Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita 

Han

kurdefrin.com Keterampilan motorik adalah kemampuan gerak seorang Balita. Keterampilan ini berkembang sejalan dengan kematangan saraf, dan otot Balita.

Gerakan Balita merupakan hasil interaksi dari berbagai bagian, dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.

Keterampilan motorik adalah proses seorang Balita belajar untuk terampil menggerakkan anggota tubuhnya. Balita dapat belajar dari orang tua/guru tentang beberapa pola gerakan yang dapat mereka lakukan.

Keterampilan motorik Balita terbagi menjadi dua, yaitu motorik halus dan motorik kasar.

Motorik halus

Motorik halus adalah gerakan tubuh Balita yang tidak terlalu banyak. Gerak Balita ini berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan.

Contoh : melihat, melirik, berkedip, menggenggam/memegang, bertepuk, bermain sambil duduk.

Menstimulasi motorik halus

Saraf motorik halus ini dapat dilatih, dan dikembangkan melalui kegiatan, dan stimulasi secara rutin. Ayo, Mom, Bun, kita mulai.

  1. Menstimulasi gerak mata melihat, melirik: Balita diarahkan untuk melihat ke kiri, ke kanan, ke atas, ke bawah dengan media benda atau gerakan kita.
  2. Menstimulasi berkedip: Bunda/Boneka berkedip-kedip bersahaja di depan Balita. Balita diharapkan dapat menirukan.
  3. Mestimulasi menggenggam/memegang: Berikan mainan, makanan yang harus dipegang Balita.
  4. Menstimulasi bertepuk: Kedua tangan Balita dipertemukan, digerakkan dengan gerakkan bertepuk tangan. Lepaskan bantuan kita, apabila Balita sudah bertepuk secara mandiri.
  5. Menstimulasi berjalan: Balita diminta berdiri, diarahkan berjalan untuk mainan yang kita pegang. Ketika Balita sudah dekat untuk mengambil mainan tadi, kita mundur menjauh. Diharapkan Balita berjalan kembali mendekati mainan yang kita pegang. Dengan demikian, Balita makin jauh berjalannya.

Motorik kasar

Motorik kasar adalah kemampuan gerak Balita yang membutuhkan koordinasi dan keseimbangan bagian-bagian tubuh. Gerakan ini biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot Balita yang lebih besar.

Contoh motorik kasar adalah duduk, berdiri, berjalan, berlari, menendang, meloncat, memanjat, menaiki sepeda roda tiga, serta berdiri dengan satu kaki.

Menstimulasi motorik kasar

Menstimulasi motorik kasar, dapat dilakukan dengan melatih Balita untuk meloncat, memanjat, memeras, bersiul, berlari, berjinjit, berdiri di atas satu kaki, berjalan di titian, dsb.

Pengembangan fisik motorik yang tepat dilakukan sejak dini. Waktu yang paling ideal untuk mempelajari keterampilan motorik adalah pada usia 3-4 tahun.

Mom, ada lima alasan pengembangan keterampilan motorik pada usia 3-4 tahun (Hurlock, 1996).

  1. Tubuh anak lebih lentur dibanding tubuh remaja atau orang dewasa sehingga anak lebih mudah menerima semua pelajaran motorik.
  2. Anak belum banyak memiliki keterampilan yang akan berbenturan dengan keterampilan yang baru dipelajari.
  3. Secara keseluruhan anak lebih berani pada waktu kecil dibandingkan dengan ketika mereka dewasa.
  4. Anak menyenangi sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang, tidak pernah bosan sebagai mana orang dewasa.
  5. Pada usia ini, anak memiliki tanggung jawab yang kecil dibanding ketika mereka bertambah besar. Oleh karena itu, mereka lebih cepat menguasai suatu keterampilan karena mereka melakukannya dengan sedikit beban tanggung jawab.

Fungsi keterampilan motorik antara lain untuk melatih ketangkasan, kecepatan, kekuatan, kelenturan, serta ketepatan koordinasi tangan dan mata. Mengembangkan kemampuan motorik sangat diperlukan anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ada tiga keterampilan motorik anak (Seefel, dalam Moelichatoen, 1999).

  1. Keterampilan lokomotorik: menggerakkan bagian tubuh dengan anak berpindah tempat. Contoh: berjalan, berlari, meloncat, dan meluncur.
  2. Keterampilan non-lokomotorik: menggerakkan bagian tubuh dengan anak diam di tempat. Contoh: mengangkat, mendorong, menarik, berayun.
  3. Keterampilan memproyeksi dan menerima atau menangkap benda. Contoh: menangkap, melempar.

Ayo, Mom, Bun, kita mulai lagi. Jangan ditunda. Siapa sih yang tidak bangga apabila Balita kita menjadi tangkas, cepat, kuat, dan lentur?

Melompat dan mendarat

1. Gerakan Melompat

Melompat adalah melakukan gerak dengan mengangkat kedua kaki ke depan dan dengan cepat menurunkannya lagi.

Melompat merupakan gerakan yang mengarahkan seluruh tubuhnya berada sesaat di udara.

Ciri-ciri melompat

  1. Melompat dengan satu atau dua kaki dan mendarat dengan dua kaki.
  2. Dua kaki melompat dan mendarat dengan satu kaki.

2. Pengamatan gerak

Secara alamiah, anak kecil itu sudah mulai melompat. Kemampuan melompat akan meningkat apabila kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi meningkat.

3. Masalah dalam melompat

  1. Gagal dalam membengkokan sendi pinggul, lutut, dan kaki pada saat take off. Take off harus dari posisi jongkok.
  2. Gagal mengayunkan kedua lengan ke depan atau ke atas pada saat take off.
  3. Gagal meluruskan kedua tungkai saat take off.
  4. Tubuh bagian atas dicondongkan ke depan pada saat melompat untuk ketinggian (harus diluruskan dan menjangkau secara vertikal).

4. Pendaratan

Bagi pelompat yang mahir, mendaratnya dapat menggunakan vertical jump board yang bisa digunakan untuk mengukur daya letak kaki.

5. Variasi Gerakan

  1. Variasi gerakan melompat
  2. Variasi gerakan mendarat
  3. Variasi gerak berdasarkan waktu
  4. Variasi gerak berdasarkan gaya yang dikembangkan.

6. Langkah-langkah Melompat

  1. Bunda mengajak Balita berdiri dengan rapi sempurna.
  2. Bunda mengajak warming up, melenturkan otot, berlatih keseimbangan.
  3. Bunda memberikan contoh cara melompat yang benar beberapa kali. Dari awalan (start) melompat dari posisi jongkok, posisi kedua tangan, dan pendaratan dengan kedua posisi kaki lurus vertikal.
  4. Balita diminta menirukan secara bertahap: posisi jongkok, posisi kedua tangan, pendaratan.
  5. Balita diminta melakukan gerakan melompat dengan bantuan Bunda.
  6. Balita diminta melakukan gerakan melompat dengan tanpa bantuan Bunda.

Mom, melompat dengan dua kaki dapat melatih koordinasi mata dan keseimbangan badan Balita.

Keterampilan motorik sangat penting karena mempengaruhi aspek perkembangan yang lain.

Selamat mencoba ya, Mom, ya Bun. Semoga sukses.

Referensi : dari Berbagai Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *