Moms, Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko di Era New Normal

Moms, Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko di Era New Normal

kurdefrin.com – Masa pemberlakuan PSBB sudah berlalu, sekarang memasuki masa new normal. New Normal merupakan masa beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi covid-19.

Pada masa New Normal akan dibuka kembali rumah ibadah bagi masyarakat dengan jumlah yang dibatasi. Demikian juga perkantoran, pertokoan, pabrik, dan usaha kecil mulai dibuka Kembali dengan protokol Kesehatan.

Pasar dan pusat perbelanjaan juga akan dibuka kembali. Diharapkan perekonomian keluarga tetap terjaga. Masyarakat juga bisa beraktivitas kembali.

Parents perlu dipahami bahwa era new normal bukan berarti covid-19 sudah berakhir. Belum, covid-19 belum berakhir. Jika diikuti berita dari juru bicara penanganan covid -19, setiap hari masih terjadi penambahan pasien baru sekitar 1.000 orang.

Kondisi seperti itu mungkin akan terjadi selama berbulan-bulan. Bahkan mungkin bertahun-tahun. Kalau waktu yang dibutuhkan untuk terbebas dari belenggu covid-19, tanpa era new normal, perekonomian tiap keluarga akan hancur.

Akan tetapi, untuk membangkitkan kembali perekonomian kita, maka dibuka kembali semua lini perekonomian dengan pola baru di tengah pandemik.  Ekonomi masyarakat tetap terjaga, covid-19 juga hilang bahkan lenyap. Ini fakta yang harus kita hadapi.

Pola hidup baru di era new normal membutuhkan dukungan dan kehati-hatian dari seluruh masyarakat. Masyarakat harus patuh pada protokol kesehatan dalam menyikapi era new normal. Begitu juga dengan anak-anak. Mereka harus diberi pengertian yang benar mengenai new normal.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

Ada beberapa level tempat yang berisiko terpapar covid-19 yang perlu dipahamkan pada anak. Semakin tinggi level berikut ini, semakin berisiko. Parents wajib tahu, dan juga seluruh keluarga.

Berikut ini beberapa level tempat berisiko terpapar Covid-19 dari level 9-1. Untuk Level 9 adalah level paling berisiko, yaitu pergi ke bar. Dan Level 8 terdiri atas prasmanan, stadion, pusat kebugaran, taman hiburan, dan ibadah secara massal.

Begitu juga Level tempat berisiko terpapar Covid-19 berikutnya adalah level 7. Level ini terdiri atas olahraga basket, dan kolam renang. Level 6 terdiri atas kasino, restoran, taman bermain, salon, perahu potoon, dan bioskop. Moms, Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko di Era New Normal

Selanjutnya Level tempat berisiko terpapar Covid-19 berikutnya adalah level 5. Dan Level 5 terdiri atas pesta makan malam di rumah makan, pesawat terbang, pesta barkekyu, mal, pantai, dan tempat bowling.

Lalu Level tempat berisiko terpapar Covid-19 berikutnya adalah level 4. Level 4 terdiri atas dokter gigi, berjalan di keramaian, kantor, ruang tunggu dokter, restoran makan di luar ruangan. Level 3 antara lain belanja bahan makanan, berkemah, hotel, bermain golf, dan museum.

Kemudian, Level tempat berisiko terpapar Covid-19 berikutnya adalah level 2. Level 2 terdiri atas berjalan, lari, bersepeda bersama, dan mengisi bahan bakar. Sedangkan level 1 adalah membeli dan membawa bahan makanan dari restoran, serta bermain tenis.

Dari sekian level tempat berisiko paparan covid-19 ada yang belum disebutkan yaitu rumah sakit dan puskesmas. Berikt ini dibahas beberapa tempat yang rawan dikunjungi terutama bagi anak.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

Tempat Berisiko di Era New Normal bagi Anak

1. Rumah Sakit atau Puskesmas

Tempat berisiko terpapar virus corona bagi anak yang pertama adalah rumah sakit atau puskesmas. Parents, jangan ajak anak pergi ke rumah sakit atau Puskesmas.

Di rumah sakit atau Puskesmas merupakan tempatnya bakteri dan virus banyak berkeliaran di sana. Anak mempunyai karakter suka memegang benda apa saja yang ia temui.

Kemungkinan besar, tangan anak akan menyentuh mulut, hidung dan mata setelah memegang sesuatu yang ia temui. Jika tangan anak menyentuh benda yang mengandung virus corona, maka anak akan terpapar virus corona.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

2. Supermarket atau Mal

Tempat berisiko terpapar virus corona bagi anak yang kedua adalah supermarket atau mal. Supermaraket atau mal merupakan tempat umum. Banyak dikunjungi orang. Pengunjung belum tentu sehat semua. Tangan pengunjung supermarket memegang berbagai macam benda.

Anak paling suka jika kita ajal ke mal atau supermarket. Di sana banyak mainan yang bisa dibeli. Banyak pula aneka permainan yang bisa diikuti anak.  Tapi, sebenarnya belum aman jika kita mengajak anak bermain di mal untuk era new Normal.

Di mal belum bisa dijamin semua benda, barang, atau mainan anak terbebas dari virus corona. Kita tahu, pengunjung mal yang begitu banyak belum dapat dipastikan semuanya sehat. Kita belum yakin bahwa semua pengunjung mal tidak membawa virus corona.

Walaupun pihak mal sudah mengukur suhu tubuh pengunjung. Pengunjung sudah diminta mencuci tangan sebelum masuk mal. Pengunjung sudah menggunakan masker pada saat di mal. Namun, orang tanpa gejala tidak bisa dipastikan untuk tidak menularkan virus corona yang tidak terdekteksi di dalam tubuhnya.

Jika tangan yang memegang benda tadi merupakan tangan pasien covid-19, maka benda sudah terkontaminasi virus corona. Kita tidak tahu, apakah benda dan barang yang terpajang di supermarket itu aman atau tidak.

Parents, daripada kita selalu was-was dan cemas, baiknya ketika pergi ke mal hanya orang dewasa saja. Belanja sesuai kebutuhan dan seperlunya saja. Anak-anak belum saatnya diajak ke mal karena virus corona masih melanda.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

3. Pasar Tradisional

Tempat berisiko terpapar virus corona bagi anak yang ketiga adalah pasar tradisional. New Normal kini perlahan mulai diberlakukan. Namun, area pasar tradisional kini menjadi perhatian. Karena banyak pedagang pasar tradisional yang terpapar virus corona. Hal ini berisiko bagi kita terutama anak.

Area pasar tradisonal menjadi salah satu klaster penyebaran covid-19. Masyarakat yang membeli kebutuhan pokok di pasar tradisional harus berhati-hati dan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat. Baiknya anak tidak diajak serta berbelanja di pasar tradisional.

Parent, ada beberapa alasan dilarangnya mengajak anak ke pasar tradisional. Salah satunya karena pasar merupakan titik pertemuan orang dari berbagai tempat melakukan aktivitas jual beli di pasar. Kita tidak tahu apakah orang itu dalam kondisi bersih atau tidak dari Covid-19.

Karena banyaknya pembeli yang berdatangan ke pasar tradisional, orang di pasar pun menjadi berdesak-desakan. Sanitasi yang kurang terjaga dan kurang higienis membuat pasar tradisional merupakan tempat berisiko terpaparnya virus corona.

Apalagi bagi anak yang suka memegang segala yang dilewatinya saat di pasar. Anak lebih riskan untuk terpapar virus corona. Moms, Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko di Era New Normal

Sejak awal terjadinya wabah virus corona di Indonesia, pasar tradisional tidak ditutup. Karena pasar tradisional merupakan area sumber pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat. Hanya saja, tidak semua pedagang di pasar tradisional dapat mematuhi protokol kesehatan.

Baik pedagang maupun pembeli harus berusaha menghindari diri dari paparan virus Covid-19. Mereka harus selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Alat pelindung jangan sampai tersentuh tangan yang kotor.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

4. Angkutan Umum

Tempat berisiko terpapar virus corona bagi anak yang keempat adalah angkutan umum. Parents, ketahuilah virus corona telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Jutaan orang telah disebut sebagai orang yang terinfeksi virus corona yang menimpa dewasa maupun anak. Penyebarannya sangat cepat. Sehingga beberapa perjalanan pun dibatasi untuk sementara.

Beberapa masyarakat membatalkan rencana bepergian baik buat melancong maupun perjalanan dinas. Tapi banyak juga yang tetap melakukan perjalanan dengan segala risiko terpapar virus corona di transportasi umum baik jalur darat, laut, maupun udara.

Parents, kalau terpaksa harus pergi ke suatu tempat, sebaiknya jangan ajak anak. Apalagi bepergiannya menggunakan kendaraan umum. Ketahuilah di dalam kendaraan umum itu sangat memungkinkan terpapar virus corona.

Tempat duduk, sandaran kursi di dalam kendaraan umum bisa saja sudah terkena batuk atau tetesan bersin orang yang terinfeksi virus corona. Kemudian tempat duduk dan sandaran kursi itu kita gunakan untuk duduk bersama anak, bukan tidak mungkin kita akan terpapar virus corona dari tempat tersebut.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

Selain tempat duduk dan sandaran kursi yang dikhawatirkan sudah terkontaminasi oleh virus corona, teman duduk kita akan berjejer dengan orang lain. Kita tidak tahu, kondisi orang yang duduk dekat dengan kita di kendaraan umum. Kita juga tidak tahu, mereka sehat ataukan mereka sudah terinfeksi virus corona.

Duduk berdampingan dengan orang yang terpapar virus corona selama lebih dari 15 menit dapat dengan mudah kita tertular. Apalagi perjalanan yang dilakukan adalah perjalanan jarak jauh.

Waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan jauh lebih tentu lebih dari 15 menit. Hal itu tidak bisa dihindari, kemungkinan besar akan terpapar virus corona. Karena berdampingan dengan orang lain lebih dari 15 menit.

Parents, oleh karena itu kondisi dalam kendaraan umum sungguh mengkhawatirkan, baiknya kita tidak bepergian. Berada di dalam rumah bersama anak adalah sikap terbaik untuk saat ini karena wabah corona masih melanda walaupun pada era New Normal.

Baca juga:

8 Pola Pengasuhan Anak Di Era New Normal, Orantua Perlu Tahu

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

5. Taman Hiburan

Tempat berisiko terpapar virus corona bagi anak yang kelima adalah taman hiburan. Mengajak rekreasi anak merupakan hal yang membahagiakan. Anak senang bermain-main di taman hiburan.

anak bisa bermain apa saja yang ada di taman hiburan. Apalagi sudah hamper 3 bulan, anak berada di dalam rumah. Kebosanan mereka seolah akan terobati di era new normal.

Taman hiburan yang mulai dibuka kembali tentunya akan mendapat serbuan dari masyarakat. Mereka seolah-olah berlomba-lomba pergi ke luar rumah atau ke mana saja untuk menebus kebosanan di dalam rumah.

Namun, kita tidak boleh lengah. Virus corona masih mewabah. Pasien yang terinfeksi virus corona masih bertambah terus setiap harinya. Di mana ada kerumunan orang, tentu menjadi kewaspadaan kita. Karena kita tidak tahu, orang itu pembawa virus corona atau tidak.

Hal yang paling bijak adalah tetap tinggal di rumah. Tidak mengajak anak pergi ke taman hiburan demi keselamatannya. Walaupun taman hiburan sudah dibuka untuk umum, sikap kita yang paling aman adalah mengajak anak bermain di taman hiburan jika pemerintah sudah menyatakan bahwa virus corona sudah hilang.

Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko 

Moms, Jangan Ajak Anak ke Tempat Berisiko di Era New Normal

Parents, aktivitas kehidupan memang mulai dibuka Kembali. Tapi, Parents tetap waspada menjaga anak agar tetap sehat, aman, dan tidak terpapar virus corona.

Sebenarnya, bukan hanya larangan mengajak anak ke beberapa tempat yang disebutkan di atas, perilaku parents selaku orang tua juga harus ekstra hati-hati.

Misalnya: setelah pulang kantor, dari bepergian, berbelanja, parents tidak diperkenankan menyentuh anak sebelum membersihkan diri dengan mandi dan mencuci pakaian yang dikenakan.

Jadi, perilaku kita harus bijak, dengan cara tidak mengajak anak ke berbagai tempat yang berisiko. Selain itu, siapa pun anggota keluarga dalam satu rumah tidak pernah menyentuh anak sebelum mensterilkan diri dari kotoran dan mungkin virus corona yang tidak terlihat.

Demikianlah penjelasan mengenai larangan mengajak anak ke tempat berisiko di era new normal.  Semoga dapat menambah wawasan. Terima kasih.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *