Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita 

kurdefrin.com – Keterampilan motorik adalah kemampuan gerak seorang Balita. Keterampilan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf, dan otot Balita. Gerakan Balita merupakan hasil interaksi dari berbagai bagian, dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Keterampilan motorik adalah proses seorang Balita belajar untuk terampil menggerakkan anggota tubuhnya. Balita dapat belajar dari orang tua/guru tentang beberapa pola gerakan yang dapat mereka lakukan. Keterampilan motorik Balita terbagi menjadi dua, yaitu motorik halus dan motorik kasar.

Kemampuan motorik halus berhubungan dengan otot-otot kecil, seperti jari-jari tangan. Hal ini ditandai dengan kemampuan anak memindahkan benda, mencoret-coret, menyusun puzzle, menyusun balok dll.

Kemampuan motorik kasar berhubungan dengan gerakan otot besar yang ditandai dengan kemampuan anak berlatih duduk, jongkok, berjalan, berlari, melompat dan sebagainya.

1. Perkembangan Motorik Balita

Perkembangan motorik dapat diketahui sejak anak masih bayi. Secara umum, untuk mengetahui perkembangan motorik bayi dikelompokkan menjadi 4 kelompok usia: 0-3 bulan, 4-6 bulan, 7-9 bulan, 10-12 bulan.

Perkembangan motorik pada 0-3 bulan, anak mulai belajar mengangkat kepala. Anak juga mulai menengok ke kiri dan ke kanan. Selain itu, ia juga mulai menendang-nendangkan kakinya. Tangannya masih cenderung menggenggam dengan kuat.

Perkembangan motorik pada 4-6 bulan, anak mulai mampu mengangkat kepala dan dadanya ketika telungkup. Anak mulai bisa memiringkan badannya ke kiri dan ke kanan, bahkan menggulingkan badannya.

Pada usia ini, anak pun mulai belajar duduk dengan bantuan Bunda. Anak pun sudah bisa menggapai mainan atau makanan dan menggenggamnya.

Pada usia 7-9 bulan, perkembangan motorik anak semakin bertambah. Anak sudah mulai latihan berdiri dari posisi duduk dengan bantuan Bunda secara bertahap dan pelan-pelan. Anak pada usia ini cenderung senang memantul-mantulkan tubuhnya naik turun saat dipangku Bundanya.

Anak juga mulai bisa menggunakan tanggannya untuk menjaga keseimbangan saat duduk. Ia bisa mengambl benda yang lebih kecil dengan ibu jari dan telunjuknya.

Perkembangan motorik anak usia 10-12 bulan adalah anak sudah bisa mengubah posisi sendiri dari terngkurap ke posisi merangkak. Ketika tengkurap, anak bisa mendorong tangan dan lututnya ke posisi dasar merangkak dan bergerak maju mundur (enggong-enggong).

Anak juga sudah bisa berdiri, berjalan (mlipir) sambil berpegangan pada benda yang ada untuk menjaga keseimbangannya. Anak bisa mengambil benda, melemparkannya, bertepuk tangan, dll.

2. Cara Melatih (Menstimulasi) Motorik Halus

Motorik halus adalah gerakan tubuh Balita yang tidak terlalu banyak. Gerak Balita ini berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Contoh: melihat, melirik, berkedip, menggenggam/memegang, bertepuk, bermain sambil duduk.

Saraf motorik halus ini dapat dilatih, dan dikembangkan melalui kegiatan, dan stimulasi secara rutin. Ayo, Mom, Bun, kita mulai melatihnya. Pastinya seruuu.

  1. Menstimulasi gerak mata melihat, melirik: Balita diarahkan untuk melihat ke kiri, ke kanan, ke atas, ke bawah dengan media benda atau gerakan kita.
  2. Menstimulasi berkedip: Bunda/Boneka berkedip-kedip bersahaja di depan Balita. Balita diharapkan dapat menirukan.
  3. Mestimulasi menggenggam/memegang: Berikan mainan, makanan yang harus dipegang Balita.
  4. Menstimulasi bertepuk: Kedua tangan Balita dipertemukan, digerakkan dengan gerakkan bertepuk tangan. Lepaskan bantuan kita, apabila Balita sudah bertepuk secara mandiri.

Untuk mengembangkan motorik halus dapat dilakukan melalui permainan. Permainan yang dipilih adalah permainan yang melibatkan otot kecil anak dan koordinasi mata dan tangan. Misalnya: puzzle sederhana dua potong atau empat potong, melipat kertas menjadi dua atau empat lipatan.

Permainan lain yang mendorong terjadinya koordinasi tangan dengan mata adalah, menghubungkan gambar titik-titik. Gambar titik diberikan dari jumlah titik sedikit ke banyak agar anak berlatih secara bertahap. Selain itu, anak juga bisa diajak bermain menempel potongan kertas warna-warni pada pola yang tersedia.

Menggunting kertas berpola yang disiapkan orang tua pun menjadi permainan yang disarankan untuk melatih koordinasi mata dengan tangan anak. Pola kertas bisa bentuk lingkaran, oval, zigzag, persegi, dll. Anak akan menggunting kertas sesuai dengan pola yang disediakan.

Permainan lain yang dapat melatih koordinasi mata dengan tangan anak adalah memindahkan barang. Misalnya kita sediakan mainan aneka buah-buahan dan peralatan masak yang bercampur aduk.

Anak kita ajak memindahkan barang-barang tersebut ke wadah lain dengan mengelompokkannya. Mainan aneka buah dimasukan dalam satu wadah. Peralatan masak juga dimasukkan dalam satu wadah.

3. Menstimulasi Motorik Kasar

Motorik kasar penting untuk diperhatikan karena keterampilan motorik kasar itu akan membantu anak beraktivitas sehari-hari. Contoh: pada saat anak mengenakan celana, ia akan berdiri dengan satu kaki.

Contoh lainnya adalah pada saat anak akan naik ke tempat tidur, ia memanjat. Nah, berdiri dengan satu kaki, dan memanjat merupakan aktivitas sehari-hari yang dibantu dengan kerja otot besar.

Motorik kasar adalah kemampuan anak untuk melakukan sesuatu dengan gerakan otot besar, seperti tangan, perut, dan kaki. Motorik kasar merupakan kemampuan gerak Balita yang membutuhkan koordinasi dan keseimbangan bagian-bagian tubuh.

Gerakan ini biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot Balita yang lebih besar. Contoh motorik kasar adalah duduk, berlari, berjalan.

Contoh motorik kasar lainnya adalah melompat, menendang bola, meloncat, memanjat, menaiki sepeda roda tiga, berenang, melempar dan menangkap, serta berdiri dengan satu kaki. Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita.

Contoh sederhana cara melatih anak berjalan: Balita diminta berdiri, diarahkan berjalan untuk mainan yang kita pegang. Ketika Balita sudah dekat untuk mengambil mainan tadi, kita mundur menjauh.

Diharapkan Balita berjalan kembali mendekati mainan yang kita pegang. Dengan demikian, Balita makin jauh berjalannya.

4. Tahap Perkembangan Motorik Kasar pada Anak

Perkembangan motorik kasar dimulai dari tubuh bagian atas, lalu ke tubuh bagian bawah. Awalnya anak belajar mengangkat kepala, lalu mengangkat tubuhnya dengan lengan.

Kemudian duduk tanpa bantuan, mengangkat tubuh dengan lutut dan tangan, merangkak, berdiri, lalu berjalan. Yang paling awal berkembang adalah bagian kepala bayi dan kaki yang paling akhir.

Tahapan perkembangan motorik kasar anak berikut dari North Shore Pediatric Therapy. Perkembangan itu meliputi anak usia 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, dan 3-6 tahun.

Pada usia 0-1 tahun, perkembangan motorik kasarnya meliputi: mengangkat kepala dan perut, berguling dari tengkurap ke posisi telentang atau sebaliknya. Anak belajar duduk tegak dengan bantuan dan tanpa bantuan.

Kemudian, merangkak dengan perut, merangkak dengan tangan dan lutut, berdiri di permukaan rata, merambat sambil berpegangan, dan anak mulai latihan berjalan.

Perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-2 tahun terdiri atas: mampu merangkak menaiki dan menuruni tangga. Kemudian, anak bisa naik tangga berpegangan dengan 1 tangan, dan bisa berjalan mundur.

Anak juga bisa turun tangga berpegangan pada 1 tangan, bisa berlari, dan berjalan menyamping. Anak juga bisa melompat ke depan dengan dua kaki, dan dapat menendang bola, serta bisa berlatih keseimbangan.

Pada usia 2-3 tahun, perkembangan motorik kasar pada  anak semakin bertambah. Anak dapat turun tangga tanpa bantuan, bisa melempar bola tenis sejauh 2 meter.

Anak juga bisa melompat ke depan dengan dua kaki sekitar 60 cm, melompati hambatan, dan melompat dari ketinggian 45 cm. Selin itu, anak mampu berdiri dengan satu kaki selama 3 detik, dan bisa mengayuh sepeda roda tiga.

Perkembangan motorik kasar pada anak usia 3-6 tahun adalah bisa berlari 10 meter selama 6 detik, bisa melompat dengan satu kaki, bisa lompat kuda.

Anak juga bisa melompat ke depan dengan dua kaki sejauh 90 cm, lompat hambatan setinggi 25 cm, dan lompat dari ketinggian 60 cm. Selain itu, anak mampu berdiri di atas 1 kaki selama 10 detik, bisa melompat 5 kali berturut-turut, dan bisa skipping.

Menstimulasi motorik kasar, dapat dilakukan dengan melatih Balita untuk meloncat, memanjat, memeras, bersiul, berlari, berjinjit, berdiri di atas satu kaki, berjalan di titian, dsb. Pengembangan fisik motorik yang tepat dilakukan sejak dini.

Waktu yang paling ideal untuk mempelajari keterampilan motorik adalah pada usia 3-4 tahun. Moms, ada lima alasan pengembangan keterampilan motorik pada usia 3-4 tahun (Hurlock, 1996).

  1. Tubuh anak lebih lentur dibanding tubuh remaja atau orang dewasa sehingga anak lebih mudah menerima semua pelajaran motorik.
  2. Anak belum banyak memiliki keterampilan yang akan berbenturan dengan keterampilan yang baru dipelajari.
  3. Secara keseluruhan anak lebih berani pada waktu kecil dibandingkan dengan ketika mereka dewasa.
  4. Anak menyenangi sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang, tidak pernah bosan sebagai mana orang dewasa.
  5. Pada usia ini, anak memiliki tanggung jawab yang kecil dibanding ketika mereka bertambah besar.  Oleh karena itu, mereka lebih cepat menguasai suatu keterampilan karena mereka melakukannya dengan sedikit beban tanggung jawab.

5. Fungsi Keterampilan Motorik

Fungsi keterampilan motorik antara lain untuk melatih ketangkasan, kecepatan, kekuatan, kelenturan, serta ketepatan koordinasi tangan dan mata. Mengembangkan kemampuan motorik sangat diperlukan anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Ada tiga keterampilan motorik anak (Seefel, dalam Moelichatoen, 1999).

a. Keterampilan Lokomotorik

Lokomotorik adalah gerakan yang menyebabkan terjadinya perpindahan tempat atau keterampilan yang digunakan untuk memindahkan tubuh anak dari dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Lokomotorik itu merupakan cara menggerakkan bagian tubuh dengan anak berpindah tempat. Contoh: berjalan, berlari, galloing, slinding, meloncat-mendarat, skipping, meluncur, meloncat rintangan, rolling, mengguling, memanjat, melayang, berjingkrak, dsb.

b. Keterampilan non-Lokomotorik

Keterampilan non-lokomotorik adalah gerakan yang ditandai dengan tidak adanya perpindahan tempat. Dapat juga diartikan dengan menggerakkan bagian tubuh dengan posisi anak diam di tempat. Contoh: mengangkat, menarik, mendorong, berayun, membungkuk, meregang, memutar tubuh, mendart, dll.

c. Keterampilan memproyeksi dan menerima atau menangkap benda.

Contoh: menangkap, melempar, menendang, memantul, menyepak, menggelinding, dll. Ayo, Moms, Bun, kita mulai melatih motorik kasar yang disukai anak usia 3-4 tahun. Jangan ditunda. Siapa sih yang tidak bangga apabila Balita kita menjadi tangkas, cepat, kuat, dan lentur?

Keterampilan motorik yang banyak disukai anak usia 3-4 tahun adalah melompat. Melompat adalah melakukan gerak dengan mengangkat kedua kaki ke depan dan dengan cepat menurunkannya lagi. Melompat merupakan gerakan yang mengarahkan seluruh tubuhnya berada sesaat di udara.

Melompat dapat dilakukan dengan satu atau dua kaki dan mendarat dengan dua kaki. Selain itu, melompat dapat juga dilakukan dengan dua kaki dan mendarat dengan satu kaki.

Secara alamiah, anak kecil itu sudah mulai melompat. Kemampuan melompat akan meningkat apabila kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi meningkat.

Baca Juga:

Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Bagi pelompat yang mahir, mendaratnya dapat menggunakan vertical jump board yang bisa digunakan untuk mengukur daya letak kaki. Ada pula yang mendarat dengan kaki diluruskan dan mendarat dengan kedua kaki.

Teknik mendarat yang lain adalah tangan lurus ke depan, badan dicondongkan ke depan melewati titik berat badan untuk menghindari pendaratan pada pantat. Atau supaya badan tidak terjatuh ke belakang sehingga dapat merugikan pelompat.

Langkah-langkah Melompat

  • Bunda mengajak Balita berdiri dengan rapi sempurna.
  • Bunda mengajak warming up, melenturkan otot, berlatih keseimbangan.
  • Bunda memberikan contoh cara melompat yang benar beberapa kali. Dari awalan (start) melompat dari posisi jongkok, posisi kedua tangan, dan pendaratan dengan kedua posisi kaki lurus vertikal.
  • Balita diminta menirukan secara bertahap: posisi jongkok, posisi kedua tangan, pendaratan.
  • Balita diminta melakukan gerakan melompat dengan bantuan Bunda.
  • Balita diminta melakukan gerakan melompat dengan tanpa bantuan Bunda.

Variasi Gerakan melompat ada beberapa macam, antara lain: variasi melompat, variasi mendarat, variasi gerak berdasarkan waktu, dan berdasarkan gaya yang dikembangkan. Variasi gerakan melompat ini dapat dilatihkan setelah anak mahir gerakan melompat yang standar atau biasa sudah terampil.

Masalah dalam Melompat

  • Gagal dalam membengkokan sendi pinggul, lutut, dan kaki pada saat take off. Take off harus dari posisi jongkok.
  • Gagal mengayunkan kedua lengan ke depan atau ke atas pada saat take off.
  • Gagal meluruskan kedua tungkai saat take off.
  • Tubuh bagian atas dicondongkan ke depan pada saat melompat untuk ketinggian (harus diluruskan dan menjangkau secara vertikal).

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita 

Mom, melompat dengan dua kaki dapat melatih koordinasi mata dan keseimbangan badan Balita. Keterampilan motorik sangat penting karena mempengaruhi aspek perkembangan yang lain.

Demikian penjelasan mengenai cara melatih gerak motorik pada anak. Selamat melatih ya, Mom, ya Bun. Semoga sukses.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *