Inilah Tips  Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Inilah Tips  Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

kurdefrin.com – Hai Moms, masih ingat kan tujuan pendidikan nasional kita? Masih dong. Tujuan Pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Moms, salah satu tujuan pendidikan nasional adalah cakap. Cakap artinya terampil. Seseorang dikatakan cakap atau terampil karena ketangkasan bergeraknya. Ketangkasan bergerak berkaitan erat dengan kecerdasan kinestetik. Baik bergerak dengan otot kasar maupun bergerak dengan otot halus.

Masih ingatkah salah satu kecerdasan yang dimiliki seorang anak yang bernama kecerdasan kinestetik? Tentunya masih, dong. Kecerdasan kinestetik adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan gerak baik dengan otot halus maupun kasar.

Orang sering menyebutnya dengan keterampilan motorik. Keterampilan ini terkenal dengan dua macam, kan, yakni motorik kasar dan motori halus.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas khusus mengenai keterampilan motorik halus pada anak usia 2-3 tahun. Kerampilan motorik halus akan dimiliki seorang anak setelah adanya perkembangan motorik kasarnya. Jadi, motorik kasar itu berkembang lebih awal dibandingkan dengan motorik halus.

Moms, meskipun motorik halus berkembang setelah motorik kasar, motorik halus memiliki peranan yang cukup penting. Banyak aspek yang berkembang pada anak usia 2-3 tahun. Terutama perkembangan motorik sangatlah cepat berkembang.

Perkembangan motorik halus adalah perkembangan dari unsur kematangan pengendalian gerak tubuh dan otak sebagai pusat gerak dan pada masa ini merupakan saat yang ideal untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. (Hurlock).

Moms, ingatkah tanda adanya perkembangan motori halus pada anak usia 2-3 tahun? Inget, dong. Perkembangan motorik halus ditandai dengan meningkatnya pengkoordinasian gerak tubuh yang melibatkan otot dan syaraf yang lebih kecil dan detail.

Motorik halus itu merupakan suatu keterampilan menggerakkan otot dan fungsinya. Gerakan motorik halus lebih spesifik dibandingkan dengan motorik kasar seperti menulis, melipat, merangkai, menggunting.

Oke, Moms, berikutnya adalah keterampilan motorik halus apa ya yang dimiliki anak usia 2-3 tahun? Nih Moms, keterampilan motorik halus anak usia 2-3 tahun meliputi memindahkan benda, meletakkan benda, melipat kain, mengenakan sepatu dan pakaian (Suyadi).

Menurut Kurikulum 2013, perkembangan motorik halus anak usia 2-4 tahun meliputi: meremas kertas atau kain menggunakan lima jari, melipat kain/kertas meskipun belum rapi/ lurus, meronce benda yang cukup besar.

Wah, udah gak sabar nih. Inilah tips jitu mengembangkan motorik halus pada anak usia 2-3 tahun. Tips ini bisa dilakukan melalui permainan lho Moms, biar anak senang.

Kalau anak senang, mesti dia mau melakukannya. Tapi juga, melalui aktivitas yang dapat dilakukan anak ya, Moms, tidak hanya lewat permainan saja.

1. Memindahkan Benda

Tips melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun yang pertama adalah memindahkan benda. Banyak permainan anak yang pada prinsipnya memindahkan benda dari satu tempat ke tempat lainnya.

Contoh permainan itu antara lain bermain Congklak, catur, halma, puzzle, playdough, ular tangga, dan bermain balok. Ayo, Moms sediakan di rumah aneka permainan tersebut. Tidak mahal koq Moms, tapi kalau mahal dikit, ya gak papalah, demi buah hati  menjadi terampil motorik halusnya.

Moms, ajaklah anak bermain itu semua, walaupun hasilnya belum sesuai harapan. Kata kuncinya adalah kita melatih motorik halus pada anak. Masalah permainannya masih salah, itu soal berikutnya.

Gak usah diambil pusing. Pada usia ini, anak sudah mau memegang, memindahkan bidak, balok, dll itu sudah hebat. Oke, Moms.

a. Bermain Congklak

Masih inget aturan bermain congklak, kan. Aturan permainan congklak atau dakon tidak terlalu susah. Area permainan dakon berupa tempat lonjong yang terbuat dari plastik, kayu atau tanah liat yang dibuat lubang berjumlah 12 lubang.

Lubang-lubang tersebut diisi biji sawo atau kecik, atau biji bunga flamboyan, biji jagung, kedelai, kacang ijo, atau biji apa saja, kerikil pun bisa digunakan. Tapi kalau kerikil, cuci dulu dong, pakai sabun, hehe biar tangan anak bersih.

Pemain akan mengambil kecik dari satu lubang dan membagikannya satu persatu selain lubang tabungan milik lawan secara berurutan. Kecik terakhir yang dijatuhkan di lubang yang ada isinya harus dipungut lagi semuanya dan disebarkan lagi oleh anak sebagai pemain.

Wow, serunya anak memindahkan kecik dan membagi-bagikannya ke dalam lubang, banyak yang jatuh, tangannya penuh dengan kecik. He he biarlah, ini pelajaran berharga.

Penting melatih koordinasi tangan dan mata dapat terlaksana. Inget ya Moms, latihan ini yang penting proses, bukan hasil. Proses bekerjanya tangan anak yang berkoordinasi dengan mata.

b. Bermain Catur

Wah, koq bermain catur ya. Apa mungkin buat anak usia 2-3 tahun. Et, jangan salah, Moms. Ini sangat mungkin. Tujuan kita kan melatih motorik halus pada anak dengan memindahkan benda, lho.

Bermain catur ini digunakan selain sebagai pengenalan permaianan yang variatif, juga sebagai media latihan bagi anak untuk memindahkan benda. Anak sudah bisa meletakkan pion pada papan catur saja, tujuan kita sudah tercapai lho ya. He he jangan cepet kotra lo ya.

Moms, catur adalah permainan yang dilakukan oleh dua anak dan dilengkapi dengan buah catur sebanyak16 buah berwarna hitam, dan 16 buah berwarna putih.

Masing-masing terdiri dari 8 pion/bidak, 2 benteng, 2 gajah/menteri, 2 kuda, 1 permaisuri/wazir, dan satu raja. Papan catur berpetak-petak berjumlah 64 petak. Berwarna hitam putih atau kuning putih. Hal ini harus diketahui anak sebelum bermain catur.

Moms, walau hanya sebagai media belajar memindahkan benda, gak salah juga sih jika kita ingat kembali langkah bermain catur. Semua langkah bermain catur dijalankan dengan tangan yang berkoordinasi dengan mata.

Jadi, kita  berharap motorik halus pada anak akan berkembang dengan media catur. Ini lho Moms, langkah bermain catur.

  • Mengatur Papan Catur berserta bidaknya (dengan tangan)
  • Bidak putih bergerak terlebih dahulu
  • Masukkan peraturan “en passant”
  • Bergeraklah secara bergantian
  • Selalu berpikir satu atau dua langkah lebih awal
  • Ketahui cara melakukan “rokade (castle)”
  • Menangkan permainan dengan men-skak mat raja lawan.

c. Bermain Halma

Latihan memindahkan benda bisa juga kita gunakan dengan bermain halma. Inget lagi, ya, Moms, tujuan kita adalah prosesnya bukan hasilnya. Tujuannya adalah anak bisa memindahkan benda. Halma adalah permainan menarik yang digunakan sebagai media untuk melatih anak memindahkan benda.

Halma adalah permainan di atas papan atau karton yang bergambar bintang bersudut enam yang dimainkan oleh tiga anak, masing-masing memakai orang-orangan berlainan warna berjumlah lima belas yang kesemuanya harus dimasukkan ke dalam kubu di seberang kubunya.

Begini Moms, langkah Bermain Halma

  • Pahami papan permainannya. Bentuk papan permainannya adalah bintang segi enam, dengan setiap segi memiliki sepuluh lubang di dalamnya.
  • Pilihlah daerah segitiga yang menjadi tempat awal bermain. Daerah segitiga yang akan digunakan tergantung jumlah pemain yang ikut serta. Lakukan permainan ini dengan dua, tiga, empat, atau enam pemain. Jika bermain halma dengan enam pemain, gunakan semua daerah segitiga.
  • Ketahuilah jumlah pion yang harus digunakan. Dalam permainan yang umum, seharusnya Kita menggunakan sepuluh pion yang berwarna sama dengan warna dari daerah segitiga awal Kita.
  • Lempar koin. Permainan biasanya dimulai dengan melempar sebuah koin. Lempar sebuah koin ke udara dan tebak apakah koin akan mendarat dengan sisi “kepala” atau “ekor” yang menghadap ke atas. Pemain mana pun yang paling banyak menebak dengan benar terpilih sebagai pemain yang memulai awal permainan.
  • Mainkan secara bergiliran. Setelah pemain pertama melakukan gilirannya, pemain yang berada di sebelah kirinya harus melakukan giliran berikutnya. Lanjutkan giliran secara memutar dengan cara ini, berpindah giliran ke pemain di sebelah kiri hingga mencapai pemain pertama lagi. Lalu siklus gilirannya berulang lagi dari awal.
  • Pindahkan satu pion ke lubang di dekatnya pada setiap giliran. Cara paling dasar untuk memindahkan salah satu pion adalah memindahkannya ke lubang di dekatnya.
  • Lompati pion-pion lainnya. Cara lain untuk memindahkan pion adalah “melompati” pion di dekatnya menuju lubang kosong di sisi lainnya.
  • Arahkan menuju daerah segitiga yang terletak di seberang.
  • Kita dapat memindahkan pion ke segala arah di papan permainan.
  • Jangan memindahkan pion keluar dari daerah segitiga tujuan.
  • Raih kemenangan dengan mengisi daerah segitiga tujuan.

Anak yang menang adalah pemain pertama yang berhasil memindahkan semua pionnya menuju daerah segitiga tujuan yang terletak tepat di seberang daerah segitiga awalnya.

Kegiatan melempar koin, memindah pion, melompati pion adalah kegiatan motorik halus melalui latihan memindahkan benda. Kebenaran dan hasil anak bermain halma buka tujuan utama ya Moms. Anak sudah terarah, mau melakukan itu sudah lebih dari cukup.

d. Bermain Puzzle

Bermain Puzzle? Apa anak tidak kesulitan. Tidak dong, Moms. Kalau itu dianggap sebuah kesulitan, maka kesulitan itu, ayo, kita jadikan tandatangan Moms.

Tentu anak kita suka dengan tantangan. Puzzle adalah permainan menyusun gambar, gambar diacak terlebih dahulu. Sehingga anak mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan potongan-potongan kecil sehingga menjadi gambar utuh.

Kepingan gambar puzzle umumnya dibuat tidak simetris sehingga keping gambar itu unik dan membantu pemain dalam memudahkan menyusun.

Dari bentuk dan potongan puzzle dapat disesuaikan dengan usia anak. Tuh lihat, mata anak berbinar ketika kita tunjukkan mainan barunya, puzzle.

Untuk tahap awal, hendaklah Bunda memilih puzzle yang paling sederhana. Anak usia 10 bulan sudah boleh dikenalkan pada permainan puzzle. Potongan puzzle-nya sedikit dan tidak rumit.

Selanjutnya, secara bertahap, puzzle yang diberikan semakin sulit. Bunda, makin tinggi usia anak makin tinggi pula tingkat kerumitan puzzle-nya. Gambar dan kepingan gambarnya semakin banyak.

Aneka puzzle sudah banyak di pasaran. Bunda tinggal memilih sesuai selera. Ada puzzle gambar buah-buahan, gambar binatang, gambar tanaman, atau pun puzzle gambar proses terjadinya sesuatu. Misalnya puzzle daur hidup hewan tertentu, tumbuhan tertentu, dll.

Apapun jenis puzzle yang digunakan anak untuk bermain, tentu motoric halus anaklah yang bekerja, yaitu adanya koordinasi otak, mata, dan tangan. Organ tubuh yang banyak bekerja untuk menyusun puzzle adalah tangan dengan jari-jarinya. Ini merupakan latihan motorik halus dengan cara memindahkan benda.

 e. Bermain Balok

Bermain balok? Apalagi, tuh. Wah, balok. Balok. Apa kuat anak usia 2-3 tahun memegang balok. Kenapa enggak sih, Moms. Kuat dong, ah. Balok merupakan salah satu bentuk alat permaian yang bersifat mendidik dan melatih motorik halus, lho.

Alat permainan edukatif yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek kemampuan anak.

Bermain balok adalah media untuk melatih anak memindahkan benda. Balok itu berupa potongan-potongan kayu yang sama tebal, panjang, dan lebarnya. Bentuknya bisa berupa kurva, silinder, segi empat, dll. Dan setengah dari potongan balok juga disediakan, tetapi semua dengan panjang yang sama yang sesuai dengan ukuran balok-balok dasar.

Bermain balok adalah jenis kegiatan yang sifatnya konstruktif, dimana anak mampu membangun sesuatu dengan menggunakan balok-balok  yang sudah disediakan.

Keterampilan bermain balok adalah keterampilan memindahkan benda dari satu tempat ke tempat yang akan disusunnya menjadi suatu bentuk.

Permainan balok merupakan permainan yang menggunakan aktivitas otak besar dimana permainan ini dapat mengembangkan koordinasi mata dan tangan. Selain itu, bermain balok dapat melatih motorik halus.

Manfaat lain dari bermain balok adalah melatih anak dalam memecahkan masalah, dan memberikan kebebasan pada anak untuk berimajinasi sehingga hal-hal baru dapat tercipta. Jadi, bermain balok bisa dijadikan media untuk anak memindahkan benda tertentu.

f. Bermain Ular Tangga

Bermain ular tangga ini lebih asyik Moms, untuk melatih anak memindahkan benda. Ular tangga, Moms. Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh dua anak atau lebih.

Papan untuk bermain ular tangga dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain.

Langkah-langkah bermain ular tangga, semuanya dilakukan dengan gerakan tangan motorik halus, Moms, dan melibatkan koordinasi mata dan tangan. Anak diharapkan bisa memindahkan, mengocok dadu, menaikkan dan menurunkan dadu. Itu semua merupakan Gerakan memindahkan benda.

  • Pahami tujuan dari permainan ini.
  • Tentukan siapa yang bermain lebih dulu.
  • Kocoklah dadu dan bergeraklah.
  • Naiklah melalui tangga.
  • Turunlah saat dadu berhenti di petak ular atau parasut.

 g. Bermain Playdough

Salah satu permainan yang menyenangkan bagi anak adalah bermain playdough. Permainan ini dapat juga digunakan sebagai cara melatih anak usia 2-3 tahun untuk memindahkan benda. Playdough merupakan bentuk modern dan mainan tanah liat atau lempung.

Moms, kita awali melatih anak dengan membuat media plyadoughnya yah. Media ini, selain aman untuk mainan anak, juga mudah dibuatnya. Harganya juga terjangkau lho, Moms. Muda dicari juga lho bahannya. Tersedia di warung dan di toko.

Artikel terkait;

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Ayo, Moms, ajak serta anak kita siapkan bahan: ½ kg tepung terigu, secangkir garam halus, 2 sendok makan minyak sayur atau minyak zaitun atau baby oil, dan pewarna makanan, dan essence rasa buah, pandan, dsb agar aroma playdough hem harum. Caranya adalah membuat:

  • Campurkan tepung terigu dan garam halus, aduk sampai rata.
  • Masukkan minyak goreng, aduk sampai rata
  • Masukkan beberapa tetes pewarna makanan dan essece ke dalam air.
  • Tuangkan air campuran tersebut ke dalam adonan sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi karet.
  • Adonan jangan sampai lembek, usahakan sampai bentuknya padat.
  • Masukkan adonan ke dalam tempat plastic, tutup rapat agar adonan tidak mengeras.

Moms, banyak manfaat yang dapat dipetik dengan bermain playdough. Simak, ya Moms.

  • Meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi anak
  • Mengasah kemampuan motorik halus

Apabila terus dilatih, kemampuan motorik halus seorang anak akan semakin berkembang. Aktivitas bermain playdough anak dapat berupa: menggulung, memencet, merangkai, memipihkan, memotong dll. Inilah Tips  Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Aktivitas tersebut dilakukan anak dengan melibatkan motorik halus-nya yaitu gerakan tangan, dan jari tangan yang bekerja sama dengan mata dan otak. Bermain playdough melatih keterampilan tangan seorang anak.

  • Playdough dapat dibuat berwarna-warni, lho, Moms. Hal ini dapat dimanfaatkan Moms untuk mengenalkan anak terhadap warna. Ada warna merah, hijau, biru, dll. Pengenalan aneka warna akan semakin berkembang manakala Moms menyediakan playdoughnya semakin beraneka ragam warna. Mejikuhibiniu: Merah jingga kuning hijau biru nila ungu.
  • Bermain playdough secara rutin akan mengembangkan keterampilan tangan anak untuk mengambil, memegang, membawa benda-benda apa saja secara tangkas.

2. Melipat Kertas atau Kain

Tips melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun yang kedua adalah melipat. Melipat itu adalah patah dua sehingga bidangnya menjadi seperdua (kertas, Kain). Melipat dapat juga bermakna melepit menjadi rangkap (KBBI). Moms, Bahasa kekiniannya adalah origami dari Bahasa Jepang.

Dan, Moms sekarang, juga Bunda-bunda di PAUD lebih suka menyebutnya dengan origami. Melipat adalah membuat jadi patah dua baik kertas maupun kain dengan teknik kerajinan tangan untuk menghasilkan aneka bentuk mainan, hiasan, benda fungsional,dll.

Media untuk origami bisa berupa kertas, bisa juga kain. Kertas dan kain mempunyai karakter lentur, Moms, dan mudah dibentuk sehingga akan menjadi kreasi yang menarik. Selain lentur, kertas dan kain juga mudah digunakan oleh anak kita.

Begini cara mengajari anak melipat, Moms. Ups, tapi harus sabar ya Moms, karena mengajari anak usia 2-3 tahun itu tidak mudah. Selain itu, agar proses anak melipat dapat dilakukan dengan baik.

Hasil lipatan anak pun bisa lurus dan rapi.  Sebelumnya, Moms, harus mengikuti tahapan-tahapan melipat yang ada agar tujuan mengajari anak melipat dapat berhasil dengan sukses.

Moms, pada tahap awal, kita akan mengajari anak melipat itu harus bertahap. Kita mulai dengan melipat kertas atau kain dari yang mudah ke yang sulit. Dari yang sederhana ke yang kompleks.

Tahapan mudah-sulit, sederhana-kompleks harus dilatihkan terus-menerus Moms, agar anak dapat membuat lipatan yang rapi dan memiliki nilai seni.

Memang sih Moms, pada tahap awal pertama, mesti lucuu banget,lipatannya ya masih amburadul, ya belum rapi alias belum lurus segala.Tapi, ya gpp, kita tetep beri acung jempol “hebaaat” karena anak sudah mau melakukannya.

Ini lho Moms, tahapan-tahapan mengajari anak melipat, untuk mengubah kertas menjadi beberapa bentuk, misalnya berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang, bujur sangkar, jajaran genjang, dll.

  • Siapkan kertas: koran, HVS, kertas marmer, kertas payung, kertas buku, dll.
  • Setiap model lipatan, ada yang dibuat dari kertas berbentuk bujur sangkar, empat persegi panjang dan segitiga.
  • Untuk memudahkan melipat, gunakanlah gambar kerja atau pola, dan kenalilah petunjuk dan langkah pembuatannya.
  • Kualitas hasil lipatan ditentukan oleh kerapian dan ketepatan teknik melipat mulai dari awal hingga selesai.

Berikut ini langkah kerja melipat, diikuti dulu ya, Moms. Jangan tergesa-gesa mengajari, nyantai Moms.

  • Persiapan: menentukan bentuk, ukuran, warna kertas yang digunakan untuk melipat. Persiapkan juga bahan pembantu dan alat yang diperlukan sesuai model yang akan dibuat.
  • Pelaksanaan: membuat lipatan setahap demi setahap sesuai dengan gambar pola dengan rapi mengikuti batas setiap tahapan lipatan sampai selesai. Penyelesaian: melengkapi bagian-bagian tertentu pada hasil lipatan. Contoh untuk lipatan model binatang, pada kegiatan penyelesaian melipat kita bisa menambahkan bentuk mulut, hidung, telinga, kesan kulit binatang, dan hiasan lainnya. Jadi, deh lipatan yang lucu dan menarik tentunya

Moms, ada banyak bentuk lipatan yang bisa dibentuk, tentu saja dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Langkah mengerjakannya pun tersendiri. Model lipatan itu bermacam-macam: bisa berbentuk hewan, rumah, benda-benda lain seperti kotak pensil, dll.

Ayo, kita mulai, Moms.

  • Moms harus memberikan contoh peragaan lebih dulu ya, anak biarkan melihat saja. Gunakan peraga yang ukurannya cukup besar agar bisa dilihat anak dengan jelas.
  • Peragaan Moms, harus dilengkapi dengan gambar langkah-langkah dan contoh hasil melipat yang dapat dilihat anak. Mungkin bisa ditempel di kertas karton atau papan tulis jika punya.
  • Setiap tahapan melipat yang sudah dibuat anak hendaknya diberi penguatan ya Moms. Misalnya:”rapikan, haluskan lipatanmu.”
  • Bila anak sudah selesai membuat satu model atau bentuk lipatan, berikan kesempatan untuk mengulangi melipat lagi dengan kertas yang lain agar motorik halus anak menjadi terampil melipat.
  • Masing-masing hasil lipatan anak ditempel di kertas gambar, berikan kebebasan padanya untuk menyusunnya sesuai kemauan dan kreasi anak.

Artikel terkait:

Perkembangan Kognitif pada Anak Usia Dini

Mainan yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

Macam-Macam Kecerdasan pada  Anak

3. Meletakkan Benda

Tips melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun yang ketiga adalah meletakkan benda. Tips ini bisa dilakukan dalam kegiatan anak sehari-hari di rumah.

Misalnya anak kita latih meletakkan benda yang aman lebih dahulu seperti meletakkan benda-benda yang ringan dan tidak mudah pecah. Anak diminta meletakkan pakaian kotor di tempatnya. Cara ini mudah dilakukan anak apabila tempat pakaian kotornya mudah dijangkau anak.

Latihan berikutnya adalah meletakkan peralatan mainan setelah digunakan. Anak diajak serta menempatkan mainan dengan benar. Misalnya perangkat mainan itu dimasukkan lebih dahulu ke dalam dos atau wadahnya, lalu diletakkan di rak khusus mainan anak.

Meletakkan peralatan makan dan minum yang sudah digunakan, juga kita latih anak untuk menempatkannya di tempat tersedia.

Apabila tempatnya sulit karena mungkin terlalu tinggi, boleh deh Moms, kita bantu anak dengan berdiri di kursi. Ups, tapi kita tetap berada di sampingnya. Ini rada riskan, tapi bukan untuk dihindari.

Berikutnya kita ajari anak meletakkan alat kebersihan rumah yang telah digunakan. Misalnya meletakkan sapu, sulak, alat pel yang perlu digantung di tempatnya.

Ini juga memerlukan bantuan alat seperti jengkok atau kursi agar anak mudah menjangkaunya. Juga anak tidak bias melakukannya sendirian, kita harus ada di sampingnya.

Kalau anak diminta meletakkan sepatu atau sandalnya, ini lebih mudah Moms. Sebab letak rak sepatu cenderung mudah dijangkau anak. Hanya saja, kita perlu mengajari anak untuk menata sepatu dan sandal secara benar.

Sepatu kiri dan kanan tidak diletakkan secara terbalik. Juga sandal. Bahkan tidak boleh bercampur antara sandal sebelah kiri dipasangkan dengan sepatu kanan. He he atau sebaliknya. Wah, mengada-ada ya. Tidak Moms, itu mungkin terjadi lho. Beneran.

4. Mengenakan Pakaian

Tips melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun yang keempat adalah mengenakan pakaian. Moms, bagaimana praktek mengajarinya. Tentu kita ajak anak mulai dari mengambil pakaian yang akan dikenakannya lebih dulu.

Jangan serba ya Moms, serba dilayani. Biarkan anak mengambilnya sendiri, walaupun lemari pakaian akan menjadi amburadul. Biarlah, ini pelajaran yang harus ditempuh.

Jika sudah siap dengan pakaian yang akan dikenakan, ajari dong anak mengenakan pakaian dalam lebih dahulu. Ups, tapi jangan lupa. Ajak anak melafalkan doa mengenakan baju dulu, Moms. Lanjut, kalau mengenakan kaos, baju, celana, anak diminta melepas kancing atau resluetingnya lebih dulu.

Gak mungkin bisa digunakan lho Moms, he he kalau kancing baju belum dilepas. Nah, baru akan kita arahkan anak mengenakan baju, celana dengan tangan atau kaki sebelah kanan lebih dulu. Betul kan begitu, Moms.

Ups, jangan ketawa Moms, jika hasil anak mengenakan baju dengan memasang kancingnya jingjot. Tidak sesuai, tidak lurus hingga baju terlihat panjang sebelah atau pendek sebelah. Kancing baju masuk tapi salah lubang atau rumah kancing.

Weh, heboh juga ya. Ini juga terjadi lho Moms, pada orang tua yang sudah manula banget. Sudah kembali seperti anak-anak kepinterannya, sama dengan anak usia 2-3 tahun.

Inilah Tips  Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

5. Mengenakan Sepatu

Tips melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun yang kelima adalah mengenakan sepatu. Heboh ya Moms. Mengenakan sepatu saja pakai sekolah dulu. Kan gampang, pekerjaan kelihatan, masa sih pakai penataran segala.

Betul, mengenakan sepatu adalah pekerjaan mudah bahkan gambang. Gak perlu sekolah dulu. Ups, itu mudah bagi anak yang sudah gede atau bagi kita yang sudah dewasa.

Tapi, mengenakan sepatu bagi anak usia 2-3 tahun perlu pelajaran dan pelatihan dulu. Ya kan? Pertama kita ajak anak mengambil sepatu di rak sepatu. Belum tentu benar lho Moms, anak mengambil sepatunya.

Bisa-bisa anakmengambil sepatu yang tidak pasangannya. Bisa-bisa anak mengambil sepatu kiri semua atau kanan semua. He he jangan ketawa. Kalau memang terjadi, ya, dengan sabar anak diminta mengambil sepatu yang benar.

Oke, sepatu yang diambil anak sudah benar. Ayo, kita ajari mengenakannya. Atau langsung saja anakdiminta mengenakan sepatu tanpa petunjuk dari Moms.

Cobalah, ini perlu juga untuk menguji anak sudah mengerti cara memakai sepatu atau belum. E, terbukti, Nih Moms. Ha ha anak mengenakan sepati tapi kebalik. Sepatu kiri dipakai di kaki kanan, sepatu kanan dipakai di kaki kiri.

He he, bisa juga terjadi, lho Moms. anak mengenakan sepatu tapi tali atau kancing sepatu tidak dilepas lebih dulu, langsung saja anak memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ogal-ogel ogal-ogel lama banget, anak gak bisa-bisa memasukan kakinya ke dalam sepatu.

Iya banget, talinya belum dibuka. Pantaslah anak kesulitan. Ya, kan Moms. Berarti anakbelum tahu cara mengenakan sepatu. Nah, ini kesempatan berharga bagi Moms untuk menjadi seorang guru sepatu. He he guru sepatu?

Ya, ajari anakmembuka tali, resluiting, kancing sepatu. Arahkan anak untuk duduk. Kemudian suruh kaki kanan lebih dulu yang dipakaikan sepatu. Baru kaki kiri. Ups, jangan suruh langsung berjalan.

Arahkan anak menali sepatu, mengancing, atau menutup resluiting spati lebih dulu, baru diajak berjalan. Beres deh, anak sudah bisa memakai sepatu sendiri.

Cukupkah pelajaran mengenakan sepatu hanya sekali tatap muka. Belum Moms. Anak masih mudah lupa. Makanya, pelajaran harus dilakukan berulang-ulang. Makin diulang makin bisa, makin lancar, dan akhirnya menjadi kebiasaan.

Okey-lah, Moms. Sudah dulu ya penjelasan melatih motorik halus pada anak usia 2-3 tahun. tunggu ya, akan ada cara melatih motorik halus pada anak  usia 3-4 tahun. Semoga bermanfaat, dan selamat menunggu. See you next.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *