Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

kurdefrin.com – Salam Jumpa, Moms.  Pada dua artikel sebelumnya sudah dibahas cara melatih motorik halus pada anak uisa 2-3 tahun dan 3-4 tahun. Pada kesempatan kali ini akan dibahas motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Setuju, kan, Moms? Lanjut kan.  Okey, simak ya.

Moms, mau tahu lebih dahulu gak mengenai ruang lingkup keterampilan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun? Mau, dong.  Ni lho, ruang lingkup keterampilan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Berdasarkan Standar Nasional PAUD, kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun sebagai berikut.

  • Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran.
  • Menjiplak bentuk
  • Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan rumit
  • Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan berbagai media.
  • Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media
  • Mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus: menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, dan memeras.

WOW, banyak ya, Moms. Semua itu tidak mungkin di bahas dalam satu artikel ini. Wajar dong. Kemampuan tersebut untuk dilatihkan dalam satu semester, Moms. kita bahas secara bertahap, ya, Moms. Berikut ini dijelaskan cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang sesuai dengan standar tersbut, ya, Moms.

1. Membuat Garis

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang pertama adalah membuat garis. Garis yang dilatihkan terdiri atas garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran.

Hal yang harus diperhatikan dalam melatih anak membuat garis adalah cara memegang alat tulis dan cara menggerakan tangan yang benar. Banyak kasus kesalahan cara menggerakkan tangan terbawa sampai anak itu menjadi dewasa.

a. Cara Memegang Alat Tulis

Untuk melatih anak membuat garis, tidak ada salahnya jika Moms mengingat kembali cara mengajari anak menulis pada tahap paling awal. Anak dapat kita ajari dari mengenal pensil, pulpen, spidol kecil, spidol besar.

Perkenalkan anak dengan aneka kertas: HVS, folio, kertas gambar, dan aneka kertas lainnya. Lanjutkan dengan mengajari cara memegang peralatan tulis tersebut.

  • Ibu jari dan telunjuk tangan kanan anak diminta membentuk huruf o. Posisi pensil bersandar pada jari tengah. Kalau hanya perintah, anak mungkin belum paham. Baiknya diberi contoh, Moms.
  • Beri anak pensil yang pendek agar seimbang dengan jari-jemari anak. Selain itu, pensil pendek akan lebih mudah dipegang anak untuk menulis. Selain pensil pendek, Moms juga bisa berikan krayon pada anak untuk berlatih membuat garis. Krayon berwarna-warni dapat membuat anak lebih semangat, lho Moms. Coba aja kalau enggak percaya.
  • Waktu yang tepat untuk mengajari anak membuat garis adalah pada saat anak tidak lapar, tidak ngantuk, dan tidak lelah karena belum banyak aktivitas yang dilakukan anak. Pada pagi hari, setelah anak mandi dan sarapan biasanya waktu yang tepat untuk mengajari anak membuat garis untuk melatih motorik halusnya agar lebih berkembang.

b. Cara Menggerakkan Tangan

Moms, anak kita sudah bisa memegang alat tulis pensi atau krayon yang benar ya? baiklah kalau begitu, kita mulai mengajari anak membuat garis.

  • Melatih Anak Membuat Garis Vertikal

Melatih anak membuat garis vertikal dimulai dengan menggerakkan tangan dari atas menuju ke bawah. Ups, jangan terbalik Moms. Jangan mulai dari bawah ke atas. Yang benar membuat garis vertikal itu dimulai dari atas ke bawah.

Kalau akan diberi media untuk memudahkan anak membuat garis vertikal, Moms bisa memberikan pola berupa tanda titik dari atas ke bawah.

Misalnya:

1

2

3

4

5

6

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Nah, itu salah satu alternatif alat bantu bagi anak untuk membuat garis vertikal. Semua ada 6 soal yang terdiri atas 3 tanda titik untuk dihubungkan menjadi garis vertikal. Ingatkan anak ya, Moms, mulailah dari tanda titik paling atas menuju ke arah bawah.

  • Melatih Anak Membuat Garis Horizontal

Melatih anak membuat garis horizontal dimulai dengan menggerakkan tangan dari kiri ke kanan. Kalau anak membuat garis horizontal dari kanan ke arah kiri, Moms harus membetulkannya.

Arahkan tangan anak membuat garis horizontal dari kiri ke kanan. Media berikut ini dapat digunakan untuk menuntun anak membuat garis horizontal yang benar.

1

.

.

.

7

.

.

.

.

2

.

.

.

8

.

.

.

.

3

.

.

.

9

.

.

.

.

4

.

.

.

10

.

.

.

.

5

.

.

.

11

.

.

.

.

6

.

.

.

12

.

.

.

.

  • Melatih anak membuat garis lengkung kiri/kanan

Melatih anak membuat garis lengkung kiri-kanan dimulai dengan menggerakkan tangan dari atas melengkung ke arah kiri lalu ke bawah. Atau sebaliknya, membuat garis lengkung kanan-kiri. Gerakkan tangan dari atas melengkung ke arah kanan lalu ke bawah.

  • Melatih anak membuat garis miring kiri/kanan

Melatih anak membuat garis miring kiri/kanan pada prinsipnya sama yakni dimulai dengan menggerakkan tangan dari atas ke bawah hanya saja dengan posisi miring bukan tegak lurus.

  • Melatih Anak Membuat Lingkaran

Begitu juga dengan membuat lingkaran. Gerakkan tangan anak dari atas melengkung ke kiri-ke bawah-naik melengkung ke kanan lalu kea rah kiri menyambung ke garis awal. Melatih anak membuat lingkaran.  Tidak benar jika anak membuat lingkaran dari atas melengkung ke arah kanan lalu ke bawah dan seterusnya.

Artikel terkait:

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Macam-Macam Kecerdasan pada Anak

2. Menjiplak Bentuk

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang kedua adalah menjiplak. Buka KBBI dulu, Yuk Moms. Mau tahu arti sebenarnya dari kata menjiplak. Menjiplak adalah menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yang tersedia dengan menempelkan kertas kosong pada gambar atau tulisan yang akan ditiru.

Melatih Menjiplak Daun.

Moms, sediakan bahan dan alat untuk kegiatan menjiplak, ya. daun-daun, kertas HVS, pensil, dan krayon. Langkah menjiplak: Moms, menjelaskan mengenai kegiatan dan tata cara yang akan dilakukan. Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Moms, bisa mengajak anak di luar rumah seperti di serambi, di taman he he kalau ada. Anak diminta mencari daun berukuran kecil atau sedang sebanyak tiga lembar.

Kemudian, Moms membimbing anak menghitung daun yang sudah didapat. Hal ini untuk membuktikan bahwa anak benar mencari daun yang jumlahnya tiga. He he biar anak tambah pinter menghitung juga, Moms. Selanjutnya, anak diminta mengambil kertas HVS di rak di dalam rumah satu lembar saja.

Anak diminta menjiplak daun di atas kertas HVS. Jadi deh, mudah kan Moms mengajari anak menjiplak daun. Ups, agar lebih indah, anak diminta mewarnai jiplakannya sesuai dengan warna aslinya. Nah, baru kita beri pujian. Hebaat. Mantap warnanya. Cantik bentuk daunnya, dll.

3. Melakukan Gerakan Rumit

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun yang ketiga adalah melakukan gerakan rumit. Moms, tahukan contoh gerakan rumit. Rumit itu ribet memerlukan ketelitian, kehati-hatian, dan bertahap-tahap.

Gerakan rumit yang dapat dicontohkan dalam kesempatan ini adalah menempel, menggunting, dan membuat kreasi dengan dough. Ketiga gerakan rumit ini dijelaskan berikut ini.

Artikel terkait:

Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun

Lima Tips WOW Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 3-4 Tahun

 a. Menempel

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui gerakan rumit adalah menempel. Hai Moms, ayo kita latih anak untuk menempel sebagai latihan morotik halus pada anak usia 4-5 tahun. Ayo, semangat Moms. Ups, tapi kita ingat dulu sedikit teori menempel ya Moms.

Ada istilah keren dari menempel lho Moms, hehe kolase ya Moms. Menempel itu berkaitan dengan meletakkan, merekatkan, menyusun berbagai bahan pada sehelai kertas yang datar.

Bahan yang digunakan untuk direkatkan bisa berbagai macam. Apa saja tuh? Bisa berbagai bentuk kertas berwarna-warni. Bisa juga potongan kain dan bahan-bahan bertekstur. Ups, masih ada Moms. bisa juga lho benda-benda menarik lainnya dengan 2 dimensi atau 3 dimensi. Siip deh.

Moms, Di dalam kolasi ada istilah tangram, montase, dan mozaik. Bedanya apa ya? tangram itu Teknik menempel bentuk-bentuk geometri tanpa pola. Montase itu menempel benda-benda konkret pada sebuah gambar.

Dan mozaik itu menempel bentuk-bentuk kecil menjadi satu kesatuan untuk menimbulkan efek warna. Mozaik juga sering disebut dengan menabur.

Hai Moms, jangan terlarut bingung mau melatih jenis yang mana. Apapun jenisnya, apapun istilahnya, semua kegiatan menempel tersebut digunakan untuk melatih anak mengembangkan motorik halus pada anak Moms. Iya, kan?

Peran Moms, adalah bertindak sebagai fasilitator dan motivator aja ya. sebagai fasilitator, Moms bertugas menyediakan bahan dan perlengkapan untuk kegiatan menempel. Bahan yang dibutuhkan diperlukan keaneka ragaman.

Bahan yang unik menarik, dan beragam beragam menjadi fokus Moms dalam menyediakan bahan menempel. Barang bekas pun bisa dimanfaatkan seperti kardus susu, kantong belanja, majalah, kaleng, sarung buah, dll.

Sebagai motivator, Moms bertugas memberikan semangat, memberi pengarahan, dukungan, dan penguatan-penguatan serta memberi pujian. Anak kita akan menjadi lebih semangat untuk melakukan kegiatan menempel.

Ups, jangan memaksa ya Moms, bisa-bisa anak jadi marah dan tidak mau lagi latihan menempel pada waktu atau kesempatan yang lain.

Proses menempel pada anak bebas saja Moms. Jangan terlalu harus begini harus begitu. Ntar malah anak tertekan. Beri saja kebebasan agar kreativitasnya muncul sesuai dengan imajinasinya. Model apapun yang muncul tetap kita hargai sebagai sebuah karya yang baik. Itu yang penting.

Moms menyediakan bahan, mengelompokkan berdasarkan ukuran, warna, bentuk, atau pun coraknya dalam wadah yang tersendiri. Hal ini bertujuan memudahkan anak mengambil dan memilih bahan yang akan digunakan.

Selain menyiapkan bahan, Moms juga menyiapkan lem, kertas format, dan keranjang untuk meletakan hasilnya.

b. Menggunting

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui gerakan rumit adalah menggunting. Koq menggunting lagi? Kemarin pada saat membahas motorik halus pada anak usia 3-4 tahun kan sudah menggunting.

Eit, jangan salah, Moms. Kegiatan latihan menggunting kan bertahap dan ada tahapannya lho, Moms. Nih tahapan-tahapan dalam kegiatan menggunting. Masih ingat kan? Baiklah ditulis lagi tahapan mengguntingnya. Buat Moms, gitu lho, mengapa tidak.

  • Tahap Pra-Menggunting: anak diajari agar dapat melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan motorik dasar. Meremas, menjumput, memilin, itulah contohnya. Hal ini dilakukan untuk menguatkan motorik anak agar tidak kaku saat praktik menggunting.
  • Tahap menggunting: Menggunting pinggir kertas; Menggunting dengan sepenuh bukaan gunting; Membuka gunting dan menggunting terus-menerus untuk sepanjang kertas; Menggunting di antara dua garislurus; Menggunting bentuk tapi tidak pada garis; Menggunting garis tebal dengan terkendali; dan Menggunting bermacam-macam bentuk

Kegiatan menggunting untuk mengembangkan motorik halus padaanak usia 4-5 tahun adalah menggunting pola. Kegiatan menggunting pola lebih tepat dilatihkan untuk mengembangkan motorik halus bagi anak usia 4-5 tahun. Langkah-langkah menggunting pola: ikuti ya, Moms.

  • Menyiapkan gambar bertema dan berpola tertentu.
  • Menyiapkan peralatan dan keperluan yang dibutuhkan untuk kegiatan menggunting.
  • Memberikan pengarahan sebelum pelaksanaan menggunting
  • Mengamati dan memperbaiki cara menggunting dengan baik dan benar
  • Memberikan pujian

c. Membuat Kreasi dengan Dough

Cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui gerakan rumit adalah membuat kreasi dengan dough. Keterampilan bermain playdough pada anak usia 4-5 tahun sudah lebih berkembang dibandingkan dengan anak usia di bawahnya.

Pada usia 4-5 tahun, anak harus bisa mengkolaborasikan antara membuat dough, membentuk, memilin, menggunting, dan menempelkan playdough. Ayo kita mulai, Moms.

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Moms, untuk melatih anak membuat dough di sini tidak perlu diulang, Moms baca aja pada artikel sebelumnya di kurdefrin yang berjudul: Inilah Tips Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 2-3 Tahun.

  • Anak kita latih membuat playdough menjadi berbagai bentuk seperti bentuk bulat, lonjong, panjang dan bulat, kotak, dll sesuai dengan keinginan. Anak juga sudah dilatih memilin playdough dengan satu tangan dan dua tangan.
  • Anak dilatih menggunting bagian tepi playdough dengan sebagian atau seluruh gunting terbuka.
  • Anak dilatih menempel playdough dengan ujung-ujung jari tangan. Moms, latih juga anak untuk menempel playdough tanpa menutupi pola yang disiapkan. Anak dilatih menempel playdough dengan rapi dan bersih.
  • Anak dilatih menjiplak palydough dengan beberapa cara. Ajati anak menjiplak dengan menggunakan jari-jari tangan. Moms, bisa juga mengajari anak menjiplak dengan menggunakan cetakan kue yang beraneka model dan ukurannya. Ajari anak menjiplak dan menekan playdough dengan satu jari tangan.

Nah, tentu seru bermain playdough di usia 4-5 tahun. Dan yang lebih penting, Moms sudah melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun agar lebih terampil dan tangkas pergerakkan tangannya. Selain itu, koordinasi mata, tangan, dan konesentrasi anak akan semakin berkembang.

Sekian dulu ya Moms, penjelasan mengenai cara melatih motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Semoga bermanfaat. Kita jumpa lagi esok dengan pembahasan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun.

Refrensi: dari Berbagai Sumber.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *