Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

Han

kurdefrin.com Orangtua terutama Bunda-Bunda sebaiknya lebih tahu tentang kecerdasan.Kecerdasan itu apa? Kecerdasan manusia itu apa saja? Kecerdasan anak itu apa saja? Bagaimana ciri-ciri kecerdasan itu? Kecerdasan yang apakah yang dimiliki anak kita?

Hal ini diperlukan agar kita dapat membantu perkembangan kecerdasannya sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya. Selain itu, kita dapat mengarahkan profesi apa yang cocok bagi anak kita kelak.

Kata “kecerdasan” berasal dari kata “cerdas.” Kata “cerdas” berarti pintar dan cerdik, cepat tanggap dalam menghadapi masalah dan cepat mengerti jika mendengar keterangan.

Kata “Kecerdasan” berarti kesempurnaan akan budi. Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Penyelesaian masalah itu akan menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Kecerdasan sering disebut dengan intelegensi. Intelegensi itu berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Intelegensi itu merupakan konsep yang bisa diamati.

Kecerdasan dapat didefinisikan melalui dua cara, yakni kuantitatif dan kualitatif. Cara kuantitatif, kecerdasan itu merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah yang dapat diukur dengan tes intelegensi.

Cara kualitatif, kecerdasan itu merupakan cara berpikir dalam membentuk konstruk bagaimana menghubungkan dan mengelola informasi dari luar yang sesuai dengan dirinya.

Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu (Howard Gardner).

Tokoh perintis pengukuran intelegensi (Alfred Binet) menjelaskan bahwa kecerdasan itu merupakan kemampuan individu yang mencakup tiga hal.

Pertama, kemampuan mengarahkan pikiran atau tindakan. Ini berarti kemampuan individu dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai.

Kedua, kemampuan untuk mengubah arah tindakan. Ini berarti  kemampuan individu untuk malakukan penyesuaian diri dalam lingkungan tertentu.

Ketiga, kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan autokritik. Maksudnya adalah kemampuan individu melakukan perubahan atas kesalahan-kesalahan.

Jadi, kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapi, yang menuntut kemampuan pikiran serta dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif.

A. Macam-macam Kecerdasan Manusia

Pemetaan kecerdasan (quotient mapping) seseorang, dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

Ketiga kecerdasan ini merupakan kecerdasan personal yang melekat pada pribadi seseorang.

Seiring dengan perkembangan zaman, kecerdasan tersebut bertambah satu yaitu TQ (Transedental Quotient).

1. Kecerdasan intelektual (IQ/Intellegence Quotient)

Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan kognitif (aktivitas berpikir) yang berkaitan dengan kemampuan mengingat, memahami, menganalisa, mengevaluasi, dan memecahkan masalah. IQ merupakan parameter kecerdasan berpikir.

2. Kecerdasan emosional (EQ/Emotional Quotient)

Kecerdasan emosional adalah kecerdasan yang berkaitan erat dengan kemampuan mengotrol perasaan diri sendiri, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerja sama,  disiplin, tanggung jawab, dan komitmen. EQ merupakan parameter pengendalian rasa (emosi).

3. Kecerdasan Spiritual (SQ/Spiritual Quotient)

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan jiwa yang erat kaitannya dengan kemampuan untuk bertindak jujur, adil, menghargai, kasih sayang, toleransi, empati, rendah hati, sikap ramah, dsb.

SQ (Spiritual Quotient) merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan.

SQ merupakan sumber bimbingan atau pengarahan bagi IQ dan EQ. SQ kemampuan untuk mentranspose dua aspek kecerdasan IQ dan EQ.

4. Kecerdasan (TQ/Transedental Quotient) adalah kecerdasan ruhaniah/Ilahiyah yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif agama.

TQ (Transedental Quotient) merupakan pengembangan dari SQ (Spiritual Quotient) yang visioner jauh ke depan. TQ (Transedental Quotient) berpikir untuk menjawab Beberapa pertanyaan: Siapakah aku? Dari manakah aku berasal? Mau ke manakah aku nanti setelah mati?

Selain itu, Kecerdasan ini digunakan untuk mengatasi pertanyaan mendalam tentang eksistensi manusia. Misalnya apa itu hidup? Mengapa kita mati? Bagaimana kita bisa sampai di sini?

Anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk menggunakan intuisi, pemikiran, metakognitif yang digunakan dalam menjawab pertanyaan mendalam tentang keberadaan manusia.

B.Macam-Macam Kecerdasan Anak

Kecerdasan anak itu terdiri atas delapan macam yaitu kecerdasan Intra-Personal, Inter-Personal, Visual-Spasial, Naturalis, Linguistik-Verbal, Kinestetik, Logika-Matematik, Musikal, dan kecerdasan Moral.

1.Kecerdasan Intra-Personal

Kecerdasan Intra-Personal adalah tipe kecerdasan ini adalah anak suka bermain sendiri. Ia bisa mengatur emosi dengan baik. Ia memiliki ambisi dan sudah tahu ingin jadi apa ketika sudah besar.

Anak yang memiliki kecerdasan Intra-personal mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan bisa mengkomunikasikan perasaannya dengan baik.

Anak ini biasanya memiliki intuisi yang tinggi, memiliki percaya diri, mandiri, fokus, dan ingin berbeda dengan orang lain.

Anak dengan kecerdasan Intra-personal adalah anak yang mandiri. Anak mampu belajar tanpa bergantung kepada teman lainnya.

Anak yang memiliki Kecerdasan Intra-Personal mampu mencapai target belajar dan lebih terarah. Anak juga dapat membuat jurnal hidup untuk refleksi kekuatan serta kelemahan dirinya.

Profesi yang cocok untuk anak dengan kecerdasan Intra-Personal adalah penulis, ilmuwan, psikolog, pelatih (trainer), dan filsuf, konselor edukasi, teolog, pengarah sekolah vokasi.

2. Kecerdasan Inter-Personal

Kecerdasan Inter-Personal adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan pergaulan. Anak lebih suka bermain dengan banyak orang.

Anak yang memiliki kecerdasan Inter-personal memiliki empati, mampu memahami perasaan orang lain dan cenderung menonjol sehingga suka memimpin saat bermain.

Anak yang memiliki kecerdasan Inter-personal memiliki kepekaan terhadap suasana hati, perasaan, motivasi, dan temperamen. Anak juga mampu berkomunikasi secara efektif dan berempati dengan mudah kepada orang lain. Anak lebih suka berdiskusi dan berdebat.

Profesi yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan Inter-Personal adalah politisi, pedagang, konselor, guru, dosen, dan pekerja sosial, negosiator.

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan Visual-Spasial adalah tipe kecerdasan ini adalah anak biasanya terlihat dari kesukaannya menggambar, mencorat-coret (kertas, dinding), mewarnai, suka berimajinasi, bermain-main membangun sesuatu menggunakan balok.

Anak yang memiliki Kecerdasan Visual-Spasial biasanya suka mengingat banyak hal. Anak cenderung suka bermain dengan bentuk-bentuk, senang mencoret-coret, dan pandai menyelesaikan masalah. Anak mampu memprediksi apa yang akan terjadi melalui pola kejadian.

Kecerdasan Visual-Spasial merupakan jenis kecerdasan ganda. Kecerdasan ini kadang-kadang tidak muncul secara bersama-sama. Kadang anak memiliki kecerdasan Visual saja, kadang-kadang memiliki kecerdasan Spasial saja.

Profesi yang tepat untuk anak yang memiliki Kecerdasan Visual-Spasial adalah arsitek, animator, fotografer, pilot, desainer, dan seniman (Garner).

Macam-Macam Kecerdasan Anak

4.Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan Naturalis adalah Tipe kecerdasan yang menggambarkan anak suka bermain di alam. Ia menyukai binatang. Ia memiliki kepedulian terhadap lingkungan, dan suka dengan tanaman.

Anak yang memiliki Kecerdasan Naturalis lebih selaras dengan alam. Anak sering tertarik dalam memelihara dan mengeksplorasi lingkungan. Anak juga tertarik dengan subjek seperti botani, biologi, dan zoologi. Selain itu, anak juga senang berkebun, berkemah, menjelajah alam bebas.

Profesi yang cocok untuk anak yang memiliki Kecerdasan Naturalis adalah ahli biologi, peneliti hewan, peneliti tumbuh-tumbuhan, petani, dan plantologis, nelayan, pemburu, pendaki, penjelajah alam.

Baca Juga:

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial Anak

Cara Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Anak

5.Kecerdasal Linguistik-Verbal

Kecerdasan Linguistik-Verbal adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan berbahasa anak baik lisan maupun tulis. Anak suka membaca, menulis, cepat mengeja kata, dan mendengarkan cerita.

Kecerdasan Linguistik-Verbal berkaitan dengan kemampuan berbahasa Anak.  Kemampuan berbahasa itu dapat berupa lisan dan tulisan. Kemampuan berbahasa itu meliputi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Ketika anak suka mendengarkan, membaca, menulis, berbicara, berdialog, berbincang, bercerita dapat digolongkan bahwa anak memiliki kecerdasan Linguistik.

Anak suka membeli buku, membuka-buka buku, memberikan buku, mainan alphabet. Anak juga menyukai kertas untuk menulis huruf-huruf, atau mainan apa saja yang berhubungan dengan huruf, kata-kata, kalimat-kalimat.

Anak yang memiliki Kecerdasan Linguistik-Verbal mampu mengekspresikan pikirannya dengan sangat baik. Anak mampu menuliskan pengalamannya dengan kreatif. Anak juga senang menceritakan imajinasinya.

Anak yang memiliki Kecerdasan Linguistik-Verbal mempunyai daya ingat yang sangat kuat.  Anak juga dapat menghafal hal-hal baru dengan mudah.

Profesi yang tepat untuk anak yang memiliki kecerdasan Linguistik-Verbal adalah penulis, jurnalis, editor, reporter, guru, penerjemah, pengacara, public relations, atau manager, pengacara, penyair, penulis.

Macam-Macam Kecerdasan Anak

6.Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasak Kinestetik adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan gerak sangat aktif. Anak suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda, membuat sesuatu dengan tangannya.

Anak yang memiliki Kecerdasan Kinestetik senang sekali melompat, memanjat, dan berlari. Anak juga memiliki control tubuh yang baik.

Anak mempunyai gerak refleks yang bagus. Anak juga lebih mampu mengingat yang dilakukan daripada yang dikatakan.

Profesi yang cocok untuk anak yang memiliki Kecerdasan Kinestetik adalah dunia atlet, pembalab, perakit mesin, pekerja lapangan, ahli bedah, penari, aktor dan aktris.

Baca Juga:

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial Anak

Cara Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Anak

7. Kecerdasan Logika-Matematik

Kecerdasan Logika Matematik adalah tipe kecerdasan yang berhubungan dengan ketertarikan anak terhadap angka-angka. Anak suka matematika, sains, dan logika.

Anak suka berhitung, menulis angka-angka, bermain timbangan untuk mengukut berat suatu benda.

Anak yang memiliki kecerdasan Logika-Matematik sering bertanya mengenai sebab akibat terjadinya sesuatu. Anak  mampu menjelaskan sesuatu dengan logis/masuk akal. Anak senang bereksperimen untuk membuktikan dugaan. Anak juga menyukai permainan teka-teki.

Profesi yang cocok untuk anak yang memiliki kecerdasan Logika-Matematik adalah dokter, perawat, akuntan, pengacara, analis, peneliti, ilmuwan, programer, dan banker.

Macam-Macam Kecerdasan Anak

8.Kecerdasan Musikal

Kecerdasan Musikal merupakan kecerdasan yang paling mudah diamati oleh orang tua.

Kecerdasan Musikal adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan musik. Anak suka bernyanyi, berjoget, ketika mendengarkan musik. Selain itu, anak lebih mudah mengingat lirik, nada lagu, dan suka bermain alat musik.

Anak yang memiliki Kecerdasan Musikal sangat peka terhadap suara, nada, ritme, dan musik. Anak biasanya memiliki kemampuan untuk bernyanyi, memainkan dan mencipta alat musik. Anak juga sangat peka terhadap melodi atau timbre.

Anak suka memukul-mukul alat musik seperti drum, memetik gitar, bermain piano, meniup seruling, dll.

Profesi yang cocok untuk anak yang memiliki Kecerdasan Musikal adalah penyanyi, composer, pemain sandiwara, komposer, pemain musik, penyelaras instrument musik, penata rekaman, dan pembuat alat musik, pencipta lagu.

9.Kecerdasan Moral

Kata “Moral” berarti ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb. Kata “Moral” dapat juga berarti kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, dan berdisiplin.

Kecerdasan Moral adalah tipe kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk memahami tuntutan yang ada di lingkungan, mengetahui apa yang baik dan yang buruk.

Anak yang memiliki Kecerdasan Moral mampu membedakan ajaran baik dan buruk. Anak mampu melakukan perbuatan yang dapat diterima oleh masyarakat umum. Anak juga dapat bersikap dengan baik sehingga dapat diterima oleh umum.

Anak yang memiliki Kecerdasan Moral itu memiliki kondisi mental yang baik. Kondisi ini dapat membangkitkan sikap berani, bersemangat, bergairah, dan berdisiplin.

Profesi yang cocok bagi anak yang memiliki kecerdasan moral adalah filsuf atau ahi filsafat.

Itulah Bunda, macam-macam kecerdasan anak beserta profesinya. Semoga kecerdasan buah hati Bunda dapat berkembang dengan pesat. Dan kelak akan menjadi anak yang sukses.

Referensi: dari Berbagai Sumber

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *