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

Parents harus pandai-pandai mengalihkan Balita jika ia mulai berpikir meninggalkan permainan puzzle. Ajak bermain puzzle sambal berbicara atau ngobrol santai.

Buatlah gerakan “melucu” saat akan merangkai potongan puzzle satu persatu. Ajaklah Balita bermain puzzle supaya menjadi senang. Ajak tertawa. Misalnya puzzlenya melesat. Ucapkan kata-kata yang lucu.

Jadi, pada saat Balita bermain puzzle tidak boleh dibiarkan bermain sendirian. Parents wajib mendampingi terus sampai Balita sudah merasa asyik dengan permainan puzzle.

Permainan puzzle itu selain bermanfaat untuk mengendalikan emosi dan gerakan Balita, banyak manfaat juga. Misalnya dapat mengasah otak, mengembangkan koordinasi mata dan tangan.

Manfaat lain dari bermain puzzle adalah melatih kesabaran dan ketekunan pada Balita sedini mungkin. Daya ingat Balita juga akan meningkat lho Parents. Balita juga akan mengenal ukuran, gambar, bentuk, dan warna. Keterampilan bernalar dan berpikir positif balita juga akan terlatih.

2. Klasifikasi Biji-Bijian

Parents, ajaklah Balita duduk bersama. Tunjukkan satu wadah berisi aneka biji-bijian. Misalnya biji kacang tanah, kacang hijau, biji jagung, dan biji kedelai. Biji-bijian itu tercampur jadi satu dalam satu wadah.

Balita diminta mengambili biji-bijian tersebut dan meletakkannya dalam wadah yang masing-masing. Kalau Balita belum paham, berilah contohnya Parents. Lakukanlah hal itu dengan ngobrol santai. Selingi dengan bernyanyi yang riang gembira.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

3. Bermain Catur

Catur adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang. Ajaklah Balita bermain bersama kedua orang tua. Lakukanlah dengan santai dan gembira supaya Balita tertarik dan senang bermain catur.

Parents, kita harus ingat tujuan mengajak Balita bermain catur adalah untuk mengalihkan perilaku Balita yang cukup berlebihan. Kita harus bisa membuat Balita tertarik memainkan bidak catur. Selingi dengan kelucuan-kelucuan saat menggerakkan bidak catur.

Umumnya catur itu merupakan permainan untuk Balita atau orang jenius saja. Tapi permainan ini dapat dimainkan oleh siapa saja tanpa memkitang usia, terlebih manfaat positif bermain catur bagi otak Balita dan untuk orang dewasa begitu banyak.

Parents, permainan catur itu melibatkan semua bagian otak dalam setiap gerakan permainan, sehingga membantu otak berfungsi lebih baik. Usia yang tepat bagi Balita untuk mulai berlatih bermain catur adalah usia di bawah 10 tahun.

Ada beberapa contoh Balita yang sudah berhasil menjadi pemain catur terkenal. Anand usia 6 tahun belajar dari ibunya, Capablanca mulai belajar usia 4 tahun dari ayahnya, Anatoly Karpov mulai usia 4 tahun belajar di sekolah catur Istana Pioner Muda, Garry Kasparov dalam usia 5 tahun belajar dari Ayahnya.

Manfaat bermain catur adalah dapat mengendalikan perilaku motorik kasar Balita yang berlebihan. Selain itu, Bermain catur dapat meningkatkan konsentrasi, berpikir kritis, dan melatih pengendalian diri pada Balita.

4. Ular Tangga

Mengajak Balita bermain ular tangga juga dapat membantu mengendalikan perilaku Balita yang berlebihan. Ular tangga adalah permainan papan yang dimainkan oleh dua Balita atau lebih.

Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain. Balita diminta agar dapat memahami langkah permainan ular tangga.

Kemudian ajaklah bermain ular tangga yang membuat Balita jadi tertarik dan senang. Sehingga tujuan parents mengendalikan perilaku Balita yang berlebihan itu dapat tercapai.

Pahamkan Balita untuk mengerti langkah-langkah bermain ular tangga. Seperti memahami tujuan dari permainan ular tangga, menentukan siapa yang bermain lebih dulu, mengocok dadu, bergerak, naik atau turun. Inilah Cara Tepat Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

Permainan ular tangga yang tampak sederhana ini banyak memiliki manfaat bagi Balita terutama dalam mengendalikan perilaku Balita yang berlebihan. Selain itu, bermain ular tangga dapat melatih kesabaran, ketekunan dan ketelitian.

Manfaat bermain ular tangga yang lain adalah mengajarkan Balita untuk disiplin dalam bersikap, membangun rasa percaya diri Balita dalam berhitung, mengajarkan mematuhi aturan, dan menyiapkan mental balita agar dapat menerima kekalahan.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

5. Halma

Permainan halma juga dapat digunakan sebagai sarana mengendalikan perilaku Balita yang berlebihan lho, Parent. Kalau Balita sudah jenuh dengan permainan puzzle, catur, ular tangga, ajaklah Balita bermain halma. Asyiil juga lho.

Halma adalah permainan di atas papan atau karton yang bergambar bintang bersudut enam yang dimainkan oleh tiga orang, masing-masing orang memakai warna berlainan, pion berjumlah lima belas yang kesemuanya harus dimasukkan ke dalam kubu di seberang kubunya. Pastikan Balita paham ya, Parents.

Langkah bermain Halma juga sederhana saja. Pahamkan Balita mengenai Langkah bermain halma sebelum bermain halma. Misalnya Balita diminta memahami papan permainan halma.

Ajari Balita menentukan sudut dan warna yang mau diambil. Balita memulai bermain dengan melangkahkan pion yang ia miliki ke tempat terdekat yang kosong. Begitu seterusnya. Pion hanya dapat melangkah sebanyak 1 kali menuju daerah kosong terdekat.

Selanjutnya, Pion dapat diarahkan maju, mundur, atau ke samping. Pion dapat melompati pion lain, ketika pion tersebut menghalangi langkahnya dan daerah yang akan dilompati kosong. Balita dinyatakan menang ketika dapat memindahkan semua pionnya menuju sudut yang berlawanan dengan “rumah”-nya.

Manfaat bermain Halma adalah dapat mengendalikan perilaku Balita yang berlebihan. Selain itu, bermain halma dapat meningkatkan ketelitian, dan mengasah otak, meningkatkan fokus atau konsentrasi, dan kesabaran Balita

Baca Juga:

5 Bahan & Media Belajar yang Tepat bagi Anak Usia 3-4 Tahun

Balok Karakter Asyik Buat Bermain Bersama Anak dan Orang Tua

Kenali 6 Bahan Pengasuhan dan Jenis-Jenis Pola Asuh Anak

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

C. Mengajak Balita Melakukan Kegiatan Motorik Halus

Cara mengendalikan Balita yang aktif berlebihan yang ketiga adalah mengajak balita melakukan kegiatan yang melibatkan motorik halus.

Keterampilan motorik halus adalah kemampuan melakukan sesuatu dengan melibatkan koordinasi mata dengan tangan.  Beberapa kegiatan yang tergolong motorik halus pada Balita antara lain: melipat, menggunting, meronce, menulis, melukis, dll.

Misalnya Mengajak Balita Melipat Kertas atau Kain

Parents, ajaklah Balita untuk belajar melipat. Melipat itu adalah patah dua sehingga bidangnya menjadi seperdua (kertas, Kain). Melipat dapat juga bermakna melepit menjadi rangkap (KBBI). Parents, Bahasa kekiniannya adalah origami dari Bahasa Jepang.

Dan, Parents lebih suka mengenalkan kata melipat pada Balita dengan origami. Melipat adalah membuat jadi patah dua baik kertas maupun kain dengan Teknik kerajinan tangan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan, hiasan, benda fungsional, dll.

Media untuk melipat bisa berupa kertas, bisa juga kain. Kertas dan kain mempunyai karakter lentur, Parents, dan mudah dibentuk sehingga akan menjadi kreasi yang menarik. Selain lentur, kertas dan kain juga mudah digunakan oleh Balita.

Cara Mengendalikan Balita Aktif 

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Balita yang Aktif Berlebihan

Agar proses Balita melipat dapat dilakukan dengan baik. Hasil lipatannya pun bisa lurus dan rapi.  Sebelumnya, Parents, harus mengarahkan mengikuti tahapan dan tahapan melipat yang ada.

Ini lho Parents, tahapan-tahapan mengajari Balita melipat, untuk mengubah kertas menjadi beberapa bentuk, misalnya berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang, bujur sangkar, jajaran genjang, dll.

  1. Siapkan kertas: koran, HVS, kertas marmer, kertas payung, kertas buku, dll.
  2. Setiap model lipatan, ada yang dibuat dari kertas berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang dan segitiga.
  3. Untuk memudahkan melipat, gunakanlah gambar kerja atau pola, dan kenalilah petunjuk dan langkah pembuatannya.
  4. Kualitas hasil lipatan ditentukan oleh kerapian dan ketepatan teknik melipat mulai dari awal hingga selesai.

Berikut ini langkah kerja melipat, yang dapat diajarkan pada Balita.

  1. Persiapan: menentukan bentuk, ukuran, warna kertas yang digunakan untuk melipat. Persiapkan juga bahan pembantu dan alat yang diperlukan sesuai model yang akan dibuat.
  2. Pelaksanaan: membuat lipatan setahap demi setahap sesuai dengan gambar pola dengan rapi mengikuti batas setiap tahapan lipatan sampai selesai.
  3. Penyelesaian: melengkapi bagian-bagian tertentu pada hasil lipatan. Contoh untuk lipatan model binatang, pada kegiatan penyelesaian melipat kita bisa menambahkan bentuk mulut, hidung, telinga, kesan kulit binatang, dan hiasan lainnya. Jadi, deh lipatan yang lucu dan menarik tentunya

Demikianlah penjelasan mengenai cara mengendalikan Balita yang aktif berlebihan. Setidaknya 3 cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan Balita yang aktif berlebihan, yaitu eksperimen, permainan, dan kegiatan yang melibatkan motori halus.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *