Pendidikan Keorangtuaan Masih Pentingkah Di Era Digital?

Pendidikan Keorangtuaan Masih Pentingkah Di Era Digital?

kurdefrin.com – istilah Era digital sering digunakan untuk menggambarkan masa teknologi digital. Teknologi digital adalah teknologi yang penggunaannya melibatkan sentuhan jari jemari. Juga berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu.

A. Era Digital

Era digital akan memudahkan kita untuk mendapatkan informasi begitu banyak dan beragam. Informasi itu didapat dengan cara mudah, cepat, dan tinggal sentuh.

Kebutuhan anak akan informasi dapat dikatakan sudah terpenuhi melalui internet. Pendidikan keorangtuaan sepertinya hampir tergantikan dengan teknologi informasi. Benarkah demikian?

B. Pendidikan Keorangtuaan

Pendidikan keorangtuaan tidak dapat tergantikan oleh teknologi. Teknologi tidak bisa memberikan kasih sayang, kehangatan seperti orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Oleh karena itu, pendidikan keorangtuaan menduduki posisi yang cukup penting bagi perkembangan anak-anaknya. Apa sebenarnya Pendidikan keorangtuaan itu?

Pendidikan keorangtuaan sering disebut Parenting education. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anaknya. Sehingga anak mereka memiliki kepribadian yang baik.

Pendidikan keorangtuaan adalah proses pembelajaran pengasuhan antara orang tua dengan anak. aktivitas pengasuhannya antara lain memberi petunjuk, memberi makan, memakaikan pakaian, dan melindungi anak saat tumbuh kembangnya.

Pendidikan keorangtuaan itu merupakan pendidikan yang berkaitan dengan cara pengasuhan anak dengan tepat sesuia usia dan tumbuh kembang anak.

Selain itu, pendidikan keorangtuaan dapat mempertemukan kepentingan keluarga dan sekolah. Hal ini bertujuan agar Pendidikan karakter di sekolah dapat dikembangkan di rumah.

C. Pendidikan Keluarga

1. Pendidikan Pertama

Pendidikan yang paling awal adalah pendidikan dari keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama bagi pembentukan karakter anak. Orang tua dan rumah merupakan sekolah pertama yang dikenal anak. oleh karena itu peran orag tua terutama ibu sangatlah penting.

Anak dapat belajar nilai-nilai dan norma melalui orang tua. Anak mempunyai karakter yang positif, disiplin, jujur, dan santun. Hal itu diperoleh anak dari orang tua.

2. Keteladanan

Orang tua harus memberikan keteladanan yang baik bagi anak-anaknya. Karena anak terutama anak usia dini adalah peniru yang ulung. Anak akan belajar dengan melihat dan mengengarkan.

Kemudian, anak akan menirukan apa yang ia lihat dan ia dengar. Oleh karena itu, orang tua harus selalu berhati-hati baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan.

Pendidikan keorangtuaan merupakan metode yang tepat bagi orang tua sebagai bekal mendidik dan membentuk karakter anak. Peran orang tua di sini bukan hanya sekadar mengasuh anak. Tapi juga mendidik, membimbing, dan melindungi anak.

Pendidikan keorangtuaan itu merupakan program pengasuhan yang dilakukan lembaga untuk meningkatkan kualitas pengasuhan orang tua pada anak-anaknya. Manfaatnya adalah menambah wawasan orang tua dalam mengembangkan karakter anaknya.

D. Tujuan Pendidikan Keorangtuaan

Setidaknya ada tiga tujuan pendidikan keorangtuaan.  Tujuan itu antara lain meningkatkan pengetahuan orang tua, kesadaran orang tua, dan mempertemukan pihak keluarga dengan pihak sekolah. Berikut ini penjelasan dari ketiga tujuan tersebut.

1. Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua

Dalam pengasuhan anak, diperlukan pemahaman tentang pola asuh. Pola asuh dapat diperoleh dengan mengikuti program pendidikan keorangtuaan. Dengan bekal pengetahuan pola asuh, orang tua dapat melakukan pengasuhan anaknya sebaik mungkin.

Pola asuh itu merupakan cara mengasuh anak terutama pada anak usia 0-5 tahun. Pola asuh yang yang baik dan benar harus kita terapkan dalam keseharian. Dan, dilakukan terus-menerus sehingga berubah menjadi kebiasaan yang baik.

Banyak jenis pola asuh anak yang ada. Masing-masing jenis pola asuh memiliki keunggulan dan kelemahannya. Pola asuh yang disarankankan antara lain adalah pola asuh yang demokratis, dan autoritatif. Pendidikan Keorangtuaan Masih Pentingkah Di Era Digital?

a. Pola Asuh Demokratis

Demokratis diartikan bersifat demokrasi. Demokrasi berarti gagasan atau pandangan yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama. Demokratis dalam pola asuh diartikan cara pengasuhan anak dengan tegas, seimbang tanpa harus membatasi anak.

Pola asuh anak ini berusaha menerapkan aturan dan pedoman untuk anak. Orang tua berusaha tetap responsif terhadap anak dan mau mendengarkan setiap pertanyaan anak.

Harapan besar pada anak sebanding dengan kehangatan dan dukungan yang diberikan. Anak dapat bersikap tegas, tanggung jawab, adil, berjiwa sosial, dan mandiri. Selain itu, anak akan menjadi pribadi gigih mencapai sukses di masa depan.

b. Pola Asuh Autoritatif

Inilah pola asuh anak yang paling disarankan ahli untuk orangtua terapkan. Pola asuh ini memberikan batasan perilaku yang jelas dan konsisten. Selain itu, pola asuh autoritatif tidak menggunakan kekerasan dalam mengasuh anak.

Di sini, orangtua akan mendorong adanya diskusi dengan anak. Contohnya, seperti menjelaskan pada anak mengapa diberikan aturan tertentu. Sederhananya, orangtua tidak membebaskan dan menerima begitu saja perilaku anak, tapi juga tidak memberikan kontrol yang berlebihan.

2. Meningkatkan Kesadaran Orang Tua

Dalam mendidik, mengasuh, dan membimbing anak diperlukan kesadaran dari orang tua. Kesadaran adalah keinsyafan atau keadaan mengerti. Jadi, orang tua harus insyaf dan mengerti bahwa mendidik, mengasuh, dan membimbing anak itu penting.

Orang tua harus dapat meningkatkan kesadaran diri untuk melakukan pengasuhan dengan sebaik-baiknya. Salah satu caranya dengan mengikuti pendidikan keorangtuaan.

Orang tua harus memiliki kesadaran bahwa mengasuh anak harus dilakukan dengan cara terbaik. Orangtua harus mengerti bahwa pendidikan anak yang pertama diperoleh dari keluarga. Jadi, mendidik, mengasuh, dan membimbing anak itu tidak boleh asal-asalan.

Jika belum memiliki wawasan dalam hal pengasuhan, orang tua harus belajar. Belajar mengenai pengasuhan anak baiknya belajar pada ahlinya. Misalnya belajar pada pakar parenting.  Bisa juga belajar melalui buku, internet, dll.

3. Mempertemukan Pihak Keluarga dan Sekolah

Pertemuan antara pihak keluarga dan sekolah menjadi tujuan pendidikan keorangtuaan. Dalam pertemuan itu bisa dibahas materi yang dilatihkan kepada anak di sekolah. Kemudian, orang tua bisa menerapkannya di rumah.

Kondisi seperti ini diharapkan terus-menerus dilakukan. Kesesuaian antara pendidikan anak di sekolah dan di rumah selalu terjaga. Hal ini dapat mempercepat perkembangan anak.

Misalnya, di sekolah anak diberi Pendidikan sikap mandiri dan disiplin, di rumah orang tua harus membimbing anak untuk menerapkannya. Inilah tujuan pendidikan keorangtuaan.

E. Sasaran Pendidikan Keorangtuaan

Peran Pendidikan keorangtuaan tidak hanya diperuntukkan bagi orang tua yang sudah memiliki anak saja. Tetapi juga diperuntukkan bagi calon orang tua sebagai bekal dalam pengasuhan anak nantinya.

Jadi, sasaran pendidikan keorangtuaan itu meliputi orang tua secara umum baik memiliki anak balita maupun tidak.  Pendidik, mahasiswa dan calon orang tua juga menjadi sasaran Pendidikan keorangtuaan.

F. Program Pendidikan Keorangtuaan

Pendidikan keorangtuaan memiliki program yang sangat bagus bagi para orang tua, maupun calon orang tua. Program tersebut antara lain:

1. Kelompok Pertemuan Orang Tua

Untuk kelompok pertemuan orang tua terdiri atas perkumpulan orang tua. Kelompok ini berfungsi sebagai wadah komunikasi antara orang tua dengan keluarga lainnya. Tujuannya adalah saling berbagi berbagai macam informasi mengenai pengasuhan dan perkembangan anak.

2. Keterlibatan Orang Tua dengan Kelompok dan Kelas Anak

Dalam program Pendidikan keorangtuaan, orang tua harus terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran anak. Dengan demikian, orang tua akan mengetahui model pembelajaran yang diberikan guru, mengetahui perkembangan dan kegiatan anak di sekolah.

Pengetahuan orang tua mengenai model pembelajaran, dan kegiatan anak di sekolah, dapat diterapkan orang tua saat di rumah. Orang tua bisa meniru cara mendidik, belajar, dan mengasuh anak yang baik. Pendidikan Keorangtuaan Masih Pentingkah Di Era Digital?

3. Open Gathering

Open Gathering merupakan pertemuan orang tua dengan pihak lembaga PAUD untuk membicarakan mengenai program-program sekolah. Program sekolah selama satu tahu ajaran hendaknya diketahui orang tua sejak awal tahun pelajaran sehingga kegiatan orang tua dapat menyesuaikan program sekolah.

Hal ini penting dilakukan agar orang tua selalu terlibat langsung dalam berbagai kegiatan anak di sekolah. orang tua akan segera mengatur jadwal kegiatan di tempat kerja, maupun di kegiatan kemasyarakatan jika sudah mengetahui program sekolah anak.

4. Keterlibatan Orang Tua dalam Acara Bersama

Selain dalam kelas, orang tua sebaiknya juga ikut andil dalam acara bersama yang diadakan sekolah. Acara bersama yang melibatkan orang tua misalnya makan bersama, pertunjukkan seni, perayaan hari besar, wisata, dan kunjungan ke tempat lainnya, dll.

Tujuan keterlibatan orang tua dalam acara bersama adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam berbagai kegiatan anaknya. Orang tua dapat mengetahui cara anak makan bersama. Orang tua juga akan mengetahui ekspresi anaknya saat melakukan pertunjukan seni.

Selain itu, orang tua dapat mengetahui tempat-tempat yang mengandung unsur edukasi sekaligus belajar mengenai alam bersama anak dan teman-temannya.

5. Video Pembelajaran

Kegiatan anak di sekolah dishooting oleh guru. Kemudian, videonya dikirim guru kepada orang tua melalui email atau whatshap. Bisa juga, video itu diberikan dalam bentuk CD/DVD atau file.

Dengan melihat video pembelajaran anak di sekolah, orang tua bisa mengetahui semua kegiatan anak. Orang tua bisa memberikan pujian pada ana katas aktivitasnya di kelas. Fungsi Video pembelajaran anak ini cukup penting, terutama bagi orang tua yang tidak sempat terlibat langsung di kelas.

Dan Video pembelajaran dari sekolah juga bisa dimanfaatkan orang tua sebagai panduan untuk memberikan kegiatan anak di rumah. Video ini dapat dijadikan arsip dan bahan tontonan anak bersama keluarga di rumah.

Baca juga: 8 Pola Pengasuhan Anak Di Era New Normal, Orangtua Perlu Tahu

6. Video Aktivitas Anak di rumah

Kegiatan anak saat di rumah dishooting oleh orang tua. Kegiatan-kegiatan yang dishooting dapat berupa kegiatan belajar, bermain, membantu orang tua, dan beribadah. Kegiatan apa saja yang dilakukan anak dapat dishooting menggunakan HP.

Kemudian, video tadi dikirim kepada guru di sekolah. Video tersebut dapat dimanfaatkan guru untuk berbagai hal. Misalnya untuk mengetahui kegiatan anak di rumah, untuk bahan memberikan pembelajaran selanjutnya.

7. Kunjungan Rumah

Kunjungan rumah ini bertujuan agar sekolah mengetahui tempat tinggal anak. Juga, agar sekolah bisa bertatap muka dengan orang tua anak di rumah. Kunjungan ini dapat dilakukan secara periodi terutama bagi orang tuanya yang pasif dalam kegiatan Pendidikan keorangtuaan.

Program Pendidikan keorangtuaan lainnya adalah seminar, hari konsultasi, hari bazar, hari memasak, dan lainnya. Program ini semua memerlukan keterlibatan orang tua sehingga pengasuhan anak lebih berkualitas.

Pendidikan Keorangtuaan Masih Pentingkah Di Era Digital?

G. Manfaat Pendidikan Keorangtuaan

Manfaat Pendidikan keorangtuaan adalah mengetahui perkembangan anak dalam mengikuti Pendidikan di PAUD. Orang tua juga mengetaui kegiatan-kegiatan anak yang diselenggarakan di PAUD. Orang tua juga akan mengetahui potensi anaknya jika adanya keterlibatan orang tua di kelas anaknya.

Keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak secara penuh dapat membantu mempercepat tumbuh kembang anak. Pola pengasuhan yang baik tentu diiringi dengan pengetahuan orang tua yang memadai dalam mengasuh anak.

Orang tua sebaiknya selalu mengup-date ilmu pengetahuan mengenai cara mengasuh, mendidik, dan membimbing anak. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti pendidikan keorangtuaan.

Demikianlah pembahasan mengenai pendidikan keorangtuaan. Secanggih apa pun teknoligi, peran orang tua dalam mengasuh anaknya tak dapat digantikan teknologi. Semoga bermanfaat.

Referensi: Dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *