Perkembangan Kecerdasan Bahasa pada Anak

Perkembangan Kecerdasan Bahasa pada Anak

kurdefrin.com – Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang termasuk bagi anak-anak. Bahasa adalah sistem lambang bunyi berartikulasi yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

Kecerdasan bahasa pada anak merupakan tanda atau simbol-simbol dari benda-benda, dan menunjuk maksud-maksud tertentu. Kecerdasan bahasa disebut kecerdasan linguistik.

Kecerdasan bahasa anak disebut juga Linguistik-Verbal. Kecerdasan Linguistik-Verbal berkaitan dengan kemampuan berbahasa Anak.  Kemampuan berbahasa itu dapat berupa lisan dan tulisan.

Kemampuan berbahasa lisan dapat berupa keterampilan mendengarkan dan berbicara. Keterampilan mendengarkan anak dapat berupa mendengarkan cerita Bunda sebelum tidur.

Keterampilan berbicara pada anak dapat berupa berdialog, bercakap-cakap, dan bercerita. Anak juga senang menceritakan imajinasinya.

Kemampuan berbahasa tulis dapat berupa keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan membaca anak ditandai dengan anak suka membuka-buka buku, memberikan buku, mainan alphabet, dll.

Kemampuan menulis pada anak ditandai dengan anak menyukai kertas untuk menulis huruf-huruf, atau mainan apa saja yang berhubungan dengan huruf, kata-kata, dan kalimat-kalimat sederhana.

Selain itu, anak mampu mengekspresikan pikirannya dengan sangat baik. Anak mampu menuliskan pengalamannya dengan kreatif. Anak yang memiliki Kecerdasan Linguistik-Verbal mempunyai daya ingat yang sangat kuat.  Anak juga dapat menghafal hal-hal baru dengan mudah.

Perkembangan dapat diartikan perihal berkembang. Berkembang berarti menjadi bertambah sempurna; menjadi banyak, menjadi besar. Perkembangan Kecerdasan bahasa anak berarti menjadi bertambah sempurna kecerdasan berbahasa seorang anak.

Bunda, inilah perkembangan kecerdasan bahasa pada anak yang perlu diketahui. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diprediksi sebagai hasil dari proses pematangan.

Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada diri anak dilihat dari berbagai aspek, antara lain aspek fisik (motorik), emosi, kognitif dan psikososial bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungannya (Mursid).

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan.

Proses di sini menyangkut adanya proses diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan sosial, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Adriana).

Menurut Wiyani (2014) perkembangan bahasa pada anak usia dini adalah perubahan sistem lambang bunyi yang berpengaruh terhadap kemampuan berbicaranya itu anak usia dini bisa mengidentifikasi dirinya, serta beinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Perkembangan bahasa itu mengikuti suatu urutan yang dapat diramalkan secara umum sekali pun terdapat variasi di antara anak satu dengan lainnya, dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan anak berkomunikasi.

Jadi, perkembangan bahasa adalah suatu proses perubahan atau pematangan lambang bunyi dan mengikuti suatu urutan yang dapat diperkirakan walaupun ada variasi dari satu anak dengan anak lainnya.

Bunda, Berikut ini djelaskan beberapa tiga teori perkembangan bahasa. Simak ya, Bun. Teori nativis adalah teori yang berpendapat bahwa perkembangan bahasa didapat melalui keturunan atau bawaan sejak lahir.

Teori belajar adalah teori yang berpendapat bahwa perkembangan bahasa dibentuk oleh lingkungan melalui proses belajar yang dilakukan. Teori kognitif yaitu teori yang berpendapat bahwa perkembangan bahasa dimiliki atau didapatkan tergantung dari kognitif atau kecerdasan yang dimilikinya.

Berikut ini dijelaskan tiga tinjauan perkembangan kecerdasan bahasa yaitu perkembangan bahasa menurut Piaget, menurut kelompok usia dalam hitungan tahun, dan menurut kelompok dalam hitungan bulan.

A. Perkembangan Kecerdasan Berbahasa Menurut Piaget

Piaget dan pengikutnya menyatakan bahwa perkembangan koginitf mengarahkan pada kemampuan berbahasa, dan perkembangan bahasa tergantung pada perkembangan kogitif.

Jadi, perkembangan bahasa seseorang itu bergantung pada perkembangan kognitifnya. Jika kognitifnya berkembang, maka kecerdasan bahasanya pun berkembang pula.

Ada empat periode perkembangan kecerdasan berbahasa pada anak menurut Piaget.

1. Periode Prelingual (0-1 Tahun)

Prelingual adalah kemampuan berbahasa paling awal. Perkembangan bahasa pada periode ini adalah menangis pada saat lahir. Pada usia 1-2 bulan anak mendekut. Anak mulai berceloteh pada usia 6 bulan.

Menjadi pendengar bahasa yang spesifik pada usia 6-12 bulan. Anak mulai menggunakan bahasa berbicara terutama pada usia 8-12 bulan. Anak mulai memahami kata-kata pada usia 8-12 bulan.

Anak dapat menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan kata: “mama, papa, baba, tata.”

2. Periode Lingual Dini (1-2,5 Tahun)

Anak sudah menggunakan bahasa walaupun belum lengkap.

3. Periode Deferensial (2,5-5 Tahun)

Anak sudah bersosialisasi pada usia ini. Oleh karena itu, anak mulai mendapat perbendaharaan kata sedikit demi sedikit.

4. Perkembangan Bahasa setelah 5 Tahun

Anak sudah dapat melengkapi kalimat yang dibicarakan baik yang didengar maupun yang dibicarakan.

B. Perkembangan Bahasa Anak Ditinjau dari Tiap Kelompok Usia dalam Hitungan Tahun

1. Kelompok Usia 0-1 tahun

  1. Anak mampu merespon suara.
  2. Anak dapat merespon dengan mengulang konsonan (huruf mati): b/p/m,dll. atau vokal (huruf hidup): /a/i/u/e/o/.
  3. Anak dapat memahami perintah verbal atau perintah lisan.
  4. Anak mengetahui arah datangnya suara.
  5. Anak dapat mengucapkan beberapa kata sederhana.
  6. Anak dapat berhitung dengan menirukan

2. Kelompok Usia 1-2 Tahun

  1. Anak mampu memahami kata-kata tunggal sederhana.
  2. Anak mampu memproduksi atau menghasilkan ucapan berupa kata-kata  sederhana.
  3. Anak dapat menyebutkan bagian-bagian tubuh manusia: mata, hidung, tangan, dll.
  4. Anak mampu memahami makna kata atau makna di balik kalimat-kalimat sederhana.
  5. Anak dapat mempelajari kata-kata baru sederhana.

3. Kelompok Usia 2-3 Tahun

Anak mulai hafal beberapa lagu sederhana. Anak juga memahami cerita atau dongeng sederhana. Selain itu, di usia 2-3 tahun ini, anak dapat menggunakan kata tanya dengan tepat (apa, siapa, mengapa, bagaimana, dan, di mana). Kemampuan berbahasa anak usia 2-3 tahun yang lainnya antara lain:

  • Anak mampu memahami kata-kata sederhana.
  • Anak belajar memahami kalimat sederhana.
  • Anak mampu mengingat nama orang tua, keluarga.
  • Anak mampu mengucapkan kalimat sederhana.

4. Kelompok Usia 3-4 Tahun

Anak dapat menyatakan keinginan dengan mengucapkan kalimat sederhana. Anak dapat menceritakan pengalaman yang dialami dengan cerita sederhana.

Anak dapat membaca cerita bergambar dalam buku dengan kata-kata sendiri. Anak juga dapat memahami perintah yang mengandung dua pengertian (Ambil buku lalu berikan pada ibu). Kemampuan berbahasa anak usia 3-4 tahun yang lainnya antara lain:

  • Anak mampu menambah kosakata dari hasil sosialisasi.
  • Anak mampu mengingat nama teman.
  • Anak dapat berbicara 3-4 kata dalam satu kalimat.
  • Anak banyak bertanya kepada orang sekitar.
  • Anak banyak rasa ingin tahunya.

5. Kelompok Usia 4-5 Tahun

Pada usia 4-5 tahun, anak sudah mampu mengutarakan sesuatu hal kepada orang lain. anak sudah dapat menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan.

Anak juga dapat mengenal perbendaharaan kata mengenai kata sifat (nakal, pelit, baik hati, baik, jelek, dan lainnya). Selain itu, anak mampu menceritakan kembali cerita atau dongeng yang pernah didengar. Kemampuan berbahasa anak usia 4-5 tahun yang lainnya antara lain:

  • Anak mampu berbicara dengan kalimat komplek dengan jelas.
  • Anak dapat membedakan warna.
  • Anak mampu bercerita secara sederhana.
  • Anak dapat beropini atau berpendapat terhadap suatu kejadian.
  • Anak dapat bertanya dengan apa, siapa, mana.
  • Anak dapat memberi saran secara sederhana.

6. Usia 5-6 Tahun

Pada usia 5-6 tahun, anak sudah mampu menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (subjek-predikat-keterangan) atau (subjek-predikat-objek).

Anak sudah dapat terlibat dalam pemilihan dan memutuskan aktivitas yang akan dilakukan bersama temannya. Anak juga sudah memiliki perbendaharaan kata lebih kaya dan lengkap untuk melakukan komunikasi verbal.

Baca juga:

Perkembangan Kognitif Anak usia Dini

Menstimulasi Keterampilan Motorik Balita

Cara Melatih Jiwa Kepemimpinan pada Anak

C. Perkembangan Kecerdasan Berbahasa Anak dalam Hitungan Bulan

1. Usia 0-3 Bulan

Komunikasi dimulai sejak anak lahir. Suara anak memiliki maksud. Anak belum bisa menyampaikannya dengan kata-kata. Pada usia 0-3 bulan, anak berkomunikasi melalui tangisan, dan bunyi yang dikeluarkan.

Kemampuan berbahasa awal anak dimulai dengan menangis, berteriak-teriak, dan bergumam. Anak dapat menangis, berteriak, berguman itu tandanya anak kita cerdas berbahasa.

Jadi, Bunda tidak perlu cemas pada saat anak menangis karena ia sedang mengkomunikasikan gagasan tertentu kepada kita. Anak lapar: menangis, anak mengantuk ya: menangis, anak haus: menangis, anak pipis/BAB: ya menangis, dll.

2. Usia 4-6 Bulan

Anak mulai mengenal kata-kata sederhana. Kata sederhana itu terdiri atas dua suku kata: “papa, mama, maem, mimi.” Anak juga sudah mampu mengekspresikan maksud “iya” atau “tidak” baik secara verbal (lisan) maupun nonverbal (gerak anggota tubuh).

Misalnya: anak menganggukkan kepala tandanya setuju atau mengiyakan sesuatu. Anak menggelengkan kepala sebagai tanda ucapan tidak mau atau tidak setuju. Anak mampu mendengarkan kata-kata yang diucapkan orang lain.

Anak sudah dapat mengoceh. Anak juga sudah dapat tertawa, dan tersenyum. Bunda baiknya lebih sering mengajak berkomunikasi kepada anak usia 3-6 bulan. Anak sudah mampu mendengarkan ucapan orang lain. Respon anak  dapat berupa ocehan, tertawa, atau pun tersenyum.

3. Usia 7-9 Bulan

Anak mulai mampu memberikan nama pada objek tertentu. Anak juga mulai mampu mengenal anggota tubuh. Anak sudah dapat menirukan ucapan orang lain. Anak sudah dapat memberikan respon pada permainan “Ciluk Ba.”

Anak juga sudah dapat menunjukkan benda dengan satu kata. Misalnya: Bunda mengucapkan kata “Ciluk Ba.” Anak menirukan kata “Ciluk Ba.” Bunda mengucapkan “Ciluk,” anak merespon dengan melanjutkan  ucapan Bunda“baaa.”

4. Usia 10-12 Bulan

Anak dapat mengucapkan dua kata untuk mengatakan keinginan. Anak sudah dapat menolak. Anak juga sudah mampu menyebut nama benda atau binatang. Misalnya: “Mimi Bun,” saat anak merasakan haus. “Tidak mau.” saat anak disuapin. Anak menjawab “Es krim,” saat anak ditanya mau beli apa, dll.

5. Usia 13-18 Bulan

Dalam periode ini, anak sudah mampu menirukan kata-kata yang didengarnya. Anak juga sudah mampu mempraktekkan nada bicara tertentu. Misalnya: “Mana?” ia ucapkan dengan nada tinggi dan tempo yang panjang: “Manaaa?” “Ganti” “Gantiiii! Saat anak minta ganti channel Televisi.

Pada usia 13-18 bulan, anak dapat mengucapkan kalimat yang terdiri dari dua kata. Anak sudah dapat merespon pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak.”

Anak sudah dapat menunjukkan bagian tubuh yang ditanyakan. Anak juga sudah dapat memahami cerita pendek yang diceritakan Bundanya atau orang sekitarnya.

6. Usia19-24 Bulan

Pada usia 24 bulan, anak umumnya sudah mampu memahami 50 kata. Anak sudah bisa mengucapkan kata dengan baik. Itulah Bunda, jenis-jenis perkembangan bahasa yang perlu diketahui. Hal ini dapat dijadikan bahan pengamatan sejauh mana perkembangan kecerdasan berbahasa anak kita.

Anak dapat menggunakan kata-kata sederhana untuk menyatakan keingintahuan. Anak mampu menaruh perhatian pada gambar-gambar dalam buku. Anak juga dapat menjawab pertanyaan dengan kalimat yang pendek. Selain itu, anak sudah dapat menyanyikan lagu sederhana.

D. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa

Faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa seseorang antara lain: faktor internal, hereditas, lingkungan, dan faktor umum. Faktor internal yaitu faktor yang diperoleh dari dalam individu itu sendiri seperti dari keturunan.

Faktor hereditas merupakan hal penting yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini karena mempengaruhi aspek intelektual dan kepribadian seseorang.

Faktor lingkungan diartikan sebagai kekuatan yang kompleks secara fisik dan sosial yang mempengaruhi susunan biologis dan psikologis anak sebelum dan sesudah lahir. Faktor ini meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Faktor umum merupakan campuran dari faktor hereditas dan lingkungan. Faktor umum yang dapay memperngaruhi perkembangan bahasa antara lain: jenis kelamin, kelenjar gondok, kesehatan, dan ras.

Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bahasa seorang anak adalah intelegensi. Anak yang memiliki perkembangan bahasanya cepat, ia memiliki intelegensi normal atau di atas normal.

Baca juga:

Cara Mengembangkan Jiwa Sosial  pada Anak

Macam-Macam Kecerdasan  pada Anak

Mari kita mulai Bunda, anak sudah berusia berapa? Dan perkembangan kecerdasan berbahasa di usianya sudah tercapai atau belum, atau bahkan kecerdasan berbahasanya melampaui batas usianya.

Perkembangan Kecerdasan Bahasa pada Anak

Semoga kecerdasan berbahasa anak kita dapat mengikuti standar perkembangan kecerdasan berbahasa anak pada umumnya. Bahkan melampaui standar perkembangan kecerdasan berbahasa anak. Semoga Bunda mempunyai anak yang membanggakan.

Referensi: dari Berbagai Sumber

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *