Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

kurdefrin.com – Hai Moms, Jumpa lagi, sesuai janji ya berikut ini akan dibahas keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Motorik halus adalah keterampilan yang menggunakan jari-jemari tangan dan gerakkan pergelangan tangan dengan tepat.

Motorik halus adalah gerakkan yang hanya melibatkan bagia-bagian tubuh saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti menggunakan jari-jemari tangan dan pergelangan tangan. Gerakan ini tidak bembutuhkan tenaga yang besar, Moms. tapi membutuhkan koordinasi mata dan tangan yang cermat.

Moms, harus ingat ya akan tujuan melatih motorik halus pada anak. Tidak lain dan tidak bukan adalah agar anak mampu menampilkan tugas motorik yang diberikan kepadanya dengan tingkat keberhasilan yang efektif. Agar lebih jelas, berikut ini dibahas tujuan perkembangan motoric halus paada anak.

  • Mampu mengembangkan motorik halus yang berhubungan dengan gerak kedua tangan.
  • Mampu menggerakkan anggota tubuh yang berhubungan dengan jari-jemari, seperti kesiapan menulis, menggambar, menggunting dan memanipulasi benda.
  • Mampu mengkoordinasikan indera mata dan aktivitas tangan.
  • Mampu mengendalikan semosi dan berkativitas motorik halus.

Moms, ingatkah tanda adanya perkembangan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun? Inget, dong. Perkembangan motorik halus ditandai dengan meningkatnya pengkoordinasian gerak tubuh yang melibatkan otot dan syaraf yang lebih kecil dan detail.

Motorik halus itu merupakan suatu keterampilan menggerakkan otot dan fungsinya. Gerakan motorik halus lebih spesifik dibandingkan dengan motorik kasar seperti menulis, melipat, merangkai, menggunting.

Motorik halus anak usia 3-4 tahun antara lain melepas dan mengancing baju, makan sendiri, menggunakan gunting, dan menggambar wajah (Suyadi).

Menurut Kurikulum 2013, perkembangan motorik halus anak usia 3-4 tahun meliputi: meremas kertas atau kain menggunakan lima jari, melipat kain/kertas meskipun belum rapi/ lurus, meronce benda yang cukup besar.

Berikut ini tips mengembangkan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun. Permaianan playdough, puzzle, catur, halma, congklak, ular tangga, bermain balok, harus tetap dijadikan sebagai media melatih anak mengkoordinasi mata dengan tangan ya, Moms.

Lho kan sudah dilakukan pada anak di usia 2-3 tahun. Sekarang lagi, yang bener aja. Bener Moms, kan ada istilah lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena ditempuh. Ini bertujuan agar koordinasi antara mata dengan tangan anak semakin berkembang. Tuh kan Moms, ada tujuannya.

Selain dengan aneka permainan, cara melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun adalah melalui aktivitas yang dapat dilakukan di rumah. Mau tahu, Moms.

Simak ya. Untuk melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun antara lain belajar menggunting, melukis wajah, makan sendiri, melepas dan memasang kancing baju, dan meronce.

A. Menggunting

Kegiatan untuk melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun yang pertama adalah menggunting. Kegiatan menggunting memerlukan gerakkan otot-otot tangan dan jari-jari yang berkoordinasi dengan mata sehingga dapat memotong kertas atau kain dengan gunting.

Mengguting merupakan kegiatan menggunakan peralatan dengan menggunakan proses dan pengendalian tangan dan mata akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak. Menggunting itu kegiatan memotong yang melibatkan koordinasi mata, tangan, dan konsentrasi.

1. Manfaat

Manfaat dari kegiatan menggunting adalah membantu anak meningkatkan konsentrasi, melatih koordinasi mata, dan meningkatkan kemampuan Gerakan tangan, pergelangan tangan, dan jari. Menggunting juga membuat anak untuk sabra, berpikir kreatif, dan memupuk semangat anak untuk melakukan sesuatu.

2. Tahap Perkembangan Menggunting

a. Tahap Pra-Menggunting

Kegiatan yang memperkuat tangan dan genggaman tangan harus dimulai sejak bayi dengan kegiatan anak memungut benda kecil, meremas, dan merobek. Kegiatan-kegiatan tersebut dipersiapkan agar anak dapat menggunting. Jadi, kelenturan tangan harus disiapkan lebih dahulu.

b.Tahap Perkembangan Menggunting

  • Menggunting sekitar pinggir kertas
  • Menggunting dengan sepenuh bukaan gunting
  • Membuka gunting dan menggunting terus-menerus untuk sepanjang kertas
  • Menggunting di antara dua garislurus
  • Menggunting bentuk tapi tidak pada garis
  • Menggunting garis tebal dengan terkenadil
  • Menggunting bermacam-macam bentuk

3. Langkah-Langkah

Ayo, Moms, kita ajari anak kita menggunakan gunting di rumah. Kita gunakan prinsip bertahap dan berjenjang dari yang sederhana ke yang sulit. Tahapan kegiatan menggunting adalah peragaan, pelaksanaan, dan penyelesaian.

  • Moms, harus memberikan peragaan menggunting lebih dahulu;memperlihatkan gunting, cara memegang gunting,dan cara menggunting.
  • Setiap tahapan hendaknya diikuti anak dan diberi penguatan yan Moms.
  • Jika sudah selesai, berikan kesempatan untuk mengulangi berkali-kali sampai lancar.
  • Hasil guntingan ditempel di kertas gambar. Cara menyusun hasil guntingan diserahkan sepenuhnya pada anak sesuai dengan keinginan dan kreasinya.

Langkah-langkah menggunting, ada dua klasifikasi Moms. langkah menggunting kertas tidak berpola dan kertas berpola gambar. Hemm, tampaknya ribet. Tidaklah Moms. Simak dulu, dong. Komentar nanti, ya.

Nih Moms, langkah menggunting kertas tidak berpola:

  • Sediakan gunting yang sesuai dengan jenis gunting yang tepat untuk anak.
  • Sediakan lembar kertas kosong berwarna-warni
  • Jelaskan cara menggunting yang benar dan baik
  • Periksa, perbaiki hasil guntingan
  • Tempelkan hasil guntingan pada kertas gambar
  • Memberi pujian

Nah yang ini, langkah Menggunting kertas berpola

  • Sediakan kertas berpola gambar
  • Peragakan cara menggunting kertas berpola gambar
  • Beri kesempatan pada anak untuk praktek menggunting
  • Periksa dan perbaiki hasil guntingan
  • Tempelkan pada kertas gambar
  • Memberi pujian

Helo, Moms, gampang kan? Ini secara garis besar, mengajari kegiatan menggunting itu terdiri atas: menyiapkan kertas berwarna-warni, kertas gambar, kertas berpola gambar, dan peralatan menggunting.Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

Selanjutnya, Moms melakukan peragaan, memberikan pengarahan, memberi kesempatan menggunting, mengamati pada saat anak menggunting, memperbaiki hasil, menempel, dan memberi pujian. “Horee, siip, jempol.”

B. Melukis Wajah

Kegiatan untuk melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun yang kedua adalah melukis wajah. Melukis atau menggambar biasanya bagi sebagian anak merupakan pekerjaan yang sulit. Tapi, melalui latihan yang diajarkan Moms, melukis itu bisa menjadi gampang karena melukis itu bisa dipelajari.

Anak usia 3-4 tahun yang dilatih dengan cara menggambar akan meningkat koordinasi tangan, mata, dan konsentrasinya. Bahkan akan lebih cepat berkembang. Gambar yang disarankan sebagai latihan awal adalah menggambar wajah orang.

Gambar yang dibuatpun sederhana, yang penting elemen wajah terlukis semuanya. Sekali lagi ya Moms, penting proses berlatih dapat dilakukan dengan baik.

Moms, ayo kita ajak anak latihan melukis wajah orang. Kita arahkan anak lebih dahulu untuk menyebutkan unsur-unsur apa saja yang ada pada bagian atau elemen wajah orang. Misalnya: hidung, mata, pipi, bibir, kepala, rambut, telinga, dan alis.

Selanjutnya, anak juga diajak mengingat bentuk dan letak dari masing-masing bagian wajah tersebut. Pengenalan unsur-unsur atau elemen wajah orang merupakan cara mengingatkan anak untuk berimajinasi bentuk dan letak bagian-bagian wajah tersebut.

Hal ini akan memudahkan akan untuk menggambar wajah orang. Disamping itu, anak menggambar wajah orang bisa juga dengan melihat contoh wajah orang yang disediakan, Moms.

Tahap Menggambar Wajah Orang

1. Menggambar Bentuk Kepala

  • Membuat gambar lingkaran dengan dua garis berpotongan yang terhubung langsung di tengah. Lingkaran mewakili bagian atas kepala.
  • Membuat gambar kotak di mana setiap sudut menyentuh lingkaran. Kotak ini nantinya akan mewakili ujung-ujung wajah. Garis atas pada akhirnya akan menjadi garis rambut bagian bawah. Garis bawah akan menjadi garis hidung, sedangkan garis tengah akan menjadi garis alis.
  • Langkah selanjutnya adalah dagu. Buatlah garis horizontal dan vertikal untuk membuat dagu. Dari garis bawah kotak, gunakan pengukuran ini untuk menandai lokasi bagian bawah dagu. Kemudian, gambar tepi dagu dari setiap sisi bujur sangkar sehingga mereka terhubung di lokasi yang ditandai.
  • Semakin pendek Moms membuat garis horizontal,semakin sempit dagu yang Moms buat. Sebalikanya, semakin lebar menggambar garis horizontal, semakin lebar pula dagunya. Semakin jauh garis ke bawah dari lingkaran yang Moms gambar, semakin panjang wajahnya. Semakin dekat ke lingkaran, semakin bulat wajahnya. Itu semua bergantung pada karakterstik wajah yang Moms buat.

2. Menggambar Elemen Wajah

a. Mata

Karena sebelumnya telah membuat garis bantu untuk setiap eleman wajah, Moms dapat dengan mudah menempatkannya. Moms bisa menggunakan ketinggian kepala untuk membantu menentukan lokasi mata pada wajah. Pada umumnya ditemukan pada garis di tengah kepala tepat di bawah garis alis.

Untuk melukis mata, Moms bisa mulai dengan menggambar bentuk segi enam memanjang. Bulatkan segi enam tersebut hingga membentuk mata dan tambahkan kelenjar air mata. Tambahkan iris, pupil, kelopak mata, dan bulu mata. Setelah itu, gambarkan alis pada garis alis yang tersedia.

b. Hidung

Moms dapat mulai menggambar bagian bawah hidung pada garis bawah kotak yang Moms gambar pada langkah awal. Lebar hidung bervariasi, tapi pada umumnya selebar sudutbagian dalam mata.

Mulailah dengan menggambar segitiga lingkaran, buat lingkaran tengah lebih besar dari dua lainnya. Gunakan tiga lingkaran ini untuk membuat garis lubang hidung. Tambah garis Panjang agak melengkung untuk membuat garis hidung.

c. Mulut

Untuk mata, Moms bisa memulainya di bawah hidung. Mulut sedikit lebih tinggi dari setengah jalan antarabagian bawah hidung dan dagu. Tentu saja, pengukuran ini bervariasi.

Moms bisa menggunakan mata untuk membantu menentukan lebar mulut. Sudut-sudut mulut pada umumnya sejajar dengan tepi bagian dalam pupil.

d. Telinga

Moms bisa menggunakan fitur wajah untuk membantu menentukan lokasi telinga. Bagian atas telinga umumnya sejajar dengan garis alis. Sedangkan bagian bawah telinga sejajar dengan garis hidung.

Perlu diingat bahwa telinga keluar dari bagian kepala dan sedikit memanjang ke atas. Setelah Moms menggambar elemen wajah, hapus semua garis-garis bantu kecuali garis rambut

3. Mengambar Rambut dan Leher

a. Rambut

Ada banyak cara menggambar rambut, bergantung pada gaya rambut yang Moms inginkan. Rambut bisa Panjang, pendek, lurus, keriting, bergelombang, dll. Moms, perlu membuat garis rambut untuk membuatnya.

Garis rambut ditemukan di tepi atas kotak yang Moms gambar pada langkah awal. Rambut yang lebih pendek hanya sedikit memanjang dari bagian atas kepala. Rambut yang lebih Panjang atau lebih lebat dapat memanjang sedikit.

b. Leher

secara umum, leher memanjang ke bawah dari bagian telinga. Leher wanita sedikit lebih ramping. Leher pria lebih lebar. Untuk menggambar leher, Moms cukup menjulurkan dua garis ke bawah dari bagian bawah telinga.

C. Makan Sendiri

Kegiatan untuk melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun yang ketiga adalah makan sendiri. Anak usia 3-4 tahun perlu kita ajari tata cara makan dan minum yang benar. Lakukan pelajaran ini secara rutin ya Moms, agar tertanam kuat pada diri anak.

Ribet amat, makan aja, pakai aturan. Tidak ribet ah Moms, kita kan orang beradab. Segala sesuatu ya harus pakai tata cara. Termasuk tata cara makan.

Anak usia 3-4 tahun kan harus sudah bisa makan sendiri agar motorik halusnya semakin berkembang. Yuuk, kita bahas tata cara makan sebagai bekal Moms mengajari anak agar anak semakin hebat.

Makan pun jadi hebat. Tata Cara Makan dan Minum: Anjuran dan larangan ketika makan dan minum. Apa saja yang dianjurkan dalam tata cara makan dan minum, ayok kita simak, Moms.

Anjuran Cara Makan dan Minum

1. Mengatur Peralatan Makan

Ajari anak menata peralatan makan, Moms. Meletakkan piring, sendok, garpu, gelas, mungki pisau, dan serebet atau tissue makan. Ajari anak meletakkan posisi garpu berada di sebelah kiri piring makan, sendok, pisau, gelas, serebet atau tissue makan diletakkan di sebelah kanan piring makan.

2. Budayakan Menyapa

Ketika seorang anak sampai di meja makan, ajari menyapa, ya Moms. “Selamat pagi, siang, malam, say hello, dll.” Tampilkan wajah senang, ceria, mata berbinar, dan senyum pada saat menyapa. Ini penting untuk dibiasakan yan Moms. Agar anak benar-benar santun ketika sedang makan.

3. Duduk dengan Benar

Cara duduk yang benar ketika makan adalah duduk dengan lurus. Siku tidak berada di atas meja. Lengan harus posisi tertutup seolah-olah menutup bagian ketiak. Nah, untuk melatihnya, kita beri kelerang di ketiak kiri dan kanan, dijepit lengan.

Selamat makan, kelereng tidak boleh jatuh. Kalau jatuh, berarti ada gerak membuka ketiak baik sengaja maupun tidak. Serebet makan diletakkan di pangkuan anak.

4. Berdoa

Ups. Jangan asal suap. Ingatkan anak agar berdoa sebelum makan. Kalau perlu, anak diminta memimpin berdoa, Moms, sambal latihan memimpin. Begitu juga, nanti setelah makan, beri kesempatan pada anak untuk memimpin berdoa setelah makan.

5. Meminta Makanan

Saat anak meminta diambilkan makanan diizinkan ya Moms, tapi ada syaratnya. Apaan tuh? Syaratnya jika anak masih kesulitan menjangkau makanan di meja makan. Tapi, kalau anak sudah mampu mengambil makanannya sendiri, biarkanlah dia ambil sendiri.

6. Menggunakan Garpu dan Sendok

Ajari anak ya Moms, pegang sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri secara benar. Pada awalnya, sulit lho, Moms. Maka biarkan anak pegang sendok dan garpu sebisanya dulu. Sesuai dengan kelenturan motorik halusnya. Lama-lama akan benar.

Penggunaannya pun harus pelan dan hati-hati. Dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring atau mangkok memang sok heboh dan kurang sopan.  Tapi, jangan jengkel Moms, kalua ada suara dentingan. Kita latih saja pelan dan bertahap.

7. Membersihkan Gigi dari Sisa Makanan

Ajari anak membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi. Tapi, harus dengan hati-hati, agar gusi tidak tertusuk sebab gusi rawan berdarah. Akan lebih baik, jika kita mengajak anak menggosok gigi setelah makan. Anak tidak diperkenankan membersihkan sisi makanan pada gigi dengan tangan.

8. Terima Kasih

Ajari anak mengucapkan “Terima kasih” kepada Moms yang telah memasak dan menyajikan makanan untuknya. Misalnya  “Alhamdulilah dan terima kasih ya, Bunda. Masakannya enak sekali”.

9. Menghargai Makanan

Cara menghargai makanan adalah mengatakan segi keunggulan makanan yang dimasak Ibu. Makan yang istemewa, lezaat, dll. Makanan yang sudah diambil dipiring sendiri juga harus dihabiskan, itu tandanya menghargai makanan.

Larangan ketika Makan dan Minum

a. Tidak Berbicara

Karena mulut sedang digunakan untuk mengunyah makanan, tidak baik membebani pekerjaan mulut dalam satu waktu dengan dua pekerjaan atau lebih. Misalnya, mulut sedang mengunyah, e, juga diminta berbicara. Kasihan deh.

Selain itu, dari segi etika, berbicara pada saat makan juga tidak sopan. Makanan yang sedang dikunyah akan berjatuhan dari mulut karena nyambi berbicara. Bahayanya, anak bisa tersedak apabila makan sambil berbicara.

b.Tidak Bersuara Berkecap

Ajari anak untuk menyuap makanan secukupnya agar mulut tidak terlalu penuh. Anjurkan mulut tertutup saat mengunyah. Juga, tidak boleh menimbulkan suara berkecap saat mengunyah.

c.Tidak Minum Sambil Mengunyah

Minum pada saat makan sebenarnya kurang baik. Menurut para ahli, minum pada saat makan akan melemahkan fungsi air liur. Jadi, agar fungsi air liur tetap baik, minumlah sedikit saja setelah makan.

Karena anjuran yang benar, minum air putih tidak seketika setelah makan. Apalagi saat makan belum selesai, tidak dianjurkan untuk minum air putih.

d. Tidak Meniup Makanan

Makanan panas cenderung ditiup sudah menjadi kebiasaan yang salah. Apalagi kita meniup makanan panas untuk disuapkan pada anak. Wow, enggak banget lho Moms.

Selain menyebarkan bakteri atau virus dari mulut kita pada anak, dari segi etika itu tidak sopan.  Baiknya kita bersabar, menunggu makanan itu tidak terlalu panas, dan memungkinkan untuk langsung di santap.

e. Tidak Kentut dan Menggeliat

Moms, jijik ya rasanya, bau ya aromanya jika sedang makan ada yang kentut. Ini sangat tidak etis. Agar tidak terjadi, beri tahu anak agar tidak kentut pada saatmakan.

Beri tahu juga, agar anak tidak menggeliat pada saat makan. Gerakan menggeliat pada saat makan termasuk gerakan yang tidak dibenarkan.

D. Melepas dan Memasang Kancing Baju

Moms, Cara melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun yang keempat adalah melepas dan memasang kancing baju. Pertama, ajari anak untuk melepas kancing baju yang akan dikenakan.

Ajari anak menarik dan membuka lubang kancing denga lebar. Selanjutnya, ajari anak mendorong kancing ke arah luar sehingga terlepas dari lubangnya. Gimana Moms, mudah kan?

Jika anak masih kesulitan, beri peragaan sebagai contoh. Kemudian anak diminta melakukannya lagi. Dengan mengulang sekali atau dua kali, anak sudah bisa membuka kancing baju yang akan dikenakannya.

Kedua, Moms, ajari anak menutup kancing atau resleting yang dikenakan. Kita Mulailah dengan merapatkan dua sisi resleting di bagian bawah, kemudian arahkan anak agar menariknya ke atas. Kemudian untuk menutup kancing baju.

Arahkan agar tangan kiri memegang lubang kancing dan tangan kanan  memegang kancing. Lalu, tangan kanan memasukkan kancing ke dalam lubang kancing yang dipegang tangang kiri. Tapi, sebelumnya tentu anak diminta meluruskan baju di bagian atas dan bawah agar lurus.

E. Meronce

Kegiatan untuk melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun yang kelima adalah meronce. Ayo kita ingat kembali, Moms. Meronce itu apa ya? Meronce adalah menata dengan bantua mengikat komponen denga utas atau tali.

Saat menggunakan teknik ikatan ini seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibandingkan dengan benda yang ditata rapi tanpa ikatan. Wah, rumit.

Yang gampang Moms? Ini ya. Meronce merupakan cara pembuatan benda hias atau benda pakai yang dilakukan dengan menyusun bagian-bagian bahan berlubang atau sengaja dilubangi memakai bantuan benang, tali, dan sejenisnya (Sumanto).

Malah tambah rumit. He he, ini aja Nih. Meronce itu menyusun bahan yang berlubang atau sengaja dilubangi untuk menghasilkan rangkaian. Nah, baru ngerti deh.

Moms, ada beberapa tahapan dalam meronce. Simak ya.

  • Meronce berdasarkan warna: tahap paling rendah. Anak memasukkan benang ke dalam lubang berdasarkan warna yang sama.
  • Meronce berdasarkan bentuk: tahap lebih tinggi satu langkah. Anak memasukkan benang ke dalam lubang berdasarkan bentuk yang sama. Misalnya; bulat semua, kubus semua, dll.
  • Meronce berdasarkan warna dan bentuk: anak memasukkan benang ke dalam lubang berdasarkan bentuk dan warna yang sama.
  • Meronce berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran: anak memasukkan benangke dalam lubang berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran yang sama.

Manfaat Meronce:

  • Membantu motorik halus: terjadi koordinasi mata, tangan, dan konsentrasi saat anak memasukkan benang atau tali ke dalam lubang.
  • Meningkatkan koordinasi tangan dan mata
  • Meningkatkan perhatian dan konsentrasi anak.

Moms, tujuan utama melatih anak dengan kegiatan meronce itu adalah meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Anak mau melakukannya menjadi focus utama. Anak mau memegang benang atau tali, anak mau memasukkan benang atau tali ke dalam lubang, itu sudah baik.

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

Pada usia 3-4 tahun ini, seorang anak masih sulit diarahkan. Karena itu, Moms harus sabar, dan bertahap melatihnya. Melatih anak meronce, pada usia ini kita gunakan tahap yang paling rendah saja. Tadi tahap meronce yang paling awal adalah meronce berdasarkan warna.

Bahan yang disiapkan untuk meroce juga harus dipilih bahan yang ukurannya lebih besar agar anak mudah melakukannya. Misalnya kita gunakan bahan-bahan dari alam yaitu bunga segar, buah-buahan, dan daun-daunan. Benang yang digunakan juga dipilih yang besar misalnya benang Kasur.

Artikel terkait:

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

 Moms, secara garis besar, latihan motorik halus pada anak usia 3-4 tahun dapat dilakukan melalui permainan dan aktivitas. Melalui permainan terdiri atas puzzle, catur, halma, ular tangga, congklak, dan bermain balok.

Bedanya dengan permainan pada anak usia 2-3 tahun adalah tingkat kesulitan dan kerumitan melakukan permainannya.

Sedangkan latihan motorik halus untuk anak usia 3-4 tahun dapat dilakukan melalui kegiatan menggunting, melukis wajah, makan sendiri, melepas dan memasang kancing baju, dan meronce.

Semua kegiatan tersebut baiknya kita pilih yang paling sederhana lebih dahulu. Kemauan dan keterarahan anak untuk melakukan kegiatan itu semua sudah kita beri acungan jempol.

Demikian Moms, penjelasan mengenai cara melatih motorik halus pada anak usia 3-4 tahun. Ditunggu artikel berikutnya dari kurdefrin ya, Moms. Semoga bermanfaat.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *