Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-12 Bulan

Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-12 Bulan

kurdefrin.com – Kemampuan kognitif pada anak terdiri atas dua jenis. Pertama, kemampuan mengenali lingkungan. Kedua kemampuan mereaksi atas rangsangan. Jadi, kemampuan mereaksi atas rangsangan tergolong dalam kemampuan kognitif.

Kemampuan mengenali lingkungan pada anak adalah kemampuan untuk mengetahui segala sesuatu yang ada di dekatnya. Kemampuan mereaksi atas rangsangan adalah kemampuan memberikan respon terhadap rangsangan.

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas mengenai kemampuan mengenali lingkungan pada anak usia 0-1 tahun. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai kemampuan mereaksi atas rangsangan pada anak usia 0-1 tahun.

Kemampuan mereaksi atas rangsangan pada anak usia 0-1 tahun terdiri atas mampu memperhatikan benda bergerak atau suara/ mainan yang mengagantung di atas tempat tidur. Anak juga mampu mengurlurkan kedua tangan untuk meminta.

Selain itu, anak mampu mengamati benda yang dipegang, dan menjatuhkannya. Anak juga mampu berpaling kea rah sumber suara,dan menoleh saat dipanggil namanya.

Anak usia 0-1tahun juga mampu mencari benda yang disembunyikan. Dan, anak mampu membuka atau menutup gelas atau cangkir. Berikut ini pembahasannya. Simak ya Moms.

A. Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-3 Bulan

Kemampuan mereaksi atas rangsangan pada anak usia 0-3 bulan berupa kemampuan memperhatikan benda bergerak atau suara/mainan yang menggantung di atas tempat tidur pada Anak usia 0-3 Bulan

Kemampuan memperhatikan pada anak usia 0-3 bulan berarti memiliki minat terhadap sesuatu. Minat itu menandakan suka terhadap sesuatu. Indikator minat adalah berkeinginan, dan bergairah untuk memperhatikan sesuatu.

Selain itu, indikator minat yang lain adalah mempunyai perasaan senang, tertarik, menerima, dan adanya keterlibatan anak terhadap suatu rangsangan. Apabila anak memiliki perasaan senang terhadap sesuatu, maka ia tidak akan terpaksa untuk memperhatikan sesuatu.

Fokus perhatian bisa berupa benda bergerak, suara atau mainan yang digantung. Anak akan melihat benda bergerak atau mainan yang digantung. Anak juga akan mendengarkan dengan serius suara mainan.

Rona wajah anak menunjukkan adanya rasa senang. Tangan anak berusaha meraih benda yang dilihatnya. Ini membuktikan bahwa anak memperhatikan benda yang bergerak, suara, atau benda yang digantung.

B. Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 3-6 Bulan

Kemampuan mereaksi pada anak usia 3-6 bulan adalah mengulurkan kedua tangan. Kemampuan anak dalam mengulurkan tangan adalah menyatakan maksud tertentu.

Anak bermaksud meminta, tapi belum bisa bicara. Maka, permintaannya disampaikan dengan mengulurkan tangannya.

Kemampuan mengulurkan tangan pada anak usia 3-6 bulan bisa bermakna minta digendong. “Moms, gendong aku dong!” “Aku mau lihat, itu yang di atas.” Begitu kira-kira maksud anak minta digendong.

Respon kita adalah mengabulkan permintaan anak. Bisa juga tidak mengabulkan permintaan anak. Kita bisa mengendong atau tidak menggendong. Bisa saja kita menolak permintaan anak untuk melatih kesabarannya.

Kita akan melihat reaksi anak ketika permintaan tidak dikabulkan. Reaksi anak bisa nangis. Bisa juga tidak menangis bergantung seberapa jauh keinginan anak untuk digendong. Seberapa jauh anak ingin mengetahui sesuatu pada saat digendong.

Keitka kita sedang duduk, kemudian anak mengulurkan pada kita. Maksud anak mengulurkan tangan pada kita pada saat kita duduk mempunyai makna anak minta dipangku atau dipeluk.

Model mengulurkan tangan pada anak usia 3-6 bulan ada dua.

1. Mengulurkan Tangan Sedikit atau Setengah

Uluran tangan yang hanya sedikit atau setengah bermaksud meminta tapi tidak terlalu serius. jika dikabulkan baik, alhamdulilah, jika tidak ya tidak apa-apa. Tidak menangis. Di sini anak menunjukkan sifat demokratis. Permintaan anak tidak serius.

2. Mengulurkan Tangan Total

Uluran tangan anak yang total ini mengandung maksud bahwa anak benar-benar meminta. Permintaan anak terkesan darurat atau memaksa.

Hal ini terjadi karena anak merasa ketakutan, atau karena anak ingin tahu benar. Jika uluran tangan total tidak direspon, anak akanmenangis dengan keras.

Uluran tangan anak yang satu ini terkesan otoriter. Anak terkesan memaksa kita untuk menggendong, memangku, atau memeluknya. Anak benar-benar meminta kita atau orang lain harus melakukan sesuatu untuk dirinya.

C. Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Uisa 6-9 Bulan

Kemampuan mereaksi atas rangsangan pada anak usia 6-9 bulan terdiri atas kemampuan mengamati benda kemudian menjatuhkannya. Lalu, kemampuan menjatuhkan benda berulang-ulang. Dan berpaling ke arah sumber suara.

1. Kemampuan Mengamati benda yang dipegang kemudian dijatuhkan

Kemampuan anak usia 6-9 bulan yang pertama adalah mengamati benda yang dipegangnya. Kemudian anak menjatuhkan benda yang dipegangnya.

Rangsangannya berupa benda-benda yang diamati anak. Pertama, anak mampu memegang atau menggenggam benda yang kita berikan. Kemudian, Anak melihat-lihat warna benda, bentuk benda.Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-12 Bulan.

Anak juga mampu mengenali berat ringannya benda. Hal ini ditandai kemampuan tangan anak memegang atau menggenggam benda tersebut.

Kemampuan menjatuhkan benda diawali dengan kemampuan anak mengepal atau menggenggam benda. Lalu, dilanjutkan dengan kemampuan anak memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya. Misalnya dari tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya.

Benda-benda yang dapat diamati bisa berupa mainan, bisa juga berupa makanan. Kalau mainan, Moms bisa berikan bola kecil, balon, kerincingan, dll. Kalau berupa makanan, Moms bisa memberi anak kue kering dll yang ringan dan mudah untuk dipegang anak.

2.Kemampuan Menjatuhkan Benda yang Dipegang Secara Berulang

Kemampuan menjatuhkan benda yang dipegang anak secara berulang-ulang memerlukan media. Kita pilih benda-benda yang tidak pecah, dan tidak runcing. Misalnya bola karet. Bola jenis ini jika dijatuhkan berulang-ulang  tidak akan pecah.

Jika anak suka menjatuhkan benda berulang-ulang, maka perkembangan kemampuan kognitifnya berlangsung dengan baik. Tahapan ini pasti akan dilalui anak yang perkembangannya normal.

Kemampuan menjatuhkan benda berulang-ulang diawali dengan kemampuan anak memegang, menggenggam, dan memindahkan benda dari sat uke lain tangan. Kemudian anak mampu menjatuhkan sekali dua kali.

Selanjutnya, kemampuan ini akan berulang-ulang jika kita memberikan media itu berulang-ulang. Kegiatan semacam ini kita jadikan agenda permainan anak. Tentu akan lebih menarik.

Kita siapkan bola karet, biarkan anak meraih bola tersebut. Beri kesempatan pada anak untuk memegang atau menggenggam bola. Beri contoh menjatuhkan bola. Kemudian anak diminta menirukannya.

Lakukan kegiatan ini secara berulang-ulang. Anak diberi bola berulang-ulang, lalu menjatuhkannya berulang-ulang. Lama-kelamaan, anak akan terampil menjatuhkan benda secara berulang-ulang.

Tapi, kemampuan ini mungkin akan melelahkan Moms. Sebab, kita harus mengambil benda yang dilemparkan, diberikan lagi pada anak. Kemudian, anak melemparkannya lagi. Dan kita pun mengambil dan menyerahkannya lagi pada anak.

3. Kemampuan Berpaling ke Arah Sumber Suara

Kemampuan berpaling ke arah sumber suara dapat diperoleh anak melalui indera pendengarannya. Indera pendengaran anak sudah berkembang sejak dalam kandungan.

Indera pendengaran pada anak akan semakin sensitif dan semakin sempurna seiring dengan pertambahan usianya. Anak sudah bisa berpaling mencari sumber suara. Anak juga sudah bisa merespon saat namanya dipanggil-panggil.

Ajaklah anak bermain dengan mencari sumber suara. Moms bisa memanggil namanya ketika akan menemuinya. Dengan bantuan ayah atau kakaknya, panggillah anak dari tempat yang berbeda.

Amatilah anak, bagaimana reaksinya ketika ada sumber suara. Biarkan anak mencari sumber suara yang mungkin berupa musik atau mainan yang bersuara. Anak diharapkan akan berpaling ke arah sumber suara.

Agar anak dapat menoleh ke arah sumber suara yang berbeda, lakukan permaianan yang variatif. Pada latihan pertama, sumber suara harus dari arah kanan anak. Agar anak menoleh atau berpaling ke kanan.

Latihan kedua, sumber suara harus datang dari arah kiri anak. Tujuannya adalah agar anak menoleh atau berpaling ke kiri. Latihan ketiga, jika memungkinkan, sumber suara datang dari arah atas. Anak akan mencari sumber suara dengan menengadahkan kepalanya ke atas.

Latihan keempat, upayakan sumber suara datang dari arah bawah. Diharapkan anak akan mencari sumber suara dengan menundukkan kepala atau membungkukkan badan.

Kepala anak berpaling ke kiri, ke kanan itu disebabkan karena anak memahami adanya sumber suara dari kiri dan kanan. Kepala anak menengadah ke atas, menunduk ke bawah juga karena adanya pemahaman anak terhadap sumber suara dari atas dan bawah.

D. Kemampuan Mereaksi Atas rangsangan pada Anak Usia 9-12 bulan.

1. Kemampuan Memberi reaksi menoleh saat namanya dipanggil

Kemampuan memberi reaksi pada anak usia 9-12 tahun dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk ketika anak dipanggil namanya. Anak bisa memberi reaksi dengan cara menoleh pada saat dipanggil namanya.

Reaksi lain dari anak saat dipanggil namanya adalah menjawab secara lisan. Bisa dengan kata-kata yang bermakna. Bisa juga reaksi anak berupa letupan suara yang belum mendukung makna.

Ada juga anak yang memberi reaksi dengan menganggukan kepala Ketika dipanggil samanya. Ia menganggukkkan kepada sambil tertawa atau tersenyum. Anak mengerti bahwa ia dipanggil.

Selain itu, anak akan memberi reaksi dengan cara menggelengkan kepalanya. Mimik wajahnya juga kurang sedap dipandang. Reaksi ini pun menandakan bahwa anak memahami bahwa ia dipanggil, tapi ia tidak berkenan dipanggil-panggil namanya.

Reaksi anak yang lain saat dipanggil namanya bisa berupa lambaian tangan. Anak memahami bahwa namanya disebut, lalu ia melambaikan tanggannya. Ibarat kalau di sekolah, diabsen gurunya, anak mengacungkan tangannya. Sebagai tanda ia hadir.

Reaksi yang lainnya lagi adalah mengangkat kedua bahunya saat anak dipanggil namanya. Mengangkat bahu merupakan tanda bagi anak bahwa ia paham kalau dipanggil namanya.

Moms, ada juga lho, ketika anak digendong, lalu ada yang memanggil namanya, anak memberi reaksi dengan menggerak-gerakkan kakinya. Gerakan kaki pada anak menunjukkan adanya pemahaman bahwa namanya dipanggil.

Reaksi apa pun bentuknya dari anak saat namanya dipanggil atau disebut, menunjukkan adanya pengetahuan atau adanya kamampuan kognitif pada anak.

Anak memiliki pengetahuan anak namanya. Anak juga sudah paham bahwa ada orang lain yang memanggil atau menyebut namanya.

Moms, reaksi dari anak dapat digolongkan menjadi reaksi positif dan reaksi negatif. Reaksi positif menunjukkan bahwa ia setuju dipanggil namanya. Reaksi negatif menunjukan bahwa ia tidak mau dipanggil namanya.

Baca juga:

7 Kemampuan Kognitif pada Anak Usia 0-1 Tahun: Kenali Wajah

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Mainan yang Dapat Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

2. Kemampuan Mencoba Mencari Benda yang Disembunyikan

Kemampuan anak untuk mencari benda yang disembunyikan dapat dirangsang dengan cara yang asyik. Kita bisa jadikan permainan. Pada usia 9-12 bulan, anak kan sudah lincah ngorondong atau malah sudah bisa jalan.

Ajak anak bermain mencari benda yang disembunyikan. Permainan dilakukan bertahap dari yang dekat ke yang jauh untuk persembunyian bendanya.

Tahap pertama, ajak anak duduk. Kedua tangan Moms menggenggam. Tunjukkan kedua genggaman tangan Moms pada anak.

Anak diminta memilih genggaman tangan Moms yang berisi permen. Anak diminta memilih genggaman tangan kanan atau kiri yang ada permennya. Diharapkan anak anak memilih sala satunya.

Anak kemudian akan membuka genggaman tangan Moms. Perketatlah Moms, genggaman tangan Moms. Agar anak berusaha keras membukanya. Jika pilihan anak benar, berilah hadiah pujian “Hebaat!” karena sudah bisa mencari benda yang tersembunyi.

Permainan kedua, siapkan bak mainan pasir. Moms sembunyikan beberapa benda kecil misalnya kelerang kecil di dalam pasir. Anak diminta mencari semua kelereng yang disembunyikan di dalam bak pasir.

Permainan berikutnya adalah Moms berusaha menyembunyikan mainan favoritnya. Sembunyikan di tempat anak sering bermain. Misalnya di keranjang mainan di kamarnya.

Kemudian anak diminta mencari mainan favoritnya. Ikuti Moms, kemana arahnya anak mencari mainan favoritnya. Tentu, pertama kali yang dituju anak adalah tempat yang sering ia gunakan bermain.

Permainan berikutnya adalah sembunyikan benda lain yang lebih kecil. Tempat menyembunyikannya tidak lagi di tempat favorit anak. Misalnya di meja ruang tamu.

Anak diminta mencari. Tentu gerakan pencarian pertama, anak akan menuju keranjang mainan di kamarnya. Tapi, zoonk. Arahkan anak agar mencari di tempat lainnya.

Kemampuan Mereaksi Atas Rangsangan pada Anak Usia 0-12 Bulan

Moms pura-pura berjalan ke ruang tamu. Anak mungkin akan mengikuti Moms ke ruang tamu. Biarkan anak mencari benda tadi di ruang tamu.  Beri pujian jika anak sudah mampu menemukan benda yang dicarinya.

3. Kemampuan Mencoba membuka/menutup gelas/cangkir

Kemampuan membuka atau menutup gelas atau cangkir dapat dilakukan dengan mudah. Sodori saja anak air minum di gelas yang ada tutupnya. Arahkan anak minum, tapi beri kesempatan pada anak untuk membuka tutup gelasnya lebih dulu.

Kemudian anak minum air yang ada di gelas. Setelah itu, arahkan anak menutup kembali gelas tadi.

Kemampuan anak dalam membuka dan menutup gelas, diawali dengan kemampuan memegang tutup gelas, mengangkatnya, lalu meletakkan tutup gelas. Arahkan anak mulai dari memegang tutup gelas.

Kemudian, anak diminta mengangkat tutup gelas tersebut. Lalu, anak disuruh meletakkan tutup gelas di atas meja.

Pada saat akan menutup gelas, anak diminta mengambil Kembali tutup gelas. Pertama, anak diminta memegang tutup gelas, mengangakatnya. Kemudian diminta meletakkannya di atas gelas.

Jadi, kemampuan anak mereaksi atas rangsangan yang ada dapat dibantu dengan pengarahan dari Moms. Pengarahan mulai pada saat anak memperhatikan benda, mengulurkan kedua tangan, mengamati dan menjatuhkan benda.

Pemberian rangsangan juga perlu dilakukan pada saat anak berlatih berpaling, dan menoleh. Pemberian rangsangan juga dapat dilakukan pada saat anak mencari benda yang disembunyikan, dan saat anak memahami membuka menutup gelas.

Demikianlah Moms penjelasan mengenai kemampuan mereaksi atas rangsangan pada anak usia 0-12 bulan. Semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih atas kunjungannya.

Referansi: dari Berbagai Sumber.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *